<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Aan Choto 阿安國德 &#187; Biologi</title>
	<atom:link href="http://aanchoto.com/category/sains/biologi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aanchoto.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 May 2012 16:18:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Sinyal Ponsel Mengganggu Lebah</title>
		<link>http://aanchoto.com/2011/05/sinyal-ponsel-mengganggu-lebah/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2011/05/sinyal-ponsel-mengganggu-lebah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 May 2011 11:35:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biologi]]></category>
		<category><![CDATA[Sains]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=1263</guid>
		<description><![CDATA[Sinyal telepon seluler dapat mengganggu lebah dan menimbulkan efek yang sangat besar. Dalam eksperimen yang dilakukan Dr Daniel Favre, seorang ahli lebah, dua buah ponsel diletakkan di bawah sarang lebah. Sebuah alat perekam juga diletakkan untuk merekam suara lebah saat ponsel aktif, dinonaktifkan, dan berada dalam modus siaga (stand by). Kemudian, reaksi lebah-lebah itu diamati&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1264" title="lebah" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2011/05/lebah.jpg" alt="" width="252" height="239" />Sinyal telepon seluler dapat mengganggu lebah dan menimbulkan efek yang sangat besar.</p>
<p>Dalam  eksperimen yang dilakukan Dr Daniel Favre, seorang ahli lebah, dua buah  ponsel diletakkan di bawah sarang lebah. Sebuah alat perekam juga  diletakkan untuk merekam suara lebah saat ponsel aktif, dinonaktifkan,  dan berada dalam modus siaga (<em>stand by</em>). Kemudian, reaksi lebah-lebah itu diamati dengan saksama.</p>
<p>Selama  pengamatan, lebah-lebah itu ternyata bereaksi ketika ponsel sedang  digunakan melakukan atau menerima panggilan. Mereka meresponsnya dengan  mengeluarkan suara bernada tinggi yang biasanya digunakan sebagai tanda  untuk mulai berkerumun.<span id="more-1263"></span></p>
<p>&#8220;Selama 20-40 menit setelah ponsel  diaktifkan, mereka mulai mengeluarkan suara itu,&#8221; kata Favre. Dua menit  setelah panggilan pada ponsel berhenti, mereka pun kembali tenang.</p>
<p>Pada  eksperimen ini, lebah tidak berkerumun, bahkan setelah 20 jam tes  sinyal ponsel. Meski begitu, sinyal ponsel terbukti menjadi penyebab  para lebah terbang tak menentu. Namun, hal ini tidak sampai membunuh  lebah-lebah dalam koloni itu.</p>
<p>Dr Favre, guru yang mantan ahli  biologi di Swiss Federal Institute of Technology, Lausanne, mengatakan  bahwa studi ini menunjukkan ponsel yang sedang aktif dapat mengganggu  lebah dan menimbulkan efek dramatis.</p>
<p>Para ahli lain pun berpendapat, penelitian lebih lanjut terkait apakah ponsel menjadi penyebab terjadinya <em>colony collapse</em> yang menyebabkan koloni lebah turun dengan drastis pada musim dingin  lalu masih perlu dilakukan. Ini karena dalam banyak kasus, <em>colony collapse</em> terjadi di daerah terpencil di Amerika yang jauh dari jangkauan sinyal ponsel.</p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2011/05/sinyal-ponsel-mengganggu-lebah/&via=aanchoto&text=Sinyal Ponsel Mengganggu Lebah&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2011/05/sinyal-ponsel-mengganggu-lebah/&via=aanchoto&text=Sinyal Ponsel Mengganggu Lebah&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2011/05/sinyal-ponsel-mengganggu-lebah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mikroba Baru di Kapal Titanic</title>
		<link>http://aanchoto.com/2010/12/mikroba-baru-di-kapal-titanic/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2010/12/mikroba-baru-di-kapal-titanic/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Dec 2010 01:14:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biologi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sains]]></category>
		<category><![CDATA[Bologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=872</guid>
		<description><![CDATA[BAKTERI Halomonas Titanicae, suatu mikroba baru, ditemukan oleh para ahli di di rongsokan kapal Titanic. Bakteri Halomonas titanicae yang ditemukan di struktur karat atau keroposan itu berbentuk seperti tetesan air beku yang terbentuk di logam yang berkarat. Berbagai bakteri dan jamur tumbuh dalam struktur itu -yang pertama kali ditemukan di Titanic- sebenarnya memberi makan logam&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-873" title="Titanic" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2010/12/Titanic.jpg" alt="" width="396" height="245" />BAKTERI Halomonas Titanicae, suatu mikroba baru, ditemukan oleh para ahli di di rongsokan kapal Titanic. Bakteri Halomonas titanicae yang ditemukan di struktur karat atau keroposan itu berbentuk seperti tetesan air beku yang terbentuk di logam yang berkarat.</p>
<p>Berbagai bakteri dan jamur tumbuh dalam struktur itu -yang pertama kali ditemukan di Titanic- sebenarnya memberi makan logam yang berkarat.</p>
<p>Temuan ini ditulis dalam terbitan International Journal of Systematic and Evolutionary Microbiology. Sampel dari struktur karatan dari Titanic ini dikumpulkan oleh robot penyelam Mir 2 pada tahun 1991.<span id="more-872"></span><br />
Para tim peneliti gabungan -dari Universitas Dalhousie dan Pusat Sains Ontario di Kanada serta Unversitas Seville di Spanyol- kemudian memisahkan bakteri Halomonas titanicae dari sampel tersebut.</p>
<p>Mereka menyusun rangkaian DNA dari mikroba tersebut sebelum menyimpulkannya sebagai anggota baru dari genus Halomonas yang suka garam. Bakteri ini menjadi perhatian karena mungkin bisa menjadi jawaban dari mekanisme pembentukan struktur karat.</p>
<p>Dan juga dalam daur ulang yang dilakukan oleh mikroba ini dalam struktur logam di bawah laut. Hal tersebut -seperti ditulis tim peneliti- mempunyai relevansi dengan perlindungan pipa minyak dan gas di bawah laut, maupun pembuangan kapal serta ladang minyak di laut.</p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/12/mikroba-baru-di-kapal-titanic/&via=aanchoto&text=Mikroba Baru di Kapal Titanic&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/12/mikroba-baru-di-kapal-titanic/&via=aanchoto&text=Mikroba Baru di Kapal Titanic&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2010/12/mikroba-baru-di-kapal-titanic/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lebah Lebih Pintar daripada Komputer</title>
		<link>http://aanchoto.com/2010/10/lebah-lebih-pintar-daripada-komputer/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2010/10/lebah-lebih-pintar-daripada-komputer/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Oct 2010 12:33:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biologi]]></category>
		<category><![CDATA[Sains]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=816</guid>
		<description><![CDATA[Lebah bisa memecahkan kasus klasik bernama &#8220;Travelling Salesman&#8221; dalam dunia komputer dengan catatan waktu yang singkat. Demikian hasil studi yang dilakukan oleh para peneliti di Queens Mary University di London, Inggris. &#8220;Travellling Salesman&#8221; membuat komputer harus menemukan rute terpendek dari kota-kota yang harus dilalui oleh seorang pedagang. Syaratnya, sebuah kota hanya boleh dilewati satu kali.&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-817" title="lebah" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2010/10/lebah.jpg" alt="" width="200" height="200" />Lebah bisa memecahkan kasus klasik bernama &#8220;Travelling Salesman&#8221;  dalam dunia komputer dengan catatan waktu yang singkat. Demikian hasil  studi yang dilakukan oleh para peneliti di Queens Mary University di  London, Inggris.</p>
<p>&#8220;Travellling Salesman&#8221; membuat komputer harus  menemukan rute terpendek dari kota-kota yang harus dilalui oleh seorang  pedagang. Syaratnya, sebuah kota hanya boleh dilewati satu kali.</p>
<p>Untuk  membuat kasus yang mirip, para peneliti melakukan simulasi menggunakan  bunga yang dikontrol oleh komputer. Para peneliti ingin mengetahui cara  lebah menemukan semua bunga. Apakah lebah akan hinggap di bunga yang  lebih dulu ditemukannya atau berusaha mencari rute terpendek? Ternyata,  lebih mempelajari kondisi lebih dulu, lalu dengan waktu singkat berhasil  menemukan rute terpendek.<span id="more-816"></span></p>
<p>&#8220;Lebah butuh banyak energi untuk  terbang sehingga mereka harus menemukan rute yang efisien,&#8221; kata  peneliti. Para peneliti juga menambahkan kalau lebih memanfaatkan sudut  sinar matahari untuk melakukan navigasi dan kembali ke sarang mereka.  &#8220;Untuk melakukan itu, otak mereka harus didukung memori yang kuat,&#8221; kata  seorang peneliti dari Queens Mary University.</p>
<p>Hasil penelitian  ini, seperti dijelaskan oleh Queens Mary University, bisa dipakai untuk  lebih memahami masalah jaringan, seperti lalu lintas, jaringan  distribusi, serta pengendalian penyakit.</p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/10/lebah-lebih-pintar-daripada-komputer/&via=aanchoto&text=Lebah Lebih Pintar daripada Komputer&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/10/lebah-lebih-pintar-daripada-komputer/&via=aanchoto&text=Lebah Lebih Pintar daripada Komputer&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2010/10/lebah-lebih-pintar-daripada-komputer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Burung Bisa Melihat Medan Magnet Bumi</title>
		<link>http://aanchoto.com/2008/06/burung-bisa-melihat-medan-magnet-bumi/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2008/06/burung-bisa-melihat-medan-magnet-bumi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jun 2008 10:24:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smaniva.wordpress.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[Perdebatan panjang selama empat dekade mengenai kemampuan burung mendeteksi medan magnet Bumi mulai terkuak sedikit demi sedikit. Para ilmuwan telah membuktikan rahasianya pada kedua mata burung yang selama ini dicari-cari. Penjelasan tentang kemampuan burung mendeteksi medan magnet memicu perdebatan saat Klaus Schulten dari Universitas Illinois, AS mengungkapkan pendapatnya bahwa burung-burung migran pasti memiliki molekul-molekul di&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perdebatan panjang selama empat dekade mengenai kemampuan burung mendeteksi medan magnet Bumi mulai terkuak sedikit demi sedikit. Para ilmuwan telah membuktikan rahasianya pada kedua mata burung yang selama ini dicari-cari.</p>
<p>Penjelasan tentang kemampuan burung mendeteksi medan magnet memicu perdebatan saat Klaus Schulten dari Universitas Illinois, AS mengungkapkan pendapatnya bahwa burung-burung migran pasti memiliki molekul-molekul di mata atau otak yang peka terhadap medan magnetik Bumi. Teori ini sudah dipelajari sekitar empat puluh tahunan, namun tak satu pun ilmuwan yang berhasil membuktikan adanya molekul tersebut.<span id="more-56"></span></p>
<p>Seperti dilansir jurnal ilmiah Nature, baru-baru ini para peneliti berhasil menemukan bahwa molekul tersebut mungkin cryptochrome. Henrik Mouritsen dari Universitas Oldenburg, Jerman menemukan bahwa protein tersebut terkandung dalam retina burung migran. Sel-sel protein juga diketahui aktif setiap petang menjelang saat burung tersebut tidak dapat mengandalkan cahaya untuk melihat benda-benda di sekitarnya.</p>
<p>Selama ini, cryptochrome banyak diketahui sebagai jenis protein yang sensitif terhadap cahaya. Protein ini diketahui berperan dalam mengatur jam biologi, seperti pengaturan tahap pertumbuhan pada tanaman dan waktu kawin.</p>
<p>Membuat tiruan bahkan menemukan protein cryptochrome tergolong sulit. Jadi, untuk mempelajarinya, digunakan senyawa yang memiliki sifat mirip yakni CPF (carrotenoid-porphyrin-fullerene). Jika diberi medan magnet, meskipun sangat kecil, senyawa ini bereaksi dengan melepaskan dua jenis radikal bebas.</p>
<p>Kolega Mouritsen, Peter Hore dari Universitas Oxford dapat mengatur konsentrasi radikal bebas sesuai medan magnet yang dipaparkan. Ia berpendapat, cryptochrome  pada burung mungkin diaktifkan cahaya biru yang muncul saat senja dan mulai bekerja dengan mekanisme pelepasan radikal bebas tersebut untuk melihat medan magnet Bumi.</p>
<p>Namun, bagaimana burung mendeteksi medan magnet Bumi masih menjadi bahan perdebatan baru. Mouritsen yakin mata burung memiliki lapisan penglihatan ganda. Saat protein diaktifkan, layar visual akan berubah menjadi semacam panel radar yang akan melihat garis-garis medan magnet Bumi seperti pada pesawat.<br />
<strong>WAH</strong><br />
<strong>Sumber : NewScientist</strong></p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2008/06/burung-bisa-melihat-medan-magnet-bumi/&via=aanchoto&text=Burung Bisa Melihat Medan Magnet Bumi&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2008/06/burung-bisa-melihat-medan-magnet-bumi/&via=aanchoto&text=Burung Bisa Melihat Medan Magnet Bumi&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2008/06/burung-bisa-melihat-medan-magnet-bumi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bakteri Hidup di Es Greenland</title>
		<link>http://aanchoto.com/2008/06/bakteri-hidup-di-es-greenland/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2008/06/bakteri-hidup-di-es-greenland/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 03:02:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smaniva.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Jennifer Loveland-Curtze/Penn State Foto bakteri Chryseobacterium greenlandensis yang hidup di lapisan es Greenland pada kedalama 3,2 kilometer dilihat dengan mikroskop elektron. BOSTON, &#8211; Tim ilmuwan Pennsylvania State University menemukan spesies bakteri yang hidup dalam es Greenland. Tempat hidupnya berada di lapisan es yang membeku sejak 120.000 tahun dan pada kedalaman sekitar 3,2 kilometer. Bakteri yang&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<div id="loadarea"><img src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/06/04/103942p.jpg" border="0" alt="" width="298" /></div>
<div id="boxpoto" style="text-align:right;font-family:arial;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:9px;color:#666666;"><a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/06/04/10354410/bakteri.hidup.di.es.greenland#">Jennifer Loveland-Curtze/Penn State</a></div>
<div id="boxtitle" style="font-family:arial;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:11px;color:#333333;">Foto bakteri <em>Chryseobacterium greenlandensis</em> yang hidup di lapisan es Greenland pada kedalama 3,2 kilometer dilihat dengan mikroskop elektron.</div>
</div>
<p><!--- video --></div>
<p><strong>BOSTON,</strong> &#8211; Tim ilmuwan Pennsylvania State University menemukan spesies bakteri yang hidup dalam es Greenland. Tempat hidupnya berada di lapisan es yang membeku sejak 120.000 tahun dan pada kedalaman sekitar 3,2 kilometer.<span id="more-54"></span></p>
<p>Bakteri yang baru ditemukan menambah daftar organisme renik yang tahan di lingkungan ekstrem. Sebab, bakteri yang disaring dari lapisan es yang dicairkan tahan hidup dalam ruangan inkubasi yang bernutrisi rendah dan tanpa oksigen. Dinamai <em>Chryseobacterium greenlandensis</em>, spesies tersebut memiliki kekerabatan genetik dengan bakteri-bakteri yang hidup di tubuh ikan, lumpur laut, dan akar tumbuh-tumbuhan tertentu. Namun, hanya ada sekitar 10 spesies bakteri semacam ini yang hidup di lapisan es kutub maupun sungai gletser.</p>
<p>&#8220;Mikroba mewakili lebih dari sepertiga biomassa Bumi, namun baru 8.000 mikroba yang dideskripsikan dari sekitar tiga juta spesies yang diperkirakan ada,&#8221; ujar Jennifer Loveland-Curtze, salah satu peneliti senior Penn State. Ia menjelaskan temuan tersebut dalam pertemuan rutin Masyarakat Mikrobiologi Amerika (ASM) ke-108 di Boston, Massachusetts, Selasa (3/6).</p>
<p>Para peneliti berharap, melalui bakteri tersebut dapat dipelajari bagaimana sel dapat tetap hidup dalam kondisi ekstrem. Penelitian tersebut juga akan mengungkap bagaimana sel mengubah sifat biokimia dan fisiologi untuk menghadapi perubahan kondisi lingkungan. Kemampuan ini juga menjadi referensi para ilmuwan untuk mencari bentuk kehidupan yang mungkin terdapat di planet-planet lain.<br />
<strong>Sumber : PHYSORG</strong></p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2008/06/bakteri-hidup-di-es-greenland/&via=aanchoto&text=Bakteri Hidup di Es Greenland&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2008/06/bakteri-hidup-di-es-greenland/&via=aanchoto&text=Bakteri Hidup di Es Greenland&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2008/06/bakteri-hidup-di-es-greenland/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Daun Pepaya Bisa mengobati penyakit NCD pada Ayam Kampung?</title>
		<link>http://aanchoto.com/2007/12/3/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2007/12/3/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Dec 2007 09:03:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smaniva.wordpress.com/2007/12/06/3/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Inna Husna XII IA 1 Juara ke-II Lomba Karya Ilmiah Remaja 2006 ITB Ayam adalah sejenis unggas yang punya tingkat variasi tingkat tinggi. Mulai dari bentuk dan postur tubuh hingga pada bentuk piyal . ayam merupakan hewan ternak yang sangat terkenal dikalangan masyarakat Indonesia. Ayam yang biasanya dipelihara adalah ayam kampung yng mempunyai ketahanan&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Inna Husna XII IA 1<br />
Juara ke-II Lomba Karya Ilmiah Remaja 2006 ITB</p>
<p>Ayam adalah sejenis unggas yang punya tingkat variasi tingkat tinggi. Mulai dari bentuk dan postur tubuh hingga pada bentuk piyal . ayam merupakan hewan ternak yang sangat terkenal dikalangan masyarakat Indonesia. Ayam yang biasanya dipelihara adalah ayam kampung yng mempunyai ketahanan lebih kuat dibandingkan ayam jenis lain. Namun , tidak tertutup kemungkinan bagi ayanm ini untuk terjangkit oleh penyakit. Salah satu penyakit-penyakit yang menyerang ayam kampung adalah NCD ( New Castlle Desease ) atau lebih dikenal dengan penyakit tetelo . tetelo adalah penyakit yang disebabkan oleh sejenis viris dan dapat menghinggapi segala jenis unggas.<span id="more-6"></span></p>
<p>Penyakit tetelo muncul di kota new castle (inggris) pada tahun 1926 kemudian menyebar ke sekuruh dunia termasuk indonesia. Sampai saat ini, tidak ada satupun daerah di indonesia yang bebas sepenuhnya dari penyakit ini. Penyakit ini sanggat banyak mendatangkan kerugian pasda peternak, karena 90-100% dari hewan yang menderita penyakit ini mengalami kematian. Penyakit ini terutama menyerang ayam baik pada usia muda ataupun yang dewasa. Biasanya terjadi pada masa pancaroba atau pada musim kemarau ke musim hujan. Cara penularannya adalah melalui ludah, feses, makanan dan minuman. Penularan juga melalui udara sehingga penyakit ini mudah menyebar kemana-mana.</p>
<p>Gejala yang tampak pada penderita adalah sebagai berikut :<br />
Awalnya, ayam terlihat malas dan duduk merutu<br />
Banyak mengeluarkan air mata<br />
Pipi dan tenggorokan padat atau membengkak<br />
Ayam terlihat selalu mengantuk dan ingin tidur<br />
Dalam rongga mulut dan tekat terdapat lendir yang liat dan pekat sehingga susah bernafas<br />
Sambil membersin dan berdehem ia mencoba mengeluarkannya<br />
Adakalanya kelompok mata membengkak<br />
Setelah itu ayam tampak semakin sukar bernafas dengan leher merenggang dan paruh ternganga<br />
Balung dan piyalnya kadang berwarna merah keungu-unguan hingga lembayung tua<br />
Setelah itu ayam akan lumpuh. Dalam keadaan lumpuh itu ia segera akan mati.</p>
<p>Penyakit ini disebabkan oleh virus paramyxo yang keganasannya bervariasi, yaitu<br />
Tipe ganas (velogenik) : hampir semua gejala diatas tampak dan tingkat kematiannya mencapai 80-100%<br />
Tipe sedang (mesogenik) : gejala berupa gangguan pernafasan dan saraf, tingkat kematiannya mencapai 10% pada ayam muda dan jarang terjadi pada ayam dewasa<br />
Tipe lemah (lentogenik) : gejalanya tidak terlalu nyata, ada sedikit gangguan pernafasan dan penurunan produksi telur, kualitas kulit telur menjadi menurun</p>
<p>Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian vaksin yang diswebut “ Vaksin NCD pola 4-4-4” . maksudnya , vaksin NCD diberikan pada ayam yang berumur empat hari, empat minggu dan empat bulan. Tahap pemberian vaksin adalah sebagai berikut :<br />
Untuk anak ayam berumur empat hari, diberi vaksin dengan cara tetes mulut atau tetes mata. Pemberian menggunkan pipet tetes. Pada mata diberikan masing-masing satu tetes. Tetesan pada mulut dilakukan sebanyak dua tetes.<br />
Untuk ayam berumur empat minggu dan empoat bulan, dilakukan pencegahan dengan cara penyuntikan, sebelum penyuntikan vaksin diencerkan dulu.</p>
<p>Pepaya (Carica Papaya) dengan family Caricaceae merupakan tanaman yang aslinya dari amerika tengah. Di indonesia tanaman pepaya dapat ditanam hingga 1000 m dpl, akan tetapi dapat juga diusahakan pada daerah ketinggian hingga 1200-1500 m dpl. Di daerah sub tropis yang cukup panas, pepaya juga dapat diusahakan seperti di florida.</p>
<p>Zat-zat yang terkandung pada tanaman pepaya adalah sebagai berikut :<br />
Daun : Enzim Papain, Alkaloid Karpaina, Pscuda Karpaina, Glikosid, Karposid dan Saponin.<br />
Buah : Beta Karoteene, Peetin, D-galactosa, L-arabinosa, Papein, Papayotimin papain dan vitokinose<br />
Biji : Galactosa Cacarin, Karpain<br />
Getah : Papain, Kemokapain, Lisosim, Glutamin dan Siklotransferase</p>
<p>Khasiat-khasiat dari tanaman pepaya dapat diuraikan sebagai berikut :<br />
Daun : mengobati malaria, demam dan jengkolan<br />
Akar : digigit ular berbisa<br />
Kulit buah: kulit melepuh karena panas<br />
Biji buah : beruban sebelum waktunya dan mengobati penyakit cacing gelang pada manusia<br />
Buah : menyembuhkan penyakit buang air besar tiadak lancar, maag, sariawan, merangsang nafsu makan</p>
<p>Perlakuan yang dilakukan pada ayam I<br />
1. Ambil daun pepaya yang sudah terlihat tua, namun belum menguning<br />
2. Letakkan pada suatu wadah atau mangkok<br />
3. Beri air sebanyak 100 ml<br />
4. Peras daun pepaya yang sudah diberi air hingga berwarna hijau pekat<br />
5. Minumkan air ekstrak tersebut pada ayam dengan langkah sebagai berikut :<br />
a. Ayam tersebut dipegangi oleh orang lain<br />
b. Buka bagian mulut ayam<br />
c. Minumkan air perasan daun pepaya sebanyak dua sendok makan atau sekitar 5 ml<br />
6. Minumkan air ekstrak tersebut rutin tiga kali sehari<br />
7. Pada hari ketiga, waktu pemberian dikurangi yaitu menjadi dua kali sehari<br />
Daftar Pustaka<br />
Baga Kalie, Moehd. 2002. Bertanam pepaya. Jakarta : Penebar Swadaya<br />
Dewan Redaksi Penerbit Bhrata Karya Aksara. 1986. Perternakan Unggas. Jakarta : Bhrata Karya Aksara<br />
Dudung, A. M. 1995. Budidaya Ayam Bangkok. Yogyakarta : Kanisius<br />
mulisah, fauziah. 1996. taman obat keluarga.Jakarta : Penebar Swadaya<br />
Sujionohadi, Kliwon dan Ade Iwan seiawan. 2003. ayam kampung petelur: Penebar Swadaya<br />
perencanaan dan pengelolaan usaha skla rumah tangga. Jakarta : Penebar Swadaya<img src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:Uyq2qEDLmQo9QM:http://database.deptan.go.id:8081/saims-indonesia/TeknologiID/Gambar%25203%2520Daun%2520Pepaya.jpg" border="0" alt="Daun Pepaya" width="127" height="108" /></p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2007/12/3/&via=aanchoto&text=Daun Pepaya Bisa mengobati penyakit NCD pada Ayam Kampung?&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2007/12/3/&via=aanchoto&text=Daun Pepaya Bisa mengobati penyakit NCD pada Ayam Kampung?&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2007/12/3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

