<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Aan Choto 阿安國德 &#187; Server</title>
	<atom:link href="http://aanchoto.com/category/server/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aanchoto.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 May 2012 16:18:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Distributed Denial of Service ( DDoS )</title>
		<link>http://aanchoto.com/2011/05/distributed-denial-of-service-ddos/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2011/05/distributed-denial-of-service-ddos/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 May 2011 12:25:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Networking]]></category>
		<category><![CDATA[Server]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=1292</guid>
		<description><![CDATA[Serangan DoS (Distributed Denial of Service) adalah jenis serangan terhadap sebuah komputer atau server di dalam jaringan internet dengan cara menghabiskan sumber (resource) yang dimiliki oleh komputer tersebut sampai komputer tersebut tidak dapat menjalankan fungsinya dengan benar sehingga secara tidak langsung mencegah pengguna lain untuk memperoleh akses layanan dari komputer yang diserang tersebut. Dalam sebuah&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-1293" title="Serangan-DDoS" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2011/05/Serangan-DDoS-300x173.png" alt="" width="300" height="173" />Serangan DoS (Distributed Denial of Service) adalah jenis serangan terhadap sebuah komputer atau server di dalam jaringan internet dengan cara menghabiskan sumber (resource) yang dimiliki oleh komputer tersebut sampai komputer tersebut tidak dapat menjalankan fungsinya dengan benar sehingga secara tidak langsung mencegah pengguna lain untuk memperoleh akses layanan dari komputer yang diserang tersebut.</p>
<p>Dalam sebuah serangan Denial of Service, si penyerang akan mencoba untuk mencegah akses seorang pengguna terhadap sistem atau jaringan dengan menggunakan beberapa cara, yakni sebagai berikut:</p>
<p>Membanjiri lalu lintas jaringan dengan banyak data sehingga lalu lintas jaringan yang datang dari pengguna yang terdaftar menjadi tidak dapat masuk ke dalam sistem jaringan. Teknik ini disebut sebagai traffic flooding.<span id="more-1292"></span>Membanjiri jaringan dengan banyak request terhadap sebuah layanan jaringan yang disedakan oleh sebuah host sehingga request yang datang dari pengguna terdaftar tidak dapat dilayani oleh layanan tersebut. Teknik ini disebut sebagai request flooding.<br />
Mengganggu komunikasi antara sebuah host dan kliennya yang terdaftar dengan menggunakan banyak cara, termasuk dengan mengubah informasi konfigurasi sistem atau bahkan perusakan fisik terhadap komponen dan server.</p>
<p>Bentuk serangan Denial of Service awal adalah serangan SYN Flooding Attack, yang pertama kali muncul pada tahun 1996 dan mengeksploitasi terhadap kelemahan yang terdapat di dalam protokol Transmission Control Protocol (TCP). Serangan-serangan lainnya akhirnya dikembangkan untuk mengeksploitasi kelemahan yang terdapat di dalam sistem operasi, layanan jaringan atau aplikasi untuk menjadikan sistem, layanan jaringan, atau aplikasi tersebut tidak dapat melayani pengguna, atau bahkan mengalami crash. Beberapa tool yang digunakan untuk melakukan serangan DoS pun banyak dikembangkan setelah itu (bahkan beberapa tool dapat diperoleh secara bebas), termasuk di antaranya Bonk, LAND, Smurf, Snork, WinNuke, dan Teardrop.</p>
<p>Meskipun demikian, serangan terhadap TCP merupakan serangan DoS yang sering dilakukan. Hal ini disebabkan karena jenis serangan lainnya (seperti halnya memenuhi ruangan hard disk dalam sistem, mengunci salah seorang akun pengguna yang valid, atau memodifikasi tabel routing dalam sebuah router) membutuhkan penetrasi jaringan terlebih dahulu, yang kemungkinan penetrasinya kecil, apalagi jika sistem jaringan tersebut telah diperkuat.</p>
<p><strong>Penolakan Layanan secara Terdistribusi (DDos)</strong></p>
<p>Penolakan Layanan secara Terdistribusi (bahasa Inggris: Distributed Denial of Service (DDos)) adalah salah satu jenis serangan Denial of Service yang menggunakan banyak host penyerang (baik itu menggunakan komputer yang didedikasikan untuk melakukan penyerangan atau komputer yang &#8220;dipaksa&#8221; menjadi zombie) untuk menyerang satu buah host target dalam sebuah jaringan.</p>
<p>Serangan Denial of Service klasik bersifat &#8220;satu lawan satu&#8221;, sehingga dibutuhkan sebuah host yang kuat (baik itu dari kekuatan pemrosesan atau sistem operasinya) demi membanjiri lalu lintas host target sehingga mencegah klien yang valid untuk mengakses layanan jaringan pada server yang dijadikan target serangan. Serangan DDoS ini menggunakan teknik yang lebih canggih dibandingkan dengan serangan Denial of Service yang klasik, yakni dengan meningkatkan serangan beberapa kali dengan menggunakan beberapa buah komputer sekaligus, sehingga dapat mengakibatkan server atau keseluruhan segmen jaringan dapat menjadi &#8220;tidak berguna sama sekali&#8221; bagi klien.</p>
<p>Serangan DDoS pertama kali muncul pada tahun 1999, tiga tahun setelah serangan Denial of Service yang klasik muncul, dengan menggunakan serangan SYN Flooding, yang mengakibatkan beberapa server web di Internet mengalami &#8220;downtime&#8221;. Pada awal Februari 2000, sebuah serangan yang besar dilakukan sehingga beberapa situs web terkenal seperti Amazon, CNN, eBay, dan Yahoo! mengalami &#8220;downtime&#8221; selama beberapa jam. Serangan yang lebih baru lagi pernah dilancarkan pada bulan Oktober 2002 ketika 9 dari 13 root DNS Server diserang dengan menggunakan DDoS yang sangat besar yang disebut dengan &#8220;Ping Flood&#8221;. Pada puncak serangan, beberapa server-server tersebut pada tiap detiknya mendapatkan lebih dari 150000 request paket Internet Control Message Protocol (ICMP). Untungnya, karena serangan hanya dilakukan selama setengah jam saja, lalu lintas Internet pun tidak terlalu terpengaruh dengan serangan tersebut (setidaknya tidak semuanya mengalami kerusakan).</p>
<p>Tidak seperti akibatnya yang menjadi suatu kerumitan yang sangat tinggi (bagi para administrator jaringan dan server yang melakukan perbaikan server akibat dari serangan), teori dan praktik untuk melakukan serangan DDoS justru sederhana, yakni sebagai berikut:</p>
<p>Menjalankan tool (biasanya berupa program (perangkat lunak) kecil) yang secara otomatis akan memindai jaringan untuk menemukan host-host yang rentan (vulnerable) yang terkoneksi ke Internet. Setelah host yang rentan ditemukan, tool tersebut dapat menginstalasikan salah satu jenis dari Trojan Horse yang disebut sebagai DDoS Trojan, yang akan mengakibatkan host tersebut menjadi zombie yang dapat dikontrol secara jarak jauh (bahasa Inggris: remote) oleh sebuah komputer master yang digunakan oleh si penyerang asli untuk melancarkan serangan. Beberapa tool (software} yang digunakan untuk melakukan serangan serperti ini adalah TFN, TFN2K, Trinoo, dan Stacheldraht, yang dapat diunduh (bahasa Inggris: download) secara bebas di Internet.<br />
Ketika si penyerang merasa telah mendapatkan jumlah host yang cukup (sebagai zombie) untuk melakukan penyerangan, penyerang akan menggunakan komputer master untuk memberikan sinyal penyerangan terhadap jaringan target atau host target. Serangan ini umumnya dilakukan dengan menggunakan beberapa bentuk SYN Flood atau skema serangan DoS yang sederhana, tapi karena dilakukan oleh banyak host zombie, maka jumlah lalu lintas jaringan yang diciptakan oleh mereka adalah sangat besar, sehingga &#8220;memakan habis&#8221; semua sumber daya Transmission Control Protocol yang terdapat di dalam komputer atau jaringan target dan dapat mengakibatkan host atau jaringan tersebut mengalami &#8220;downtime&#8221;.</p>
<p>Hampir semua platform komputer dapat dibajak sebagai sebuah zombie untuk melakukan serangan seperti ini. Sistem-sistem populer, semacam Solaris, Linux, Microsoft Windows dan beberapa varian UNIX dapat menjadi zombie, jika memang sistem tersebut atau aplikasi yang berjalan di atasnya memiliki kelemahan yang dieksploitasi oleh penyerang.</p>
<p>Beberapa contoh Serangan DoS lainnya adalah adalah:</p>
<p>Serangan Buffer Overflow, mengirimkan data yang melebihi kapasitas sistim, misalnya paket ICMP yang berukuran sangat besar.<br />
Serangan SYN, mengirimkan data TCP SYN dengan alamat palsu.<br />
Serangan Teardrop, mengirimkan paket IP dengan nilai offsetyang membingungkan.<br />
Serangan Smurf, mengirimkan paket ICMP bervolume besar dengan alamat host lain.<br />
ICMP Flooding</p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2011/05/distributed-denial-of-service-ddos/&via=aanchoto&text=Distributed Denial of Service ( DDoS )&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2011/05/distributed-denial-of-service-ddos/&via=aanchoto&text=Distributed Denial of Service ( DDoS )&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2011/05/distributed-denial-of-service-ddos/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>OS Terbaik Untuk Squid</title>
		<link>http://aanchoto.com/2011/05/os-terbaik-untuk-squid/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2011/05/os-terbaik-untuk-squid/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 May 2011 06:56:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Networking]]></category>
		<category><![CDATA[Proxy]]></category>
		<category><![CDATA[Server]]></category>
		<category><![CDATA[OS]]></category>
		<category><![CDATA[Squid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=1251</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah pertanyaan yang tidak akan ada jawabanya. Semua OS keluarga NIX bagus buat squid, titik. Tinggal kita lebih familiar memakai distro apa, ubuntu ato redhat atau debian atau atau arch atau BSD atau solaris dll. For example, arch is very optimized to x86/x64 architecture, tapi gw ga make arch karena gw dah terlanjur familiar dengan&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah pertanyaan yang tidak akan ada jawabanya. Semua OS keluarga  NIX bagus buat squid, titik. Tinggal kita lebih familiar memakai distro  apa, ubuntu ato redhat atau debian atau atau arch atau BSD atau solaris  dll. For example, arch is very optimized to x86/x64 architecture, tapi  gw ga make arch karena gw dah terlanjur familiar dengan keluarga redhat  dan debian, jadi centos atau debian adalah 2 OS yg selalu gw gunakan  untuk membangun squid proxy.<span id="more-1251"></span></p>
<p>Kalo bicara soal OS yg tidak bagus buat squid, maybe there are some answer with reason why</p>
<ul>
<li>Windows family</li>
</ul>
<p>Reason : squid pada dasarnya memang  dibuat untuk keluarga NIX, bukan windows. Plus file system di windows  baik FAT32 &amp; NTFS tidak bagus buat squid yang membutuhkan  re-read/re-write sangat tinggi ke hard disk. dengan I/O yg sangat  tinggi, berarti partisi windows secara rutin harus sering-sering di  defrag dengan kondisi squid harus di shutdown dulu. Kebayang kan lamanya  waktu untuk defrag ribuan file cache-nya squid?</p>
<ul>
<li>Commodore (VIC20, 64,128) OSes – YMMV on Amiga systems</li>
<li>Mobile OS seperti Palm OS, Symbian</li>
</ul>
<p>emang mau masang squid di smart phone?</p>
<p><strong>Hal-hal yang harus diperhatikan waktu membangun squid proxy :</strong></p>
<ul>
<li>Jumlah RAM</li>
</ul>
<p>RAM 1GB dengan 2GB tentu saja akan  berbeda terutama di besarnya disk cache. Rata-rata setiap 1GB cache  membutuhkan 30MB RAM. Jika besarnya RAM 1 GB, amannya set cache sebesar  kurang lebih 25GB, karena NIX akan meload semua kernelnya ke RAM, jadi  harus dipastikan bahwa selalu ada RAM  yang available utnuk menghindari  adanya swapping memory ke Harddisk. Swapping memory ke harddisk sangat  diharamkan untuk sebuah mesin squid proxy. Sangat disayangkan jika ada  yang set cache sebesar 120GB tanpa pengetahuan dasar soal ram usage-nya  squid hanya karena kebingungan dapat kapasitas HDD 250GB akhirnya di set  cache 120GB swap 90GB</p>
<ul>
<li>Hard Disk Drive</li>
</ul>
<p>SCSI lebih baik dari SATA, SATA lebih  baik dari IDE. Yang seimbang, bahkan mungkin sedikit lebih baik dari  SCSI dari segi speed adalah SSD. Jangan memakai konfigurasi RAID,  utamanya RAID4/5. Check this <a href="http://wiki.squid-cache.org/SquidFaq/RAID" target="_blank">link</a>. 3 HDD lebih baik dari 2 HDD, 2 HDD lebih baik dari 1 HDD</p>
<ul>
<li>Mount Options</li>
</ul>
<p>Selalu gunakan <em>noatime</em> untuk cache dir.  Jika menggunakan reiserFS, tambahkan juga option <em>notail</em>. Jika menggunakan ext4 tambahkan option <em>barrier=0</em>. Hati-hati dengan penggunaan option <em>data=writeback</em>, seringkalo option ini bisa menyebabkan kernel panic</p>
<ul>
<li>Disk space usage</li>
</ul>
<p>HDD akan mengalami penurunan performa  jika space usage diatas 75%. set cache dir squid dibawah 75% dari space  partition-nya. Dan setiap partition lebih baik ukuran tidak lebih besar  dari 20GB</p>
<ul>
<li>File System yang bisa dipertimbangkan untuk cache dir squid</li>
</ul>
<p><em>Linux</em></p>
<p>ReiserFS</p>
<p>File system ini sangat baik untuk handle  ribuan bahkan ratusan ribu file-file small size seperti file-file  cache-nya squid. Option notail noatime wajib digunakan</p>
<p>Ext4</p>
<p>Gunakan option noatime barrier=o data=writeback</p>
<p>Ext2</p>
<p>Keuntungan ext2 adalah bukan journaling file system. Set di fstab untuk mematikan fsck saat booting</p>
<p><em>Solaris</em></p>
<p>Gunakan ZFS. Cuma harus diingat ZFS rakus memory</p>
<p><em>Halaman  ini adalah terjemahan bebas dari <a href="http://wiki.squid-cache.org/BestOsForSquid" target="_blank">What  is the Best OS for Squid?</a></em></p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2011/05/os-terbaik-untuk-squid/&via=aanchoto&text=OS Terbaik Untuk Squid&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2011/05/os-terbaik-untuk-squid/&via=aanchoto&text=OS Terbaik Untuk Squid&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2011/05/os-terbaik-untuk-squid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DNS Unbound High Performance</title>
		<link>http://aanchoto.com/2011/04/dns-unbound-high-performance/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2011/04/dns-unbound-high-performance/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Apr 2011 10:50:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[DNS]]></category>
		<category><![CDATA[Mikrotik]]></category>
		<category><![CDATA[Networking]]></category>
		<category><![CDATA[Server]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=1128</guid>
		<description><![CDATA[Tested on OS ubuntu ram 1Gb, (include servis squid, apache2, &#38; mrtg squid Install Paket Yang dibutuhkan apt-get install build-essential libssl-dev Setelah selesai install paket selanjutnya Selanjutnya buat user dan grup untuk Unbound groupadd unbound useradd -d /var/unbound -m -g unbound -s /bin/false unbound dan sesuaikan config /etc/unbound/unbound.conf, dan servis dns lainnya (bind/dnsmasq dll) harus&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1227" title="unbound" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2011/04/unbound.png" alt="" width="250" height="125" />Tested on OS ubuntu ram 1Gb, (include servis squid, apache2, &amp; mrtg squid</p>
<p>Install Paket Yang dibutuhkan</p>
<blockquote><p>apt-get install build-essential libssl-dev</p></blockquote>
<p>Setelah selesai install paket selanjutnya</p>
<pre class="brush: css; title: ; notranslate">
apt-get install unbound
cd /etc/unbound
wget  ftp://FTP.INTERNIC.NET/domain/named.cache
unbound-control-setup
</pre>
<p>Selanjutnya buat user dan grup untuk Unbound</p>
<blockquote><p>groupadd unbound<br />
useradd -d /var/unbound -m -g unbound -s /bin/false unbound</p></blockquote>
<p>dan sesuaikan config /etc/unbound/unbound.conf, dan servis dns lainnya (bind/dnsmasq dll) harus di stop agar tidak bentrok)</p>
<blockquote><p>vi /etc/init.d/unbound</p></blockquote>
<p><span id="more-1128"></span></p>
<pre class="brush: css; title: ; notranslate">

server:
 verbosity: 1
 statistics-interval: 120
 num-threads: 1
 interface: 0.0.0.0

outgoing-range: 512
 num-queries-per-thread: 1024

msg-cache-size: 16m
 rrset-cache-size: 32m

msg-cache-slabs: 4
 rrset-cache-slabs: 4

cache-max-ttl: 86400
 infra-host-ttl: 60
 infra-lame-ttl: 120

infra-cache-numhosts: 10000
 infra-cache-lame-size: 10k

do-ip4: yes
 do-ip6: no
 do-udp: yes
 do-tcp: yes
 do-daemonize: yes

#access-control: 0.0.0.0/0 allow
 access-control: 192.168.0.0/16 allow
 access-control: 172.16.0.0/12 allow
 access-control: 10.0.0.0/8 allow
 access-control: 127.0.0.0/8 allow
 access-control: 0.0.0.0/0 refuse

chroot: “/etc/unbound”
 username: “unbound”
 directory: “/etc/unbound”
 #logfile: “/etc/unbound/unbound.log”
 #use-syslog: yes
 logfile: “”
 use-syslog: no
 pidfile: “/etc/unbound/unbound.pid”
 root-hints: “/etc/unbound/named.cache”

identity: “DNS”
 version: “1.4″
 hide-identity: yes
 hide-version: yes
 harden-glue: yes
 do-not-query-address: 127.0.0.1/8
 do-not-query-localhost: yes
 module-config: “iterator”

#zone localhost
 local-zone: “localhost.” static
 local-data: “localhost. 10800 IN NS localhost.”
 local-data: “localhost. 10800 IN SOA localhost. nobody.invalid. 1 3600 1200 604800 10800″
 local-data: “localhost. 10800 IN A 127.0.0.1″

local-zone: “127.in-addr.arpa.” static
 local-data: “127.in-addr.arpa. 10800 IN NS localhost.”
 local-data: “127.in-addr.arpa. 10800 IN SOA localhost. nobody.invalid. 2 3600 1200 604800 10800″
 local-data: “1.0.0.127.in-addr.arpa. 10800 IN PTR localhost.”

#zone warnet-sudiro.net
 local-zone: “warnet-sudiro.net.” static
 local-data: “warnet-sudiro.net. 86400 IN NS ns1.warnet-sudiro.net.”
 local-data: “warnet-sudiro.net. 86400 IN SOA warnet-sudiro.net. hostmaster.warnet-sudiro.net.  3 3600 1200 604800 86400″
 local-data: “warnet-sudiro.net. 86400 IN A 192.168.100.2″
 local-data: “www.warnet-sudiro.net. 86400 IN A 192.168.100.2″
 local-data: “ns1.warnet-sudiro.net. 86400 IN A 192.168.100.2″

local-data: “mail.warnet-sudiro.net. 86400 IN A 192.168.100.5″
 local-data: “warnet-sudiro.net. 86400 IN MX 10 mail.warnet-sudiro.net.”
 local-data: “warnet-sudiro.net. 86400 IN TXT v=spf1 a mx ~all”

local-zone: “100.168.192.in-addr.arpa.” static
 local-data: “100.168.192.in-addr.arpa. 10800 IN NS warnet-sudiro.net.”
 local-data: “100.168.192.in-addr.arpa. 10800 IN SOA warnet-sudiro.net. hostmaster.warnet-sudiro.net. 4 3600 1200 604800 864000″
 local-data: “2.100.168.192.in-addr.arpa. 10800 IN PTR warnet-sudiro.net.”

forward-zone:
 name: “.”
 forward-addr: 202.134.1.10
 forward-addr: 222.124.204.34
 forward-addr: 202.134.0.155

remote-control:
 control-enable: yes
 control-interface: 127.0.0.1
 control-port: 953
 server-key-file: “/etc/unbound/unbound_server.key”
 server-cert-file: “/etc/unbound/unbound_server.pem”
 control-key-file: “/etc/unbound/unbound_control.key”
 control-cert-file: “/etc/unbound/unbound_control.pem”
</pre>
<p>root@ubuntu:~# /etc/init.d/unbound restart<br />
root@ubuntu:~# nslookup 192.168.100.2</p>
<pre class="brush: css; title: ; notranslate">Server: 127.0.0.1
 Address: 127.0.0.1#53
2.00.168.192.in-addr.arpa name = warnet-sudiro.net.</pre>
<p>root@ubuntu:~# nslookup warnet-sudiro.net</p>
<pre class="brush: css; title: ; notranslate">Server: 127.0.0.1
 Address: 127.0.0.1#53

Name: warnet-sudiro.net
 Address: 192.168.100.2
</pre>
<p>root@ubuntu:~#unbound-control stats</p>
<pre class="brush: css; title: ; notranslate">

 thread0.num.queries=38
 thread0.num.cachehits=7
 thread0.num.cachemiss=31
 thread0.num.recursivereplies=31
 thread0.requestlist.avg=0.129032
 thread0.requestlist.max=1
 thread0.requestlist.overwritten=0
 thread0.requestlist.exceeded=0
 thread0.requestlist.current.all=0
 thread0.requestlist.current.user=0
 thread0.recursion.time.avg=0.088811
 thread0.recursion.time.median=0.0185685
 thread1.num.queries=10
 thread1.num.cachehits=1
 thread1.num.cachemiss=9
 thread1.num.recursivereplies=9
 thread1.requestlist.avg=0
 thread1.requestlist.max=0
 thread1.requestlist.overwritten=0
 thread1.requestlist.exceeded=0
 thread1.requestlist.current.all=0
 thread1.requestlist.current.user=0
 thread1.recursion.time.avg=0.049576
 thread1.recursion.time.median=0.016384
 total.num.queries=48
 total.num.cachehits=8
 total.num.cachemiss=40
 total.num.recursivereplies=40
 total.requestlist.avg=0.1
 total.requestlist.max=1
 total.requestlist.overwritten=0
 total.requestlist.exceeded=0
 total.requestlist.current.all=0
 total.requestlist.current.user=0
 total.recursion.time.avg=0.079984
 total.recursion.time.median=0.0174763
 time.now=1281681396.583885
 time.up=7299.491047
 time.elapsed=4177.655650
</pre>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1228" title="unbound02" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2011/04/unbound02.png" alt="" width="603" height="362" /></p>
<p>Source : ForumMikrotik.Com</p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2011/04/dns-unbound-high-performance/&via=aanchoto&text=DNS Unbound High Performance&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2011/04/dns-unbound-high-performance/&via=aanchoto&text=DNS Unbound High Performance&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2011/04/dns-unbound-high-performance/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 Perkembangan Teknologi Data Center di 2011</title>
		<link>http://aanchoto.com/2011/01/10-perkembangan-teknologi-data-center-di-2011/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2011/01/10-perkembangan-teknologi-data-center-di-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Jan 2011 04:37:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Networking]]></category>
		<category><![CDATA[Server]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=955</guid>
		<description><![CDATA[Teknologi data center terus berkembang setiap tahunnya. Lalu, bagaimana tren di tahun 2011 ini? Simak prediksi Hu Yoshida, Chief Technology Officer (CTO) Hitachi Data Systems. Menurut Hu, tahun 2011 akan diwarnai dengan 10 tren storage utama seputar transformasi data center. Berikut penjabarannya seperti dikutip?pada Selasa (11/1/2011): 1. Adopsi virtualisasi storage dan dynamic provisioning semakin cepat.&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span><span><img class="alignleft size-full wp-image-956" title="Data Center" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2011/01/pnrmcDataCenter.jpg" alt="" width="269" height="179" />Teknologi  data center terus berkembang setiap tahunnya. Lalu,  bagaimana tren di  tahun 2011 ini? Simak prediksi Hu Yoshida, Chief  Technology Officer  (CTO) Hitachi Data Systems.</span></span></p>
<p>Menurut Hu, tahun  2011 akan diwarnai dengan 10 tren storage utama  seputar transformasi  data center. Berikut penjabarannya seperti  dikutip?pada Selasa (11/1/2011):<br />
<strong><br />
1. Adopsi virtualisasi storage dan dynamic provisioning semakin cepat. </strong><br />
Keduanya  menjadi fondasi bagi penerapan komputasi awan dan data center  yang  dinamis dengan tingkat ketersediaan tinggi. Virtualisasi storage,   virtualisasi dari array storage eksternal memungkinkan migrasi dari  satu  array ke array yang lain tanpa gangguan. Sementara itu, dynamic   provisioning memungkinkan storage disediakan dalam hitungan menit.<span id="more-955"></span><br />
<strong>2. Integrasi virtualisasi server dan storage semakin erat. </strong><br />
Integrasi  ini diperlukan untuk meningkatkan adopsi virtualisasi data  center. Saat  ini, virtualisasi server sudah matang melebihi pengurangan  biaya dari  konsolidasi server print, file, test dan development untuk  mendukung  server aplikasi tier 1. Virtualisasi server memerlukan  integrasi  virtualisasi array storage yang bisa mengurangi &#8216;leher botol&#8217;  I/O  peranti lunak seperti SCSI, sehingga bisa memenuhi kebutuhan  aplikasi  kelas enterprise.<br />
??<br />
<strong>3. Adopsi virtual tiering untuk manajemen daur hidup. </strong><br />
Saat  ini, virtual tiering mampu mengalokasikan volume ke satu pool of   storage (kumpulan storage) yang berisi kinerja, biaya dan jumlah tier   pada storage. Virtual tiering juga memiliki kecerdasan untuk memindahkan   komponen dari volume tersebut ke tier yang lain berdasarkan jumlah   akses.</p>
<p>Pengguna tak perlu mengklasifikasikan sebuah volume dan   mengalokasikannya ke satu tier storage. Pengguna juga tak perlu   menaikkan atau menurunkan volume ke tier tertentu berdasarkan aktivitas.   Virtual Tiering atau Dynamic Tiering akan melakukannya secara otomatis   tanpa perlu melakukan klasifikasi atau pemindahan antar tier.</p>
<p><strong>4. Saatnya menggunakan SSD (Solid State Drive) dalam konfigurasi virtual tier. </strong><br />
SSD  mampu meningkatkan kinerja sekaligus menurunkan biaya dalam  konfigurasi  virtual tier. Saat ini, 80% lebih volume tergolong tidak  aktif, hanya  sedikit saja jumlah SSD yang dibutuhkan dalam Tier 1 untuk  melayani  komponen-komponen yang aktif dari satu volume.</p>
<p>Sebagian besar  volume bisa memakai drive SAS atau SATA yang lebih  murah. Pool storage  multi-tier yang memiliki sedikit SSD dan banyak  drive SAS atau SATA akan  lebih murah dibandingkan satu pool drive SAS  dengan total kapasitas  yang sama dan memberikan IOP empat sampai lima  kali lipat.</p>
<p><strong>5. Adopsi Serial Attached SCSI (SAS) untuk sistem storage enterprise.</strong><br />
Tidak  seperti Fibre Channel (FC) loop yang digunakan mendukung drive FC  pada  sistem-sistem storage tua, SAS adalah protokol point-to-point. FC  loop  mensyaratkan setiap drive dalam loop membantu akses ke loop  tersebut  yang mengakibatkan inefisiensi. Jika drive yang lebih cepat? –  seperti  drive SSD -? disambungkan ke loop itu, akan menghabiskan loop  tersebut  sehingga drive yang lain tidak kebagian akses.</p>
<p>Kebanyakan drive  SAS saat ini berkecepatan 6Gbps dan sebagian besar FC  loop adalah 4Gbps.  Dengan demikian, SAS memiliki kinerja yang lebih  cepat dengan akses  point-to-point sehingga lebih mudah menemukan drive  yang gagal  dibandingkan FC loops. SAS juga kompatibel dengan SATA.  Satu-satunya  perbedaan adalah port-nya, SAS memiliki port ganda  sedangkan SATA port  tunggal.</p>
<p><strong>6. Drive SFF (Small Form Factor), akan semakin banyak ditemui. </strong><br />
Terutama  karena efisiensi daya dan pendinginan yang dimiliki SFF.  Peranti SFF  adalah drive 2,5 inch yang mengkonsumsi daya sekitar 6  sampai 8 watt,  dibandingkan drive Large Form Factor (LFF) 3,5 inci yang  memakan 12  sampai 15 watt. Dengan demikian, SFF memangkas daya dan  pendinginan  secara dramatis, ditambah juga penghematan dari pemakaian  ruangan.</p>
<p>Sejumlah  vendor mengemas 24 disk SFF dalam satu laci setinggi 2U dengan  lebar  33,5 inci. Hitachi mengemas AMS dan Virtual Storage Platform  (VSP)  sehingga lebih padat. Satu laci AMS memiliki 48 drive setinggi 3U  dengan  lebar 24 inci. Laci ini bisa ditarik untuk pemeliharaan dengan  48 disk  masih berputar.</p>
<p><strong>7. Awan diterima sebagai salah satu model infrastruktur.</strong><br />
Komputasi  Awan akan mulai diterima sebagai salah satu konsep yang  teruji.  Sejumlah landasan ke Awan akan mendorong adopsi dengan  menyediakan  sejumlah peranti manajeman dan lapisan orkestrasi yang  menyediakan  transparansi seluruh proses.<br />
<strong><br />
8. Konvergensi data center melonjak. </strong><br />
Konvergensi  infrastruktur server, storage dan jaringan akan  menyederhanakan dan  mempercepat penggelaran aplikasi. Penggunaan  server, hypervisor, storage  dan virtualisasi jaringan memberikan jalan  bagi platform terbuka yang  memastikan perlindungan investasi dan  pilihan bagi pengguna.</p>
<p><strong>9. Aplikasi semakin transparan dalam virtualisasi storage atau aplikasi akan membutuhkan infrastruktur Awan. </strong><br />
Tanpa  transparansi ini, para pengguna aplikasi tidak bisa mengetahui  apakah  target Service Level Agreement (SLA) sudah tercapai, bagaimana   mengetahui mekanisme penagihannya, perencanaan utilisasi dan tingkat   kesehatan dari infrastrukturnya.</p>
<p>Peranti lunak manajemen bisa  menyediakan dashboard aplikasi bagi unit  bisnis yang menggunakannya  sesuai dengan target SLA. Dashboard tersebut  menunjukkan status SLA,  alokasi disk, tipe RAID, port storage dan  tingkat kesehatan  infrastruktur yang digunakan, serta kapasitas  pemakaian.</p>
<p><strong>10. Layanan terkelola (managed services) jarak jauh mulai tersedia. </strong><br />
Remote  Managed Services ini akan mengurangi beban monitoring,  pelaporan,  peringatan dan manajemen yang menghambat operasional TI  beralih ke  teknologi baru. Selama lebih dari 10 tahun, mandat yang  diberikan kepada  TI adalah mengerjakan lebih banyak hal dengan lebih  sedikit sehingga  staf disibukkan dengan pemeliharaan teknologi yang  sama. Untuk melakukan  transformasi data center, staf TI harus mencari  waktu untuk pelatihan,  perencanaan dan eksekusi.</p>
<p>Sekelompok ahli TI yang beroperasi di  luar Service Operations Center  menggunakan peranti manajemen jarak jauh  bisa meningkatkan kemampuan  ini ke berbagai instalasi dengan biaya yang  lebih diterima dan  mendorong lebih cepat tingkat pengembalian investasi.</p>
<p><a href="http://ictfiles.com/news/E-tips/2011/01/05/tips_bersosial_media_dengan_twitter" target="_blank">Sumber</a></p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2011/01/10-perkembangan-teknologi-data-center-di-2011/&via=aanchoto&text=10 Perkembangan Teknologi Data Center di 2011&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2011/01/10-perkembangan-teknologi-data-center-di-2011/&via=aanchoto&text=10 Perkembangan Teknologi Data Center di 2011&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2011/01/10-perkembangan-teknologi-data-center-di-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dua Tahun Lagi, Cloud Computing akan Booming</title>
		<link>http://aanchoto.com/2011/01/dua-tahun-lagi-cloud-computing-akan-booming/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2011/01/dua-tahun-lagi-cloud-computing-akan-booming/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Jan 2011 16:52:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Networking]]></category>
		<category><![CDATA[Server]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=946</guid>
		<description><![CDATA[oud computing untuk korporasi diperkirakan akan booming dalam satu atau dua tahun mendatang, menyusul  adanya peningkatan aktivitas perusahaan dan kebutuhan akan efisiensi, serta pemahaman mengenai Cloud Computing itu sendiri. &#8221;Satu atau dua tahun mendatang cloud akan booming,&#8221;kata Deputy VP Corporate Secretary Telkomsel, Aulia Ersyah Marinto. Selain karena kebutuhan, kata Aulia, para penyedia layanan ini&#8211;termasuk kalangan&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>oud computing untuk korporasi diperkirakan akan booming dalam satu atau  dua tahun mendatang, menyusul  adanya peningkatan aktivitas perusahaan  dan kebutuhan akan efisiensi, serta pemahaman mengenai Cloud Computing  itu sendiri.</p>
<p>&#8221;Satu atau dua tahun mendatang cloud akan  booming,&#8221;<span id="more-946"></span><!--more-->kata Deputy VP Corporate Secretary Telkomsel, Aulia Ersyah  Marinto. Selain karena kebutuhan, kata Aulia, para penyedia layanan  ini&#8211;termasuk kalangan operator&#8211;, juga akan semakin agresif dalam  pengembangan layanan.</p>
<p>Dalam bahasa sederhana, kata Aulia,  facebook identik dengan Cloud Computing. Untuk menikmati layanan ini dan  menggunakan semua fitur yang ada, pengguna tidak perlu mengunduh  aplikaasi atau menyediakan perangkat seperti server. &#8221;Anda tinggal  menggunakan saja, semua sudah diurus facebook,&#8221; kata Aulia memberi  contoh.</p>
<p>Pendekatan yang sama diterapkan pada Cloud Computing.  Semua kebutuhan disediakan penyedia jasa, mulai dari teknologi,  aplikasi, server, hingga jaringan. Pengguna cukup menyediakan peranti  untuk mengakses, seperti desktop, laptop, tablet, netbook atau  smartphone.</p>
<p>Ihwal layanan cloud computing Telkomsel, Aulia  menyatakan bahwa layanan Business Connect yang dikembangkan bersama  dengan Google, merupakan sebuah langkah awal. &#8221;Saat ini baru dalam  tahap penyediaan layanan berbasis web, selanjutnya akan berkembang  sedemikian rupa,&#8221; kata Aulia.</p>
<p>Ke depan, layanan ini akan  dikembangkan seiring dengan ketersediaan aplikasi dan dukungan jaringan  yang lebih baik lagi. &#8221;Setelah kita mengimplementasikan LTE, bisa saja  dikembangkan layanan berbasis video. Layanan akan berkembang sesuai  dengan kebutuhan korporat kita,&#8221; kata Aulia.</p>
<p>Business Connect  yang ditawarkan Telkomsel menawarkan komunikasi perusahaan berbasis web  terintegrasi. Layanan ini difokuskan untuk pengusaha kecil dan menengah.  &#8221;Perusahaan lain juga bisa,&#8221; kata Aulia.</p>
<p>Pada Busines Connect  tersedia layanan antara lain document sharing. Pada layanan ini jajaran  manajemen suatu perusahaan bisa melakukan sharing document hingga  editing dokumen dengan para staf yang berada di lapangan. Layanan lain  adalah calendar, video chat, instant messaging.</p>
<p>Semua layanan  disebut Aulia terintegrasi. &#8221;Ini yang membedakan Google dengan layanan  lain yang ada, dimana untuk setiap layanan harus menggunakan aplikasi  berbeda-berbeda. Pada Business Connect semua ada dan terintegrasi,&#8221;  ujar Aulia.</p>
<p><a href="http://www.republika.co.id/berita/trendtek/aplikasi/11/01/15/158803-dua-tahun-lagi-cloud-computing-akan-booming" target="_blank">Sumber</a></p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2011/01/dua-tahun-lagi-cloud-computing-akan-booming/&via=aanchoto&text=Dua Tahun Lagi, Cloud Computing akan Booming&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2011/01/dua-tahun-lagi-cloud-computing-akan-booming/&via=aanchoto&text=Dua Tahun Lagi, Cloud Computing akan Booming&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2011/01/dua-tahun-lagi-cloud-computing-akan-booming/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HTML 5</title>
		<link>http://aanchoto.com/2010/06/html-5/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2010/06/html-5/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jun 2010 15:38:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Web]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=490</guid>
		<description><![CDATA[Apa saja Isi HTML 5? Ternyata adopsi teknologi itu perlu waktu yang sangat lama. Di seputaran tahun 2000, seingat saya, adopsi HTML baru saja bertransisi ke versi 4. HTML was all about layout and formatting. Not anymore. HTML 5 yang saat ini sudah mulai diimplementasikan oleh beberapa browser grade A akan membawa lebih dari sekedar&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Apa saja Isi HTML 5?</strong></p>
<p>Ternyata adopsi teknologi itu perlu waktu yang sangat lama. Di  seputaran tahun 2000, seingat saya, adopsi HTML baru saja bertransisi ke  versi 4. HTML was all about layout and formatting. Not anymore.</p>
<p>HTML 5 yang saat ini sudah mulai diimplementasikan oleh beberapa  browser grade A akan membawa lebih dari sekedar fitur untuk layout dan  format halaman. Beberapa di antaranya adalah Canvas dan Video.<span id="more-490"></span></p>
<p><strong>Canvas</strong></p>
<p>Dulu, untuk bisa memberikan interaksi menggambar di halaman web kita  harus memakai applet Java atau Flash. HTML 5 akan memberikan satu opsi  tambahan: canvas. Seperti namanya, canvas adalah media yang bisa  dicorat-coret langsung. Tidak lagi perlu memuat plugin khusus. Cukup  tambahkan  dan javascript maka kita sudah bisa menggambar langsung di  halaman web. Sekarang Anda bisa berimaginasi sendiri, kira-kira apa saja  yang orang lakukan dengan <a href="http://ajaxian.com/by/topic/canvas">canvas</a>.  Apa yang sebelumnya jadi monopoli Flash dan aplet Java akan  di-take-over oleh .<br />
<strong><br />
Video dan Audio<br />
</strong><br />
Akan ada tag  dan  di HTML 5. Jadi tidak perlu lagi menempelkan flash  untuk sekedar memutar audio. Format video yang didukung akan bervariasi  terhadap browser, kemungkinan besar codecnya adalah Ogg Theora (patent  free) dan H.264. Sepertinya sampai sekarang codecnya masih jadi <a href="http://arstechnica.com/open-source/news/2009/07/decoding-the-html-5-video-codec-debate.ars">kontroversi</a>.</p>
<p><strong>Local Storage</strong></p>
<p>Masih ingat Google Gears? Sekarang storage untuk browser akan  diakomodasi sebagai standard dalam HTML 5. Aplikasi bisa menyimpan data  dalam jumlah lebih besar dari biasanya tanpa harus mengimplementasikan  trik dengan cookie atau Flash. Tentunya ini kabar baik bagi pengembang  aplikasi web. Mungkin bisa meningkatkan performa aplikasi dengan  menggunakan storage sebagai local cache. Coba liat detilnya di <a href="http://www.quirksmode.org/blog/archives/2009/06/html5_storage_t.html">sini</a>.</p>
<p><strong>Web Workers</strong></p>
<p>Yang ini juga sempat kita nikmati lewat Google Gears. Jika javascript  biasanya yang kita nikmati di web kadangkala menyebabkan komputer kita  melambat atau paling tidak membuat browser seperti sesak napas maka web  worker akan bsia jadi pelega. Salah satu <a href="http://www.whatwg.org/specs/web-workers/current-work/">fitur web  worker</a> adalah threading. Kini javascript bisa dipakai untuk  melakukan beberapa proses sekaligus tanpa harus menghambat proses  terkait UI.<br />
<strong><br />
Semantics</strong></p>
<p>Nah ini dia. Buat designer yang sering meng-abuse div dan span  sebagia elemen nav, fret no more. Akan ada tag khusus untuk navigasi,  section, footer, dll. Tag yang kaya semantic seperti ini pasti akan  lebih bermanfaat dari pada tag yang hanya punya informasi format dan  layout saja. Dan bagi mesin, HTML5 akan jadi lebih bisa dimengerti.</p>
<p>Tidak berhenti di situ saja, nantinya juga akan ada dukungan  microformats yang lebih baik dari sekarang ini. Dukungan microformats  ini akan memanfaatkan tag dan atribut baru yang diperkenalkan di HTML 5.  Tentang microformats, bisa kita baca progress-nya di <a href="http://microformats.org/wiki/html5">sini</a>.</p>
<p>Browser Anda sudah siap untuk HTML 5? Test saja di <a href="http://diveintohtml5.org/detect.html">sini</a></p>
<p><strong>Differences from HTML 4.01/XHTML 1.x</strong></p>
<p>The following is a cursory list of differences and some specific  examples.</p>
<ul>
<li>New parsing rules oriented towards flexible parsing and  compatibility; not based on SGML</li>
<li>Ability to use inline SVG and MathML in text/html</li>
<li>New elements – section, article, footer, audio, video, progress,  nav, meter, time, aside, canvas</li>
<li>New types of form controls – dates and times, email, url, search</li>
<li>New attributes – ping (on a and area), charset (on meta), async (on  script)</li>
<li>Global attributes (that can be applied for every element) – id,  tabindex, hidden, data-* (custom data attributes)</li>
<li>Forms will get support for PUT and DELETE methods too instead of  just GET and POST (see Representational State Transfer for use cases)</li>
<li>Deprecated elements dropped – center, font, strike, frameset</li>
</ul>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/06/html-5/&via=aanchoto&text=HTML 5&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/06/html-5/&via=aanchoto&text=HTML 5&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2010/06/html-5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Install ProFTPD</title>
		<link>http://aanchoto.com/2008/10/install-proftpd/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2008/10/install-proftpd/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 06:30:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fedora]]></category>
		<category><![CDATA[FTP]]></category>
		<category><![CDATA[Server]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aan4choto.wordpress.com/2008/10/07/install-proftpd/</guid>
		<description><![CDATA[ProFTPD adalh program ftp server yang di buat untuk Unix dan Linux. ProFTPD dapat di download disitus http://www.proftpd.org Untuk mengintastall proftpd di fedora dapat menggunakan perintah : # yum install proftpd Setelah selesai instalasi, kemudian jalankan ProFTPD : # proftpd Untuk menghentikan ProFTPD # killall proftpd Untuk menjalankan service ProFTPD # service proftpd start Untuk&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">ProFTPD adalh program ftp server yang di buat untuk Unix dan Linux. ProFTPD dapat di download disitus <a href="http://www.proftpd.org/">http://www.proftpd.org</a></p>
<p class="MsoNormal">Untuk mengintastall proftpd di fedora dapat menggunakan perintah :</p>
<p class="MsoNormal"># yum install proftpd</p>
<p class="MsoNormal">Setelah selesai instalasi, kemudian jalankan ProFTPD :</p>
<p class="MsoNormal"># proftpd</p>
<p class="MsoNormal">Untuk menghentikan ProFTPD</p>
<p class="MsoNormal"># killall proftpd</p>
<p class="MsoNormal">Untuk menjalankan service ProFTPD</p>
<p class="MsoNormal"># service proftpd start</p>
<p class="MsoNormal">Untuk login kedalam FTP</p>
<p class="MsoNormal"># ftp localhost</p>
<p class="MsoNormal">Untuk pertama login isi username dan password yang akan menjadi username dan password untuk setiap kali login<span id="more-196"></span></p>
<p class="MsoNormal">Untuk membuat direktori</p>
<p class="MsoNormal">ftp&gt; mkdir data</p>
<p class="MsoNormal">Untuk mengupload file</p>
<p class="MsoNormal">ftp&gt; put data.txt</p>
<p class="MsoNormal">untuk download file</p>
<p class="MsoNormal">ftp&gt; get data.txt</p>
<p class="MsoNormal">untuk keluar</p>
<p class="MsoNormal">ftp&gt;bye</p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2008/10/install-proftpd/&via=aanchoto&text=Install ProFTPD&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2008/10/install-proftpd/&via=aanchoto&text=Install ProFTPD&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2008/10/install-proftpd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Install Webmin</title>
		<link>http://aanchoto.com/2008/10/install-webmin/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2008/10/install-webmin/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 01:00:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Networking]]></category>
		<category><![CDATA[Server]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aan4choto.wordpress.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Webmin adalah software berbasis web yang berfungsi untuk melakukan administrasi system. Versi webmin yang saya gunakan webmin-1.430-1.noarch.rpm. dapat di download disini. Untuk dapat menjalankan webmin dibutuhkan apache dan beberapa paket tertentu. Menginstall paket tambahan untuk webmin # yum install perl libnet-ssleay-perl openssl libauthen-pam-perl libpam-runtime libio-pty-perl libmd5-perl Selanjutnya menginstall webmin. Setelah webmin selesai didownload jalankan perintah&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Webmin adalah software berbasis web yang berfungsi untuk melakukan administrasi system. Versi webmin yang saya gunakan webmin-1.430-1.noarch.rpm. dapat di download <a href="http://webmin.com/" target="_blank">disini</a>. Untuk dapat menjalankan webmin dibutuhkan apache dan beberapa paket tertentu.</p>
<p class="MsoNormal">Menginstall paket tambahan untuk webmin</p>
<p class="MsoNormal"># yum install perl libnet-ssleay-perl openssl libauthen-pam-perl libpam-runtime libio-pty-perl libmd5-perl</p>
<p class="MsoNormal">Selanjutnya menginstall webmin. Setelah webmin selesai didownload jalankan perintah</p>
<p class="MsoNormal"># rpm –ivh webmin-1.430-1.noarch.rpm</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Untuk paket TAR bias di jalankan dengan perintah<span id="more-108"></span></p>
<p class="MsoNormal"># cp webmin-1.430-1.tar.gz /usr/local/src</p>
<p class="MsoNormal"># cd /usr/local/src</p>
<p class="MsoNormal"># tar zxvf webmin-1.430-1.tar.gz</p>
<p class="MsoNormal"># cd /usr/local/srcwebmin-1.430-1</p>
<p class="MsoNormal"># ./setup.sh</p>
<p class="MsoNormal">Nanti ada pertanyaan</p>
<p class="MsoNormal">Config file directory [/etc/webmin] : [enter]</p>
<p class="MsoNormal">Log file directory [/var/webmin] : [enter]</p>
<p class="MsoNormal">Full path to perl (default /usr/bin/perl) : [enter]</p>
<p class="MsoNormal">Web server port (default 10000) : [enter]</p>
<p class="MsoNormal">Login name (default admin] : [enter]</p>
<p class="MsoNormal">Login password : (isi password admin)</p>
<p class="MsoNormal">Password again : (isi password admin)</p>
<p class="MsoNormal">Use SSL (y/n) : y [enter]</p>
<p class="MsoNormal">Start webmin at boot time (y/n) : y [enter]</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Selanjutnya Jalankan webmin via Browser dengan alamat <a href="http://localhost:10000/">http://localhost:10000</a></p>
<p class="MsoNormal">Webmin akan meminta username dan password. Masukkan username admin dan password yang telah diset.</p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2008/10/install-webmin/&via=aanchoto&text=Install Webmin&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2008/10/install-webmin/&via=aanchoto&text=Install Webmin&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2008/10/install-webmin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Install WordPress MU</title>
		<link>http://aanchoto.com/2008/10/install-wordpress-mu/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2008/10/install-wordpress-mu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Oct 2008 03:00:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fedora]]></category>
		<category><![CDATA[Web]]></category>
		<category><![CDATA[Wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aan4choto.wordpress.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[WordPress MU, multi-user, adalah aplikasi WordPress yang dapat menjalankan multi (banyak) blogs dalam satu instalasi aplikasi wordpress saja. Jadi tak perlu install WordPress untuk setiap 1 blog. Spek Dasar WordPress MU 2.6.1 Fedora 8 Apache PHP MySQL Hostname mesin saya namakan: localhost.localdomain Instalasi Tipe blog address disini ada 2 yaitu tipe sub-directory (domain.com/blog). Opsi selain&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="WordPress MU" href="http://mu.wordpress.org/">WordPress MU</a>, multi-user, adalah aplikasi WordPress yang dapat menjalankan multi (banyak) blogs dalam <strong>satu</strong> instalasi aplikasi wordpress saja. Jadi tak perlu install WordPress untuk setiap 1 blog.</p>
<p><strong>Spek Dasar</strong></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal">WordPress MU 2.6.1</li>
<li class="MsoNormal">Fedora 8</li>
<li class="MsoNormal">Apache</li>
<li class="MsoNormal">PHP</li>
<li class="MsoNormal">MySQL</li>
<li class="MsoNormal">Hostname mesin saya      namakan: localhost.localdomain</li>
</ul>
<p><strong>Instalasi</strong></p>
<p>Tipe blog address disini ada 2 yaitu tipe <strong>sub-directory</strong> (domain.com/blog). Opsi selain itu adalah <strong>sub-domain</strong> (blog.domain.com).</p>
<p class="MsoNormal">Download WordPress MU terakhir <a href="http://mu.wordpress.org/download/">disini</a>.</p>
<p class="MsoNormal">Login ke server, dan sudo sudo su</p>
<p class="MsoNormal">Buat Direktori Root WordPress MU</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;"># mkdir /var/www/html/blog</p>
<p class="MsoNormal">Copy wordpress-mu-2.6.1.tar.gz ke direktori blog</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;"># cp wordpress-mu-2.6.1.tar.gz /var/www/html/blog/<span id="more-104"></span></p>
<p class="MsoNormal">Pindah ke root direktori phpmyadmin</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;"># cd /var/www/html/blog</p>
<p class="MsoNormal">Ekstrak wordpress-mu-2.6.1.tar.gz</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;"># tar zxvf wordpress-mu-2.6.1.tar.gz</p>
<p class="MsoNormal">Pindahkan Isi wordpress-mu-2.6.1 ke blog</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;"># mv wordpress-mu-2.6.1 blog</p>
<p class="MsoNormal">Ubah izin pemilik folder blog agar dapat di read, write, excute oleh apache.apache</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;"># chown –Rf apache.apache /var/www/html/blog/</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;"># chown –Rf 744 /var/www/html/blog/</p>
<p class="MsoNormal">Buat <a href="../2008/10/03/membuat-database-lewat-command-line/">database di mysql</a></p>
<p class="MsoNormal">Jalankan pada web browser dengan alamat http://localhost/blog</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;">Lengkapi form instalasi dengan data berikut:<br />
&gt; Blog Addresses, pilih Sub-directories (like example.com/blog1<br />
&gt; Database, isi field Database Name, User Name, Password dan Database Host disesuaikan dengan konfigurasi server anda<br />
&gt; Server Address, sesuaikan dengan hostname server. WordPress akan otomatis mengisi field ini. Sebaiknya tak perlu diubah.<br />
&gt; Site Details, ada pilihan Site Title sebagai title induk web blog site, dan Email field untuk pengiriman konfirmasi via e-mail.</p>
<p class="MsoNormal">Klik tombol <strong>Submit</strong></p>
<p class="MsoNormal">Instalasi selesai;</p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2008/10/install-wordpress-mu/&via=aanchoto&text=Install WordPress MU&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2008/10/install-wordpress-mu/&via=aanchoto&text=Install WordPress MU&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2008/10/install-wordpress-mu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuat Database lewat Command Line</title>
		<link>http://aanchoto.com/2008/10/membuat-database-lewat-command-line/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2008/10/membuat-database-lewat-command-line/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 01:00:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Web]]></category>
		<category><![CDATA[db]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aan4choto.wordpress.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[# mysql mysql&#62;SET PASSWORD FOR root@localhost=PASSWORD(‘password’); mysql&#62;create database abcd; mysql&#62;grant ALL on abcd.* to abcd@localhost identified by ‘abcdpass’; mysql&#62;grant ALL on abcd.* to abcduser identified by ‘abcdpass’; mysql&#62;exit password bisa di tukar abcd adalah nama database yang akan di buat TweetTweet]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"># mysql</p>
<p class="MsoNormal">mysql&gt;SET PASSWORD FOR root@localhost=PASSWORD(‘<strong>password</strong>’);</p>
<p class="MsoNormal">mysql&gt;create database <strong>abcd</strong>;</p>
<p class="MsoNormal">mysql&gt;grant ALL on <strong>abcd</strong>.* to abcd@localhost identified by ‘abcdpass’;</p>
<p class="MsoNormal">mysql&gt;grant ALL on <strong>abcd</strong>.* to abcduser identified by ‘abcdpass’;</p>
<p class="MsoNormal">mysql&gt;exit</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong>password </strong>bisa di tukar<strong></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong>abcd</strong> adalah nama database yang akan di buat</p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2008/10/membuat-database-lewat-command-line/&via=aanchoto&text=Membuat Database lewat Command Line&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2008/10/membuat-database-lewat-command-line/&via=aanchoto&text=Membuat Database lewat Command Line&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2008/10/membuat-database-lewat-command-line/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

