Psikologi
Teori – Teori Belajar (2)
Jul 16th
B. Teori-teori belajar psikologi Kognitif
Piaget merupakan salah seorang tokoh yang disebut-sebut sebagai pelopor aliran konstruktivisme. Salah satu sumbangan pemikirannya yang banyak digunakan sebagai rujukan untuk memahami perkembangan kognitif individu yaitu teori tentang tahapan perkembangan individu. Menurut Piaget bahwa perkembangan kognitif individu meliputi empat tahap yaitu : (1) sensory motor; (2) pre operational; (3) concrete operational dan (4) formal operational. Pemikiran lain dari Piaget tentang proses rekonstruksi pengetahuan individu yaitu asimilasi dan akomodasi. James Atherton (2005) menyebutkan bahwa asisimilasi adalah “the process by which a person takes material into their mind from the environment, which may mean changing the evidence of their senses to make it fit” dan akomodasi adalah “the difference made to one’s mind or concepts by the process of assimilation”
Dikemukakannya pula, bahwa belajar akan lebih berhasil apabila disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif peserta didik. Peserta didik hendaknya diberi kesempatan untuk melakukan eksperimen dengan obyek fisik, yang ditunjang oleh interaksi dengan teman sebaya dan dibantu oleh pertanyaan tilikan dari guru. Guru hendaknya banyak memberikan rangsangan kepada peserta didik agar mau berinteraksi dengan lingkungan secara aktif, mencari dan menemukan berbagai hal dari lingkungan. More >
Teori – Teori Belajar (1)
Jul 16th
Teori belajar selalu bertolak dari sudut pandangan psikologi belajar tertentu. Dengan tumbuhnya ilmu pengetahuan tentang belajar, maka psikologi dalam pendidikan menjadi berkembang secara pesat.
Beberapa aliran psikologi pendidikan :
a. Psikologi Behavioristik
b. Psikologi Kognitif
c. Psikologi Humanistik
Ketiga aliran psikologi pendidikan diatas tumbuh dan berkembang secara beruntun. Dalam setiap perkembangan aliran psikologi tersebut, maka munculah teori-teori belajar. Teori-teori yang ada dapat dikelompokkan menjadi :
a. Teori-teori belajar dari Psikologi Behavioristik
b. Teori-teori belajar dari Psikologi Kognitif
c. Teori-teori belajar dari Psikologi Humanistik
A. Teori-teori belajar dari Psikologi Behavioristik
Dikemukakan oleh para ahli psikolog behavioristik. mereka sering disebut “contemporary behaviorist”. Mereka berpendapat bahwa tingkah laku manusia dikendalikan oleh ganjaran (reward) atau penguatan (reiforcement) dari lingkungan. More >
Ruang Lingkup Psikologi Pendidikan
Jul 10th
Ruang lingkup psikologi pendidikan menurut Good & Broopy ( 1997 )
· Hubungan antara psikologi dengan guru
· Manajemen kelas : Perkembangan dan sosialisasi anak kepemimpinan dan dinamika kelompok, modelling, reward, punishment, extinction. Hasil – hasil penelitian manajemen kelas, persiapan dan pelaksanaan pengajaran yang baik.
· Mengurai masalah belajar : pengertian, prinsip, perbedaan individu dalam belajar, model dan desain belajar dan prinsip pengajaran More >
Model dan Metode pokok Mengajar
Jun 25th
1. Model dan Metode pokok Mengajar
a. Model information processing (tahapan pengolahan informasi)
Model mengajar jenis ini berorientasi pada kecakapan siswa dalam memproses informasi dan cara-cara mereka dapat memperbaiki kecakapan untuk menguasi informasi. Model mengajar jenis ini bertujuan agar ranah cipta siswa dapat berfungsi dan berkembang seoptimal mungkin.
b. Model personal (pengembangan pribadi)
Rumpun model personal pada umumnya berorientasi pada pengembangan pribadi siswa dengan lebih banyak memperhatikan kehidupan ranah rasa, terutama fungsi emosionalnya. Diharapkan dengan menggunakan model ini dapat menolong siswa dalam mengembangkan sendiri hubungan yang produktif dengan lingkungannya. Siswa sebagai peaerta didik juga dapat menyadari dirinya sebagai seorang pribadi yang berkecakapan (capable) cukup untuk berinteraksi dengan pihak luar sehingga tercipta pola hubungan inter-personal yang kondusif. More >
Hereditas dan lingkungan dalam proses belajar
Apr 23rd
A. Pengertian hereditas dan lingkungan
Hereditas adalah pewarisan atau pemindahan biologis, karakteristik individu dari pihak orang tua.[1]
Menurut Witherington, hereditas adalah suatu proses penurunan sifat-sifat atau benih dari generasi ke generasi lain, melalui plasma benih, bukan dalam bentuk tingkah laku melainkan struktur tubuh.[2]
Setiap sel dalam tubuh memiliki herditas identik sebagai akibat dari adanya proses individu dan differensiasi. Hereditas juga merupakan factor pertama yang mempengaruhi perkembangan indvidu. Setiap individu memulai kehidupannya sebagai organism yang bersel tunggal yang bentuknya sangat kecil, garis tengahnya lebih kurang 1/200 inci (1/80 cm). sel ini merupakan perpaduan antara sel telur dengan sel sperma. Di dalam rahim, sel benih yang telah dibuahi teris bertambah besar dengan jalan pembelahan sel menjadi organism yang bersel dua, empat, delapan, dst. Hingga setekah kurang lebih 9 bulan menjadi organism yang sempurna. More >
