<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Aan Choto 阿安國德 &#187; Sejarah</title>
	<atom:link href="http://aanchoto.com/category/pendidikan/sejarah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aanchoto.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 May 2012 16:18:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Alat Militer dalam Risalah</title>
		<link>http://aanchoto.com/2011/03/alat-militer-dalam-risalah/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2011/03/alat-militer-dalam-risalah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Mar 2011 05:57:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah. Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=1153</guid>
		<description><![CDATA[Penemuan teknik dan mekanik pada bidang militer umat Muslim dapat ditelurusi melalui berbagai karya. Beberapa ilmuwan Muslim menuliskan dengan lengkap proses pembuatan, material yang digunakan, hingga mekanisme kerja alat-alat perang dari abad pertengahan. Salah satu yang terkenal ditorehkan oleh Najm al Din Hassan al Rahman. Saintis asal Suriah yang wafat tahun 1295 itu menyajikan sebuah&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-1154" title="kanon" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2011/03/kanon.jpg" alt="" width="360" height="260" />Penemuan teknik dan mekanik pada bidang militer umat Muslim dapat  ditelurusi melalui berbagai karya. Beberapa ilmuwan Muslim menuliskan  dengan lengkap proses pembuatan, material yang digunakan, hingga  mekanisme kerja alat-alat perang dari abad pertengahan.</p>
<p>Salah  satu yang terkenal ditorehkan oleh Najm al Din Hassan al Rahman. Saintis  asal Suriah yang wafat tahun 1295 itu menyajikan sebuah buku berisi  sejumlah perlengkapan teknologi militer.</p>
<p>Judulnya Kitab <em>al Furusiyya wa al Manasib al Harbiyya</em>. Buku ini menjadi rujukan sejarah paling penting yang mendokumentasikan teknologi roket awal kreasi ilmuwan Muslim.</p>
<p>Menurut Frank H Winter pada buku <em>The Genesis of the Rocket in China and its Spread to the East and West, </em>kaum  Muslim mewarisi senjata roket. Dari naskah-naskah klasik di dunia  Islam, para saintis Barat pun mengenal teknologi ini untuk dikembangkan  lebih lanjut.<span id="more-1153"></span></p>
<p>Di samping buku Hassan al Rahmah, masih ada karya  lain yang membahas teknologi roket. Yakni risalah milik fisikawan  bernama Yusuf ibn Ismail al Kutub. Pada karya yang selesai disusun tahun  1311 itu, ia membeberkan penggunaan serbuk potasium nitrat sebagai  campuran bahan bakar roket.</p>
<p>Umat Muslim juga menemukan teknik  torpedo. Pada masa modern, torpedo yang diluncurkan dari kapal selam  atau kapal permukaan memakai sirip yang menjadi pengarah atau kemudi.  Berabad-abad silam, ilmuwan Muslim telah mengungkapkan mekanisme serupa.</p>
<p>Hassan  al Rahmah menyebut torpedo tersebut sebagai &#8216;telur yang bisa meluncur  di air dan meledak.&#8217; Bentuk torpedo awal itu sekilas mirip cangkang  telur. Badan torpedo terbuat dari bahan aluminium, di dalamnya ditaruh  serbuk mesiu. Tenaga dorongnya berupa dua roket serta sirip (rudder)  untuk pengarah ke sasaran.</p>
<p>Perlengkapan kanon meriam turut  menjadi simbol kejayaan teknologi militer umat Muslim. Setidaknya ada  empat manuskrip Arab peninggalan abad 14 yang menjelaskan mengenai  meriam portabel pertama. Satu tersimpan di St Petersburg, dua di Paris  dan satu terdapat di Istanbul.</p>
<p>Prinsip kerja meriam kuno itu  mirip dengan meriam modern. Pada artikelnya di laman Muslim Heritage,  Prof Mohammed Mansour menyebut teknologi meriam dan bahan peledak yang  dibawa kaum Muslim ke Andalusia, dan diguanakan dalam peperangan melawan  pasukan Nasrani, menginsiprasi para ilmuwan Eropa.</p>
<p>&#8221;Sejak dikenalkan di Spanyol, teknologi itu lantas berkembang dengan pesat di Prancis, Italia, serta Jerman,&#8221; paparnya.</p>
<p><a href="http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/11/03/25/lilagu-alat-militer-dalam-risalah" target="_blank">Sumber</a></p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2011/03/alat-militer-dalam-risalah/&via=aanchoto&text=Alat Militer dalam Risalah&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2011/03/alat-militer-dalam-risalah/&via=aanchoto&text=Alat Militer dalam Risalah&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2011/03/alat-militer-dalam-risalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ibn Hazm, Ulama Negarawan dari Spanyol</title>
		<link>http://aanchoto.com/2011/03/ibn-hazm-ulama-negarawan-dari-spanyol/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2011/03/ibn-hazm-ulama-negarawan-dari-spanyol/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Mar 2011 03:55:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sjarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=1150</guid>
		<description><![CDATA[Abu Muhammad Ali bin Ahmad bin Sa&#8217;id bin Hazm atau lebih dikenal dengan nama Ibn Hazm diakui sebagai seorang ulama yang memiliki kontribusi luar biasa dalam dunia Islam. Ia dikenal sebagai ahli fikih dan hadits sekaligus teolog, sejarawan, penyair, negarawan, akademisi dan politisi yang handal. Tak kurang dari 400 judul kitab telah ditulisnya. Ibn Hazm&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1151" title="statuta_ibn_hazm_di_spanyol" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2011/03/statuta_ibn_hazm_di_spanyol.jpg" alt="" width="360" height="260" />Abu Muhammad Ali bin Ahmad bin Sa&#8217;id bin Hazm atau lebih dikenal dengan  nama Ibn Hazm diakui sebagai seorang ulama yang memiliki kontribusi luar  biasa dalam dunia Islam. Ia dikenal sebagai ahli fikih dan hadits  sekaligus teolog, sejarawan, penyair, negarawan, akademisi dan politisi  yang handal. Tak kurang dari 400 judul kitab telah ditulisnya.</p>
<p>Ibn  Hazm lahir di kota Cordoba, Spanyol pada akhir Ramadhan 384 H atau  bertepatan dengan 7 November 994 M. Ia tumbuh dan besar di kalangan para  pembesar dan pejabat. Ayahnya, Ahmad, adalah seorang menteri pada masa  pemerintahan Khalifah al-Mansur dan putranya, al-Muzaffar. Kendati  demikian, kemewahan hidup yang dijalaninya itu tidak menjadikannya lupa  diri dan sombong. Sebaliknya, ia dikenal sebagai seorang yang baik budi  pekertinya, pemaaf dan penuh kasih sayang.</p>
<p>Sebagai seorang anak  pembesar, Ibn Hazm mendapat pendidikan dan pengajaran yang baik. Pada  masa kecilnya, ia dibimbing dan diasuh oleh guru-guru yang mengajarkan  Alquran, syair, dan tulisan indah Arab (khatt). Ketika meningkat remaja,  ia mulai mempelajari fikih dan hadits dari gurunya yang bernama Husain  bin Ali al-Farisi dan Ahmad bin Muhammad bin Jasur. Ketika dewasa, ia  mempelajari bidang ilmu lainnya, seperti filsafat, bahasa, teologi,  etika, mantik, dan ilmu jiwa disamping memperdalam lagi ilmu fikih dan  hadits.<span id="more-1150"></span><br />
Penguasaan terhadap berbagai disiplin ilmu tersebut pada  akhirnya menjadikan Ibn Hazm seorang yang pakar dalam bidang agama.  Kepakarannya ini bukan hanya diakui oleh kaum muslimin, namun juga  diakui oleh kalangan sarjana Barat. Ada sebuah nasehat yang terkenal  dari Ibn Hazm yang ditujukan kepada para pencari ilmu yaitu, &#8220;Jika Anda  menghadiri majelis ilmu, maka janganlah hadir kecuali kehadiranmu itu  untuk menambah ilmu dan memperoleh pahala, dan bukannya kehadiranmu itu  dengan merasa cukup akan ilmu yang ada padamu, mencari-cari kesalahan  dari pengajar untuk menjelekkannya. Karena ini adalah perilaku  orang-orang yang tercela, yang mana orang-orang tersebut tidak akan  mendapatkan kesuksesan dalam ilmu selamanya.&#8221;</p>
<p>Terjun ke politik</p>
<p>Sebagai  anak seorang menteri dan hidup di lingkungan istana, Ibn Hazm mulai  berkenalan dengan dunia politik ketika berusia lima tahun. Pada waktu  itu terjadi kerusuhan politik dalam masa pemerintahan Khalifah Hisyam II  al-Mu&#8217;ayyad (1010-1013 M) yang mengakibatkan Hisyam beserta ayah Ibn  Hazm diusir dari lingkungan istana.</p>
<p>Keterlibatan Ibn Hazm di  bidang politik secara langsung terjadi pada masa pemerintahan Khalifah  Abdurrahman V al-Mustahdir (1023 M) dan Khalifah Hisyam III al-Mu&#8217;tamid  (1027-1031 M). Pada masa kedua khalifah ini Ibn Hazm menduduki jabatan  menteri.</p>
<p>Pada masa pemerintahan Abdurrahman V al-Mustahdir, Ibn  Hazm bersama-sama dengan khalifah berusaha memadamkan berbagai kerusuhan  dan mencoba merebut wilayah Granada dari tangan musuh. Akan tetapi  dalam usaha merebut wilayah itu khalifah terbunuh dan Ibn Hazm  tertangkap. Ia kemudian dipenjarakan.</p>
<p>Hal serupa juga dialaminya  pada masa pemerintahan Hisyam III al-Mu&#8217;tamid. Ibn Hazm pernah  dipenjarakan setelah sebelumnya ia ikut mengatasi berbagai keributan di  istana. Selepas keluar dari tahanan, ia memutuskan untuk meninggalkan  dunia politik dan keluar dari istana.</p>
<p>Sejak keluar dari istana,  Ibn Hazm tidak menetap di satu tempat tertentu, tetapi berpindah-pindah.  Selain mencari ilmu, motivasinya hidup berpindah-pindah tempat karena  ingin mencari ketenangan dan keamanan hidupnya. Sejak saat itu ia juga  mencurahkan perhatiannya kepada penulisan kitab-kitabnya.</p>
<p>Kitab-kitab  karangan Ibn Hazm seperti yang dikatakan oleh anaknya, Abu Rafi&#8217;i  al-Fadl, berjumlah 400 buah. Tetapi karyanya yang paling monumental  adalah kitab al-Ihkam fi Ushul al-Ahkam (Ilmu Ushul Fikih; terdiri dari  delapan jilid) dan kitab al-Muhalla (Ilmu Fikih; terdiri dari tiga belas  jilid). Kedua kitab ini menjadi rujukan utama para pakar fikih  kontemporer.</p>
<p>Karya-karyanya yang lain di antaranya adalah: <em>Risalah fi Fada&#8217;il Ahl al-Andalus</em> (Risalah tentang Keistimewaan Orang Andalus), <em>al-Isal Ila Fahm al-Khisal al-Jami&#8217;ah li Jumal Syarai&#8217; al-Islam</em> (Pengantar untuk Memahami Alternatif yang mencakup Keseluruhan Syariat Islam), <em>al-Fisal fi al-Milal wa al-Ahwa&#8217; wa an-Nihal </em>(Garis Pemisah antara Agama, Paham dan Mazhab), <em>al-Ijma&#8217;</em> (Ijmak), <em>Maratib al-&#8217;Ulum wa Kaifiyah Talabuha</em> (Tingkatan-Tingkatan Ilmu dan Cara Menuntutnya), <em>Izhar Tabdil al-Yahud wa an-Nasara</em> (Penjelasan tentang Perbedaan Yahudi dan Nasrani), dan <em>at-Taqrib lihadd al-Mantiq </em>(Ilmu Logika).</p>
<p>Selain  menulis kitab mengenai ilmu-ilmu agama, Ibn Hazm juga menulis kitab  sastra. Salah satu karyanya dalam bidang sastra yang sangat terkenal  adalah yang berjudul <em>Tauq al-Hamamah </em>(Di Bawah Naungan Cinta).  Kitab ini menjadi karya sastra terlaris sepanjang abad pertengahan.  Kitab yang berisikan kumpulan anekdot, observasi, dan puisi tentang  cinta ini tidak hanya dibaca oleh kalangan umat Islam, tetapi juga kaum  Nasrani di Eropa.</p>
<p>Ibn Hazm wafat di Manta Lisham pada 28  Sya&#8217;ban 456 H bertepatan pada tanggal 15 Agustus 1064 M. Wafatnya Ibn  Hazm cukup membuat masyarakat kala itu merasa kehilangan dan terharu.  Bahkan, Khalifah Mansur al-Muwahidi, khalifah ketiga dari Bani Muwahid  termenung menatap kepergian Ibn Hazm, seraya berucap: &#8220;Setiap manusia  adalah keluarga Ibn Hazm”. ﻿</p>
<p><a href="http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/khazanah/11/03/19/170793-ibn-hazm-ulama-negarawan-dari-spanyol" target="_blank">Sumber</a></p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2011/03/ibn-hazm-ulama-negarawan-dari-spanyol/&via=aanchoto&text=Ibn Hazm, Ulama Negarawan dari Spanyol&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2011/03/ibn-hazm-ulama-negarawan-dari-spanyol/&via=aanchoto&text=Ibn Hazm, Ulama Negarawan dari Spanyol&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2011/03/ibn-hazm-ulama-negarawan-dari-spanyol/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Wang Zipping, Legenda Grandmaster Wushu Muslim Cina</title>
		<link>http://aanchoto.com/2011/03/kisah-wang-zipping-legenda-grandmaster-wushu-muslim-cina/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2011/03/kisah-wang-zipping-legenda-grandmaster-wushu-muslim-cina/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Mar 2011 14:48:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=1135</guid>
		<description><![CDATA[Seratusdelapanpuluh kilometer dari utara Kota Terlarang (Beijing saat ini), terletak Changzhou, tempat tinggal suku Hui. Hui adalah suku Muslim di Cina. Namun, selain Islam, ada hal yang menjadi kecintaan anggota suku, yakni tradisi seni bela diri. Sebelum penemuan senjata, Wushu merupakan alat utama pertempuran dan pertahanan diri di Cina. Para pemimpon Hui selalu mendorong anggotanya&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1136" title="wang_zipping" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2011/03/wang_zipping.jpg" alt="" width="360" height="260" />Seratusdelapanpuluh kilometer dari utara Kota Terlarang (Beijing saat  ini), terletak Changzhou, tempat tinggal suku Hui. Hui adalah suku  Muslim di Cina. Namun, selain Islam, ada hal yang menjadi kecintaan  anggota suku, yakni tradisi seni bela diri.</p>
<p>Sebelum penemuan  senjata, Wushu merupakan alat utama pertempuran dan pertahanan diri di  Cina. Para pemimpon Hui selalu mendorong anggotanya mempelajari Wushu  sebagai &#8216;kebiasaan suci&#8217; demi memperkuat disiplin dan keberanian untuk  memperjuangkan sekaligus bertahan di tanah mereka.</p>
<p>Saat itu  masjid-masjid, bagi suku Hui, bukan hanya tempat untuk beribadah, tapi  juga medan latihan bagi grandmaster untuk menempa dasar-dasar Wushu  kepada murid-murid yang antusias.</p>
<p>Seperti banyak Hui yang lain,  Wang Ziping lahir di tengah keluarga miskin. Ayahnya bekerja sebagai  petinju bayaran. Saat masih bocah, Ziping menunjukkan keinginan kuat  belajar Wushu. Bela diri ini adalah identitas Hui. Tidak ada Hui&#8211;yang  saat itu hanya senilai upah garam&#8211;akan berani menjalani hidup tanpa  &#8220;Latihan Delapanbelas Pukulan Pertempuran&#8221; dan &#8220;Tinju Diagram Delapan&#8221;  melekat pada tubuh dan pikiran.<span id="more-1135"></span><br />
Selain Wushu, Hui juga mendalami  ajaran Islam. Dengan demikian kehidupan Hui adalah campuran antara buruh  miskin, latihan keras dan spiritual mendalam. Kemampuan luar biasa  mereka dalam Wushu bukan sesuatu yang datang sekejap mata.</p>
<p>Begitu  pula yang dialami Ziping. Di tengah pelajaran mengaji Al Qur&#8217;an, Ziping  juga harus mengangkat batu berat untuk membangun stamina, kekuatan dan  galian parit yang kian lama kiat luas begitu kemampuannya melompat  meningkat. Keseimbangan yang baik diasah dengan cara berbahaya. Zipping  ditanam dalam tanah.</p>
<p>Saat itu pula Zipping membaca lantunan zikir. Kekuatan dan  keseimbangannya pun bertambah berlipat ganda. Konsentrasi yang biasa  dilakukan saat shalat sebagai tuntutan dalam Islam menjadi tulang  punggung sesolid batu bagi gerakan mengalir Wushu.</p>
<p>Iklim di  Changzou cukup sejuk ketika musim panas, namun dingin saat musim salju.  Dalam bulan-bulan musim dingin salju jarang turun sehingga memungkina  latihan tetap digelar. Zipping berlatih dengan seluruh elemen untuk  membuat tangguh tubuhnya. Begitu ia menginjak usia 14 tahun, ia sudah  bisa melompat lebih dari 3 meter dari posisi berdiri.</p>
<p>Sayang  bocah dengan tubuh setegap pria dewasa dan kualitas petarung itu tak  memiliki guru. Ayahnya yang keras kepala menolak memasukkan Zipping ke  sekolah Wushu. Setengah putus asa mencari guru dan teman, ia jatuh ke  dalam komunitas rahasia yang menyebut diri mereka &#8220;Jurus Kebenaran dan  Keharmonian&#8221;.</p>
<p>Akhirnya Wang Zipping memutuskan pergi dan  mengembara ke selatan Jinan, di mana ia menjadi musafir yang tinggal di  sebuah Masjid Besar. Dalam ruang utama masjid itulah, Zipping bertemu  pria seperti dirinya, seorang petinju. Ia bernama Yang Hongxiu,  grandmaster Wushu yang akhirnya menjadi gurunya.</p>
<p>Dan Zipping pun  dengan serius mulai mempelajari gerakan burung dan mamalia, seperti  elang menukik menyambar mangsa, gerakan kelinci melintas padang rumput,  hingga lompatan jitu anjing menghindar dari bahaya. Ia menyerap semua  karakter gerakan itu kemudian menciptakan gayanya sendiri. Stamina dan  refleksnya yang kian berkembang, membuat Zipping tak hanya kuat tetapi  juga cepat&#8211;sebuah kombinasi mematikan dalam Wushu.</p>
<p>Seorang  dianggap Grandmaster ketika ia mampu menggunakan alat apa pun sebagai  senjata. Pengembangan kemampuan ini adalah seni sekaligus kebutuhan  dalam Wushu. Zipping, menjadi luar biasa fasih dengan semua senjata  utama.</p>
<p>Dia sangat mahir terutama dalam melakukan Qinna, yakni  teknik sergapan yang dapat mengunci sendi dan otot-otot lawan dalam  persiapan melakukan serangan dahsyat; Shuaijiao.  Nama yang terakhir itu  adalah gaya bertarung tangan kosong yang menggabungkan prinsip Tai Chi,  Hard Qigong dan Teknik Meringankan Tubuh.</p>
<p>Ia mendapat pengakuan  sebagai seniman bela diri yang utuh. Pada saat bersamaan ia juga pakar  dalam trauma tulang. Ia mengombinasikan pengetahuan mendalam dalam Qinna  dengan ketrampilang mengatur tulang. Akhirnya ia menemukan sistem  penyembuhan untuk cedera Wushu dan olahraga di utara Cina.</p>
<p><strong>Legenda Klasik</strong></p>
<p>Banyak kisah, ada yang asli dan juga sekedar mitos, yang telah  disematkan pada sosoknya. Namun yang selalu diulang adalah kisah satu  ini.</p>
<p>Selama melakukan praktek pengobatan di Jiaozhou, Jerman  ditugaskan untuk membangun rel kereta api dari kawasan itu menuju Jinan.  Proyek mercusuar itu adalah harga mahal yang harus dibayar setelah Ratu  Ci&#8217;xi gagal dalam pemberontakan tinju. Rel dibuat dengan yang tujuan  memperluas dan mengkokohkan kontrol Eropa atas daratan Cina.</p>
<p>Reputasi  Zipping bukannya tak diketahui oleh Jerman. Lebih cerdas dan berani  dari pada koleganya, para Jerman berupaya mempermainkannya. Seorang  petinggi militer Jerman bersiasat dengan menempatkan penggilingan batu  besar di depan stasiun rel kereta api dan menantang siapa pun untuk  mengangkatnya.</p>
<p>Zipping yang tidak pernah bisa tahan dengan  penghinaan terhadap orang Cina, secara alami langsung gusar. Seperti  yang diharapkan Jerman, Zipping masuk perangkap.</p>
<p>&#8220;Bagaimana kalau saya bisa mengangkatnya,&#8221; tanya Zipping.</p>
<p>&#8220;Maka gilingan itu menjadi milikmu,&#8221; para Jerman menjawab dengan tampang mengolok-olok.</p>
<p>&#8220;Bila saya gagal?&#8221;</p>
<p>&#8220;Maka kamu harus membayar,&#8221;</p>
<p>Zipping  denga mudah mengangkan gilingan batu itu, meninggalkan para Jerman  tercengang-cengang. Seorang warga Amerika yang bekerja sebagai guru  fisika di tempat itu, menyaksikan aksi Zipping. Ia pun menantang duel.</p>
<p>Saat  berjabat tangan mengawali pertandingan, tiba-tiba si Amerika dengan  kuat memegang tangan Zipping dan berupaya membantingnya ke tanah.  Zipping secepat kilat menyapukan kaki ke bagian bawah tubuh lawannya dan  membuatnya ambruk.</p>
<p>Karena reputasinya, Zipping ditunjuk sebagai  kepala Divisi Shaolin di Institut Pusat Seni Bela Diri. Ia juga pernah  menjabat wakil presiden Asosiasi Whusu Cina, organisasi Wushu tertinggi  di CIna.</p>
<p>Ia memegang banyak gelar dan tanggung jawab, termasuk  konsultan sejumlah rumah sakit besar di penjuru Cina. Karirnya sebagai  pakar bela diri juga kian menajam setelah ia melakoni banyak duel dengan  orang asing. Ia selalu ingin membuktikan bahwa Cina bukan ras inferior.</p>
<p>Meski  dalam usia senja, Zipping tak pernah kehilangan kekuatan dan  kecepatannya. Pada 1960 ketika ia menjadi pelatih dan direktur grup  pelajar Wushu yang menyertai perdana menteri saat itu, Zhou Enlai,  melawat ke Burma, ia diminta mendemonstrasikan kemampuannya. Di depan  tuan rumah ia menampilkan jurus dengan senjata luar biasa berat, Pedang  Naga Hitam. Dengan teknik tinggi, kemampuan dan semangat muda, tak  satupun orang berpikir ia telah berkepala delapan.</p>
<p><a href="http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/khazanah/11/02/24/165878-kisah-wang-zipping-legenda-grandmaster-wushu-muslim-cina-1881-1973-">Sumber</a></p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2011/03/kisah-wang-zipping-legenda-grandmaster-wushu-muslim-cina/&via=aanchoto&text=Kisah Wang Zipping, Legenda Grandmaster Wushu Muslim Cina&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2011/03/kisah-wang-zipping-legenda-grandmaster-wushu-muslim-cina/&via=aanchoto&text=Kisah Wang Zipping, Legenda Grandmaster Wushu Muslim Cina&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2011/03/kisah-wang-zipping-legenda-grandmaster-wushu-muslim-cina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jejak Pembuatan Tembikar dalam Sejarah Islam</title>
		<link>http://aanchoto.com/2010/12/jejak-pembuatan-tembikar-dalam-sejarah-islam/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2010/12/jejak-pembuatan-tembikar-dalam-sejarah-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Dec 2010 01:04:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendididkan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=866</guid>
		<description><![CDATA[Jejak peradaban Islam tertoreh juga pada tembikar. Benda berbahan tanah liat yang bermotif indah itu hadir melalui proses yang cukup panjang. Menyerap teknik pembuatan dari beraneka sumber, mengkajinya, dan mengembangkannya sendiri. Para ahli kimia turut menyumbang pemikiran bagaimana memadu bahan agar tembikar berkualitas. Nyatanya, tembikar yang menjadi satu buah peradaban Islam menuai sanjungan. Philip K&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-870" title="tembikar" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2010/12/tembikar.jpg" alt="" width="252" height="182" />Jejak peradaban Islam tertoreh juga pada tembikar. Benda berbahan tanah  liat yang bermotif indah itu hadir melalui proses yang cukup panjang.  Menyerap teknik pembuatan dari beraneka sumber, mengkajinya, dan  mengembangkannya sendiri. Para ahli kimia turut menyumbang pemikiran  bagaimana memadu bahan agar tembikar berkualitas.</p>
<p>Nyatanya,  tembikar yang menjadi satu buah peradaban Islam menuai sanjungan. Philip  K Hitti melontarkan kekagumannya. Melalui bukunya, History of the  Arabs, ia menyatakan, di tangan seniman Muslim, seni tembikar mencapai  tingkat keindahan yang sulit ditandingi.</p>
<p>Keindahan yang tertoreh  pada tembikar mewujud melalui lukisan manusia, hewan, dan tumbuhan,  selain bentuk geometris dan epigraf. Karya ini segera berkembang pesat  hingga menjadi sebuah industri yang sangat maju di beberapa wilayah  Islam. Sentra produksi tembikar ada di Antiokia, Aleppo, Damaskus, Tyre,  dan Phoenix.<span id="more-866"></span><br />
Sejumlah tembikar peninggalan umat Muslim pada  zaman pertengahan masih tersisa. Sebagian masih disimpan di Museum  Lauvre, British Museum, dan Arabic Museum di Kairo, Mesir. Tembikar  memiliki kegunaan luas. Salah satunya untuk hiasan dan menjadi bagian  dari dekorasi bangunan megah.</p>
<p>Salah satu yang terkenal adalah  tembikar Qasyani. Karya seni asal Persia itu berhias gambar bunga dan  diakui keistimewaannya oleh banyak kalangan. Perkembangan seni tembikar  di dunia Islam bermula sejak abad ke-7 Masehi. Pengetahuan pembuatan  barang itu diserap dari sejumlah sumber, seperti Persia dan Cina.</p>
<p>Teknik-teknik  yang diadopsi dari luar kemudian dipadukan dengan teknik yang  dikembangkan oleh umat Islam. Maka itu, hadirlah sebuah karya seni  dengan reputasi menjulang sepanjang masa.Dalam tulisannya berjudul The  Potters of Islam, John Luter mencatat kontribusi sains Islam dalam  pengembangan tembikar. Menurut dia, pembuatan tembikar berkualitas oleh  masyarakat Muslim terinspirasi keunggulan teknik yang dikembangkan di  Cina. Bangsa Cina dikenal dengan tembikarnya yang kuat, tidak mudah  pecah, berbalut dekorasi warna-warni, dan mengilap.</p>
<p>Buku karya  Muhammad bin alHusayn al-Baihaki yang berangka tahun 1059 Masehi menjadi  rujukan para sejarawan kontempoter. Al Baihaki berkata, seorang  gubernur dari Khurasan, Iran, mengirimkan hadiah kepada Khalifah Harun  alRasyid berupa tembikar yang berasal dari Cina.</p>
<p>Sang khalifah  terpikat keindahan benda itu. Lalu, ia mendorong seniman Muslim untuk  membuat karya yang tak kalah hebatnya. Inisiatif ini memicu banyak  seniman terkemuka berdatangan ke Baghdad, ibu kota pemerintahan, untuk  memenuhi tantangan Khalifah Harun al-Rasyid. Karya awal mereka masih  berupa eksperimen. Seiring waktu, kajian teknik untuk melahirkan karya  berkualitas gencar dilakukan. Kemudian, hadirlah motif, rancangan,  ataupun dekorasi baru. Begitu pula teknik dan metode pembuatan tembikar  berkembang begitu pesat dan diperbarui dari waktu ke waktu.</p>
<p>Salah  satu inovasi penting adalah kemampuan mewujudkan lukisan yang berkilau.  Beberapa sumber sejarah menyebut teknik itu pertama kali diciptakan  bangsa Mesir dan Cina. Umat Islam mengadopsi metode itu bahkan  memperbaikinya untuk memperoleh kualitas yang lebih baik.</p>
<p>Para  seniman pada masa Abbasiyah memunculkan kreasi warna keemasan dan juga  menghadirkan motif mengilap pada tembikar yang biasanya hanya dihias  warna biru, hijau, atau abu-abu. Teknik itu, sambung John Luter, memakai  bahan sulfur dan zat asam serta dicampurkan dengan material tanah  lempung.</p>
<p>Bahan campuran itu dipakai sebagai cat pada motif  lukisan. Goresan motif gambar dilakukan segera setelah tembikar itu  melalui proses pencetakan dan pembakaran. Setelah digambar dan diberi  motif atau dekorasi, sekali lagi tembikar itu dibakar untuk mencegah  pengapuran. &#8220;Ketika residu bahan perlahan menghilang selama proses pem  bakaran, efek mengilap dari cat tadi muncul sehingga menjadikan tembikar  itu tampak sangat indah,&#8221; ujar John Luter. Menurut dia, bahan pembuat  tembikar yang juga paling umum digunakan adalah semacam semen putih.</p>
<p>Di  sini, ahli kimia Muslim memainkan peran penting. Mereka menemukan bahan  yang sanggup menghasilkan tembikar berkualitas tinggi. Kian majunya  teknik pembuatan tembikar memantik lahirnya industri tembikar. Masa-masa  pentingnya berlangsung dalam kurun abad ke-9 hingga abad ke-13 Masehi.</p>
<p>Ragam  tembikar dan variasi motif membanjiri kota-kota besar Islam.  Gedung-gedung dan istana berhias barang tembikar nan indah. Di sisi  lain, seni tembikar Islam juga mendapatkan sentuhan aspek kaligrafi. Hal  ini menambah keunggulan dan keistimewaan yang tidak ada pada peradaban  lainnya.</p>
<p>Kaligrafi bukan sekadar untuk menghias permukaan  tembikar. Pada beberapa daerah, kalimat kaligrafi yang tersemat di  permukaan tembikar mencerminkan tradisi keagamaan ataupun kondisi umat  Muslim setempat. Tak dimungkiri bahwa masyarakat pada masa itu telah  memandang seni tembikar bukan sekadar hiasan, tapi juga ekspresi  keyakinan.</p>
<p>Hingga masa kekuasaan Dinasti Seljuk, penelitian  ilmiah dan kreasi baru seni tembikar tak henti bermunculan. Seniman era  ini mengenalkan tembikar jenis baru, yaitu faience. Tembikar itu terbuat  dari bahan semen putih dicampur dengan cairan alkalin yang memunculkan  efek kaca. Risalah dari Abulqassim pada tahun 1301 Masehi menjelaskan  teknik dan proses pembuatan faience. Dalam salah satu bagian risalah, ia  menuturkan, untuk menambah kekuatan tembikar, para pembuatnya  mengurangi kadar air pada bahan-bahan dasar tembikar.</p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/12/jejak-pembuatan-tembikar-dalam-sejarah-islam/&via=aanchoto&text=Jejak Pembuatan Tembikar dalam Sejarah Islam&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/12/jejak-pembuatan-tembikar-dalam-sejarah-islam/&via=aanchoto&text=Jejak Pembuatan Tembikar dalam Sejarah Islam&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2010/12/jejak-pembuatan-tembikar-dalam-sejarah-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tradisi Diplomasi dalam Sejarah Islam</title>
		<link>http://aanchoto.com/2010/12/tradisi-diplomasi-dalam-sejarah-islam/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2010/12/tradisi-diplomasi-dalam-sejarah-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Dec 2010 00:02:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=864</guid>
		<description><![CDATA[Jalan diplomasi sudah lama dibangun. Banyak cendekiawan yang dilibatkan dalam menjalin hubungan dengan bangsa dan peradaban lain. Pemerintahan Islam di abad pertengahan banyak mengirim diplomatnya, selain untuk menjaga pertemanan, juga untuk mewujudkan perdamaian. Jere L Bacharach dalam bukunya Medieval Islamic Civilization, an Encyclopedia mengatakan, praktik diplomasi sudah menjadi bagian dari politik Islam sejak berabadabad silam.&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jalan diplomasi sudah lama dibangun. Banyak cendekiawan yang dilibatkan  dalam menjalin hubungan dengan bangsa dan peradaban lain. Pemerintahan  Islam di abad pertengahan banyak mengirim diplomatnya, selain untuk  menjaga pertemanan, juga untuk mewujudkan perdamaian.</p>
<p>Jere L  Bacharach dalam bukunya Medieval Islamic Civilization, an Encyclopedia  mengatakan, praktik diplomasi sudah menjadi bagian dari politik Islam  sejak berabadabad silam. Sejarawan ini mencatat, terdapat dua  karakteristik diplomasi yang dipraktikkan umat Islam.</p>
<p>Pertama,  pada masa awal Islam, tujuan religius menjadi fokus. Diplomasi adalah  untuk mengajak kaum di luar Islam untuk memeluk Islam, beriman kepada  Allah SWT dan Rasul-Nya. Sedangkan, karakteristik kedua, lebih bersifat  politis. Pada masa pemerintahan Islam banyak ekspedisi dan perluasan  wilayah.<span id="more-864"></span><br />
Mereka harus berhubungan dengan banyak negara dan  peradaban lain. Diplomasi dibutuhkan untuk memperkuat aliansi,  pertukaran pengetahuan, perdagangan, dan perdamaian. Ibnu Batutta  menjadi salah satu tokoh utusan yang mewarnai perkembangan diplomasi di  dunia Islam.</p>
<p>Ia dikenal pula sebagai penjelajah terbesar bangsa  Arab. Hampir separuh dunia pernah dikunjunginya. Ibnu Batutta melakukan  ekspedisi pengembaraan hingga puluhan tahun lamanya. Nama lengkap tokoh  asal Maroko itu adalah Syamsuddin Muhammad bin Abdullah alTanji. Namun,  lebih dikenal dengan panggilan Ibnu Batutta.</p>
<p>Dirinya mengabdi  pada pemerintahan Sultan Abu `Inan. Beberapa ekspedisi perjalanannya  dicatat pada karya yang ditulis sarjana bernama Ibnu Jauzi. Selain  menjadi pengembara, Ibnu Batutta juga ahli geografi yang cermat.  Keistimewaan yang dimilikinya membuatnya diberi kepercayaan oleh Sultan  Abu `Inan.</p>
<p>Sultan menunjuknya sebagai utusan Islam untuk Dinasti  Yuan, penguasa negeri Cina. Ibnu Battuta menerima amanat tersebut dan  berangkat ke wilayah timur jauh. Berkat pengetahuan yang luas dan  kecakapannya dalam bernegosiasi, terjalin hubungan erat antara  pemerintahan Islam dan Cina.</p>
<p>Selama berabad-abad hampir tak ada  konflik yang muncul dalam hubungan kedua pemerintahan itu. Bahkan,  terjadi transfer pengetahuan yang pesat. Kerja sama perdagangan kian  meningkat. Selain Ibnu Batutta, muncul pula nama lainnya, yaitu Nadhir  al-Harami.</p>
<p>Ia pemimpin rombongan utusan Khalifah al-Muqtadir ke  kawasan Volga Bulgars. Sebuah negara yang terletak di Sungai Volga dan  Kama, Rusia. Seluruh kisah perjalanan maupun langkah diplomasi alHarami  terekam dalam buku berjudul Ar-Risalah karya Ibnu Fadhlan. Ia merupakan  sekretaris rombongan.</p>
<p>Al-Harami sukses menjalankan titah  khalifah. Sebelumnya, penguasa dan masyarakat Volga Bulgas bersedia  mempelajari agama Islam. Utusan dari Volga tiba di Baghdad pada 920  Masehi. Mereka meminta kepada khalifah agar dikirimkan ahli-ahli agama  untuk mengajar di sana.</p>
<p>Ada pula nama Abd el Ouahed bin Messaoud.  Ia bekerja di pemerintahan saat Ahmad al-Mansur menjadi penguasa Maroko  pada sekitar abad ke-16. Jabatannya adalah sekretaris kerajaan. Saat  itu umat Islam di Maroko sedang menghadapi pertikaian dengan bangsa  Spanyol.</p>
<p>Abd el-Ouahed lantas diutus menemui Ratu Elizabeth I  dari Inggris. Tujuannya agar terjalin aliansi antara Maroko dan Inggris  untuk bersama menghadapi kekuatan armada Spanyol. Jalan ini ditempuh  karena sebelumnya kekuatan Inggris mampu mengalahkan armada Spanyol,  yaitu pada 1588 Masehi.</p>
<p>Mereka lantas menguasai wilayah Cadiz.  Pasukan Maroko menang atas Spanyol pada pertempuran Alcazar tahun 1578.  Dua momen itu mengilhami Ahmad al-Mansur. Dia ingin dua kekuatan,  Inggris dan Maroko, bersatu. Lantas dikirimlah diplomat terbaiknya, Abd  el Ouahed yang tiba di Inggris pada 1600 Masehi.</p>
<p>Selama  menjalankan misi diplomasinya, Abd el Ouahed didampingi Haji Messa dan  Haji Bahanet. Pun seorang penerjemah bernama Abd el Dodar. Tujuan lain  utusan ini adalah membuka jalur perdagangan antara kedua negara. Mereka  bertemu Ratu pada 19 Agustus dan 10 September.</p>
<p>Rombongan itu  menghabiskan waktu selama enam bulan di Inggris. Saat itu, Ratu belum  memberikan jawaban atas tawaran kerja sama dalam menghadang Spanyol.  Namun, ia menerima keinginan Maroko untuk menjalin perdagangan. Abd el  Ouahed berusaha menjalankan tugas dengan sebaikbaiknya.</p>
<p>Ia  membahas dengan perinci prinsip-prinsip kerja sama yang akan dijalankan  kedua negara. Seperti besaran kompensasi dari masing-masing negara untuk  memperkuat perniagaan. Demikian pula bantuan pembuatan kapal perang.  Menurut Jere Bacharach, Abd el Oauahed menunjukkan dedikasi luar biasa.</p>
<p>Bacharach  mengatakan, Abd el Oauahed memiliki karakter seorang diplomat sejati  yaitu loyal, berpengetahuan luas, mahir berbicara, cermat, pantang  menyerah, dan tegas. Menurut dia, pengiriman misi diplomatik semacam itu  juga lazim dilakukan penguasa Islam di Spanyol maupun Palestina.</p>
<p>Praktik  itu kian intensif karena kerap timbul gejolak di kawasan tersebut. Para  diplomat dan utusan dengan keahlian hebat sangat dibutuhkan untuk  meneruskan peradaban Islam yang gemilang.</p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/12/tradisi-diplomasi-dalam-sejarah-islam/&via=aanchoto&text=Tradisi Diplomasi dalam Sejarah Islam&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/12/tradisi-diplomasi-dalam-sejarah-islam/&via=aanchoto&text=Tradisi Diplomasi dalam Sejarah Islam&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2010/12/tradisi-diplomasi-dalam-sejarah-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Warisan Islam dalam Ilmu Anatomi</title>
		<link>http://aanchoto.com/2010/10/warisan-islam-dalam-ilmu-anatomi/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2010/10/warisan-islam-dalam-ilmu-anatomi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Oct 2010 11:05:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=777</guid>
		<description><![CDATA[Ilmuwan ternama al-Ghazali pernah berujar, pelajari anatomi secara mendalam, manusia akaN mengetahui fungsi seluruh organ tubuh dan struktur tubuh. Ujaran al-Ghazali ini seakan menjadi langkah awal ilmuwan Muslim mendalami anatomi tubuh, atau banyak kalangan menyebutnya pula sebagai ilmu urai tubuh. Minat akan bidang ini tumbuh pesat hingga menjelma sebagai sebuah spesialisasi dalam kedokteran Muslim. Lewat&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-778" title="ilmu anatomi islam" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2010/10/ilmu-anatomi-islam.jpg" alt="" width="252" height="182" />Ilmuwan ternama al-Ghazali pernah berujar, pelajari anatomi secara mendalam, manusia akaN mengetahui fungsi seluruh organ tubuh dan struktur tubuh. Ujaran al-Ghazali ini seakan menjadi langkah awal ilmuwan Muslim mendalami anatomi tubuh, atau banyak kalangan menyebutnya pula sebagai ilmu urai tubuh.</p>
<p>Minat akan bidang ini tumbuh pesat hingga menjelma sebagai sebuah spesialisasi dalam kedokteran Muslim. Lewat The Revival of the Religious Science, alGhazali tak hanya mengurai seluk-beluk aspek pengobatan. Ia memaparkan pula bahwa telah berabad-abad lamanya para dokter Muslim menguasai pengetahuan tentang anatomi dan fisiologi.<span id="more-777"></span><br />
Termasuk kaitan kedua ilmu tersebut dengan ilmu bedah. Al-Ghazali menjelaskan, tanpa mengetahui struktur anatomi, sulit melakukan operasi pembedahan. Selama ini, ia dikenal sebagai sosok yang menguasai berbagai disiplin ilmu. Di bidang bedah dan anatomi, keahliannya sangat disegani.</p>
<p>Ia merumuskan filosofinya sendiri mengenai hal itu. Bagi dia, operasi bedah harus mampu mengembalikan fungsi anatomi atau organ tubuh yang rusak. Pemikirannya ini selanjutnya menginsipirasi para praktisi medis setelah masanya. Anatomi memikat hati para dokter Muslim. Terbukti banyak yang ikut bergabung untuk mendalami anatomi.</p>
<p>Mereka menuliskan literatur ilmiah yang begitu berharga, serta menandai era itu dengan torehan emas pada lintasan sejarah kedokteran di dunia Islam. Setelah itu, muncul ke permukaan nama alZahrawi. Kemampuannya boleh disejajarkan dengan al-Ghazali. Sebab, alZahrawi juga diakui banyak orang sebagai seorang pakar.</p>
<p>Dokter dari Andalusia pada abad kesepuluh yang bernama lengkap Abu Qasim al-Zahrawi ini mempunyai banyak pemikiran brilian. Misalnya, ia merupakan penggagas ilmu diagnosa sampai penyembuhan penyakit telinga. Ia merintis operasi pembedahan telinga guna mengembalikan pendengaran pasiennya.</p>
<p>Pengetahuan anatomi ia andalkan dalam operasi tersebut. Al-Zahrawi memerhatikan anatomi syaraf halus, pembuluh darah, dan otot. Segala pengetahuan yang ia kuasai itu kemudian ia rangkum dalam bukunya, At Tashrif li Man Arjaza at Ta&#8217;lif (Buku Pedoman Kedokteran).</p>
<p>Anatomi tubuh merupakan salah satu bahasan yang termuat dalam bukunya itu. Juga pada bidang yang membuat namanya terkenal di dunia kedokteran, yaitu pembedahan, serta alat-alat bedah. Bahkan, banyak model alat bedah yang ia buat masih digunakan dalam kedokteran modern.</p>
<p>Buku Al-Kafi fi al-Kuhl fi at-Thibb yang ditulis Abi Mahasin juga berpengaruh pada kajian anatomi, khususnya pada anatomi mata. Buku dari abad ke-13 itu menyajikan deskripsi tentang operasi mata, termasuk beberapa bagian dari organ mata yang perlu mendapat perhatian.</p>
<p>Ilmuwan penting yang turut mencurahkan perhatiannya pada anatomi adalah Ibnu Nafis (1210-1288). Pada bab pendahuluan dari bukunya yang terkenal, Syarhu Tasyrih Ibnu Sina (Komentar atas Anatomi Ibnu Sina), ia menjelaskan bahwa buku ini adalah panduan agar para dokter bisa menguasai pengetahuan dasar anatomi.</p>
<p>Ia pun berkomentar terhadap Canon of Medicine karya Ibnu Sina, terutama mengenai kerja jantung. Ia mengatakan, jantung memiliki dua kamar. Darah dari kamar jantung kanan harus mengalir ke bagian kiri, namun tidak ada yang menghubungkan kedua bagian ini.<br />
Menurut dia, tak ada pori-pori tersembunyi dalam jantung, seperti kata Galen.</p>
<p>Secara keseluruhan, ia menilai fungsi organ ini sangat penting dalam mengatur sirkulasi darah ke seluruh bagian tubuh. Sejarah mencatatnya sebagai orang pertama yang mendeskripsikan peredaran darah, khususnya pembuluh darah kapiler. Pada bagian lain, Ibnu Nafis menyingkap anatomi dan sirkulasi paru-paru.</p>
<p>Menurut Edward Coppola dalam William Osler Medal Essay, Ibnu Nafis berpandangan bahwa terdapat sejumlah bagian di dalam paru-paru, antara lain bronkus, arteria venosa, dan vena arteriosa. Ketiga bagian tersebut terhubung dengan jaringan daging berongga. Ibnu Nafis berhasil memperjelas perbedaan masing-masing dari organ tubuh.</p>
<p>Pengetahuan semacam ini diperlukan sebelum melakukan operasi pembedahan. Berabad-abad kemudian, warisan intelektual Ibnu Nafis dalam investigasi anatomi banyak memberikan pengaruh pada ilmuwan Barat, yakni Valverde dan Realdo Colombo. Abd al-Latif al-Baghdadi pun tercatat memberi sumbangan penting.</p>
<p>Ia mengoreksi susunan anatomi tulang rahang yang dibuat seorang dokter dari Yunani, Galen. Tulisannya terkait hal itu membuka jalan bagi studi tentang tulang di Mesir. Harus diakui, prestasi paling mengagumkan terjadi setelah hadirnya karya Mansyur bin Muhammad bin Ahmad bin Yusuf bin Ilyas.</p>
<p>Tokoh asal Persia ini adalah dokter Muslim pertama yang membuat gambar anatomi tubuh manusia dengan akurat. Warisan luar biasanya itu pada masa berikutnya dinamakan &#8220;Anatomi Mansyur&#8221;. Karyanya itu ia persembahkan untuk penguasa dari Mongol, Timur Lenk, yang menguasai Fars selama kurun waktu 797-811.</p>
<p>Bahasan lengkap tentang lima organ tubuh, yakni tulang, syaraf, otot, pembuluh darah, dan arteri, ada dalam karya yang ia tulis. Tiap-tiap bagian diilustrasikan melalui diagram bergambar. Termasuk bagaimana terhubung dengan dua organ utama: jantung dan otak.</p>
<p>Ada pula bab tentang formasi fetus yang dideskripsikan lewat ilustrasi gambar perempuan hamil. Risalahnya yang berjudul Tashrih i badan i Insan itu ditulis dalam bahasa Persia dan telah diterjemahkan ke beberapa bahasa sejak abad ke-15. Keseluruhan ilustrasi anatomi dari al-Mansyur mencakup sekitar 70 bagian.</p>
<p>Sementara itu, Ibnu Zuhr atau Avenzoar, setelah menguasai bidang anatomi, merintis pekerjaan bedah mayat postmortem di dunia Islam. Secara berurutan, dalam buku Taysier fi al-Mudawat wa atTabdis (Practical Manual of Treatment and Diets), ia menguraikan anatomi kepala hingga kaki.</p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/10/warisan-islam-dalam-ilmu-anatomi/&via=aanchoto&text=Warisan Islam dalam Ilmu Anatomi&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/10/warisan-islam-dalam-ilmu-anatomi/&via=aanchoto&text=Warisan Islam dalam Ilmu Anatomi&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2010/10/warisan-islam-dalam-ilmu-anatomi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jaringan Jalan di Masa Dinasti Abbasiyah</title>
		<link>http://aanchoto.com/2010/08/jaringan-jalan-di-masa-dinasti-abbasiyah/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2010/08/jaringan-jalan-di-masa-dinasti-abbasiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Aug 2010 12:09:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=617</guid>
		<description><![CDATA[Sistem transportasi yang terintegrasi telah lama dimiliki umat Islam. Jalan-jalan dibangun secara terencana. Menghubungkan ibu kota kekhalifahan dengan kota-kota lain. Selain itu, berfungsi pula menopang kegiatan komersial, sosial, administratif, militer, dan sejumlah hal lainnya. Pembuatan jaringan jalan mulai menggeliat ketika Dinasti Abbasiyah berkuasa di abad ke-8. Saat itu, fokus utama dinasti tersebut adalah mewujudkan stabilitas&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-618" title="sketsa jaringan jalan" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2010/08/sketsa_jaringan_jalan.jpg" alt="" width="216" height="156" />Sistem transportasi yang terintegrasi telah lama dimiliki umat Islam.  Jalan-jalan dibangun secara terencana. Menghubungkan ibu kota  kekhalifahan dengan kota-kota lain. Selain itu, berfungsi pula menopang  kegiatan komersial, sosial, administratif, militer, dan sejumlah hal  lainnya.</p>
<p>Pembuatan jaringan jalan mulai menggeliat ketika Dinasti  Abbasiyah berkuasa di abad ke-8. Saat itu, fokus utama dinasti tersebut  adalah mewujudkan stabilitas serta kemakmuran. Bukan lagi penaklukan  wilayah seperti pada dinasti sebelumnya. Maka itu, mereka berpikir  perlunya sistem jaringan transportasi dan komunikasi yang andal.<span id="more-617"></span>Baghdad  sebagai ibu kota pemerintahan, menjadi sentral. Beberapa jalur yang  dibuka, semuanya dari dan menuju kota ini. Dengan keberadaan jalan,  ungkap Mansour Elbabour dalam System of Cities: an Alternative Approach  to Medieval Islamic Urbanism, tercipta integrasi dengan kota-kota  provinsi utama hingga wilayah perbatasan.</p>
<p>Kota-kota tersebut  memang diharapkan dapat menunjang gerak kehidupan di ibu kota dengan  berbagai komoditas yang dihasilkan. Pembangunan jaringan jalan terbagi  dalam dua periode. Pada abad ke-9, seluruh jaringan transportasi masih  berpusat di Baghdad. Jalan utama atau jalan negara menghubungkan Baghdad  dengan kota provinsi yang strategis.</p>
<p>Periode kedua, yakni di  abad ke-10 ketika terjadi perkembangan luar biasa di sejumlah provinsi.  Kondisi itu membuat kota-kota provinsi kian otonom. Baghdad bukan lagi  satu-satunya pusat pertumbuhan. Dengan demikian, pembangunan jaringan  jalan di provinsi memiliki fungsi yang sejajar dengan jalan negara.</p>
<p>Beberapa  aspek menuntut kebutuhan akan jaringan jalan yang tersistematisasi.  Seperti komunikasi antaranggota masyarakat kian intens. Hubungan  terjalin di berbagai bidang. Mereka pun membutuhkan kecepatan waktu  untuk mempermudah urusan, dan itu hanya bisa dipenuhi lewat sistem  transportasi yang baik.</p>
<p>Jalan-jalan yang terbangun dengan baik,  memberi kemudahan pula bagi pejabat pemerintah pusat yang seringkali  menginspeksi wilayah kekuasaannya. Di sisi lain, pada masa itu bangkit  gairah keagamaan di dunia Islam. Umat Islam selalu berharap dapat  mengunjungi kota suci Makkah dan Madinah.</p>
<p>Perjalanan harus  difasilitasi dengan adanya jaringan yang menghubungkan kota-kota yang  bisa mengantarkan umat Islam ke sana. Secara garis besar, terdapat empat  jaringan jalan utama. Masing-masing bermula dari Baghdad sebagai ibu  kota pemerintahan.</p>
<p>Ada pula yang disebut dengan jaringan jalan  kelima. Yaitu, berupa jalur transportasi air melintasi Sungai Tigris  menuju Basra dan Teluk Arab. Jaringan pertama adalah Jalan Raya  Khurasan. Al-Yaqubi, sejarawan Muslim yang hidup di abad ke9,  menyebutnya jaringan besar.</p>
<p>Jalan utama ini membentang dari  Baghdad menuju wilayah timur laut dan utara hingga ke kawasan perbatasan  dengan Cina. Jalan ini juga melintasi kawasan di sepanjang Sungai Syr  Daria. Begitu pula, melewati sejumlah kota, antara lain Hamazan, Ray,  Naysapur, Thus, Merv , Bukhara, dan Samarkand.</p>
<p>Ini merupakan  daerah yang akan mengarah pada perlintasan Jalan Sutera yang terkenal.  Hingga era modern, jaringan jalan tersebut masih ada. Al-Yaqubi  menggambarkan, Jalan Khurasan ini sebagai jalur pos utama yang melintasi  Persia. Jalan ini melewati sejumlah kota penting, misalnya, Teheran dan  kota tua Ray.</p>
<p>Jaringan kedua adalah Jalan Lintas Tenggara. Jalan  utama ini hampir paralel dengan Jalan Khurasan. Dua jalan tersebut  dipisahkan oleh padang pasir luas yang terdapat di antara Khurasan dan  Fars. Dari Gerbang Basra di Baghdad, jalur lintas tenggara mengikuti  sepanjang Sungai Tigris. Dua kota pertama yang dilalui, yakni Wasit dan  Basra.</p>
<p>Mulai dari Basra, barulah mengarah ke wilayah tenggara,  tepatnya ke Kota Ahwaz di Kuzistan, hingga menjangkau arah timur sampai  di Sungai Industan. Sedangkan jaringan ketiga, yaitu Jalan Maghreb.  Jaringan ini memiliki dua jalur yang melalui Sungai Eufrat dan sedangkan  jalur lainnya melewati Mosul.</p>
<p>Jalur yang dibangun melalui  Eufrat, ke wilayah barat. Kota yang dilintasi salah satunya Qayrawan di  Tunisia. Sedangkan Jalan Maghreb via Mosul, bermula dari Baghdad akan  bertemu lintasan paralel di sisi barat Sungai Tigris menuju Samarra  serta Mosul.</p>
<p>Terakhir adalah Jalur Haji. Jalan ini berawal dari  Gerbang Kufah di Baghdad menuju Kota Kufah. Dari sini, jalur terus  hingga ke Gurun Arabia sebelum sampai ke Madinah atau Makkah. Ini adalah  salah satu jalan yang juga mengarah ke kota suci, di antara yang lain  berasal dari Jazirah dan biasanya digunakan para jamaah haji dari  wilayah timur dan utara.</p>
<p>Menurut Josef W Meri dalam Medieval  Islamic Civilization, sebagian jaringan jalan yang digunakan umat Islam  merupakan kelanjutan dari sistem yang dibuat sejak masa Romawi atau  Persia kuno. Jalan-jalan itu sudah memakai batu yang disusun rapi. Saat  bangsa Romawi berkuasa, jaringan jalan dibuat militer.</p>
<p>Selama  masa pemerintahan Islam, jalan-jalan tadi diperbaiki serta diperluas  jangkauannya sehingga dapat mencapai Makkah dan Madinah. Dari catatan  Jere L Bacharach, jalur yang menuju dua kota suci bermula dari Baghdad  (Darb Zubayda), Damaskus (Darb al-Hajj al-Shami), serta Kairo (Darb  al-Hajj al-Misri).</p>
<p>Sebagian jalur belum berbatu, tetapi sudah  dilengkapi fasilitas, seperti sumur, penampungan air, tempat  peristirahatan, dan masjid. Ada dokumentasi yang baik tentang jalur yang  dibangun dari Baghdad. Jalur ini dibangun pada masa Khalifah Harun  alRasyid. Di beberapa titik jalur menuju kota suci tersedia tempat  penginapan.</p>
<p>Beberapa peristiwa politik yang penting pada masa ini  juga sedikit banyak terkait dengan lini transportasi itu. Gerakan  perlawanan Abbasiyah bermula dari wilayah Humayma, sebuah desa kecil  yang dilintasi jalur utama antara Damaskus dan Madinah. Sebenarnya,  terdapat satu jaringan jalan yang sangat penting.</p>
<p>Yakni, jalur  Mesir yang melintasi Kota Aqaba dan Ayla. Jalur ini memang kurang  terkenal, tetapi kerap digunakan semasa pemerintahan Sultan Mamluk. Di  samping membangun dan memperbaiki sistem jaringan jalan, Dinasti  Abbasiyah sekaligus mengembangkan beragam fasilitas penunjangnya.</p>
<p>Antara  lain, jembatan, tempat pemberhentian, sumur air, masjid, dan  sebagainya. Bahkan, catatan sejarah mengungkapkan, sejumlah jembatan  yang dibangun pada era tersebut memiliki ketahanan luar biasa. Ada dua  tipe jembatan, yaitu yang berstruktur batu (qantara) dan yang  berstruktur kayu (jisr).</p>
<p>Josef W Meri mengisahkan, alat  transportasi utama yang melintas di jaringan jalan itu kebanyakan adalah  unta dan kuda. Kereta kuda belum banyak digunakan sebelum abad ke-13  sampai menjelang serangan bangsa Mongol. Tak hanya itu, dengan sistem  jalan yang melintasi berbagai wilayah, secara berangsur permukiman di  sepanjang jalur. Beberapa permukiman itu kemudian tumbuh menjadi kota  besar, misalnya Sammara yang dibangun pada abad ke-8 yang terletak di  persimpangan jalur antara Damaskus dan Kairo serta Jaffa dan Yerusalem.</p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/08/jaringan-jalan-di-masa-dinasti-abbasiyah/&via=aanchoto&text=Jaringan Jalan di Masa Dinasti Abbasiyah&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/08/jaringan-jalan-di-masa-dinasti-abbasiyah/&via=aanchoto&text=Jaringan Jalan di Masa Dinasti Abbasiyah&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2010/08/jaringan-jalan-di-masa-dinasti-abbasiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kapankah Menara Masjid Kali Pertama Dibangun?</title>
		<link>http://aanchoto.com/2010/07/kapankah-menara-masjid-kali-pertama-dibangun/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2010/07/kapankah-menara-masjid-kali-pertama-dibangun/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 05:47:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=584</guid>
		<description><![CDATA[Menara adalah salah satu unsur arsitektural Islam yang dianggap penting pada bangunan masjid. Menara muncul dari kebutuhan pada panggilan untuk shalat. Suara muadzin dari atas menara diharapkan dapat di dengar dari jarak jauh. Pada awal perkembangannya, Islam belum mengenal adanya bangunan menara pada masjid. Menurut sarjana Inggris terkemuka yang mengkaji arsitektur Islam, KAC Creswell, Masjid&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-585" title="masjid_nabi_di_madinah" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2010/07/masjid_nabi_di_madinah.jpg" alt="" width="252" height="182" />Menara adalah salah satu unsur arsitektural Islam yang dianggap penting  pada bangunan masjid. Menara muncul dari kebutuhan pada panggilan untuk  shalat. Suara muadzin dari atas menara diharapkan dapat di dengar dari  jarak jauh.</p>
<p>Pada awal perkembangannya, Islam belum mengenal  adanya bangunan menara pada masjid. Menurut sarjana Inggris terkemuka  yang mengkaji arsitektur Islam, KAC Creswell, Masjid Quba yang dibangun  Nabi Muhammad SAW di Madinah tak dilengkapi dengan menara. &#8221;Pada saat  Nabi Muhammad belum dikenal menara,&#8221; ungkap Creswell.</p>
<p>Dalam  Ensiklopedi Tematis Dunia Islam 4: Pemikiran dan Peradaban disebutkan,  semasa Rasulullah SAW hidup, panggilan untuk shalat dikumandangkan dari  atap rumahnya di Madinah. Begitu pula pada era kepemimpinan Khulafa  ar-Rasyidin, papar Creswell, masjid-masjid yang dibangun belum diengkapi  dengan bermenara. Hanya saja ada semacam ruang kecil di puncak teras  masjid sebagai tempat muadzin mengumandangkan adzan.</p>
<p><span id="more-584"></span><img class="aligncenter size-full wp-image-586" title="masjid_agung_damaskus" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2010/07/masjid_agung_damaskus.jpg" alt="" width="252" height="182" />Lalu kapan  menara masjid pertama kali dibangun? Laman Wikipedia menyebutkan menara  tersebut dibangun di Basra pada tahun 665 Masehi sewaktu pemerintahan  Khalifah Muawiyah bin Abu Sufyan. Muawiyah mendukung pembangunan menara  masjid untuk menyaingi menara-menara lonceng di gereja.</p>
<p>Namun  menurut Creswell, jejak menara di dunia Islam pertama kali ditemukan di  Damaskus mulai tahun 673 M. &#8221;Menara pertama kali berdiri di samping  masjid 41 tahun setelah Nabi Muhammad SAW tutup usia,&#8221; tutur Creswell.  Meski begitu, beberapa sarjana mengungkapkan, di rumah Abdullah ibnu  Umar berdiri sebuah tiang. Dari atas tiang itu adzan dikumandangkan  adzan sehingga bisa terdengar sampai jauh. Konon, tiang itu masih  berdiri hingga abad ke-10 Hijriyah.</p>
<p>Sekitar tahun 703 M atau 91  H, Umar ibnu Abdul Aziz juga telah membangun empat menara di setiap  sudut Masjid Nabawi. Setiap menara tingginya mencapai sembilan meter.  Melalui menara itu, muadzin bisa mengumandangkan panggilan shalat.  Sementara itu, Ensklopedia Britanicca menyebutkan, menara masjid tertua  di dunia terdapat di Kairouan, Tunisia yang dibangun antara tahun 724 M  hingga 727 M.</p>
<p>Tradisi Byzantium</p>
<p><img class="alignright size-full wp-image-588" title="masjid_alazhar_kairo" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2010/07/masjid_alazhar_kairo1.jpg" alt="" width="252" height="182" />Versi lain menyebutkan,  Khalifah Al-Walid I (705-715) dari Bani Umayyah merupakan pemimpin  muslim pertama yang memasukkan unsur menara sebagai salah satu unsur  khas dalam arsitektur masjid. Semasa berkuasa, Al-Walid I memang dikenal  sebagai pemimpin yang punya selera dan kepedulian tinggi dalam rancang  bangun arsitektur.</p>
<p>Tradisi membangun menara ini diawali ketika  Al-Walid I memerintahkan pemugaran bekas bangunan basilika Santo John  menjadi sebuah masjid besar, yang kemudian menjadi Masjid Agung  Damaskus. Awalnya, pada bekas bangunan basilika tersebut terdapat dua  buah menara yang berfungsi sebagai penunjuk waktu, lonceng pada siang  hari dan kerlipan lampu pada malam hari.</p>
<p>Menara itu merupakan  salah satu ciri khas bangunan Byzantium. Dalam Ensikopedia Islam  terbitan Ichtiar Baru Van Hoeve (IBVH) disebutkan, asal-usul menara  sebagai sebuah bangunan arsitektural mungkin didasarkan pada satu ada  campuran beragam sumber. Ada yang menyebutkan berasal dari menera api  simbolis Zoroaster hingga menara pengawas Romawi, mercu suar pantai,  hingga gereja.</p>
<p>Namun, terlepas dari mana asal-muasalnya, Khalifah  Al-Walid I amat tertarik untuk mempertahankan kedua menara yang  bertengger di basilika Santo Jhon itu. Bahkan, untuk mempertegas wibawa  dan kemegahan Masjid Agung Damaskus itu, dia kemudian membangun lagi  sebuah menara di sisi utara pelataran masjid (tepat di atas Gerbang  al-Firdaus). Menara itu pun biasa disebut Menara Utara Masjid Damaskus.</p>
<p>Setahun  kemudian (706 M), Khalifah Al-Walid I memutuskan memugar Masjid Nabawi  di Madinah. Awalnya, masjid itu tak dilengkapi satu menara pun. Atas  perintah Al-Walid I, para arsitek mulai membangun menara masjid sebagai  tempat muadzin untuk mengumandangkan adzan. Bentuk menara pada Masjid  Nabawi dan menara utara Masjid Damaskus sangat mirip, terutama pada  ornamen kubah puncak menara yang ramping.</p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/07/kapankah-menara-masjid-kali-pertama-dibangun/&via=aanchoto&text=Kapankah Menara Masjid Kali Pertama Dibangun?&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/07/kapankah-menara-masjid-kali-pertama-dibangun/&via=aanchoto&text=Kapankah Menara Masjid Kali Pertama Dibangun?&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2010/07/kapankah-menara-masjid-kali-pertama-dibangun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sumbangsih Islam untuk Kemajuan Teknik Mesin</title>
		<link>http://aanchoto.com/2010/07/sumbangsih-islam-untuk-kemajuan-teknik-mesin/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2010/07/sumbangsih-islam-untuk-kemajuan-teknik-mesin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 05:41:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=581</guid>
		<description><![CDATA[Pengembangan teknologi telah dirintis lama. Umat Islam ikut memberikan andil di dalamnya. Paling tidak, hal ini bisa diketahui melalui berbagai temuan dan pembuatan peralatan mekanik oleh cendekiawan Muslim. Karya paling menonjol dihasilkan oleh Badi al-Zaman al-Jazari dan Taqi al-Din. Sebagian teknologi peralatan yang berhasil dikembangkan itu diyakini turut membantu dimulainya revolusi industri di Barat. Beragam&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-582" title="skema_pompa_air_karya_al_jazar" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2010/07/skema_pompa_air_karya_al_jazar.jpg" alt="" width="252" height="182" />Pengembangan teknologi telah dirintis lama. Umat Islam ikut memberikan  andil di dalamnya. Paling tidak, hal ini bisa diketahui melalui berbagai  temuan dan pembuatan peralatan mekanik oleh cendekiawan Muslim. Karya  paling menonjol dihasilkan oleh Badi al-Zaman al-Jazari dan Taqi al-Din.</p>
<p>Sebagian  teknologi peralatan yang berhasil dikembangkan itu diyakini turut  membantu dimulainya revolusi industri di Barat. Beragam peralatan itu  tak hanya bernilai estetik, tetapi juga memiliki fungsi membantu  pengembangan perta nian, baik industri maupun keperluan sehari-hari.</p>
<p>Melalui  al-Jazari dan Taqi al-Din, yang tercatat sebagai insinyur yang berpenga  ruh pada bidang teknologi permesinan, generasi ilmuwan berikutnya dapat  menemukan rujukan mengenai poros engkol, misalnya. Juga, katup yang  kini mewujud pada mesin pembakaran internal.</p>
<p>Profesor Salim  al-Hassani dari Universitas Manchester, Inggris, memuji kejeniusan  mereka. Menurut dia, al-Jazari dan Taqi al-Din adalah penemu dan  perancang peralatan permesinan awal di dunia Islam. Ia telah melakukan  penelitian dan kajian terhadap rancangan mesin al-Jazari dan Taqi  al-Din.<span id="more-581"></span><br />
Selain mengandalkan analisis matema tika, Hassani  melakukan pengukuran perinci memakai simulasi komputer gra fis.  Hasilnya, unjuk kerja peralatan kuno memiliki karakteristik serupa  dengan peralatan modern yang ada. Tak heran jika sejumlah kalangan  menyematkan Bapak Teknik Modern pada al-Jazari.</p>
<p>Sejarah mencatat  al-Jazari sebagai tokoh besar di bidang mekanik abad ke-12. Ia lahir  sekitar 1136 Masehi di al-Jazira, sebuah kawasan antara Sungai Tigris  dan Eufrat. Sebagian besar masa hidupnya dihabiskan di Diyar Bakir,  Turki. Di sana, dia menuangkan pemikiran dan berkarya.</p>
<p>Ini  merupakan masa ketika orang-orang berbahasa Turki mulai menguasai bagian  dunia tersebut. Pada tahun 1174, al-Jazari bekerja sebagai ahli teknik  untuk Dinasti Bani Artuq, penguasa Mesopotamia (Irak). Karena  keahliannya, ia memperoleh sejumlah gelar prestisius, seperti Rais  al-A’mal.</p>
<p>Gelar tersebut menunjukkan dirinya adalah pemimpin para  insinyur pada masa itu. Sementara itu, gelar Badi al-Zaman dan  al-Shaykh memberikan pengakuan sebagai ilmuwan tak tertandingi serta  bermartabat. Ehsan Masood dalam Ilmuwan Muslim Pelopor Hebat di Bidang  Sains Modern mengatakan bahwa alJazari juga seorang ahli komunikasi  andal.</p>
<p>Al-Jazari mampu menulis dan menggambar. Temuan-temuannya  menginspirasi rancangan mesin-mesin modern saat ini. Karya fenomenalnya  adalah al Jami Bain al-Ilm Wal ‘Aml al-Nafi Fi Sinat ‘at al-Hiyal atau  The Book of Knowledge of Ingenious Mechanical Devices yang dirampungkan  pada 1198 Masehi.</p>
<p>Buku ini seluruhnya mencakup teori dan praktik  mekanik sekaligus mendokumentasikan sekitar 50 temuan yang dilengkapi  rancangan gambar secara teperinci. Berkat kepeloporan yang gemilang pada  bidang teknik, al-Jazari turut mengangkat sejarah peradaban Islam pada  abad pertengahan.</p>
<p>Di antara desain mekaniknya yang mengundang  decak kagum para ilmuwan adalah pembuatan jam gajah. Alat tersebut  tepatnya berupa jam air berbentuk gajah. Jam gajah mengombinasikan  prinsip air Archimedes dengan gajah India dan pengukur waktu yang  menggunakan air, naga Cina, phoenix Mesir, karpet Persia, serta angka  Arab.</p>
<p>Jam tersebut dipandang sebagai pencapaian luar biasa yang  memanfaatkan tekanan air untuk otomatisasi. Adanya kebutuhan untuk  mengetahui waktu shalat menjadi titik penting pengembang an jam air  semacam itu. Alat ini mampu menunjukkan waktu secara tepat, baik siang  maupun malam, melalui simbal dan burung berkicau.</p>
<p>Kondisi  geografis di dunia Islam memicu pula sejumlah penemuan. Air menjadi  masalah krusial di wilayah kekuasaan Islam yang beriklim kering dan  tanah tandus. Warga harus mencari sumber mata air bawah tanah untuk  keperluan minum, rumah tangga, irigasi pertanian, industri, dan  sebagainya.</p>
<p>Untuk itulah, diperlukan alat pemompa air yang  efektif. Masyarakat kuno sejatinya sudah memanfaatkan semacam peralatan  pompa air, yakni shaduf dan saqiya. Shaduf digunakan secara luas oleh  peradaban Assiria dan Mesir kuno. Alat itu terdiri atas balok panjang  yang ditopang dua pilar dengan balok kayu horizontal.</p>
<p>Adapun  shaqiya berupa mesin bertenaga hewan dengan mekanisme gerak yang terdiri  atas dua roda gigi.Al-Jazari lalu mengembangkan kedua alat ini menjadi  sebuah mesin yang mampu memasok air dalam jumlah cukup banyak. Ia juga  menciptakan mesin yang menggunakan balok dan tenaga binatang.</p>
<p>Mekanisme  yang melibatkan roda gigi dan engkol menggerakkan secara naik turun  balok tadi. Ini adalah mesin pertama yang menggunakan engkol sebagai  unsur penting sebuah mesin. Sebuah mesin kontrol mekanik merupakan  karyanya yang lain. Alat itu diterapkan pada pintu besi besar yang  memakai kombinasi kunci dengan baut.</p>
<p>Dia pun merancang sejumlah  peralatan automata, seperti mesin otomatis, peralatan rumah tangga, dan  automata musik yang digerakkan air. Prestasi mengagumkan di bidang  teknik mesin turut ditorehkan Taqi al-Din. Ilmuwan ini lahir di  Damaskus, Suriah, pada 1525 Masehi.</p>
<p>Nama lengkapnya adalah Taqi  al Din Muhammad bin Ma’ruf bin Ahmad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad  bin Yusuf bin Muhammad al-Shami. Ia merupakan ahli teknik terbesar di  dunia Islam. Ia juga penulis produktif. Hal ini terbukti dengan 19 buku  teknik yang berhasil ia tulis.</p>
<p>Salah satunya berjudul Al-Toruq  alSaniyah fi al-Alat al-Rohanyah, yang berisi deskripsi beberapa  peralatan mesin kreasinya. Dalam manuskripnya, Taqi alDin menjelaskan  mekanisme kerja mesin pompa. Mesin yang digerakkan oleh air ini  menunjukkan kemajuan hebat yang dicapai umat Islam.</p>
<p>Roda air yang  ada di dalam mesin menggerakkan piston yang saling berhubungan.  Silinder piston terhubung dengan pipa penyedot. Pipa penyedot  selanjutnya menyedot air dari sumbernya dan membagikannya ke sistem  pasokan air. Para ahli permesinan meyakini bahwa pompa ini merupakan  contoh awal dari sistem double-acting principle.</p>
<p>Menurut Ehsan  Masood, periode kedua tokoh besar ini berkiprah merupakan puncak  teknologi mekanik Islam. Yang mereka ciptakan telah membawa penga ruh  luar biasa di berbagai bidang kehidupan pada zamannya. Al-Jazari dan  Taqi al-Din berhasil menunjukkan betapa penting teknologi kuno dalam  membentuk dunia modern.</p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/07/sumbangsih-islam-untuk-kemajuan-teknik-mesin/&via=aanchoto&text=Sumbangsih Islam untuk Kemajuan Teknik Mesin&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/07/sumbangsih-islam-untuk-kemajuan-teknik-mesin/&via=aanchoto&text=Sumbangsih Islam untuk Kemajuan Teknik Mesin&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2010/07/sumbangsih-islam-untuk-kemajuan-teknik-mesin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HR Rasuna Said: Orator Perempuan Minangkabau</title>
		<link>http://aanchoto.com/2008/10/hr-rasuna-said-orator-perempuan-minangkabau/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2008/10/hr-rasuna-said-orator-perempuan-minangkabau/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 02:00:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aan4choto.wordpress.com/?p=215</guid>
		<description><![CDATA[Minangkabau banyak melahirkan tokoh dan pahlawan nasional, mereka tercatat dalam sejarah perjuangan bangsa dalam menghadapi berbagai proses kemajuan bangsa. Para tokoh ini menjadi teladan para generasi muda sekarang yang ingin terus belajar dan berjuang dalam mengisi kemerdekaan di era sekarang. Salah satu tokoh perempuan Minangkabau yang terkenal adalah HR Rasuna Said atau Hajjah Rangkayo Rasuna&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><a href="http://aan4choto.files.wordpress.com/2008/10/hr-rasuna-said.png"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-216" title="hr-rasuna-said" src="http://aan4choto.files.wordpress.com/2008/10/hr-rasuna-said.png?w=69" alt="" width="69" height="96" /></a>Minangkabau banyak melahirkan tokoh dan pahlawan nasional, mereka tercatat dalam sejarah perjuangan bangsa dalam menghadapi berbagai proses kemajuan bangsa. Para tokoh ini menjadi teladan para generasi muda sekarang yang ingin terus belajar dan berjuang dalam mengisi kemerdekaan di era sekarang.</p>
<p>Salah satu tokoh perempuan Minangkabau yang terkenal adalah HR Rasuna Said atau Hajjah Rangkayo Rasuna Said, beliau lahir di Maninjau, Agam, Sumatera Barat, 15 September 1910. Setelah Rasuna Said menamatkan Sekolah Dasar (SD) kemudian ia melanjutkan belajar di pesantren Ar-Rasyidiyah sebagai satu-satunya santri perempuan . HR Rasuna Said kemudian melanjutkan pendidikan di Diniyah School Putri di Padang Panjang dan bertemu dengan Rahmah El-Yunusiah.<span id="more-215"></span></p>
<p>Beliau sempat mengajar di Diniyah School Putri sebagai guru namun pada tahun 1930 Rasuna Said berhenti mengajar karena memiliki pandangan bahwa kemajuan kaum wanita tidak hanya bisa didapat dengan mendirikan sekolah tapi harus disertai perjuangan politik. Rasuna Said ingin memasukan pendidikan politik dalam kurikulum sekolah Diniyah School Putri tapi ditolak.</p>
<p>HR Rasuna Said dikenal sebagai seorang orator, pejuang kemerdekaan Indonesia. Rasuna Said juga tercatat sebagai wanita pertama yang terkena hukum <em>Speek Delict</em> yaitu hukum kolonial Belanda yang menyatakan bahwa siapapun dapat dihukum karena berbicara menentang Belanda. Rasuna Said sempat di tangkap bersama teman seperjuangannya Rasimah Ismail, dan dipenjara pada tahun 1932 di Semarang.</p>
<p>HR Rasuna Said adalah pejuang yang berpandangan luas dan berkemauan keras. Sejak muda berjuang melalui Sarekat Rakyat sebagai Sekretaris Cabang. Kemudian aktif sebagai anggota Persatuan Muslim Indonesia (PERMI). Dia seorang orator yang sering kali mengecam tajam kekejaman dan ketidakadilan pemerintah Belanda. Beliau tak gentar kendati akibatnya harus ditangkap ditangkap dan dipenjara pada tahun 1932 di Semarang.</p>
<p>Ketika pendudukan Jepang, Hajjah Rangkayo Rasuna Said ikut serta sebagai pendiri organisasi pemuda Nippon Raya di Padang. Organisasi ini pun kemudian dibubarkan oleh Pemerintah Jepang karena dianggap membahayakan.</p>
<p>Setelah Proklamasi Kemerdekaan dia aktif sebagai anggota Dewan Perwakilan Sumatera (DPS) mewakili daerah Sumatera Barat. Kemudian terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Serikat (DPR RIS). Tahun 1959, kemudian menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) sampai akhir hayatnya tahun 1965.</p>
<p>HR Rasuna Said meninggal di Jakarta, 2 November 1965. Beliau diangkat sebagai Pahlawan Nasional dengan Surat Keputusan Presiden R.I. No. 084/TK/Tahun 1974 tanggal 13 Desember 1974.</p>
<p class="MsoNormal">Sumber : <a href="http://padang-today.com/">http://padang-today.com/</a></p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2008/10/hr-rasuna-said-orator-perempuan-minangkabau/&via=aanchoto&text=HR Rasuna Said: Orator Perempuan Minangkabau&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2008/10/hr-rasuna-said-orator-perempuan-minangkabau/&via=aanchoto&text=HR Rasuna Said: Orator Perempuan Minangkabau&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2008/10/hr-rasuna-said-orator-perempuan-minangkabau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

