<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Aan Choto 阿安國德 &#187; Sejarah Matematika</title>
	<atom:link href="http://aanchoto.com/category/pendidikan/sejarah-matematika/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aanchoto.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 May 2012 16:18:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Perkembangan Kalkulus</title>
		<link>http://aanchoto.com/2010/12/perkembangan-kalkulus/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2010/12/perkembangan-kalkulus/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Dec 2010 12:51:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Matematika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=900</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah perkembangan kalkulus bisa diketahui pada beberapa periode zaman, yaitu zaman kuno, zaman pertengahan, dan zaman modern. Pada periode zaman kuno beberapa pemikiran tentang integral kalkulus telah muncul, namun tidak dikembangkan dengan baik dan sistematis. Perhitungan volume dan luas, fungsi utama dari integral kalkulus, bisa ditelusuri kembali pada Papirus Moskow Mesir (c. 1800 SM), yang&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejarah perkembangan kalkulus bisa diketahui pada beberapa periode zaman, yaitu zaman kuno, zaman pertengahan, dan zaman modern. Pada periode zaman kuno beberapa pemikiran tentang integral kalkulus telah muncul, namun tidak dikembangkan dengan baik dan sistematis. Perhitungan volume dan luas, fungsi utama dari integral kalkulus, bisa ditelusuri kembali pada Papirus Moskow Mesir (c. 1800 SM), yang mana orang Mesir menghitung volume dari frustrum piramid. Archimedes mengembangkan pemikiran ini lebih jauh, menciptakan heuristik yang menyerupai integral kalkulus.</p>
<p>Pada zaman pertengahan, matematikawan India, Aryabhata, menggunakan konsep kecil tak terhingga pada tahun 499 dan mengekspresikan masalah astronomi dalam bentuk persamaan diferensial dasar Persamaan ini kemudian mengantar Bhāskara II di abad ke-12 mengembangkan bentuk awal turunan yang mewakili perubahan yang sangat kecil tak terhingga dan menjelaskan bentuk awal dari &#8220;Teorema Rolle&#8221;.<span id="more-900"></span><br />
Sekitar tahun 1000, matematikawan Irak Ibn al-Haytham (Alhazen) menjadi orang pertama yang menurunkan rumus untuk menghitung hasil jumlah pangkat empat, dan menggunakan induksi matematika. Pada abad ke-12, seorang Persia Sharaf al-Din al-Tusi menemukan turunan dari fungsi kubik, sebuah hasil yang penting dalam diferensial kalkulus. Pada abad ke-14, Madhava, bersama dengan matematikawan-astronom dari Sekolah Astronomi dan Matematika Kerala, menjelaskan kasus khusus dari deret Taylor, yang dituliskan dalam teks Yuktibhasa</p>
<p>Sedangkan pada zaman modern, penemuan independen terjadi pada awal abad ke-17 di Jepang oleh matematikawan seperti Seki Kowa. Di Eropa, beberapa matematikawan seperti John Wallis dan Isaac Barrow memberikan terobosan dalam kalkulus. James Gregory membuktikan sebuah kasus khusus dari Teorema Fundamental Kalkulus pada tahun 1668.</p>
<p>B. Prinsip – prinsip Kalkulus<br />
1. Limit Kecil Tak Terhingga</p>
<p>Kalkulus pada umumnya dikembangkan dengan memanipulasi sejumlah kuantitas yang sangat kecil. Objek ini yang mana dapat diperlakukan sebagai angka, adalah sangat kecil. Setiap perkalian dengan kecil tak terhingga tetaplah kecil tak terhingga, dengan kata lain infinitesimal(kecil tak terhingga) tidak memenuhi properti Archimedes. Dari sudut pandang ini, kalkulus adalah sekumpulan teknik untuk memanipulasi inifintesimal.</p>
<p>Pada abad ke-19, konsep infinitesimal digantikan oleh konsep limit. Limit menjelaskan nilai suatu fungsi pada nilai input tertentu dengan hasil dari input terdekat. Dari sudut pandang ini, kalkulus adalah sekumpulan teknik memanipulasi limit-limit tertentu.<br />
2. Turunan / Diferensial</p>
<p>Diferensial kalkulus adalah ilmu yang mempelajari definisi, properti, dan aplikasi dari turunan atau kemiringan dari sebuah grafik. Konsep turunan secara fundamental lebih maju dan rumit dari konsep yang ditemukan di aljabar. Dalam aljabar, kita mempelajari sebuah fungsi dengan input sebuah angka dan output sebuah angka. tetapi input dari turunan adalah sebuah fungsi dan outputnya juga adalah sebuah fungsi.</p>
<p>Dalam notasi matematika, salah satu simbol yang umum dipakai untuk menyatakan turunan dari sebuah fungsi adalah apostrofi. Maka turunan dari f adalah f&#8217;.</p>
<p>Jika fungsi tersebut adalah linear, maka fungsi tersebut dapat ditulis dengan y=mx+b, di mana:<br />
<img class="aligncenter size-full wp-image-901" title="image002" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2010/12/image002.gif" alt="" width="262" height="47" /><br />
Ini memberikan nilai dari kemiringan suatu garis lurus. jika sebuah fungsi bukan garis lurus, maka perubahan y dibagi terhadap perubahan x bervariasi, dan kita dapat menggunakan kalkulus untuk menentukan nilai pada titik tertentu. kemiringan dari suatu fungsi dapat diekspresikan:</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-902" title="image003" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2010/12/image0031.gif" alt="" width="182" height="47" /><br />
Di mana koordinat dari titik pertama adalah (x, f(x)) dan h adalah jarak horizontal antara dua titik.</p>
<p>Untuk menentukan kemiringan dari sebuat kurva, kita menggunakan limit:</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-903" title="image004" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2010/12/image0041.gif" alt="" width="171" height="43" /><br />
sebagai contoh, untuk menemukan gradien dari fungsi f(x) = x2 pada titik (3,9) adalah</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-904" title="image005" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2010/12/image005.gif" alt="" width="234" height="206" /><br />
3. Integral</p>
<p>Integral kalkulus adalah ilmu yang mempelajari definisi, properti, dan aplikasi dari dua konsep yang salaing berhubungan, integral tak tentu dan integral tertentu.</p>
<p>Simbol dari integral adalah <img class="alignnone size-full wp-image-905" title="image006" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2010/12/image0061.gif" alt="" width="14" height="32" />, berupa S yang dipanjangkan (singkatan dari &#8220;sum&#8221;).</p>
<p>a.       Integral tak tentu adalah anti derivatif , kebalikan dari turunan. F adalah integral tak tentu dari f ketika f adalah turunan dari F.</p>
<p>ditulis</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-908" title="image007" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2010/12/image0072.gif" alt="" width="84" height="40" />; di baca &#8220;Integral dari a ke b dari f(x) terhadap x.&#8221;</p>
<p>b.      integral tertentu memasukkan sebuah fungsi dan outputnya adalah sebuah angka, yang mana memberika luas antar grafik dan sumbu x.</p>
<p>ditulis:</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-909" title="image008" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2010/12/image0081.gif" alt="" width="83" height="37" /></p>
<p>Oleh karena turunan dari fungsi y = x2 + C adalah y &#8216; = 2x (di mana C adalah konstanta),</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-910" title="image009" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2010/12/image009.gif" alt="" width="148" height="37" />.<br />
4. Teorema Fundamental</p>
<p>Teorema fundamental kalkulus menyatakan bahwa turunan dan integral adalah dua operasi yang saling berlawanan. Teorema ini menghubungkan nilai dari anti derivatif dengan integral tertentu. Karena lebih mudah menghitung sebuah anti derivatif daripada mengaplikasikan definisi dari integral, teorema fundamental kalkulus memberikan cara yang praktis dalam menghitung integral tertentu.</p>
<p>Teorema fundamental kalkulus menyatakan: Jika sebuah fungsi f adalah kontiniu pada interval [a,b] dan jika F adalah fungsi yang mana turunannya adalah f pada interval (a,b), maka</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-912" title="image010" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2010/12/image0101.gif" alt="" width="224" height="42" /></p>
<p>Lebih lanjut, untuk setiap x di interval (a,b),</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-913" title="image011" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2010/12/image011.gif" alt="" width="179" height="42" /><br />
C.  Kegunaan Kalkulus</p>
<p>Kalkulus digunakan di setiap cabang sains fisik, sains komputer, statistik, teknik, ekonomi, bisnis, kedokteran, dan di bidang-bidang lainnya. Setiap konsep di mekanika klasik saling berhubungan melalui kalkulus. Salah satu penggunaan kalkulus yaitu pada penggunaan hukum gerak Newton.</p>
<p>Kalkulus juga digunakan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih detail mengenai ruang, waktu, dan gerak. Selama berabad-abad, matematikawan dan filsuf berusaha untuk memecahkan paradoks yang meliputi pembagian bilangan dengan nol ataupun jumlah dari deret tak terhingga. Seorang filsuf Yunani kuno memberikan beberapa contoh terkenal seperti paradoks Zeno. Kalkulus memberikan solusi, terutama limit dan deret tak terhingga, yang kemudian berhasil memecahkan paradoks tersebut.</p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/12/perkembangan-kalkulus/&via=aanchoto&text=Perkembangan Kalkulus&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/12/perkembangan-kalkulus/&via=aanchoto&text=Perkembangan Kalkulus&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2010/12/perkembangan-kalkulus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tokoh Islam yang Berperan Besar dalam Matematika</title>
		<link>http://aanchoto.com/2010/11/tokoh-islam-yang-berperan-besar-dalam-matematika/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2010/11/tokoh-islam-yang-berperan-besar-dalam-matematika/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Nov 2010 11:37:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Matematika]]></category>
		<category><![CDATA[Matematika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=850</guid>
		<description><![CDATA[Rekayasa mekanika melambungkan nama Banu Musa di khazanah sains Islam. Melalui kemampuannya, Banu Musa menciptakan berbagai peralatan mesin yang terbilang pada masanya. Namun, sebenarnya bukan itu saja prestasinya. Banu Musa menoreh kan prestasi gemilang di ranah matematika. Kepakaran Banu Musa dalam matematika bahkan layak disejajarkan dengan sejumlah tokoh besar lainnya, seperti al-Khawarizmi (780-846 Masehi), al-Kindi&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rekayasa mekanika melambungkan nama Banu Musa di khazanah sains Islam.  Melalui kemampuannya, Banu Musa menciptakan berbagai peralatan mesin  yang terbilang pada masanya. Namun, sebenarnya bukan itu saja  prestasinya. Banu Musa menoreh kan prestasi gemilang di ranah  matematika.</p>
<p>Kepakaran Banu Musa dalam matematika bahkan layak  disejajarkan dengan sejumlah tokoh besar lainnya, seperti al-Khawarizmi  (780-846 Masehi), al-Kindi (801-873), atau Umar Khayam (1048-1131).  Matematika dijadikan pijakan bagi Banu Musa untuk menopang kemampuanya  di bidang teknik.</p>
<p>Perlu diketahui, Banu Musa, atau keluarga Mu  sa, terdiri dari tiga bersaudara: Jafar Mu hammad bin Musa bin Shakir,  Ahmad bin Musa bin Shakir, dan al-Hasan bin Musa bin Shakir. Ketiganya  merupakan putra dari seorang cendekiawan terkemuka abad ke-8, yakni Musa  bin Shakir.<span id="more-850"></span><br />
Banu Musa ikut andil dalam mendorong kemajuan ilmu  pengetahuan di dunia Islam. Bahkan, Banu Musa termasuk saintis Muslim  pertama yang mengembangkan bidang ilmu hitung di dunia Islam melalui  transfer pengetahuan dari peradaban Yunani. Lalu, Banu Musa membangun  konsep dan teori baru, khususnya pada lingkup geometri. Dari tiga  saudara tadi, adalah si sulung Jafar Muhammad yang berada di baris depan  dalam kajian geometri. Selanjutnya diikuti oleh al-Hasan.</p>
<p>Sementara  itu, Ahmad bin Musa membawa konsep matematika kepada aspek mekanika.  Mereka terus bekerja bersama-sama hingga mencapai hasil yang sempurna.  Banu Musa sangat tertarik dengan manuskrip ilmiah dari Yunani. Salah  satunya berjudul Conics. Keseluruhan karya Appollonius ini terdiri dari  delapan jilid. Diungkapkan Jere L Bacharach dalam Medieval Islamic  Civilization, topik utama dari naskah tersebut membahas tentang  geometri.</p>
<p>Banu Musa meminta bantuan dua sarjana terkemuka, yaitu  Hilal bin Abi Halal al-Himsi dan Thabit bin Qurra, untuk menerjemahkan  karya itu ke dalam bahasa Arab. Dalam buku MacTutor History of  Mathematics, sejarawan sains John O’Connor dan Edmund F Robertson  menyebut Banu Musa sebagai salah satu peletak dasar bidang geometri.</p>
<p>Banu  Musa berhasil menghubungkan konsep geometri dari matematika Yunani ke  dalam khazanah keilmuan Islam sepanjang abad pertengah an. Di kemudian  hari, Banu Musa menyusun risalah penting tentang geometri, yakni Kitab  Marifat Masakhat al-Ashkal. Kitab tersebut sangat terkenal di Barat.  Menyusul penerjemahannya ke dalam bahasa Latin pada abad ke-12 oleh  Gerard of Cremona dengan judul Libertrium Fratum de Geometria.</p>
<p>Menurut  O’Connor dan Robertson, terdapat beberapa kesamaan metodologi dan  konsep geometri dari Banu Musa dengan yang diusung Apollonius. Namun,  keduanya menegaskan pula bahwa banyak pula perbedaan yang muncul. Sebab,  Banu Musa melakukan perbaikan dan membangun rumusrumus baru yang  terbukti sangat efektif. Lebih jauh, Banu Musa menyempurnakan metode  persamaan yang dirintis Eudoxus dan Archimedes.</p>
<p>Pakar matematika  Muslim itu menambahkan rumus poligon dengan dua bidang sama luas.  Sebelum diteruskan oleh Banu Musa, metode ini tidak banyak mendapat  perhatian dan nyaris hilang dimakan zaman. Di sisi lain, Banu Musa  membangun pola lebih maju terkait penghitung an luas serta volume yang  mampu dijabarkan lewat angka-angka.</p>
<p>O’Connor dan Robertson  mengungkapkan, penggunaan sistem angka merupakan keunggulan dari metode  geo metri awal warisan peradaban Islam. Hal lain diungkapkan oleh  Shirali Kadyrov melalui tulisannya Muslim Contributions to Mathematics.</p>
<p>Menurut  dia, Banu Musa juga menje laskan mengenai angka konstan phi. Ini adalah  besaran dari hasil pembagian diameter lingkaran. Banu Musa mengatakan,  konsep ini pernah dipakai Archimedes. Namun, pada saat itu pemikiran  Archimedes dinilai masih kurang sempurna. Sezgin, seorang ahli  matematika Barat, menganggap bukti temuan Banu Musa merupakan fondasi  kajian geometri pada masa berikutnya.</p>
<p>Hal serupa disampaikan  Roshidi Rashed dalam History of a Great Number. Di samping itu, mereka  menciptakan pemecahan geometri dasar untuk menghitung luas volume. Laman  isesco.org menyatakan, sumbangan Banu Musa yang lain yakni ketika  menemukan metode dan praktik geometri yang ringkas serta mudah  diaplikasikan.</p>
<p>Dalam membentuk lingkaran, misalnya, bisa  dikerjakan dengan memakai besi siku atau jangka. Masing-masing ujung  besi siku itu diletakkan di titik berbeda. Kemudian diambil sudut  tertentu. Ambil salah satu ujung sebagai tumpuan dan ujung lainnya  diputar melingkar. Maka dihasilkan sebuah lingkaran sempurna.</p>
<p>Berdasarkan  pengamatan Victor J Katz dan Annete Imhausen pada The Mathematics of  Egypt, Mesopotamia, China, India and Islam, kajian geometri mencapai  tahap tertinggi melalui pemikiran dan karya Banu Musa. Inti gagasan  mencakup sejumlah operasi penghitungan kubus, lingkaran, volume,  kerucut, dan sudut.</p>
<p>Selain Kitab Marifat, Muhammad bin Musa  menulis beberapa karya geometri yang penting. Salah satunya menguraikan  tentang ukuran ruang, pembagian sudut, serta perhitungan proporsional.  Hal ini terutama digunakan untuk menghitung pembagian tunggal antara dua  nilai tertentu. Sedangkan, al-Hasan mengerjakan penelitian untuk  menjabarkan sifat-sifat geometris dari elips.</p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/11/tokoh-islam-yang-berperan-besar-dalam-matematika/&via=aanchoto&text=Tokoh Islam yang Berperan Besar dalam Matematika&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/11/tokoh-islam-yang-berperan-besar-dalam-matematika/&via=aanchoto&text=Tokoh Islam yang Berperan Besar dalam Matematika&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2010/11/tokoh-islam-yang-berperan-besar-dalam-matematika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Karya Euclides</title>
		<link>http://aanchoto.com/2010/10/karya-euclides/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2010/10/karya-euclides/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Oct 2010 10:25:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Matematika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=794</guid>
		<description><![CDATA[Euclides diperkirakan hidup antara tahun 350 BC dengan 200 BC. Seorang penguasa mesir yaitu ptolemeus mendirikan universitas di Alexandria. Salah satu pengajarnya adalah euclides. Euclides menulis lebih dari 10 jilid karya yang kemudian terkenal sebagai elemen euclides. Setelah 700 tahun, theon dari alexandria membuat perbaikan dari karya euclides itu. Karya theon inilah yang diterjemahkan ke&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Euclides diperkirakan hidup antara tahun 350 BC dengan 200 BC. Seorang penguasa mesir yaitu ptolemeus mendirikan universitas di Alexandria. Salah satu pengajarnya adalah euclides. Euclides menulis lebih dari 10 jilid karya yang kemudian terkenal sebagai elemen euclides.</p>
<p>Setelah 700 tahun, theon dari alexandria membuat perbaikan dari karya euclides itu. Karya theon inilah yang diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa.</p>
<p>Pada tahun 1220, sarjana inggris yaitu adelard membuat terjemahan dalam bahasa latin dari terjemahan bahasa arab buku itu. Cetakan pertama dari buku Elemen Euclides itu dalam bahasa latin dibuat di Venesia pada tahun 1482 oleh Campanus.<span id="more-794"></span></p>
<p>Terjemahan pertama dari bahasa Gerik ke dalam bahasa  latin dibuat oleh Commadino    pada tahun 1572. Terjemahan lengkap ke dalam bahasa Inggris  dilakukan oleh Bringsley pada tahun 1570.</p>
<p><strong>A. </strong><strong>Buku Elemen Euclides</strong></p>
<p>Buku karya euclides terdiri dari 13 jilid. Buku-buku ini  berisi mengenai teori bilangan, aljabar, dan geometri. Terdapat 465 dalil atau preposisi dalam buku ini.</p>
<p><strong>Buku I</strong></p>
<p>Isinya mulai dari aksioma, defenisi dan dalil-dail geometri. Terdapat 48 dalil geometri dalam buku ini. 26 dalil pertama berisi tentang segitiga, antara lain tentang dalil dua segitiga yang kongruen. Dalil 27-32 mengenai kesejajaran dan jumlah sudut segiitga adalah . Dalil 33-48 mengenai jajaran genjang, segitiga siku-siku, dan bujursangkar dan luasnya. Dalil 47 adalah mengenai teorema phitagoras dan dalil 48 mengenai kebalikan torema itu.</p>
<p><strong>Buku II</strong></p>
<p>Terdapat mengenai transformasi luas dan beberapa dalil mengenai aljabar geometri dan identitas aljabar</p>
<p><strong>Buku III </strong></p>
<p>Dalam buku III, terdapat dalil-dalil mengenai lingkaran, tali busur, garis singgung dan pengukur sudut.</p>
<p><strong>Buku IV</strong></p>
<p>Di dalam buku ini dibahas mengenai lukisan geometri menggunakan alat Euclides. Dengan alat euclides melukis segitiga, segilima, segiempat, segi enam, dan segi limabelas beraturan dengan membagi-bagi busur lingkaran, melukis segi () beraturan. Sehingga sampai abad delapan belas dianggap bahwa semua segi banyak dapat dilukis dengan alat Euclides. tetapi pada tahun 1796, Carl Frederich Gauss membuktikan suatu segi banyak beraturan yang banyak sisinya bilangan prima dapat dilukis  bila bilangan prima itu f(n)= + 1. Untuk n = 0, 1, 2, 3, 4 berturut-turut didapat segi 3, 5, 17, 257, 65.537.</p>
<p><strong>Buku V</strong></p>
<p>Buku ini berisi landasan tentang perbandingan teori Eudoxian mengenai perbandingan diperjalas sehingga kehebohan penemuan bilangan irrasional oleh sekolah Pythagoras dapat dipecahkan. Perbandingan dua besaran A dan B yang sejenis (sama-sama ruas garis, luas dan sebagainya) sama dengan perbandingan dari besar C dan D yang sejenis. Jika terdapat bilangan positif m dan n yang bulat sehingga untuk m A  n B sesuai dengan mC     n D atau A:B = C:D = m:n. teori Eudox ini kemudian dikembangkan oleh Dedekind dan Weierstass.</p>
<p><a href="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2010/10/KARYA-EUCLIDES.pdf" target="_blank">KARYA EUCLIDES</a></p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/10/karya-euclides/&via=aanchoto&text=Karya Euclides&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/10/karya-euclides/&via=aanchoto&text=Karya Euclides&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2010/10/karya-euclides/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perkembangan Matematika Gerik Purbakala</title>
		<link>http://aanchoto.com/2010/10/perkembangan-matematika-gerik-purbakala/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2010/10/perkembangan-matematika-gerik-purbakala/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Oct 2010 13:28:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Matematika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=727</guid>
		<description><![CDATA[Kekuasaan raja-raja mesir dan babilonia menurun dan muncul bangsa-bangsa baru yang lebih perkasa seperti bangsa heber, aria, phoenisia, dan gerik. Kegiatan perdagangan antara bangsa mulai berkembang. Sesuai dengan perkembangan peradaban itu, matematika juga turut berkembang. Thales ( 640 – 546 BC ) Thales semula sebagai saudagar kaya dari kota Miletus di pantai asia kecil. Ia&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kekuasaan raja-raja mesir dan babilonia menurun dan muncul bangsa-bangsa baru yang lebih perkasa seperti bangsa heber, aria, phoenisia, dan gerik.</p>
<p>Kegiatan perdagangan antara bangsa mulai berkembang. Sesuai dengan perkembangan peradaban itu, matematika juga turut berkembang.</p>
<ol>
<li>Thales ( 640 – 546 BC )</li>
</ol>
<p>Thales semula sebagai saudagar kaya dari kota Miletus di pantai asia kecil. Ia mengembara ke Mesir dan tinggal beberapa lama di Mesir. Ia mempelajari matematika Mesir dan mengagumi piramida dan kemudian menghitung tinggi piramida itu dengan bantuan bayangannya</p>
<p>Thales mengambil suatu tongkat misalnya PQ, ia membuat lingkaran pusat P jari-jari sama dengan PQ. Dipagi hari yang cerah pada suatu saat bayangan Q jatuh tepat pada tepi lingkaran atau bayangan PQ = PR.</p>
<p>Pada saat itu pula bayangan T jatuh di titik S, sehingga KS dapat diukur. Berarti MS = TM = t tinggi piramida . sebut MK = ½ AB = a ( serengah alas piramida ) dapat diukur. KS = b dapat diukur. Jadi t = a + b. Demikianlah metoda bayangan dari Thales. Thales adalah orang pertama yang namanya dikaitkan dengan suatu penemuan, yakni dalil Thales.<a rel="attachment  wp-att-733" href="http://aanchoto.com/2010/10/perkembangan-matematika-gerik-purbakala/perkembangan-matematika-gerik-purbakal/" target="_blank"><span id="more-727"></span></a><a href="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2010/10/Perkembangan-matematika-gerik-purbakal.pdf" target="_blank">Download Perkembangan matematika gerik purbakal</a></p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/10/perkembangan-matematika-gerik-purbakala/&via=aanchoto&text=Perkembangan Matematika Gerik Purbakala&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/10/perkembangan-matematika-gerik-purbakala/&via=aanchoto&text=Perkembangan Matematika Gerik Purbakala&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2010/10/perkembangan-matematika-gerik-purbakala/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Al Khazin, Ahli Matematika dan Astronomi Islam</title>
		<link>http://aanchoto.com/2010/09/al-khazin-ahli-matematika-dan-astronomi-islam/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2010/09/al-khazin-ahli-matematika-dan-astronomi-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Sep 2010 07:29:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Matematika]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=680</guid>
		<description><![CDATA[Dari wilayah Marv, Khurasan, Iran, lahir seorang ahli matematika terkemuka di dunia Islam. Dia bernama Abu Ja&#8217;far Muhammad bin Muhammad Al-Husayn Al-Khurasani Al Khazin. Keahliannya dalam menyajikan rumus dan metode perhitungan untuk menguraikan soal-soal rumit begitu dikagumi dan dijadikan rujukan hingga berabad-abad kemudian. Tidak diketahui secara pasti tahun kelahiran tokoh ini. Akan tetapi, para sejarawan&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-681" title="Al Khazin, Ahli Matematika dan Astronomi Islam" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2010/09/Al-Khazin-Ahli-Matematika-dan-Astronomi-Islam.jpg" alt="" width="252" height="182" />Dari wilayah Marv, Khurasan, Iran, lahir seorang ahli matematika  terkemuka di dunia Islam. Dia bernama Abu Ja&#8217;far Muhammad bin Muhammad  Al-Husayn Al-Khurasani Al Khazin. Keahliannya dalam menyajikan rumus dan  metode perhitungan untuk menguraikan soal-soal rumit begitu dikagumi  dan dijadikan rujukan hingga berabad-abad kemudian.</p>
<p>Tidak  diketahui secara pasti tahun kelahiran tokoh ini. Akan tetapi, para  sejarawan memperkirakan Al-Khazin meninggal dunia antara 961 dan 971  Masehi. Selain dikenal sebagai ahli matematika, semasa hidup ia juga  seorang fisikawan dan astronom yang disegani.<span id="more-680"></span><br />
Merujuk pada  sejumlah catatan sejarah, Al-Khazin merupakan satu dari sekian banyak  ilmuwan yang telah lama dilupakan. Namanya baru mencuat kembali pada  masa-masa belakangan ini. Di dunia Barat, Al-Khazin dikenal sebagai  Alkhazen. Ejaan dalam bahasa Eropa menyebabkan ketidakjelasan identitas  antara dia dan Hasan bin Ibnu Haitsam.</p>
<p>Hal inilah yang merupakan  salah satu penyebab nama Al-Khazin sedikit tenggelam. Al-Khazin  merupakan ilmuwan zuhud. Dia menjalani hidup sederhana dalam hal  makanan, pakaian, dan sebagainya. Ia sering menolak hadiah para penguasa  dan pegawai kerajaan agar tidak terlena oleh kesenangan materi.</p>
<p>Beberapa  guru tenar menghiasi rekam jejak Al-Khazin saat masih menimba ilmu.  Salah satu gurunya bernama Abu Al-Fadh bin Al-Amid, seorang menteri pada  masa Buwayhi di Rayy. Al-Khazin menuangkan pemikirannya dalam sejumlah  risalah bidang matematika dan telah memperkaya khazanah keilmuan di  dunia Islam.</p>
<p>Sebut saja, misalnya Kitab al-Masail al-Adadiyya  yang di dalamnya tercantum karya Ibnu Majah, yaitu al-Fihrist edisi  Kairo, Mesir. Karyanya yang paling terkenal adalah Matalib Juziyya mayl  alMuyul al-Juziyya wa al-Matali fi al-Kuraal Mustakima. Seluruh  kemampuan intelektualnya dia curahkan pada karya ini.</p>
<p>Termasuk  perhitungan rumus teorema sinus untuk segitiga. Seperti tercantum dalam  buku al-Fihrist edisi Kairo, AlKhazin pernah memberikan komentar ilmiah  terhadap buku Element yang ditulis ilmuwan Yunani, Euclides, termasuk  bukti-bukti yang diuraikannya menyangkut kekurangan serta kelemahan  pemikiran Euclides.</p>
<p>Kontribusi luar biasa Al-Khazin mencakup  peragaan rumus untuk mengetahui permukaan segitiga sebagai fungsi  sisisisinya. Ia mengambil metode penghitungan setiap sisi kerucut.  Dengan itu, dirinya berhasil memecahkan bentuk persamaan x3 + a2b = cx2.  Di ranah matematika, persamaan itu sangat terkenal.</p>
<p>Ini  merupakan sebuah soal matematika rumit yang diajukan oleh Archimedes  dalam bukunya The Sphere and the Cylinder. Sayangnya, seperti disebutkan  pada buku Seri Ilmuwan Muslim Pengukir Sejarah, sekian banyak teks dan  risalah ilmiah Al-Khazin tak banyak tersisa pada masa kini.</p>
<p>Hanya  beberapa saja yang masih tersimpan, di antaranya komentarnya terhadap  buku ke10 dari Nasr Mansur dalam Rasail Abi Nasr ila al-Biruni. Jejak  keilmuan Al-Khazin juga dapat ditelusuri dalam lingkup astronomi. Dia  mengukir prestasi gemilang melalui karyakaryanya. Salah satu yang  berpengaruh adalah buku berjudul Zij as Safa&#8217;ih.</p>
<p>Al-Khazin  mempersembahkan karya itu untuk salah satu gurunya, Ibnu Al Amid. Ia  juga membahas tentang peralatan astronomi untuk mengukur ketebalan udara  dan gas (sejenis aerometer). Saat nilai ketebalan bergantung pada suhu  udara, alat ini merupakan langkah penting dalam mengukur suhu udara dan  membuka jalan terciptanya termometer.</p>
<p>Manuskrip karya Al-Khazin  tersebut tersimpan di Berlin, Jerman, namun hilang ketika berkecamuk  Perang Dunia II. Oleh astronom terkemuka, Al-Qifti, karya itu dianggap  sebagai subyek terbaik dan sangat menarik untuk dipelajari. Buku Zij as  Safa&#8217;ih menuai banyak pujian dari para ilmuwan.</p>
<p>Menurut  Al-Biruni, beragam mekanisme teknis instrumen astronomi berhasil diurai  dan dijelaskan dengan baik oleh Al-Khazin. Tokoh ternama ini pun kagum  atas sikap kritis Al-Khazin saat mengomentari pemikiran Abu Ma&#8217;syar  dalam hal yang sama. Tokoh lain yang menyampaikan komentarnya adalah Abu  Al-Jud Muhammad Al-Layth.</p>
<p>Ia menyatakan, pendapat Al-Khazin  mengenai cara menghitung rumus chord dari sudut satu derajat. Dalam Zij  disebutkan, soal itu bisa dihitung apabila chord dibagi menjadi tiga  sudut. Sementara itu, Abu Nash Mansur memberikan koreksi atas sejumlah  kekurangan yang terdapat pada karya Al-Khazin itu.</p>
<p>Penetapan  inklanasi ekliptika tak luput dari perhatian Al-Khazin. Persoalan  astronomi ini sudah mengemuka sejak zaman Archimedes. Para ilmuwan  Muslim seperti Al-Mahani, meninggal pada 884 Masehi, yang pertama  mengangkat kembali tema ini. Oleh AlKhazin, hal itu kembali dipelajari  dan dia berhasil menjabarkannya dengan baik.</p>
<p>Menurut Al-Khazin,  pembagian bola dengan sebuah bidang datar dalam satu rasio ditentukan  dengan menyelesaikan persamaan pangkat tiga. Demikian ilmuwan ini  menyelesaikan soal astronomi tadi yang segera mendapatkan pujian dari  astronom-astronom lainnya.</p>
<p>Terdapat beberapa aspek penting yang  dikupas oleh Al-Khazin dalam buku astronomi yang ia tulis. Dalam Zij, ia  menunjukkan penetapan titik derajat tengah atau cakrawala yang  kemiringannya tidak diketahui sebelumnya. Ia juga mampu menghitung sudut  matahari melalui penentuan garis bujur.</p>
<p>Sumbangsih lain adalah  menyangkut penentuan azimut atau ukuran sudut arah kiblat dengan memakai  peralatan tertentu. Al-Khazin berhasil mengenalkan metode hitung  segitiga sferis. Komentar-komentarnya cukup mendalam terhadap karya  astronomi lain, misalnya, ia pernah menulis sebuah komentar atas  Almagest karya Ptolemeus.</p>
<p>Subjek yang ia bahas adalah tentang  sudut kemiringan ekliptik. Sebelumnya, rumus itu dikenalkan Banu Musa  pada 868 Masehu di Baghdad, Irak. Ia juga mencermati hasil pengamatan  AlMawarudzi, Ali bin Isa Al-Harrani, dan Sanad bin Ali. Hal ini terkait  dengan penentuan musim semi dan musim panas. Sementara itu, melalui  tulisannya yang berjudul Sirr al-Alamin, Al-Khazin mengembangkan lebih  jauh gagasan-gagasan dari Ptolemeus yang terdapat pada buku Planetary.</p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/09/al-khazin-ahli-matematika-dan-astronomi-islam/&via=aanchoto&text=Al Khazin, Ahli Matematika dan Astronomi Islam&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/09/al-khazin-ahli-matematika-dan-astronomi-islam/&via=aanchoto&text=Al Khazin, Ahli Matematika dan Astronomi Islam&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2010/09/al-khazin-ahli-matematika-dan-astronomi-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gambaran Sejarah Purbakala Dari Matematika</title>
		<link>http://aanchoto.com/2010/09/gambaran-sejarah-purbakala-dari-matematika/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2010/09/gambaran-sejarah-purbakala-dari-matematika/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Sep 2010 13:22:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Matematika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=650</guid>
		<description><![CDATA[I. Gambaran Sejarah Purbakala Dari Matematika 1. Dasar Praktis Pada Mulanya dizaman purbakala banyak bangsa-bangsa yang bermukim sepanjang sungai-sungai besar. Bangsa Mesir sepanjang sungai nil di Afrika, Bangsa Babilonia sepanjang sungai Tigris dan Eufrat, Bangsa Hindu sepanjang sungai Indus dan Gangga, Bangsa Cin Sepanjang Sungai Huang Ho dan Yang Tze. Bangsa itu memerlukan keterampilan untuk&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>I. Gambaran Sejarah Purbakala Dari Matematika</p>
<p>1. Dasar Praktis</p>
<p>Pada Mulanya dizaman purbakala banyak bangsa-bangsa yang bermukim sepanjang sungai-sungai besar. Bangsa Mesir sepanjang sungai nil di Afrika, Bangsa Babilonia sepanjang sungai Tigris dan Eufrat, Bangsa Hindu sepanjang sungai Indus dan Gangga, Bangsa Cin Sepanjang Sungai Huang Ho dan Yang Tze. Bangsa itu memerlukan keterampilan untuk mengendalkan banjir, mengeringkan rawa-rawa, membuat irigasi untuk mengolah tanah sepanjang sungai menjadi daerah pertanian. Untuk itu diperlukan pengetahuan praktis yaiut pengetahuan teknik dan matematika bersama-sama<span id="more-650"></span></p>
<p>Sejarah Menunjukkan bahwa permulaan matematika berasal dari bangs yang bermukim di sepanjang aliran sungai tersebut. Mereka memerlukan perhitungan, penanggalan yang dapat dipakai sesuai dengan perubahan musim. Maka awal matematika adalah Aritmetika.</p>
<ol>
<li>Matematika Tertulis dan Penyampaian</li>
</ol>
<p>Bangsa India dan Cina menggunakan media tulis yang mudah hancur sperti kulit kayu dan bamboo. Akan tetapi bangsa Mesir dan Babilonia, media tulis yang digunakan adalah batu-batu loh-loh yang dibuat dari tanah liat kemudian dibakar sehingga tidak hancur walaupun pada iklim kering.</p>
<ol>
<li>Penemuan Ahli-ahli Purbakala</li>
</ol>
<ol>
<li>Matematika Babilonia Purbakala</li>
</ol>
<p>Penggalian-pengalian oleh ahli purbakala menemukan lebih daro 50.000 loh-loh dari daerah Nippur Mesopotamia. Diantara Loh-loh itu yang sudah dikenal terdapat kira-kira 300 loh-loh matematika berisi tabel-tabel matematika, dan Soal-soal Matematika. Kunci pemahaman akan prasasti ditemukan oleh beberapa ahli seperti Gratefend, Rawlinson tahun 1847 oleh Neugebaner dan Thureau. Dangin tahun 1935. Terdapat naskah-naskah matematika yang penanggalannya 2100 BC (Sebelum Masehi) dari masakejayaan sumarian yang tinggal di lembah sungai tigris dan eufrat. Perkembangan pesat kebudayaan sumarian pada masa rajaHammurabi dari dinasti Babilonia. Seiring dengan perkembangan kebudayaan terdapat naskah-naskah matematika dengan penanggalan kira-kira 1600 BC. Naskah-naskah yang lebih banyak dari penanggalan antara 600 sampai 300 BC pada masa kekaisaran Nebukadnesar.</p>
<p>Isi naskah-naskah matematika itu antara lain mengenal rekening-rekening, perjanjian utang-piutang, bunga uang, sistemukuran panjang, ukuran berat. Dari 300 loh-loh matematia babilonia terdapat 200 loh berisi daftar matematika. Daftar-daftar itu mengenai perkalian, kebalikan, memangkatkan. Naskah-naskah matematika itu menunjukan kemapuan mereka dalam ilmuperbintangan atau astronomi.</p>
<ol>
<li>Matematika Mesir Purbakala</li>
</ol>
<p>Hasil Arkeologi yang terkait dengan matematika dapat disebut beberapa diantaranya :</p>
<p>a)      Di Museum Oxford terdapat suatu tongkat kerajaan Mesir dari penanggalan 3100 BC. Dalam tulisan hieroglif pada tongka itu terdapat bilangan jutaan dan ratusan ribu mengenai penyerbuan militer.</p>
<p>b)      Piramida Gizeh didirikan 2900 BC pasti menggunakan keterampilan teknik dan matematika. Bangunan itu didirikan diatas tanah seluas kira-kira 13 are (<span style="text-decoration: underline;">+</span> 1300 m<sup>2</sup>). Bangunan terdiri dari 2.000.000 bongkahan bata dengan rata-rata berat 2,5 ton setiap bongkahan. Atas Berbentuk bujur sangkaryang hampir sempurna. Hanya dengan kesalahan  dan sudut sikunya hanya dengan kesalahan  . Tercatat bahwa bangunan itu dibangun dan dikerjakan 100.000 orang pekerja selama 30 tahun namun hanya dengan kesalahan sekecil itu. Suatu keterampilan matematika yang amat menakjubkan.</p>
<p>c)      Papirus Moskow pada tahun 1930, Menggunakan sebanyaj 25 soal matematika dari penanggalan 1850 BC.</p>
<p>d)     Di Museum Berlin terdapat alat astronomi yang diawetkan dari penanggalan 1850 BC.</p>
<p>e)      Papirus Rhind (Hery Rhind) seorang ahli purbakala tentang mesir dan inggris menulis 85 soal matematika dari penanggalan 1650 BC. Papirus ini dapat dibaca di Museum Britis. Papirus Rhind dan Papirus Moskow adalah sumber utama mengenai Matematika Mesir Purbakala.</p>
<p>f)       Di Museum Berlin terdapat penanggalan matahari tertua dari penanggalan 1500 BC.</p>
<p>g)      Papirus Rollin yang berasal pada tahun 1350 BC sekarang diawetkan dimuseum Louvre berisi perhitungan-perhitunan rekening roti sebagai pemakaian bilangan-bilangan pada waktu itu.</p>
<p>h)      Papirus Harris dari 1107 BC suatu dokumen mengenai harta kekayaan disuatu kuil. Daftar yang dipersiapkan Ramses IV ketika menggantikan bapaknya Ramses III.</p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/09/gambaran-sejarah-purbakala-dari-matematika/&via=aanchoto&text=Gambaran Sejarah Purbakala Dari Matematika&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/09/gambaran-sejarah-purbakala-dari-matematika/&via=aanchoto&text=Gambaran Sejarah Purbakala Dari Matematika&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2010/09/gambaran-sejarah-purbakala-dari-matematika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Matematika</title>
		<link>http://aanchoto.com/2010/08/sejarah-matematika/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2010/08/sejarah-matematika/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 06:52:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Matematika]]></category>
		<category><![CDATA[Matematika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=633</guid>
		<description><![CDATA[Secara Geografis 1. Mesopotamia - Menentukan system bilangan pertama kali - Menemukan system berat dan ukur - Tahun 2500 SM system desimal tidak lagi digunakan dan lidi diganti oleh notasi berbentuk baji 2. Babilonia - Menggunakan sitem desimal dan π=3,125 - Penemu kalkulator pertama kali - Mengenal geometri sebagai basis perhitungan astronomi - Menggunakan pendekatan&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Secara Geografis</p>
<p>1. Mesopotamia<br />
- Menentukan system bilangan pertama  kali<br />
- Menemukan system  berat dan ukur<br />
- Tahun  2500 SM system desimal tidak lagi digunakan dan lidi diganti oleh notasi  berbentuk baji<br />
<img class="size-full wp-image-634 alignnone" title="mesopotamia" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2010/08/mesopotamia.gif" alt="" width="329" height="286" /></p>
<p>2.  Babilonia<br />
- Menggunakan  sitem desimal dan π=3,125<br />
- Penemu kalkulator pertama kali<br />
- Mengenal geometri sebagai basis perhitungan astronomi<br />
- Menggunakan pendekatan untuk akar  kuadrat<br />
- Geometrinya  bersifat aljabaris<br />
-  Aritmatika tumbuh dan berkembang baik menjadi aljabar retoris yang  berkembang<br />
- Sudah  mengenal teorema Pythagoras<span id="more-633"></span><br />
<img class="alignnone size-full wp-image-635" title="babylonia" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2010/08/babylonia.jpg" alt="" width="337" height="216" /><br />
3. Mesir Kuno<br />
-  Sudah mengenal rumus untuk menghitung luas dan isi<br />
- Mengenal system bilangan dan symbol  pada tahun 3100 SM<br />
-Mengenal tripel Pythagoras<br />
- Sitem angka bercorak aditif dan aritmatika<br />
- Tahun 300 SM menggunakan system  bilangan berbasis 10</p>
<p>4.  Yunani Kuno<br />
- Pythagoras  membuktikan teorema Pythagoras secara matematis (terbaik)<br />
- Pencetus awal konsep[ nol adalah Al  Khwarizmi<br />
- Archimedes  mencetuskan nama parabola, yang artinya bagian sudut kanan kerucut<br />
- Hipassus penemu bilangan irrasional<br />
- Diophantus penemu aritmatika  (pembahasan teori-teori bilangan yang isinya merupakan pengembangan  aljabar yang dilakukan dengan membuat sebuah persamaan)<br />
- Archimedes membuat geometri bidang  datar<br />
- Mengenal  bilangan prima</p>
<p>5. India<br />
- Brahmagyupta lahir pada 598-660 Ad<br />
- Aryabtha (4018 SM) menemukan hubungan  keliling sebuah lingkaran<br />
- Memperkenalkan pemakaian nol dan desimal<br />
- Brahmagyupta menemukan bilangan  negatif<br />
- Rumus  a2+b2+c2 telah ada pada “Sulbasutra”<br />
- Geometrinya sudah mengenal tripel Pythagoras,teorema  Pythagoras,transformasi dan segitiga pascal</p>
<p>6. China<br />
- Mengenal sifat-sifat segitiga siku-siku tahun 3000 SM<br />
- Mengembangkan angka negatif, bilangan  desimal, system desimal, system biner, aljabar, geometri, trigonometri  dan kalkulus<br />
- Telah  menemukan metode untuk memecahkan beberapa jenis persamaan yaitu  persamaan kuadrat, kubikdan qualitik<br />
- Aljabarnya menggunakan system horner untuk menyelesaikan  persamaan kuadrat</p>
<p>Berdasarkan  Tokoh</p>
<p>1. Thales  (624-550 SM)<br />
Dapat  disebut matematikawan pertama yang merumuskan teorema atau proposisi,  dimana tradisi ini menjadi lebih jelas setelah dijabarkan oleh Euclid.  Landasan matematika sebagai ilmu terapan rupanya sudah diletakan oleh  Thales sebelum muncul Pythagoras yang membuat bilangan.<br />
<img class="alignnone size-full wp-image-636" title="Il filosofo greco Talete di Mileto,  VII-VI sec. a.C." src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2010/08/thales.jpg" alt="" width="203" height="232" /><br />
2. Pythagoras (582-496 SM)<br />
Pythagoras adalah orang yang pertama  kali mencetuskan aksioma-aksioma, postulat-postulat yang perlu  dijabarkan ter lebih dahulu dalam mengembangkan geometri. Pythagoras  bukan orang yang menemukan suatu teorema Pythagoras namun dia berhasil  membuat pembuktian matematis. Persaudaraan Pythagoras menemukan 2  sebagai bilangan irrasional.<br />
<img class="alignnone size-full wp-image-637" title="phytagoras" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2010/08/phytagoras.jpg" alt="" width="169" height="240" /><br />
3. Socrates (427-347 SM)<br />
Ia merupakan seorang filosofi besar dari Yunani. Dia juga  menjadi pencipta ajaran serba cita, karena itu filosofinya dinamakan  idealisme. Ajarannya lahir karena pergaulannya dengan kaum sofis. Plato  merupakan ahli piker pertama yang menerima paham adanya alam bukan  benda.<br />
<img class="alignnone size-full wp-image-638" title="socrates" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2010/08/socrates.jpg" alt="" width="135" height="179" /><br />
4. Ecluides  (325-265 SM)<br />
Euklides  disebut sebagai “Bapak Geometri” karena menemuka teori bilangan dan  geometri. Subyek-subyek yang dibahas adalah bentuk-bentuk, teorema  Pythagoras, persamaan dalam aljabar, lingkaran, tangen,geometri ruang,  teori proporsi dan lain-lain. Alat-alat temuan Eukluides antara lain  mistar dan jangka.<br />
<img class="alignnone size-full wp-image-639" title="eucluides" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2010/08/eucluides.jpg" alt="" width="287" height="408" /><br />
5.  Archimedes (287-212 SM)<br />
Dia mengaplikasikan prinsip fisika dan matematika. Dan juga menemukan  perhitungan π (pi) dalam menghitung luas lingkaran. Ia adalah ahli  matematika terbesar sepanjang zaman dan di zaman kuno. Tiga kaaarya  Archimedes membahas geometri bidang datar, yaitu pengukuran lingkaran,  kuadratur dari parabola dan spiral.<br />
<img class="alignnone size-full wp-image-640" title="archimedes" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2010/08/archimedes.jpg" alt="" width="192" height="216" /><br />
6. Appolonius (262-190 SM)<br />
Konsepnya mengenai parabola, hiperbola,  dan elips banyak memberi sumbangan bagi astronomi modern. Ia merupakan  seorang matematikawan tang ahli dalam geometri. Teorema Appolonius  menghubungkan beberapa unsur dalam segitiga.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-641" title="appolonius" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2010/08/appolonius.jpg" alt="" width="180" height="229" /><br />
7. Diophantus (250-200 SM)<br />
Ia merupakan “Bapak Aljabar” bagi  Babilonia yang mengembangkan konsep-konsep aljabar Babilonia. Seorang  matematikawan Yunani yang bermukim di Iskandaria. Karya besar Diophantus  berupa buku aritmatika, buku karangan pertama tentang system aljabar.  Bagian yang terpelihara dari aritmatika Diophantus berisi pemecahan  kira-kira 130 soal yang menghasilkan persamaan-persamaan tingkat  pertama.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-642" title="diophantus" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2010/08/diophantus.jpg" alt="" width="157" height="209" /></p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/08/sejarah-matematika/&via=aanchoto&text=Sejarah Matematika&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/08/sejarah-matematika/&via=aanchoto&text=Sejarah Matematika&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2010/08/sejarah-matematika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

