<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Aan Choto 阿安國德 &#187; Kimia</title>
	<atom:link href="http://aanchoto.com/category/sains/kimia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aanchoto.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 May 2012 16:18:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Tabel Periodik Kimia Diperbarui ???</title>
		<link>http://aanchoto.com/2010/12/tabel-periodik-kimia-diperbarui/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2010/12/tabel-periodik-kimia-diperbarui/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Dec 2010 11:48:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kimia]]></category>
		<category><![CDATA[Sains]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=920</guid>
		<description><![CDATA[Tabel periodik yang selama ini dikenal-bahkan sudah dihapal oleh para siswa-akan diperbarui dengan menambah informasi berat atom untuk 10 unsur kimia. Perubahan pertama kali dalam sejarah itu perlu diambil karena menurut para ahli kimia dan ahli fisika, berat atom harusnya ditampilkan dalam suatu rentang, bukan angka yang tetap. Tabel periodik yang baru itu akan lebih&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-921" title="tabel periodik" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2010/12/tabl-periodik.jpg" alt="" width="619" height="309" /></p>
<p>Tabel periodik yang selama ini dikenal-bahkan sudah dihapal oleh para  siswa-akan diperbarui dengan menambah informasi berat atom untuk 10  unsur kimia.</p>
<p>Perubahan pertama kali dalam sejarah itu perlu  diambil karena menurut para ahli kimia dan ahli fisika, berat atom  harusnya ditampilkan dalam suatu rentang, bukan angka yang tetap. Tabel  periodik yang baru itu akan lebih akurat dalam menggambarkan elemen  tersebut di alam. <span id="more-920"></span>Salah satu contoh yang diberikan oleh artikel di <em>Science Daily</em> adalah unsur sulfur. Pada tabel periodik sekarang, sulfur memiliki  berat atom 32,065. &#8220;Padahal, berat atom sulfur terentang antara 32,059  sampai 32,076, tergantung pada tempat unsur itu berada,&#8221; jelas artikel  tersebut.</p>
<p>Kesepuluh unsur kimia yang akan memperoleh perubahan  adalah hidrogen, litium, boron, karbon, nitrogen, oksigen, silikon,  sulfur, klorin, dan talium. Tabel baru yang didesain oleh PBB ini akan  efektif berlaku pada tahun 2011.</p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/12/tabel-periodik-kimia-diperbarui/&via=aanchoto&text=Tabel Periodik Kimia Diperbarui ???&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/12/tabel-periodik-kimia-diperbarui/&via=aanchoto&text=Tabel Periodik Kimia Diperbarui ???&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2010/12/tabel-periodik-kimia-diperbarui/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Chmoogle di bawah bayang-bayang Google</title>
		<link>http://aanchoto.com/2008/09/chmoogle-di-bawah-bayang-bayang-google/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2008/09/chmoogle-di-bawah-bayang-bayang-google/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2008 09:08:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kimia]]></category>
		<category><![CDATA[Komputer]]></category>
		<category><![CDATA[IT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aan4choto.wordpress.com/2008/09/20/chmoogle-di-bawah-bayang-bayang-google/</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah mesin pencari kimia yang baru dipaksa merubah namanya dari &#8220;Chmoogle&#8221; menjadi &#8220;eMolecules&#8221; setelah adanya tekanan dari mesin pencari raksasa Google. &#8220;Ini bukan permasalahan siapa yang benar atau salah, tetapi siapa yang memiliki kantong lebih tebal,&#8221; kata salah seorang pendiri eMolecules dan CEO Klaus Gubernator. &#8220;Walaupun kami begitu yakin kami memiliki nama merek yang sah,&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah mesin pencari kimia yang baru dipaksa merubah namanya dari &#8220;Chmoogle&#8221; menjadi &#8220;eMolecules&#8221; setelah adanya tekanan dari mesin pencari raksasa Google.</p>
<p>&#8220;Ini bukan permasalahan siapa yang benar atau salah, tetapi siapa yang memiliki kantong lebih tebal,&#8221; kata salah seorang pendiri eMolecules dan CEO Klaus Gubernator. &#8220;Walaupun kami begitu yakin kami memiliki nama merek yang sah, dan pengacara kami mendukung hal ini, namun kami tidak mau menghabiskan waktu dan tenaga untuk masalah hukum yang berlarut-larut.&#8221;<span id="more-71"></span></p>
<p>eMolecules meluncurkan mesin pencari Chmoogle-nya pada November 2005, dengan tujuan &#8220;untuk menemukan, merangkum dan mengindeks semua informasi publikasi kimia di dunia, dan menyajikannya ke publik&#8221;. Salah satu kelebihan khusus mesin pencari ini adalah memungkinkan para kimiawan untuk melakukan pencarian berdasarkan struktur kimia. &#8220;Cukup gambarkan sebuah molekul dengan menggunakan fasilitas menggambar yang telah disediakan secara online dan tekan Go,&#8221; papar Gubernator.</p>
<p>Tetapi perubahan nama eMolecule menjadi &#8220;Chmoogle&#8221; langsung menimbulkan reaksi dari Google dengan menghubungi perusahaan tersebut dan memintanya untuk menghentikan menggunakan nama Chmoogle. Google mengklaim bahwa nama tersebut, beserta desain website Chmoogle, cukup mirip dengan Google dan desainnya bisa menyebabkan para pengguna salah prasangka dan membuat mereka berpikir bahwa ada hubungan antara kedua mesin pencari ini.</p>
<p>eMolecules merespon bahwa situs Chmoogle-nya sama sekali tidak memiliki kemiripan dengan situs Google, dengan perbedaan fungsionalitas, hal subjek, dan pengguna target. Meski demikian, pada tanggal 22 Mei Google mengajukan sebuah gugatan resmi terhadap nama Chmoogle yang diusulkan, dengan memaksa e-Molecules mengganti nama tersebut dan alamat situs mesin pencari-nya menjadi eMolecules.</p>
<p>Dalam sebuah pernyataan, Google menyatakan bahwa mereka &#8220;akan mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mencegah timbulnya kesalahpahaman para pengguna situs dan melindungi namanya&#8221;.</p>
<p>Google juga menyebutkan bahwa tujuan Chmoogle bersilangan dengan misinya untuk &#8220;mengorganisir informasi dunia dan membuatnya terjangkau secara universal dan bermanfaat&#8221;. Tetapi eMolecules tetap menentang dalam menghadapi kompetisi yang potensial ini. &#8220;Jika Google ingin mencoba cheminformatics, itu adalah sebuah persaingan yang akan kami sambut dengan baik,&#8221; kata Craig James, salah satu pendiri dan pimpinan staf teknologi eMolecules. (Mesin pencari kimia Chmoogle/eMolecules bisa diakses di www.emolecules.com)<a href="http://www.rsc.org/chemistryworld/" target="_new"> sumber :http://www.rsc.org/chemistryworld/</a></p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2008/09/chmoogle-di-bawah-bayang-bayang-google/&via=aanchoto&text=Chmoogle di bawah bayang-bayang Google&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2008/09/chmoogle-di-bawah-bayang-bayang-google/&via=aanchoto&text=Chmoogle di bawah bayang-bayang Google&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2008/09/chmoogle-di-bawah-bayang-bayang-google/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sistem Koloid</title>
		<link>http://aanchoto.com/2008/05/sistem-koloid/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2008/05/sistem-koloid/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 May 2008 03:28:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kimia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smaniva.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Sistem koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya terletak antara larutan dan suspensi (suspensi = campuran kasar). Sistem koloid ini mempunyai sifat-sifat khas yang berbeda dari sifat larutan ataupun suspensi. Keadaan koloid bukan ciri dari zat tertentu karena semua zat, baik padat, cair maupun gas, dapat dibuat dalam keadaan koloid. A.Komponen dan Pengelompokan Sistem Koloid&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="western" style="text-indent:.5in;" lang="id-ID" align="justify">Sistem koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya terletak antara larutan dan suspensi (suspensi = campuran kasar). Sistem koloid ini mempunyai sifat-sifat khas yang berbeda dari sifat larutan ataupun suspensi. Keadaan koloid bukan ciri dari zat tertentu karena semua zat, baik padat, cair maupun gas, dapat dibuat dalam keadaan koloid.<span id="more-35"></span></p>
<p class="western" style="text-indent:.5in;" lang="id-ID" align="justify"><strong>A.Komponen dan Pengelompokan Sistem Koloid</strong></p>
<p style="font-style:normal;" lang="id-ID" align="justify">Sistem koloid terdiri atas fase terdispersi dengan ukuran tertentu dalam medium pendispersi. Zat yang didispersikan disebut fase terdispersi, sedangkan medium yang digunakan untuk mendispersikan disebut medium pendispersi.</p>
<p style="font-style:normal;" lang="id-ID" align="justify">1. <strong>Sistem 		Koloid</strong></p>
<p style="margin-left:.3in;text-indent:.45in;font-style:normal;" lang="id-ID" align="justify">Untuk pemahamn yang lebih baik tentaang sistem koloid marilah kita membandingkan tiga jenis campuran berikut, yaitu campuran gula dengan air, campuran tepung terigu dengan air, dan campuran susu dengan air.</p>
<p style="margin-left:.3in;text-indent:.45in;" lang="en-US" align="justify"><span><span style="font-style:normal;"><span>Apabila kita campurkan gula dengan air ternyata gula larut dan kita memperoleh larutan gula. Di dalam larutan, zat terlarut tersebar dalam bentuk partikel yang sangat kecil sehingga tidak dapat dibedakan lagi dari mediumnya walaupun menggunakan mikroskop ultra. Larutan bersifat kontinu dan merupakan sistem satu fase atau homogen. Ukuran partikel zat terlarut kurang dari 1 nm (1 nm =  10<sup>-9 </sup>m). Larutan bersifat stabil atau tidak memisah dan tidak dapat disaring. </span></span></span></p>
<p style="margin-left:.3in;text-indent:.45in;" lang="en-US" align="justify"><span><span style="font-style:normal;"><span>Di lain pihak jika kita mencampurkan tepung terigu dengan air, ternyata tepung terigu tidak larut. Walaupun campuran ini diaduk , lambat laun tepung terigu akan memisah atau mengalami sedimentasi. Campuran seperti ini kita sebut suspensi. Suspensi bersifat heterogen, tidak kontinu, sehingga merupakan sistem dua fase. Ukuran partikel tersuspensi lebih besar dari 100 nm. Suspensi dapat dipisahkan dengan penyaringan. Selanjutnya jika kita campurkan susu misalnya susu instan dengan air, ternyata susu “larut” tetapi larutan itu tidak bening melainkan keruh. Jika didiamkan, campuran itu tidak memisah dan juga tidak dapat disaring atau hasil penyaringan tetap keruh. Secara makroskopis campuran ini tampak homogen. Akan tetapi, jika diamati dengan mikroskop ultra ternyata masih dapat dibedakan partikel-partikel susu yang terbesar di dalam air. Campuran seperti inilah yang disebut </span><strong>koloid.</strong><span> Ukuran partikel koloid berkisar antara 1nm – 100nm. Jadi, koloid tergolong campuran heterogen dan merupakan sistem dua fase. Zat yang didispersikan disebut </span><strong>fase terdispersi</strong><span>, sedangkan medium yang digunakan untuk mendispersikan disebut medium </span><strong>dispersi</strong><span>. Fase terdispersi bersifat </span></span><em><span>diskontinu</span></em><span style="font-style:normal;"><span> atau terputus-putus sedangkan medium dispersi bersifat kontinu. Pada campuran susu dengan air yang disebutkan diatas fase terdispersi adalah susu, sedangkan medium dispersi adalah air. Perbandingan sifat antara larutan, koloid, dan suspensi disimpulkan dalam tabel berikut :</span></span></span></p>
<dl>
<dd>
<table style="height:418px;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="7" width="362">
<col width="174"></col>
<col width="175"></col>
<col width="174"></col>
<tbody>
<tr valign="top">
<td width="174" height="32">
<p style="font-style:normal;" lang="id-ID" align="center"><strong>Larutan</strong></p>
<p style="font-style:normal;" lang="id-ID" align="center"><strong>(Dispersi 				Molekuler)</strong></p>
</td>
<td width="175">
<p style="font-style:normal;" lang="id-ID" align="center"><strong>Koloid</strong></p>
<p style="font-style:normal;" lang="id-ID" align="center"><strong>(Dispersi 				Koloid)</strong></p>
</td>
<td width="174">
<p style="font-style:normal;" lang="id-ID" align="center"><strong>Suspensi</strong></p>
<p style="font-style:normal;" lang="id-ID" align="center"><strong>(Dispersi 				Kasar)</strong></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="174">
<p style="margin-left:.59in;text-indent:-.59in;font-style:normal;" lang="id-ID">
<p style="margin-left:.59in;text-indent:-.59in;font-style:normal;" lang="id-ID">Contoh: Larutan gula       dengan air</p>
</td>
<td width="175">
<p style="margin-left:.6in;text-indent:-.6in;font-style:normal;" lang="id-ID">
<p style="margin-left:.6in;text-indent:-.6in;font-style:normal;" lang="id-ID">Contoh: Campuran susu dengan air</p>
</td>
<td width="174">
<p style="margin-left:.6in;text-indent:-.59in;font-style:normal;" lang="id-ID">
<p style="margin-left:.6in;text-indent:-.59in;font-style:normal;" lang="id-ID">Contoh: Campuran tepung terigu dengan air</p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="174" height="230">
<ol>
<li>
<p style="font-style:normal;" lang="id-ID">Homogen, tak dapat dibedakan walaupun menggunakan mikroskop 					ultra</p>
</li>
</ol>
<p style="font-style:normal;" lang="id-ID">
<ol>
<li>
<p style="font-style:normal;" lang="id-ID">Semua partikel berdimensi (panjang, lebar atau tebal) kurang 					dari 1 nm</p>
</li>
<li>
<p style="font-style:normal;" lang="id-ID">Satu fase</p>
</li>
<li>
<p style="font-style:normal;" lang="id-ID">Stabil</p>
</li>
<li>
<p style="font-style:normal;" lang="id-ID">Tidak dapat disaring</p>
</li>
</ol>
</td>
<td width="175">
<ol>
<li>
<p style="font-style:normal;" lang="id-ID">Secara makroskopis bersifat homogen tetapi heterogen jika 					diamati dengan mikroskop ultrra</p>
</li>
<li>
<p style="font-style:normal;" lang="id-ID">Partikel berdimensi antara 1nm – 100 nm</p>
</li>
</ol>
<p style="font-style:normal;" lang="id-ID">
<p style="font-style:normal;" lang="id-ID">
<ol>
<li>
<p style="font-style:normal;" lang="id-ID">Dua fase</p>
</li>
<li>
<p style="font-style:normal;" lang="id-ID">Pada umumnya stabil</p>
</li>
<li>
<p style="font-style:normal;" lang="id-ID">Tidak dapat disaring kecuali dengan penyaring ultra</p>
</li>
</ol>
</td>
<td width="174">
<ol>
<li>
<p style="font-style:normal;" lang="id-ID">Heterogen</p>
</li>
</ol>
<p style="font-style:normal;" lang="id-ID">
<p style="font-style:normal;" lang="id-ID">
<p style="font-style:normal;" lang="id-ID">
<p style="font-style:normal;" lang="id-ID">
<ol>
<li>
<p style="font-style:normal;" lang="id-ID">Salah satu atau semua dimensi partikelnya lebih besar dari 100 					nm</p>
</li>
<li>
<p style="font-style:normal;" lang="id-ID">Dua fase</p>
</li>
<li>
<p style="font-style:normal;" lang="id-ID">Tidak stabil</p>
</li>
<li>
<p style="font-style:normal;" lang="id-ID">Dapat disaring</p>
</li>
</ol>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</dd>
</dl>
<p style="margin-left:.33in;" align="justify">Dalam kehidupan sehari-hari kita dapt menemukan campuran yang tergolong larutan koloid, atau suspensi.</p>
<p class="western" style="margin-left:.33in;" align="justify"><strong><em>Contoh larutan: </em></strong>larutan gula, larutan garam, spritus, alkohol 70 %, larutan cuka, air laut, udara yang bersih dan bensin.</p>
<p class="western" style="margin-left:.33in;" align="justify"><strong><em>Contoh kolod:</em></strong> sabun, susu, santan, jelly, selai, mentega, dan mayonase.</p>
<p class="western" style="margin-left:.33in;" align="justify"><strong><em>Contoh suspensi: </em></strong> air sungai yang keruh, campuran air dengan pasir, campuran air dengan kopi, dan campuran minyak dengan air.</p>
<p style="margin-left:.33in;" align="justify">Adakalanya suatu campuran mengandung zat terlarut dan zat koloid atau zat terlarut dan suspensi sekaligus. Air sungai sebagai contoh mengandung pasir dan berbagai partikel kasar yang lain. Jika air sungai disaring biasanya masih mengandung partikel koloid disamping zat terlarut. Demikian juga halnya dengan udara, udara yang bersih merupakan larutan dari berbagai jenis gas. Akan tetapi, pada umumnya udara mengandung partikel koloid berupa debu, asap atau kabut.</p>
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<p align="justify"><strong>Jenis – Jenis Koloid</strong></p>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:.3in;text-indent:.2in;" align="justify">Pada awal bab telah disebutkan bahwa sistem koloid terdiri dari atas dua fase, yaitu fase terdispersi dan fase pendispersi (medium dispersi). Penggolongan suatu sistem koloid didasarkan pada jenis fase terdispersi dan fase pendispersinya.</p>
<p style="margin-left:.3in;text-indent:.2in;" align="justify">Koloid yang mengandung fase terdispersi padat disebut <strong>sol</strong>. Jadi ada tiga jenis sol yaitu sol padat atau padat dalam padat, sol cair atau padat dalam cair, dan sol gas atau padat dalam gas. Istilah sol biasa digunakan untuk menyatakan sol cair, sedangkan sol gas lebih dikenal sebagai <em>aerosol </em>atau aerosol padat. Koloid yang mengandung fase terdispersi cair disebut <strong>emulsi. </strong>Emulsi juga ada tiga jenis, yaitu emulsi padat atau cair dalam padat, emulsi cair atau cair dalam cair, dan emulsi gas atau cair dalam gas. Istilah emulsi biasa digunakan untuk menyatakan emulsi cair, sedangkan emulsi gas juga dikenal dengan nama aerosol atau aerosol cair. Koloid yang mengandung fase terdispersi gas disebut buih. Hanya ada dua jenis buih yaitu buih padat dan buih cair. Campuran antara gas dengan gas selalu bersifat homogen jadi merupakan larutan, bukan koloid. Istilah buih biasa digunakan untuk menyatakan buih cair. Dengan demikian ada delapan jenis koloid seperti beikut :</p>
<dl>
<dd>
<table style="height:672px;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="7" width="399">
<col width="21"></col>
<col width="80"></col>
<col width="81"></col>
<col width="109"></col>
<col width="204"></col>
<tbody>
<tr valign="top">
<td width="21" height="32">
<p align="justify">No.</p>
</td>
<td width="80">
<p align="center">Fase</p>
<p align="center">Terdispersi</p>
</td>
<td width="81">
<p align="center">Medium</p>
<p align="center">Pendispersi</p>
</td>
<td width="109">
<p align="center">Nama</p>
<p align="center">Koloid</p>
</td>
<td width="204">
<p align="center">Contoh</p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="21">
<p align="justify">
<p align="justify">1</p>
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">2..</p>
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">3.</p>
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">4.</p>
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">5.</p>
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">6.</p>
<p align="justify">
<p align="justify">7.</p>
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">8.</p>
</td>
<td width="80">
<p align="justify">
<p align="justify">Gas</p>
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">Gas</p>
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">Cair</p>
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">Cair</p>
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">Cair</p>
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">Padat</p>
<p align="justify">
<p align="justify">Padat</p>
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">Padat</p>
</td>
<td width="81">
<p align="justify">
<p align="justify">Cair</p>
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">Padat</p>
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">Gas</p>
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">Padat</p>
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">Padat</p>
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">Gas</p>
<p align="justify">
<p align="justify">Cair</p>
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">Padat</p>
</td>
<td width="109">
<p align="justify">
<p align="justify">Buih atau busa</p>
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">Buih Padat atau busa padat</p>
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">Aerosol Cair</p>
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">Emulsi Cair</p>
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">Emulsi Padat</p>
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">Aerosol Padat</p>
<p align="justify">
<p align="justify">Sol atau Gel</p>
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">Sol Padat</p>
</td>
<td width="204">
<p align="justify">
<p align="justify">Buih sabun atau shampoo atau detergen, krim 				kocok, ombak dan limun</p>
<p align="justify">
<p align="justify">Batu apung, karet busa, lava, dan biskuit</p>
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">Kabut atau fog, awan, pengeras rambut, obat 				semprot</p>
<p align="justify">
<p align="justify">Susu, santan,es krim, minyak ikan, dan mayones</p>
<p align="justify">
<p align="justify">Keju, mentega, mutiara, opal, jelly, selai, 				nasi, agar-agar, lateks, semir padat dan lem padat</p>
<p align="justify">
<p align="justify">Asap, debu di udara dan buangan knalpot</p>
<p align="justify">Sol emas, sol belerang, cat, tinta, kanji, 				lation, proto plasma, putih telur, air lumpur, semir cair, lem 				cair</p>
<p align="justify">
<p align="justify">Paduan logam atau aloi, kaca berwarna, gelas 				warna, intan, tanah, perunggu, dan kuningan</p>
<p align="justify">
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</dd>
</dl>
<p style="margin-left:.3in;" align="justify">Dari tabel di atas ada beberapa hal yang perlu dicermati :</p>
<ol>
<li>
<p align="justify">Sol: sistem koloid yang fase terdispersinya 	berupa zat padat dan medium             pendispersinya berupa zat 	cair atau zat padat. Bila medium pendispersinya berupa zat padat 	disebu sol padat.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Busa: sistem koloid yang fase terdispersinya 	berupa gas dan medium pendispersinya berupa zat cair atau zat padat. 	Bila medium pendispersinya berupa zat padat disebut busa padt</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Aerosol: sistem koloid yang medium 	pendispersinya bewujud gas, sedangkan fase terdispersinya berupa zat 	cair atau zat padat. Bila medium pendispersinya berupa zat padat 	dikenal dengan aerosol padat.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Emulsi: sistem koloid yang fase terdispersinya 	berupa zat cair dan medium pendispersinya berupa zat cair atau zat 	padat. Bila medium pendispersinya berupa zat padat dikenal dengan 	emulsi padat. Beberapa emulsi (fase terdispersi cair dan medium 	pendispersi cair) membentuk campuran yang kurang stabil.</p>
</li>
</ol>
<ol>
<li>
<p align="justify">Gel: koloid yang setengah kaku (antara padat dan cair).</p>
</li>
</ol>
<p align="justify"><strong>2. Koloid Dalam Industri</strong></p>
<p style="margin-left:.3in;text-indent:.2in;" align="justify">Dari contoh-contoh koloid yang telah disebutkan diatas, kita dapat melihat kecenderungan industri membuat produk yang berupa koloid.Misaknya industri kosmetik, industri makanan, industri farmasi dll. Karena koloid merupakan satu-satunya cara untuk menyajikan suatu campuran dari zat-zat yang tidak saling melarutkan secara homogen dan stabil atau pada tingkat makroskopis.</p>
<p style="margin-left:.3in;text-indent:-.3in;" align="justify"><strong>B. SIFAT – SIFAT KOLOID</strong></p>
<p style="margin-left:.3in;" align="justify">Koloid mempunyai sifat – sifat yang khas. Penampilan sistem koloid pada umumnya keruh, tetapi selalu begitu. Beberapa larutan koloid tampak bening dan sukar di bedakan dari larutan sejati. Bandingkanlah larutan K2CrO4 dengan sol As2S3 atau larutan I2 dengan sol Fe(OH)3.</p>
<p><strong>1.  Efek Tyndall</strong></p>
<p style="margin-left:.25in;text-indent:.5in;" align="justify">Bagaimanakah cara mengenali disistem koloid? Salah satu cara yang sangat sederhana adalah dengan menjatuhkan seberkas cahaya kepada obyek. Larutan sejati meneruskan cahaya (transparan), sedangkan koloid menghamburkannya. Oleh karena itu, berkas cahaya yang melalui koloid dapat diamati dari arah samping walaupun partikel koloidnya sendiri tidak tampak. Jika partikel terdispersinya juga kelihatan, maka sistem itu bukan koloid melainkan suspensi.</p>
<p style="margin-left:.59in;text-indent:.2in;" align="justify">Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mengati efek Tyndall ini antara lain :</p>
<ol>
<li>
<p align="justify">Sorot lampu mobil pada malam yang berkabut</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Sorot lampu proyektor dalam gedung bioskop yang 	berasa</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Berkas sinar matahari melalui celah daun 	pohon-pohon pada pagi hari yang berkabut</p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:.3in;text-indent:-.3in;" align="justify"><strong>2.  Gerak Brown</strong></p>
<p style="margin-left:.25in;text-indent:.5in;" align="justify">Telah disebutkan bahwa partikel koloid dapat menghamburkan cahaya. Jika diamati dengan mikroskop ultra, dimana arah cahaya tegak lurus dengan sumbu mikroskop, akan terlihat partikel  koloid senantiasa bergerak ters-menerus dengan gerak patah-patah (gerak zig zag) .Gerak zig zag partikel koloid ini disebut <strong>Gerak Brown</strong>, sesuai dengan nama penemunya seorang ahli biologi <strong>Robert Brown </strong>berkebangsaan Inggris.</p>
<p style="margin-left:.25in;text-indent:.5in;" align="justify">Gerak brown menunjukan kebenaran teori kinetik molekul yang mengatakan bahwa molekul-molekul zat cair senantiasa bergerak . Gerak brown terjadi sebagai akibat tumbukan yang tidak seimbang dari molekul-molekul medium terhadap partikel koloid. Dalam suspensi tidak terjadi gerak brown karena ukuran partikel cukup besar sehinga tumbukan yang dialaminya setimbang.Partikel zat terlarut juga mengalami gerak brown tetapi tidak dapat diamati. Makin tinggi suhu makin cepat garak brown karena energi kinetik molekul medium meningkat sehingga menghasilkan tumbukan yang lebih kuat.</p>
<p style="margin-left:.25in;text-indent:.5in;" align="justify">Gerak brown merupan salah satu faktor yang menstabilkan koloid. Oleh karena bergerak terus –menerus maka partikel koloid dapat mengimbangi gaya gravitasi sehingga tidak mengalami sedimentasi.</p>
<p style="margin-left:.25in;text-indent:-.25in;" align="justify"><strong>3.   Muatan Koloid </strong></p>
<p style="margin-left:.59in;" align="justify">Partikel –partikel koloid bermuatan listrik.</p>
<ol>
<li>
<p align="justify"><strong>Elektroforesis</strong></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:.39in;" align="justify">Partikel koloid  dapat bergerak dalam medan listrik. Hal ini menunjukan bahwa partikel koloid tersebut bermuatan.Pergerakan partikel koloid dalam medan listrik ini disebut <em>elektroforesis.</em></p>
<p align="justify">Apabila kedalam sistem koloid dimasukkan dua batang elektrode kemudian dihubungkan dengan sumber arus searah, maka partikel koloid akan bergerak ke salah satu elektrode bergantung pada jenis muatannya. Koloid bermuatan negatif akan bergerak ke anode ( elektrode positif ) sedangkan koloid yang bermuatan positif  bergerak ke atode ( elektrode negatif ). Dengan demikian elektroforesis dapat digunakan untuk menetukan jenis muatan koloid.<strong></strong></p>
<p align="justify"><strong>2. Adsorpsi</strong></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:.39in;" align="justify">bagaimanakah partikel koloid mendapatkan muatan listrik? Partikel koloid memiliki kemampuan menyerap ion atau muatan listrik pada permukaannya. Oleh karena itu partikel koloid menjadi bermuatan listrik. Penyerapam pada permukaan ini disebut adsorpsi ( jika penyerapan sampai ke bawah permukaan disebut absorpsi, sebagai contoh penyerapan air oleh kapur tulis ). SolFe ( OH )3 dalam air mengadsorpsi ion positif sehingga bermuatan positif, sedangkan sol As2S3 mengadsorpsi ion negatif sehingga bermuatan negatif.</p>
<p class="western" style="margin-left:.5in;text-indent:.39in;" align="left">Muatan koloid juga merupakan faktor yang manstabilkan koloid, disamping gerak Brown. Oleh karena bermuatan sejenis maka partikel-partikel koloid saling tolak-menolak sehingga terhindar dari pengelompokan antar sesama partikel koloid itu ( jika partikel koloid itu saling bertumbukan dan kemudian bersatu, maka lama kelamaan dapat terbentuk partikel yang cukup  besar dan akhirnya mengendap.</p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2008/05/sistem-koloid/&via=aanchoto&text=Sistem Koloid&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2008/05/sistem-koloid/&via=aanchoto&text=Sistem Koloid&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2008/05/sistem-koloid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pencemaran Lingkungan</title>
		<link>http://aanchoto.com/2008/05/pencemaran-lingkungan/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2008/05/pencemaran-lingkungan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 05:25:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kimia]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smaniva.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[A. Pengertian Pencemaran Lingkungan Pencemaran atau polusi adalah segala perubahan yang tidak dikehendaki pada sifat – sifat udara,air,tanah, atau makanan yang dapat mempengaruhi keselamatan makhluk hidup. Zat pencemar disebut Polutan. B. Pencemaran Udara Udara bersih dan kering mengandung unsur-unsur seperti tercantum pada table berikut: Komponen Rumus Konsentrasi Nitrogen N2 780900 Oxigen O2 204400 Argon Ar&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:14pt;">A. Pengertian Pencemaran Lingkungan </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Pencemaran atau polusi adalah segala perubahan yang tidak dikehendaki pada sifat – sifat udara,air,tanah, atau <span> </span>makanan yang dapat mempengaruhi keselamatan makhluk hidup. Zat pencemar disebut <em>Polutan</em>.</span><span id="more-32"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:14pt;">B. Pencemaran Udara</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span> </span>Udara bersih dan kering mengandung unsur-unsur seperti tercantum pada table berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<table class="MsoTableGrid" style="margin-left:50.4pt;border-collapse:collapse;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="width:126pt;padding:0 5.4pt;" width="168" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Komponen</span></p>
</td>
<td style="width:108pt;padding:0 5.4pt;" width="144" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Rumus</span></p>
</td>
<td style="width:135pt;padding:0 5.4pt;" width="180" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Konsentrasi</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:126pt;padding:0 5.4pt;" width="168" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Nitrogen</span></p>
</td>
<td style="width:108pt;padding:0 5.4pt;" width="144" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>N<sub>2</sub></span></p>
</td>
<td style="width:135pt;padding:0 5.4pt;" width="180" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>780900</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:126pt;padding:0 5.4pt;" width="168" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Oxigen</span></p>
</td>
<td style="width:108pt;padding:0 5.4pt;" width="144" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>O<sub>2</sub></span></p>
</td>
<td style="width:135pt;padding:0 5.4pt;" width="180" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>204400</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:126pt;padding:0 5.4pt;" width="168" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Argon</span></p>
</td>
<td style="width:108pt;padding:0 5.4pt;" width="144" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Ar</span></p>
</td>
<td style="width:135pt;padding:0 5.4pt;" width="180" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>9340</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:126pt;padding:0 5.4pt;" width="168" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Karbon   dioksida</span></p>
</td>
<td style="width:108pt;padding:0 5.4pt;" width="144" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>CO<sub>2</sub></span></p>
</td>
<td style="width:135pt;padding:0 5.4pt;" width="180" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>315</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:126pt;padding:0 5.4pt;" width="168" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Neon</span></p>
</td>
<td style="width:108pt;padding:0 5.4pt;" width="144" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Ne</span></p>
</td>
<td style="width:135pt;padding:0 5.4pt;" width="180" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>18</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:126pt;padding:0 5.4pt;" width="168" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Helium</span></p>
</td>
<td style="width:108pt;padding:0 5.4pt;" width="144" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>He</span></p>
</td>
<td style="width:135pt;padding:0 5.4pt;" width="180" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>5,2</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:126pt;padding:0 5.4pt;" width="168" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Metana</span></p>
</td>
<td style="width:108pt;padding:0 5.4pt;" width="144" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>CH<sub>4</sub></span></p>
</td>
<td style="width:135pt;padding:0 5.4pt;" width="180" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>1,0-1,2</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:126pt;padding:0 5.4pt;" width="168" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Kripton</span></p>
</td>
<td style="width:108pt;padding:0 5.4pt;" width="144" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Kr</span></p>
</td>
<td style="width:135pt;padding:0 5.4pt;" width="180" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>1</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:126pt;padding:0 5.4pt;" width="168" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Nitrogen   monooksida</span></p>
</td>
<td style="width:108pt;padding:0 5.4pt;" width="144" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>NO</span></p>
</td>
<td style="width:135pt;padding:0 5.4pt;" width="180" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>0,5</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:126pt;padding:0 5.4pt;" width="168" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Hidrogen</span></p>
</td>
<td style="width:108pt;padding:0 5.4pt;" width="144" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>H<sub>2</sub></span></p>
</td>
<td style="width:135pt;padding:0 5.4pt;" width="180" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>0,5</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:126pt;padding:0 5.4pt;" width="168" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Xenon</span></p>
</td>
<td style="width:108pt;padding:0 5.4pt;" width="144" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>XE</span></p>
</td>
<td style="width:135pt;padding:0 5.4pt;" width="180" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>0,08</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:126pt;padding:0 5.4pt;" width="168" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Nitrogen   dioksida</span></p>
</td>
<td style="width:108pt;padding:0 5.4pt;" width="144" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>NO<sub>2</sub></span></p>
</td>
<td style="width:135pt;padding:0 5.4pt;" width="180" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>0,02</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:126pt;padding:0 5.4pt;" width="168" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>ozon</span></p>
</td>
<td style="width:108pt;padding:0 5.4pt;" width="144" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>O<sub>3</sub></span></p>
</td>
<td style="width:135pt;padding:0 5.4pt;" width="180" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>0.01-0,04</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;">pencemaran udara disebabkan oleh terdapatnya zat kimia di dalam lingkungan diatas amabang batas yang ditentukan seperti :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;"><span style="font-size:13pt;"><span>I.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:13pt;">Zat Pencemar Berfase Gas</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:18pt;"><span style="font-size:13pt;">1. Co<sub>2</sub></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Kandungan gas karbon diokisida diudara sekitar 10 %. Das ini bersifat racun dihasilkan dari pembakaran batu bara,minyak bumi dan gas alam. Makin banyak karbon dioksida di asmosfer makin banyak menyerap radiasi dari mata hari menyebabkan hilangnya beberapa pulau kecil.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span><span> </span>2</span><span style="font-size:13pt;">. CO</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>karbon monoksida dihasilkan dari pembakaran yang tidak sempurna. Gas ini tidak berbau,tidak berwarna,tidak berasap dan sangat beracun daya ikat hemoglobin terhadap CO sangat kuat sekitar (200 x O<sub>2</sub>) sehingga tubuh kekurangan O<sub>2</sub> akibatnya timbul gejala sesak napas dan sakit kepala</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:13pt;">3. Oksida Belerang </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Gas SO<sub>2</sub> di asmosfir berasal dari pembakaran minyak bumi dan batu bara yang mengandung belerang. Pencemaran SO<sub>2</sub> menimbulkan noda-noda coklat<span> </span>dan merontokkan daun,radang paru-paru , dan tenggorokkan pada manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Hujan asam terbentuk akibat sulfat (sebagai polutan) terlarut dalam air hujan.pembentukan asam sulfat menurut reaksi :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;  &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span style="position:absolute;z-index:1;left:0;margin-left:227px;margin-top:9px;width:75px;height:12px;"><img src="/DOCUME~1/pc10/LOCALS~1/Temp/msohtml1/05/clip_image001.gif" alt="" width="75" height="12" /></span><!--[endif]--><span>SO<sub>2</sub><span> </span>(g) + O<sub>2</sub><span> </span>(g)<span> </span><span> </span><span> </span>2 SO<sub>3</sub><span> </span>(g)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;  &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span style="position:absolute;z-index:2;left:0;margin-left:227px;margin-top:3px;width:75px;height:12px;"><img src="/DOCUME~1/pc10/LOCALS~1/Temp/msohtml1/05/clip_image002.gif" alt="" width="75" height="12" /></span><!--[endif]--><span>SO<sub>3</sub><span> </span>(g) + H<sub>2</sub> O (g)<span> </span><span> </span>H<sub>2</sub><span> </span>SO<sub>4</sub><span> </span>(g)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;  &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span style="position:absolute;z-index:3;left:0;margin-left:227px;margin-top:0;width:75px;height:12px;"><img src="/DOCUME~1/pc10/LOCALS~1/Temp/msohtml1/05/clip_image003.gif" alt="" width="75" height="12" /></span><!--[endif]--><span>SO<sub>2</sub><span> </span>(g) + H<sub>2</sub><span> </span>O (l) <span> </span>H<sub>2</sub><span> </span>SO<sub>4</sub><span> </span>(aq)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Hujan asam (acid rain) mengakibatkan : kerusakan bangunan yang terbuat dari pualam (marmer). Memudarkan cat-cat pada lukisan atau pada alat-alat rumah tangga, rusaknya tumbuhan,meracuni habitat,air,ikan,dan hewan-hewan lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> <strong> </strong></span><strong>4. Senyawa Oksigen</strong> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Oksigen nitrogen menimbulkan asap dan kabut / Smog = smoke and Fog. Sumber utama nitrogen bahan bakar dalam industri,kendaraan bermotor. Smog adalah percampuran NO<span> </span>dan O<span> </span>(OZON). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Reaksi yang terjadi sebagai berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;  &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span style="position:absolute;z-index:4;left:0;margin-left:251px;margin-top:10px;width:75px;height:12px;"><img src="/DOCUME~1/pc10/LOCALS~1/Temp/msohtml1/05/clip_image002.gif" alt="" width="75" height="12" /></span><!--[endif]--><span><span> </span>N<span> </span>(g) + O<span> </span>(g) <span> </span><span> </span><span> </span>2NO(g) (terjadi pada kendraan bermotor)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;  &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span style="position:absolute;z-index:5;left:0;margin-left:251px;margin-top:8px;width:75px;height:12px;"><img src="/DOCUME~1/pc10/LOCALS~1/Temp/msohtml1/05/clip_image004.gif" alt="" width="75" height="12" /></span><!--[endif]--><span><span> </span>2NO(g) + O<span> </span>(g)<span> </span>2NO</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Pada siang hari terjadi reaksi :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;  &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span style="position:absolute;z-index:6;left:0;margin-left:203px;margin-top:8px;width:75px;height:12px;"><img src="/DOCUME~1/pc10/LOCALS~1/Temp/msohtml1/05/clip_image005.gif" alt="" width="75" height="12" /></span><!--[endif]--><span><span> </span>NO<span> </span>(g)<span> </span>NO(g) + O(g)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;  &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span style="position:absolute;z-index:7;left:0;margin-left:203px;margin-top:2px;width:75px;height:12px;"><img src="/DOCUME~1/pc10/LOCALS~1/Temp/msohtml1/05/clip_image006.gif" alt="" width="75" height="12" /></span><!--[endif]--><span><span> </span>O<span> </span>+<span> </span>O<span> </span>O<span> </span>(OZON) bila tidak ada polutan lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;  &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span style="position:absolute;z-index:8;left:0;margin-left:203px;margin-top:8px;width:75px;height:12px;"><img src="/DOCUME~1/pc10/LOCALS~1/Temp/msohtml1/05/clip_image004.gif" alt="" width="75" height="12" /></span><!--[endif]--><span><span> </span>O<span> </span>+ NO <span> </span><span> </span><span> </span><span> </span>NO<span> </span>+ O</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span><span> </span>(Smog)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13pt;"> II. Pencemar Berfase Padat </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Pencemaran berfase padat antara lain dari :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:90pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>1.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>Partikel hidup berupa mikroorganisme, yaitu : bakteri,jamur,insekta, dan <span> </span>lain-lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:90pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>2.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>partikel tak hirup yaitu partikel pencemar anorganik yang berasal dari pengolahan logam besi baja,tembaga,timbel,dan lain-lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:90pt;text-align:justify;"><span>Lapisan ozon melindungi bumi dari radiasi ultraungu dengan cara menyerapnya. Lapisan ini dapat dirusak oleh CFC (kloro Fluoro Carbon).yang berfungsi sebagai pendingin lemari Es,kamar,dan bahan penyemprot (Freon- 11 / 12 = CFCI<sub>3</sub>. Freon-21 = CF<sub>2</sub>CI<sub>3</sub>).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:90pt;text-align:justify;"><span> </span></p>
<table class="MsoTableGrid" style="border-collapse:collapse;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="width:77.4pt;padding:0 5.4pt;" width="103">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Gas</span></p>
</td>
<td style="width:135pt;padding:0 5.4pt;" width="180">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Sumber   Utama</span></p>
</td>
<td style="width:63pt;padding:0 5.4pt;" width="84">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Kadar   / 95</span></p>
</td>
<td style="width:36pt;padding:0 5.4pt;" width="48">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Gas</span></p>
</td>
<td style="width:90pt;padding:0 5.4pt;" width="120">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Sumber   Utama</span></p>
</td>
<td style="width:63pt;padding:0 5.4pt;" width="84">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Kadar/95</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:77.4pt;padding:0 5.4pt;" width="103">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>CO</span></p>
</td>
<td style="width:135pt;padding:0 5.4pt;" width="180">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>PembakaranMinyak   Bumi dan asap kendaraan</span></p>
</td>
<td style="width:63pt;padding:0 5.4pt;" width="84">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>0,2   ppm</span></p>
</td>
<td style="width:36pt;padding:0 5.4pt;" width="48">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>SO<sub>2</sub></span></p>
</td>
<td style="width:90pt;padding:0 5.4pt;" width="120">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Pembakaran   minyak bumi,pengolahan</span></p>
</td>
<td style="width:63pt;padding:0 5.4pt;" width="84">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>0.05   ppm</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:77.4pt;padding:0 5.4pt;" width="103">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>CO<sub>2</sub></span></p>
</td>
<td style="width:135pt;padding:0 5.4pt;" width="180">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>pembakaran   minyakbumi dan pembakaran hutan</span></p>
</td>
<td style="width:63pt;padding:0 5.4pt;" width="84">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>350   ppm</span></p>
</td>
<td style="width:36pt;padding:0 5.4pt;" width="48">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span> </span></p>
</td>
<td style="width:90pt;padding:0 5.4pt;" width="120">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Bijih   Sulfida Kulkas,AC,obat </span></p>
</td>
<td style="width:63pt;padding:0 5.4pt;" width="84">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>0,003 pm</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:77.4pt;padding:0 5.4pt;" width="103">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>NO<sub>2</sub></span></p>
</td>
<td style="width:135pt;padding:0 5.4pt;" width="180">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>pembakaran   minyak bumi</span></p>
</td>
<td style="width:63pt;padding:0 5.4pt;" width="84">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>0,05   ppm</span></p>
</td>
<td style="width:36pt;padding:0 5.4pt;" width="48">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span> </span></p>
</td>
<td style="width:90pt;padding:0 5.4pt;" width="120">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>semprot,aerosol</span></p>
</td>
<td style="width:63pt;padding:0 5.4pt;" width="84">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span> </span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:14pt;">C. Pencemaran air</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:15pt;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Pencemaran air adalah penambahan zat-zat yang tidak diinginkan dan dapat menurunkan kwalitas air,sehingga keberadaannya membahayakan manusia. Pencemaran air disebabkan oleh terdapatnya zat-zat kimia yang tidak memenuhi syarat-syarat air bersih.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span></span><span style="font-size:13pt;">1. Pengertian Air Bersih</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span>Air minum tidak sama dengan air murni. Air minum mengandung garam-garam atau zat-zat yang tidak membahayakan.menyebabkan rasa enak dan segar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span>Berdasarkan penggunaannya dibagi 4 golongan :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span>a. yaitu air yang digunakan sebagai air minum langsung tanpa pengolahan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span>b. air yang digunakan sebagai air baku untuk air minum</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span>c. air yang digunakan untuk keperluan pertanian.peternakan dan perikanan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span>d. air yang digunakan untuk keperluan pertanian,industri dan pembangkit listrik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span>Kwalitas air ditentukan berdasarka DO (<em>Dissolved Oxygen</em>) dan BOD ( <em>Biochemical Oxygen Demand </em>). Air bersih memiliki DO tinggi, BOD rendah. Minimal DO = 5ppm dan BOD kurang dari 1 ppm,pH sekitar 7,jernih tidakberasa dan berbau, dan bebas dari zat-zat pencemar terlarut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span>Sumber air minum harus memiliki kritreria sebagai berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>1. mengandung kurang dari 10 mikroorganisme dari kotoran manusia per liter air.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span>2. tidak mengandung zat-zat kimia yang mebahayakan kesehatan bagi pemakai/merusak system pengadaan air.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span>3. tidak empunyai bau anyir,rasa pahit,tidak berbau,tidak berwarna atau tidak keruh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:18pt;">4. tidak berasal dari sumber yang tercemar oleh sampah atau zat pencemar lainnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:18pt;"><span style="font-size:13pt;">II.DO (Disolved Oxygen )</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><em><span>DO</span></em><span> adalah jumlah oxygen yang larut dalam air.air harus mengandung DO sekurang-kurangnya 5 ppm.jika DO kurang dari 5 ppm akan berkembang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Bakteri aerob membantu meproduksi karbon dan nitrogen dalam bahan organic menjadi karbon dooksida. Jika air banyak mengandung bahan organic,maka bakteri aerob akan berkembang dan kadar oxygen akan berkurang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Penguraian organic dilakukan oleh bakteri anaerob (tidak memerlukan oxygen bebas). Bakteri ini mereduksi <span> </span>karbon, nitrogen, dan belerang menjadi CH<sub>4,</sub>NH<sub>3</sub>,H<sub>2</sub>S yang berbau tidak sedap. Makin besar DO,kualitas air makin baik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span></span><span style="font-size:13pt;">III.BOD (Biomechal Oxygen Demand)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>BOD adalah jumlah oxygen yang dibutuhkan oleh vbakteri untuk mengurai zat-zat organic pencemar atau ukuran banyaknya oxygen yang digunakan dalam reaksi Oksidasi oleh bakteri. Makin rendah BOD,kualitas air makin bersih dan baik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span></span><span style="font-size:13pt;">IV. Zat Pencemar Air</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Zat pencemar dapat berupa benda hidup atau benda tak hidup. Benda-benda tak hidup senyawa kimia yang merupakan pencemar,misalnya :Hg,Pg,minyak atau lemak,detergen ,zat pewarna,insektisida,salmiak,mnganoksida,asam cuka,asam sulfat dan lain-lain. Benda-benda hidup atau bahan organic melipui sampah dapur,eceng gondok,mikroorganisme,bakteri,atau virus.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Zat pencemar hidup atau tak hidup dibedakan menjadi dua bagian :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>1.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>partikel Suspensi : partikel berukuran ≥ 1 µm.partikel ini dapat diendapkan sehingga dapat dihilangkan dengan penyaringan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>2.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>Prtikel Koloid : berukuran sangat kecil sehingga tidak mudah mengendap,dapoat disaring dengan saringan khusus.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>3.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>Zat-zat yang dapat melarut : partikel ini tidak mengendap,tidak dapat disaring, dan mengeruhkan air. ukuran partikel ini ± 0,001µm. partikel ini tidak bermuatan listrik,berbentuk molekul ion.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span>Derajat Kesamaan (Ph) air = 7.air yang tidak tercemar mempunyai pH berkisar antara 6,5-8,0.Air minum baik mengandung pH = 7,06. air dengan pH rendah bersifat krosif dan tidak baik untuk kesehatan dan pertanian.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span style="font-size:13pt;">V. Air Sadah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span><span> </span>Air sadah adalah air yang mengandung garam-garam kalsium dan magnesium.meski tidak berbahaya air sadah tidak baik untuk mencuci dan untuk mesin-mesin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span><span> </span>Ion Ca<sup>2+</sup>dan Mg<sup>2+</sup>. Pada air sadah akan mensubtitusi ion Na<sup>+</sup> atau K<sup>+</sup>berkurang.reaksinya : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;  &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span style="position:absolute;z-index:9;left:0;margin-left:287px;margin-top:0;width:63px;height:12px;"><img src="/DOCUME~1/pc10/LOCALS~1/Temp/msohtml1/05/clip_image007.gif" alt="" width="63" height="12" /></span><!--[endif]--><span><span> </span>Ca<sup>2+</sup> + CH<sub>3</sub> (CH<sub>2</sub>)<sub>6</sub> COO-(ag)<span> </span>Ca[CH<sub>3</sub>(CH<sub>2</sub>)<sub>6</sub>COO)<sub>2</sub>]</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span><span> </span><sup>Ion stearat dari sabun <span> </span>endapan sabun</sup></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span><span> </span>Air sadah dapat menimbulkan kerak pada pada alat rumah tangga atau mesin-mesin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span><span> </span>Kesadahan air dibagi menjadi 2, yaitu :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>a.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>kesadahan sementara pada kesadahan sementara,air sadah hanya mengandung Ca(HCO<sub>3</sub>)<sub>2</sub> atau Mg(HCO<sub>3</sub>)<sub>2</sub>.kesadahan ini dapat dihilangkan dengan cara pemanasan,menurut reaksi :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:108pt;text-align:justify;"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;  &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span style="position:absolute;z-index:10;left:0;margin-left:251px;margin-top:8px;width:63px;height:12px;"><img src="/DOCUME~1/pc10/LOCALS~1/Temp/msohtml1/05/clip_image008.gif" alt="" width="63" height="12" /></span><!--[endif]--><span>Ca(HCO<sub>3</sub>)<sub>2</sub>(ag) <span> </span><span> </span><span> </span><span> </span>CaCO<sub>3</sub>(s) + H<sub>2</sub>O(<em>l)</em> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span><span> </span>Endapan karbonat yang terbentuk dapat dipisahkan dengan penyaringan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>b.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>kesadahan tetap atau permanent <span> </span>pada kesadahan tetap, air sadah mengandung </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span><span> </span><span> </span>garam sulfat<span> </span>(CaSO<sub>4</sub>. MgSO<sub>4</sub>) atau garam-garam klorida</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span style="font-size:13pt;">Cara Menghilangkan Kesadahan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span style="font-size:13pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>1.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>proses soda kapur<span> </span>air sadah direaksikan dengan soda ( Na<sub>2 </sub>CO<sub>3</sub> ) dan kapur Ca </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;"><span>(OH )<sub>2 </sub>sehingga ion Ca<sup>2+</sup> dan Mg<sup>2+</sup> diendapkan : <span> </span><span> </span><sub><span> </span></sub><span> </span><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;  &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span style="position:absolute;z-index:11;left:0;margin-left:323px;margin-top:11px;width:51px;height:12px;"><img src="/DOCUME~1/pc10/LOCALS~1/Temp/msohtml1/05/clip_image009.gif" alt="" width="51" height="12" /></span><!--[endif]--><span><span> </span><span> </span>MgSO<sub>4</sub> ( aq ) + Ca ( OH )<sub>2</sub> ( aq )<span> </span><span> </span><span> </span>Mg (OH)<sub>2</sub>(S) + CaSO<sub>4</sub>(aq)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>2.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>Proses Zeolit air yang dialirkan melalui natrium zeolit sehingga ion Ca<sup>2+</sup>dan Mg<sup>2+</sup></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;"><span>diikat eolith sebagai pengganti ion Na<sup>+</sup>sehingga membentuk Mg atau Ca- zeolit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span></span><span style="font-size:13pt;">VI.Sumber Pencemaran Air</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13pt;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span>1. Limbah Industri</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>beberpa industri berpotensi menghasilkan limbah,seperti :industri Pulp atau kertas,industri kosmetik,industri obat-obatan,batu baterai dan pengolahan logam. Unsure-unsur yang jadi pencemar antara lain: raksa,zink,tembaga dan besi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span>2. Limbah Pertanian</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;"><span>Limbah pertanian timbul akibat pemakaian pupuk atau pestisida berlebihan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span>Limbah pupuk menyuburkan tanaman air,seperti eceng gondok dan ganggang. Sementara pestisida dapat membunuh ikan atau organisme lain yang masukke rantai makanan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span><span> </span>3. Limbah Permukiman </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span><span> </span>limbah permukiman terbesar terdapat dari detergent. Detergent sangat sukar diuraikan mikroorganisme, sehingga tetap aktif sampai tahunan. Buih detergent dapat menutupi permukaan sungai atau danau sehingga mengurangi oxygen terlarut. Detergent.mengandung fosfat yang dapat menyuburkan tumbuhan air.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span style="font-size:13pt;">VII.Pengolahan Air</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span><span> </span>Air merupakan pelarut bagi banyak zat. Air melarutkan garam-garam mineral menyebabkan air terasa segar. Akan tetapi air juga mudah tercemar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span><span> </span>Tahap-tahap pengolahan air minum.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>1.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>Filtrasi ( Penyaringan <span> </span>)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;"><span>Tahap filtrasi bertujuan untuk memisahkan kotorang-kotorang yang tidak larut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>2.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>Koaggulasi ( pengumpalan ) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;"><span>Tahap koagulasi bertujuan untuk mengumpulkan partikel-partikel kotoran hewan yang terlalu kecil atau yang terlarut dengan cara menambahkan tawas atau alumunium solfat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>3.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>penambahan Zat Desinfektan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;"><span>penambahan zat desinfektan bertujuan untuk memusnahkan kuman-kuman dengan kaporit (kalsium hipoklorit ).air minumyang diperoleh dengan penyulingan dan distilasi yaitu air didihkan dan uapny6a diembunkan kembali. Air murni disebut air suling atau aquadestilata.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:14pt;">D.Pencemaran Tanah</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span>Pencemaran tanah disebabkan oleh limbah rumah tangga,industri,pertanian atau buangan buahan-buahan yang tidak dapat lagi diuraikan oleh mikroorganisme.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span></span><span style="font-size:13pt;">I.Sumber Pencemaran Tanah <span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13pt;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span>1.Limbah Rumah Tangga dan industri</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>limbah rumah tangga,toko,rumah sakit,perkantoran,dan industri meliputi : kertas,sisa makanan,plasti,logam dan seterusnya. Limbah padat tersebut dapat meutupi tanah,sehingga tanah dapat digunakan untuk keperluan lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span>Penanganan Sampah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span>Samapah Menurut Jenisnya dibagi 2 jenis, Yaitu :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>a.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>Biodegradable, yaitu sampah organic yang diuraikan oleh Mikroorganisme.penanganan dengan cara dijadikan bahan urukan.kompos.khusus untuk kotoran hewan untuk membuat biogas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>b.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>Bahan-bahan yang tidak biodegradable, yaitu yaitu sampah yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme, terdiri dari plastic karet,kaca,serat sapan air tanah sehingga kurang subur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;"><span>Penanganan sampah yang tidak biodegradable dengan cara mendaur ulang,bahan plastic atau karet. Bahan-bahan tersebut tidak boleh dibakar.karena dapat menimbulkan pencemaran udara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;"><span>Penanganan juga dapat dilakukan dengan mengurangi limbah plastic.penggunanaan dan produksinya dikurangi diganti bahan yang biodegradable.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span><strong>2.Limbah Pertanian</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span><span> </span>Berasal dari sisa pupuk dan pestisida <span> </span><span> </span><span> </span></span></p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2008/05/pencemaran-lingkungan/&via=aanchoto&text=Pencemaran Lingkungan&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2008/05/pencemaran-lingkungan/&via=aanchoto&text=Pencemaran Lingkungan&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2008/05/pencemaran-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hidraokarbon</title>
		<link>http://aanchoto.com/2008/04/hidraokarbon/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2008/04/hidraokarbon/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Apr 2008 09:10:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kimia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smaniva.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[1. ALKANA Kegunaan alkana : a. Bahan Bakar : elpiji, kerosin, bensin, dan solar. b. Pelarut : ptrolium eter dan nafta digunakan sebagi pelarut dalam industri atau pencucian kering (Dry Cleaning). c. Sumber Hidrogen : Industri Amonia dan pupuk. d. Pelumas : alkan suku tinggi (jumlah karbon tiap molekulnya cukup besar) misalnya C18H38. e. Bahan&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. ALKANA<br />
Kegunaan alkana :<br />
a. Bahan Bakar : elpiji, kerosin, bensin, dan solar.<br />
b. Pelarut : ptrolium eter dan nafta digunakan sebagi pelarut dalam industri atau pencucian kering (Dry Cleaning).<br />
c. Sumber Hidrogen : Industri Amonia dan pupuk.<br />
d. Pelumas : alkan suku tinggi (jumlah karbon tiap molekulnya cukup besar) misalnya C18H38.<br />
e. Bahan Baku Senyawa Organik lain : untuk sintesis berbagai senyawa organik seperti asam cuka, alkohol.<br />
f. Bahan Baku Industri : minyak bumi dan gas alam untuk bahan baku plastik, deterjen, karet sintesis, minyak rambut, obat gosok.<span id="more-8"></span></p>
<p>2. ALKENA<br />
Kegunaan alkuna :<br />
Membuat karet sintesis, plastik dan alkohol.</p>
<p>3. ALKUNA<br />
Kegunaan alkena :<br />
Alkuna mempunai nilai ekonomis paling penting hanyalah etuna, yang disebut asetilena (C2H2) digunakan untuk mengelas besi dan baja.</p>
<p>4. HALOALKANA<br />
Haloalkana mempunyai kegunaan praktis dalam berbagai bidang, misalnya sebagai zat anestesi, perlarut, dan bahan antiseptik.<br />
a. Sebagai Zat Anestesi<br />
Kloroform (CHCl3) pernah digunakan sebagai obat bius karena menyebabkan kerusakan hati tetapi sekarang diganti dengan siklopropana(C3H6), bahan ini bersifat toksik(racun) dan digantikan lagi dengan Halotan yaitu 2-bromo-2-2kloro-1,1,1-trifluoroetana (CF3CHClBr), yang bersifat tidak toksik, tidak mudah terbakar dan lebih nyaman bagi pasien.<br />
Kloroetana (C2H5Cl) digunakan sebagai anetesi lokal. Daya anestesi yang mudah menguap sehingga menurunkan suhu kulit dan membuat syaraf kurang sensitif.<br />
b. Sebagai Antiseptik<br />
Idioform (CHI3) adaah suatu zat berwarna kuning, bebau khas dan digunakan sebagai antiseptik<br />
c. Sebagai Pelarut<br />
Tetraklorometana(CCl4) adalah suatu zat cair tak berwarna. Zat ini digunakan untuk melarutkan lemak dan oli dan dalam pencucian kering (dry cleaning). Tetapi jika terpapar terlalu lama akan meyebabkan kerusakan hati dan ginjal.<br />
d. Sebagai Pemadam Api<br />
Alkan terhalogenasi sempurna seperti karbon tetraklorida, CCI4, dan bromoklorodifluorometana (BCF) dapat memadamkan api . zat-zat tersebut mempunyai massa jenis yang cukup besar sehingga dapat mengusir udara dan memadamkan api, tetapi pada suhu tinggi CCI4 dapat bereaksi dengan air membentuk fosgen (COCl2), suatu gas yang sangat beracun.<br />
BCF juga dapat merusak ozon dilapisi statosfir sehingga penggunakan bahan tersebut dilarang.<br />
e. Sebagai Klorofluorokarbon (CFC) dan Freon<br />
Senyawa klorofluorokarbon (CFC) adalah suatu golongan senyawa sistesis yang mengandung karbon, klorin dan flourin. Senyawa ini bersifat stabil dan tidak mudah terbakar,tidak korosif, relatf tidak beracun, mudah dibuat, dan relatif murah. Contonya freon-11(CCl3F) dan freon-12(C2Cl2F2). Pada tahun 1970-an para ahli menyatak bahwa senyawa ini menyebabkan kerusakan lapisan ozon pada statosfir oleh sebab itu freon (CFC) dilarang penggunaannya.<br />
f. Senyawa Haloalkana<br />
Vinilklorida dan Kloroprena merupakan bahan dasar pada industri plastik dan karet sintesis.</p>
<p>5. ALKOHOL<br />
Kegunaan alkoho :<br />
a. Metanol<br />
Pada suhu kamar, metanol berupa zat cair bening, mudah menguap dan berbau seperti alkohol biasa. Metanol tergolong zat yang sangat beracun. Dosis tunggal 30 mL dapat meyebabkan kebutaan permanen bahkan kematian. Keracunan metanol dapat juga terjadi karena menghirup uapnya ataupun terkena kulit. Kebutaan akibat keracunan metanol disebabkan oleh pembentukan formaldehida (HCHO) atau asam format (HCOOH) yang dapat merusak retina mata.<br />
Sebagian besar produksi metanol diubah menjadi metanal (formaldehida) yang pada akhirnya digunakan untuk membuat plastik. Metanol dicampurkan dengan bensin sampai kadar 15% tanpa mengubah konstruksi mesin kendaraan. Pemabakaran Metanol lebih bersih daripada minyak bumi.<br />
b. Etanol<br />
Etanol adalah alkohol biasa dan merupakan alkohol yang paling banyak diproduksi. Pada suhu kamar, etanol berupa zat cair bening, mudah menguap dan berbau khas. Dalam kehidupan sehari-hari, etanol dapat kita temukan dalam spritus, dalam alkohol rumah tangga (alkohol 70 % yang digunakn sebagi pembersih luka), dal minuman beralkohol. Etanol bersifat memabukkan dan menyebabkan kantuk karena menekan aktivitas otas atas. Etanol juga besifat candu, orang yang sering minum alkohol akan menjadi ketagihan dan sukar untuk meninggalkan alkohol.<br />
Alkohol teknis dibuat melalui fermentasi tetes tebu atau dari hidrasi etena dengan katalis asam sulfat pekat. Penggunaan alkohol teknis adalah untuk menbuat etanal(asetaldehida), sebagi pelarut, sebagai bahan bakar, dan untuk membuat berbagi jenis senyawa organik.</p>
<p>6. ALDEHIDA<br />
Kegunaan aldehid :<br />
a. Untuk membuat formalin. Formalin yaitu larutan 40% formaldehida dal air. Formalin digunakan untuk mengawetkan contoh biologi dan mengawetkan mayat tetapi tidak boleh digunakan untuk mengwetkan makanan.<br />
b. Untuk membuat berbagai jenis termoset (plastik yang tidak meleleh pada pemanasan).</p>
<p>7. ETER<br />
Kegunaan eter :<br />
Sebagai pelarut dan obat bius (anestesi) pada operasi. Dietil eter adalah obat bius yang diberikan melalui pernafasan, metil ters-butil eter (MTBE) sebagai zat aditif bensin yaitu untuk menaikkan nilai oktan.</p>
<p>8. KETON<br />
Keton yang paling banyak penggunaanya adalah propanon yang nama dagangnya adalah aseton. Kegunaan aseton antara lain adalah sebagai pelarut, khususnya untuk zat-zat non polar dan kurang polar. Dalam kehidupan sehari-hari, kaum wanita menggunakan untuk membersihkan pewarba kuku (kutek). Beberapa keton siklik merupakan bahan farfum karena bebrbau harum.</p>
<p>9. ASAM KARBOKSILAT<br />
Kegunaan asam karboksilat :<br />
a. Asam Format (Asam Semut)<br />
Asam format adalah cairan tidak berwarna, berbau tajam, mudah larut dalam air, alkohol dan eter. Dalam jumlah kecil juga terdapat pada keringat. Dalam industri, asam format di buat dari karbon monoksida dengan uap air yang dialirkan melaui katalis (oksida logam) pada suhu sekitar 200C dan tekanan tinggi. Asam format tergolong asam lemah tetapi merupakan asam terkuat diantara asam alkanoat. Asam format banyak digunakan dalam industri tekstil, penyamakan kulit dandiperkebunan karet untuk menggumpalkan lateks (getah pohon karet).<br />
b. Asam Asetat (Asam Cuka)<br />
Asam asetat adalah asam yang terdapat dalam cuka. Kadar asam asetat yang terdapat dalam cuka makan sekitar 20-25%. Asam asetat murni yang disebut asam asetat glasial, merupakan cairan bening tak berwarna, berau sangat tajam, membeku pada suhu 16.60C, membentuk kristal yang menyerupai es atau kaca.</p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2008/04/hidraokarbon/&via=aanchoto&text=Hidraokarbon&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2008/04/hidraokarbon/&via=aanchoto&text=Hidraokarbon&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2008/04/hidraokarbon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

