Posts tagged Wireless
Setting Bridging Routerboard Mikrotik
Feb 3rd
-AP (mode bridge) menggunakan RB411 (level3) -Client (mode Station WDS) menggunakan RB411A
Dilakukan di kedua RB:
1. Masuk ke RB via mac address, dengan tool “winbox” Default user : admin Default password : [kosong]
2. Pastikan konfigurasi masih kosong, jika ada konfigurasi, bisa dibuang dengan cara : /system reset-configuration [enter] Router akan melakukan restart.
3. Setelah restart, akan muncul gambar seperti dibawah ini, klik “remove configuration”
SETTING AP:
1. Buat interface bridge dengan command : /interface bridge add [enter]
1. Tambahkan port ether1 dan wlan1 ke dalam bridge1: More >
Kenali “Lubang Tikus” Jaringan Wireless 2
Feb 3rd
* Jaringan Wireless Ad-Hoc
Jaringan wireless yang menggunakan standar 802.11, memiliki fitur yang memungkinkan para klien di dalamnya dapat saling berkomunikasi satu sama lain dengan metode peer-to-peer langsung melalui perangkat wireless mereka. Fitur yang satu ini sering disebut dengan istilah Ad-Hoc.
Dalam topologi Ad-Hoc ini, masing-masing laptop, PDA, atau perangkat berkemampuan wireless lainnya dapat bertindak sebagai sebuah node yang independen dan membentuk sebuah jaringan sendiri, terlepas dari apa yang telah disediakan oleh AP di sekitarnya.
Dapat Anda bayangkan, jaringan wireless Ad-Hoc ini tentu akan dapat menimbulkan kekacauan bagi jaringan wireless yang sebenarnya. Dengan membentuk sebuah jaringan sendiri di luar dari jaringan wireless dari AP yang ada, tentu ada beberapa masalah yang akan ditimbulkannya. Pertama, jaringan Ad-Hoc ini mungkin akan menggunakan bandwidth frekuensi yang terbatas yang juga digunakan oleh jaringan wireless sesungguhnya. Jadi, antara jaringan Ad-Hoc dengan jaringan wireless sesungguhnya harus saling berbagi bandwidth frekuensi. Tentu ini cukup mengganggu kelangsungan jaringan wireless yang sesungguhnya. More >
Kenali “Lubang Tikus” Jaringan Wireless 1
Feb 3rd
Data yang lalu-lalang di media terbuka tentu sangatlah rentan keamanannya. Itulah kenyataan yang dihadapi oleh teknologi Wireless LAN, Anda harus mengetahui dan menyiasatinya dengan cermat.
Keamanan jaringan merupakan salah satu topik yang tidak ada habisnya dibahas dan dibicarakan. Meski demikian, sering dan banyaknya masalah keamanan dibahas, masih banyak saja celah keamanan yang menarik untuk dibicarakan. Hal ini dikarenakan celah-celah keamanan terus dan terus ditemukan. Ada saja celah-celah baru yang dapat digunakan oleh para hacker untuk sekadar melihat-lihat konfigurasi jaringan Anda, mengubahnya sedikit, sampai mengacaukan dan melumpuhkan jaringan Anda. Intinya, sebuah jaringan komunikasi data, terlebih lagi yang terhubung ke Internet, pasti tidak akan luput dari celah-celah keamanan yang menganga.
Kalau jaringan yang menggunakan media kabel saja sudah terdapat begitu banyak celah yang ada di dalamnya, bagaimana dengan jaringan yang menggunakan media alam terbuka sebagai perantara datanya seperti wireless misalnya. Jaringan wireless memang terkenal sangat lemah dalam hal keamanannya. Tidak hanya karena proses komunikasinya datanya lalu-lalang di udara bebas, namun banyak juga proses di dalamnya yang harus diperhatikan karena cukup rentan dan terbentang banyak celah. More >
WiMax dan LTE Resmi Disebut 4G
Jan 16th
Akhirnya, tak perlu lagi diperdebatkan apakah WiMax boleh digolongkan sebagai teknologi 4G atau tidak. Baik WiMax maupun LTE secara resmi boleh disebut 4G.
Demikian hasil World Radiocommunication Seminar 2010 yang digelar International Telecommunication Union (ITU) seperti dikutip dari Cellular-News, Kamis (23/12/2010).
Teknologi 4G adalah mereka yang tercakup dalam IMT-Advanced. Dalam pernyataannya, ITU mengatakan bahwa LTE-Advanced dan WirelessMAN-Advaced layak dimasukkan dalam IMT-Advanced. More >
Radiasi Wi-Fi Bisa Merusak Tanaman
Nov 24th
Radiasi jaringan nirkabel (Wi-Fi) diperkirakan memiliki efek negatif pada tanaman, menurut sebuah studi di Belanda. Studi yang dilakukan Universitas Wageningen, Belanda, tersebut melaporkan peningkatan kerusakan pada pepohonan di pinggiran kota. Kerusakan itu berupa bertambahnya retakan pada kulit pohon, benjolan, perubahan warna, dan berbagai kerusakan jaringan halus lainnya.
Pepohonan di wilayah urban tampak mengalami “sakit” yang lebih parah. Sebanyak 70 persen pepohonan di wilayah urban menunjukkan gejala-gejala tersebut. Padahal, 5 tahun yang lalu hanya 10 persen pepohonan yang memiliki gejala tersebut. Sementara gejala yang sama tidak tampak pada peohonan di hutan yang rapat. More >
