<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Aan Choto 阿安國德 &#187; Pengembangan Kurikulum</title>
	<atom:link href="http://aanchoto.com/category/pendidikan/pengembangan-kurikulum/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aanchoto.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 May 2012 16:18:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Komponen Kurikulum</title>
		<link>http://aanchoto.com/2011/03/komponen-kurikulum/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2011/03/komponen-kurikulum/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Mar 2011 11:07:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Kurikulum]]></category>
		<category><![CDATA[Kurikulum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=1095</guid>
		<description><![CDATA[Menurut Pratt (19800, kurikulum adalah sebuah sistem. Sebagai sebuah sistem, ia pasti mempunyai komponen-komponen atau bagian-bagian yang saling mendukung dan membentuk satu kesatuan yang tak terpisahkan. Komponen-komponen dalam sebuah sistem bersifat harmonis, tidak saling bertentangan. Kurikulum sebagai suatu program pendidikan yang direncanakan mempunyai komponen-komponen.  Jadi, kurikulum merupakan suatu rencana tertulis yang berrisi tentang ide-ide dan&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut Pratt (19800, kurikulum adalah sebuah sistem. Sebagai sebuah sistem, ia pasti mempunyai komponen-komponen atau bagian-bagian yang saling mendukung dan membentuk satu kesatuan yang tak terpisahkan. Komponen-komponen dalam sebuah sistem bersifat harmonis, tidak saling bertentangan. Kurikulum sebagai suatu program pendidikan yang direncanakan mempunyai komponen-komponen.  Jadi, kurikulum merupakan suatu rencana tertulis yang berrisi tentang ide-ide dan gagasan-gagasan yang di rumuskan oleh pengembangan kurikulum termasuk di dalamnya kegiatan yang dillakukan oleh siswa dalam proses belajar.</p>
<p>A.    Komponen-komponen kurikulum</p>
<p>1.      Komponen Tujuan</p>
<p>Komponen tujuan merupakan satu kesatuan dalam mewujudkan cita-cita pendidikan dalam konteks pembangunan manusia Indonesia. Dan kurikulum merupakan suatu program untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan tertentu. Oleh karena itu, dalam kurikulum suatu sekolah telah terkandung tujuan-tujuan pendidikan yang ingin dicapai melalui sekolah yang bersangkutan.<span id="more-1095"></span></p>
<p>2.      Komponen materi</p>
<p>Materi kurikulum merupakan isi kurikulum.undang –undang pendidikan menetapkan bahwa “ isi kurikulum merupakan  bahan kajian dan pelajaran untuk mencapai tujuan penyelenggaraan satuan pendidikan yang bersangkutan dalm rangka upaya pencapaian tujuan pendidikan nasional”.</p>
<p>3.      Komponen strategi (metode)</p>
<p>Stategi pelaksaan suatu kurikulum tergambar dari cara yang di tempuh dalam melaksanakan pengajaran,penialaian,bimbingan dan penyluhan dan dalam mengatur kegiatan sekolah secara keseluruhan,seperti sistem pengajaran modul,paket.dll.</p>
<p>4.      Komponen organisasi</p>
<p>Organisasi adalah struktur program kurikulum yang berupa kerangka-program-program pengajaran yang akan di sampaikan pada siswa. Komponen evaluasi</p>
<p>5.      Evaluasi</p>
<p>Merupakan suatu komponen kurikulum, karena dengan evaluasi dengan evaluasi dapat di peroleh informasi akurat tentang penyelenggaraan pembelajaran dan keberhasilan belajar siswa.berdasarkan informasi itu dapat dibuat keputusan tentang kurikulum itu sendiri,pembelajaran kesulitan dan upaya bimbingan yang perlu di lakukan.</p>
<p><strong>1. </strong><strong>Komponen kurikulum tahun 1994</strong></p>
<p>-          Filosofis</p>
<p>Struktur keilmuan yang menghasilkan isi mata pelajaran. ‘daya serap kurikulum</p>
<p>-          Tujuan</p>
<p>Agar siswa menguasai materi yang tercantum dalm GBPP</p>
<p>-          Materi</p>
<p>Semua materi ditentukan oleh pemerintah</p>
<p>-          Metode atau strategi</p>
<p>Ceramah, guru di padang sebagai sumber belajar</p>
<p>-          Evaluasi</p>
<p>normatif</p>
<p><strong>2. </strong><strong>Komponen kurikulum tahun 2004 (KBK)</strong></p>
<p>-          Filosofis</p>
<p>Struktur keilmuan dan perkembangan fsikologis siswa. Sehingga berdasarkan kompotensi lulusannya</p>
<p>-          Tujuan</p>
<p>Semua siswa memiliki kompetensi yang ditetapkan</p>
<p>-          Materi</p>
<p>Pemerintah menetapkan kompetensi yang berlaku secara nasional dan daerah/sekolah berhak menetapkan standar yang lebih tinggi sesuai kemampuan daerah/sekolah</p>
<p>-          Strategi atau metode</p>
<p>memisahkan mata pelajaran yang berdiri sndiri</p>
<p>penyinggungan atau penghubungan antar bahan kurikulum dalam berbagai mata pelajaran</p>
<p>pemaduan bahan kurikulum dari beberapa mata pelajaran dalam satu cakupan topik yang dikaji</p>
<p>-          Evaluasi</p>
<p>Kompentensi siswa</p>
<p><strong>3. </strong><strong>Komponen kurikulum tahun 2006 (KTSP)</strong></p>
<p>-          Visi misi</p>
<p>Visi dan misi satuan pendidikan dapat dikembangkan oleh lembaga masing-masing dengan memperhatikan potensi dan kelemahan masing-masing.</p>
<p>-          Struktur</p>
<p>Struktur keilmuannya berdasarkan yang tertuang dalam SI</p>
<p>-          Tujuan</p>
<p>Agar siswa mandiri dan mampu dalam pengambilan keputusan secara partisipatif</p>
<p>-          Kalender pendidikan</p>
<p>Sesuai dengan kebutuhan daerah, karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik dan masyarakat, dengan memperhatikan kalender pendidikan sebagai mana tercantum dalam SI.</p>
<p>-          Silabus</p>
<p>Disusun oleh guru mata pelajaran dengan tema tertentu yang mencakup standar kompetensi,  kompetensi dasar, materi pelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar yang dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan.</p>
<p>-          RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)</p>
<p>Berdasarkan silabus yang telah disusun guru bisa mengembangkannya menjadi RPP yang akan diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar bagi siswanya.</p>
<p>-          Evaluasi</p>
<p>Evaluasi dalam KTSP di lihat dari berbagai aspek.</p>
<p><strong>B. </strong><strong>Analisis Kurikulum 1994, 2004 (KBK), 2006 (KTSP)</strong></p>
<p>1.      Persamaan</p>
<p>Persamaan komponen-komponen dari ketiga kurikulum di atas adalah:</p>
<p>-          Tujuan umum yang igin di capai yaitu,  agar siswa menguasai materi yang telah di tetapkan oleh  kurikulum yang digunakan</p>
<p>-          Semua materi yang tercantum dalam setiap kurikulum di sah kan oleh pemerintah</p>
<p>-          Dalam evalusi, ujian akhir merupakan syarat utama dalam kelulusan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>2.      Perbedaan</p>
<p>-          Tujuan</p>
<p>Walaupun tujuan umum dalam setiap kurikulum ini sama tapi ada beberapa perbedaan diantaranya pada KTSP juga bertujuan agar siswa mandiri dan mampu dalam pengambilan keputusan secara partisipatif</p>
<p>-          Materi</p>
<p>Pada kurikulum 1994 hanya memberlakukan satu sistem kurikulum untuk semua siswa di seluruh indonesia, jadi semua materi ditentukan oleh pemerintah</p>
<p>Pada kurikulum 2004 pemerintah menetapkan kompetensi yang berlaku secara nasional dan daerah tetapi sekolah atau daerah berhak menetapkan standar yang lebih tinggi sesuai kemampuan daerah atau sekolah tersebut.</p>
<p>Pada kurikulum KTSP,materi di buat oleh guru berdasarkan acuan yang telah di tetapkan,kemudian disahkan oleh kepala sekolah setelah itu di sahkan pemerintah.</p>
<p>-          Strategi</p>
<p>Pada kurikulum 1994 menggunakan metode ceramah, kurikulum 2004 lebih banyak menggunakan metode diskusi, sedangkan kurikulum KTSP memakai berbagai macam metode.</p>
<p>-           Evaluasi</p>
<p>Pada kurikulum 1994 sistem penilaian lebih menekankan pada potensi akademik,kurikulum 2004 lebih menekankan pada kompetensi siswa,sedangkan kurikulum KTSP merupakan lanjutan kurikulum 2004,karena kuikulum 2004 hanya berlangsung sementara.pada KTSP ini penilaian sudah memiliki cakupan yang lebih luas seperti:kognitif,afektif dan psikomotor.</p>
<p>3.      Perubahan</p>
<p>Dalam perubahan kurikulum ini,hal yang lebih menonjol adalah dari segi materi. Dimana semakin sering terjadinya perubahan,semakin kurang materi yang di berikan pada siswa. Tetapi keterampilan siswa semakin meningkat. Dilihat dari segi metode, panggunaannya semakin banyak. Begitu juga dari segi evaluasi,dimana perubahannya semakin baik. Karena evaluasinya tidak hanya berfokus pada satu sudut saja seperti menilai dari segi kognitif,afektif dan psikomotor.</p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2011/03/komponen-kurikulum/&via=aanchoto&text=Komponen Kurikulum&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2011/03/komponen-kurikulum/&via=aanchoto&text=Komponen Kurikulum&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2011/03/komponen-kurikulum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prinsip-prinsip Kurikulum</title>
		<link>http://aanchoto.com/2011/03/prinsip-prinsip-kurikulum/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2011/03/prinsip-prinsip-kurikulum/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Mar 2011 13:05:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Kurikulum]]></category>
		<category><![CDATA[Kurikulum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=1091</guid>
		<description><![CDATA[I. Pengertian Kurikulum Kurikulum berasal Dari kata currulum yang berarti lintasan kereta kuda yang biasa dilakukan bangsa romawi pada zaman kaisar gaius Julius chesar diabad pertama tahun masehi, namun istilah tersebut digunakan untuk mengambarkan suatu konsep yang abstrak. Selanjutnya istilah kurikulum digunakan dalam dunia pendidikan yang diperuntukan untuk anak didik. Kurikulum berhubungan erat dengan usaha&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>I. </strong><strong>Pengertian Kurikulum</strong></p>
<p>Kurikulum berasal Dari kata currulum yang berarti lintasan kereta kuda yang biasa dilakukan bangsa romawi pada zaman kaisar gaius Julius chesar diabad pertama tahun masehi, namun istilah tersebut digunakan untuk mengambarkan suatu konsep yang abstrak. Selanjutnya istilah kurikulum digunakan dalam dunia pendidikan yang diperuntukan untuk anak didik. Kurikulum berhubungan erat dengan usaha mengembangkan peserta didik sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.</p>
<p>Ada beberapa pendapat yang melahirkan pengertian tentang kurikulum</p>
<p>1.        Schubert berpendapat bahwa kurikulum sebagai  mata pelajaran, muatan hasil belajar dan unsure reproduksi kebudayaan dan pembagunan social, serta pentinganya kecakapa hidup.</p>
<p>2.        Salor dan Alexander (1956) menyatakan kurikulum itu bukan hanya menyangkut mata pelajaran yang akan dipelajari, akan tetapi menyangkut seluruh usaha sekolah untuk mempengaruhi siswa belajar baik didalam maupun diluar sekolah</p>
<p>Kurikulum dipersiapkan dan dikembangkan untuk mencapai tujuan pendidikan yakni mempersiapkan peserta didik agar mereka dapat hidup dimasyarakat.</p>
<p>Berdasarkan pendapat maka dapat diketahui bahwa kurikulum itu adalah suatu rencana tertulis yang berisi tentang ide-ide dan gagasan-gagasan yang dirumuskan oleh pengembang kurikulum termasuk didalamnya kegitan yang dilakukan siswa dalam proses belajar.<span id="more-1091"></span></p>
<p><strong>II. </strong><strong>Prinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum</strong></p>
<p>Dalam pengembangn kurikulum, berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut</p>
<p>1.        Prinsip yang berorientasi dalam tujuan</p>
<p>Pengembangan kurikulum diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu, tujuan kurikulum mengandung aspek pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai khususnya dalam mewujudkan cita-cita pembangunan nasional dan tujuan pendidikan Pancasila serta Undang-Undang Dasar</p>
<p>2.        Prinsip Relevansi (Kesesuaian)</p>
<p>Pengembangan kurikulum harus relevan dengan kebutuhan dan keadaan masyarakat, tingkat penkembangan dan kebutuhan siswa serta serasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.</p>
<p>3.        Prinsip Efisiensi dan Efektifitas</p>
<p>Efisiensi merupakan perbandingan antara hasil yang dicapai dan pengeluaran (beupa waktu, tenaga dan biaya) yang menunjukkan hasil yang seimbang.</p>
<p>Efektifitas berkenaan dengan sejauh mana kegiatan belajar mengajar yang direncanakan dapat berjalan dengan baik dan sangat berpengaruh pada pencapaian tujuan pengajaran (pendidikan) yang telah ditetapkan.</p>
<p>4.        Prinsip Flexibilitas (keluesan)</p>
<p>Flexibilitas merupakan kebebasan yang diberikan kepada peserta didik untuk memilih program pendidikan yang sesuai dengan bakat dan minat kebutuhan dan lingkungan serta member kesempatan pada guru untuk mengembangkan sendiri program-program pengajaran yang berpegang pada tujuan dan bahan pengajaran dalam kurikulum.</p>
<p>5.        Prinsip Kesinambungan (Kontinuitas)</p>
<p>Kontinuitas artinya bagian-bagian, aspek-aspek materi dan bahan kajian disusun secara berurutan, tidak terlepas akan tetapi memiliki hubungan fungsional yang bermakna sesuai dengan jenjang pendidikan, struktur dalam satuan pendidikan, tingkat penkembangan siswa dengan prinspi ini tampak jelas alur dan keterkaitan didalam kurikulum tersebut sehingga mempermudah guru dan siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran.</p>
<p>6.        Prinsip Keseimbangan</p>
<p>Memperhatikan keseimbangan secara professional dan fungsional antara berbagai program dan subprogram, antara semua mata pelajaran dan anatara aspek perilaku yang ingin dikembangkan.</p>
<p>7.        Prinsip Prinsip Keterpaduan</p>
<p>Perencanaan terpadu bertitik tolak dari masalah dan konsistensi antara unsure-unsurnya. Pelaksanaan terpadu dengan melibatkan semua pihak baik dilingkungan sekolah maupun pada tingkat intersektoral.</p>
<p>8.        Prinsip Mutu</p>
<p>Pendidikan yang bermutu ditentukan oleh derajat mutu guru, kegiatan belajar mengajar, peralatan atau media yang bermutu. Hasil pendidikan yang bermutu diukur berdasarkan criteria pendidikan nasional yang diharapkan.</p>
<p>9.        Prinsip Pendidikan Seumur hidup</p>
<p>Pendidikan tidak saja dilakukan disekolah dan tidak juga merupakan monolpoli sekolah namun proses pendidikan dapat dilakukan diluar sekolah misalnya dalam keluarga dan masyarakat. Prinsip pendidikan seumur hidup mengandung implikasi lain yaitu agar sekolah tidak saja member pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan pada saat peserta didik tamat dari sekolah namun juga bekal kemampuan untuk dapat menumbuhkembangkan diri sendiri.</p>
<p>1.      Persamaan prinsip pengembangn kurikulum 1994, KBK dan KTSP</p>
<p>a.       Menuju pada tanggapan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.</p>
<p>b.      Sama-sama berorientasi pada tujuan pendidikan</p>
<p>c.       Ada prinsip keterpaduan</p>
<p>d.      Prinsip belajar sepanjang hayat</p>
<p>e.       Prinsip keseimbangan antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah</p>
<p>f.       Berpusat pada potensi peserta didik dengan penilaian yang berkelanjutan dan komprehensif.</p>
<p>2.      Perbedaan prinsip pengembangan kurikulum 994, KBK dan KTSP</p>
<p>a.       Kurikulum 994, dalam pengembangan kurikulum ini, menitikberatkan pada penyempurnaan dan penyamaan kurikulum sesuai dengan tujuan pendidikan.</p>
<ul>
<li>Kurikulum KBK berorientasi pada perkembangan psikologi peserta didik.</li>
<li>Kurikulum KTSP berorientasi untuk mengembangkan potensi dalam diri peserta didik serta kemampuan bersosialisasi dengan masyarakat.</li>
</ul>
<p>b.      Kurikulum 1994, dalam proses pembelajaran berpusat pada guru dengan menggunakan prinsip keterpaduan.</p>
<ul>
<li>Kurikulum KBK, Proses pembelajarannya, guru masih terlibat namun tidak sepenuhnya didominasi oleh guru dan siswa lebih aktif dibanding pada kurikulum 1994</li>
<li>Kurikulum KTSP, proses pembelajarannnya sudah sepenuhnya dilakukan oleh siswa dan guru hanya sebagai fasilitator dan motivator.</li>
</ul>
<p>c.       Kurikulum 1994, rencana pendidikan sepenuhnya.</p>
<ul>
<li>Kurikulum KBK, Sekolah bias member inovasi dalam menyusun rencana pendidikan yang dikembangkan pemerintah dibidang kurikulum.</li>
<li>Kurikulum KTSP, Sekolah diberi kewenangan penuh untuk menyusun rencana pendidikan dengan mengacu pada standar-standar yang ditetapkan.</li>
</ul>
<p>d.  Perbedaan dari segi tujuan</p>
<ul>
<li>Kurikulum 1994, siswa menguasai materi dan guru menyiapkan siswa ke jenjang pendidikan tinggi.</li>
<li>KBK, Siswa mencapai kompetensi tertentu, membekali akademik untuk melanjutkan ke perguruan tinggi dan mampu memecahkan masalah secara wajar dan menjalani hidup secara bermanfaat.</li>
<li>KTSP, meningkatkan mutu pendidikan kemadirian da inisiatif sekolah.</li>
</ul>
<p><strong>I. </strong><strong>Perubahan Kurikulum</strong></p>
<p>Dari berbagai kurikulum yang dilalui oleh Indonesia, kiranya dapat ditelisik bahwa kurikulum tersebut mengalami pembaharuan baik pada pelaksanaan komponen maupun prinsipnya.</p>
<p>Perubahan kurikulum pada umumnya disebabkan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, ketidakberhasilan dalam pencapaian tujuan kurikulum sebelumnya, sehingga para pengembang kurikulum terus mencari inovasi terbaru yang bias memperbaiki pendidikan, seiring dengan pemberlakuan UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Kurikulum KTSP saat ini menjadi acuan dalam pembelajaran di sekolah – sekolah.</p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2011/03/prinsip-prinsip-kurikulum/&via=aanchoto&text=Prinsip-prinsip Kurikulum&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2011/03/prinsip-prinsip-kurikulum/&via=aanchoto&text=Prinsip-prinsip Kurikulum&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2011/03/prinsip-prinsip-kurikulum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

