<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Aan Choto 阿安國德 &#187; Evaluasi Pendidikan</title>
	<atom:link href="http://aanchoto.com/category/pendidikan/evaluasi-pendidikan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aanchoto.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 May 2012 16:18:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Sasaran, Subjek, Prinsip Evaluasi Pembelajaran</title>
		<link>http://aanchoto.com/2011/03/sasaran-subjek-prinsip-evaluasi-pembelajaran/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2011/03/sasaran-subjek-prinsip-evaluasi-pembelajaran/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Mar 2011 11:33:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Evaluasi Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=1098</guid>
		<description><![CDATA[Sasaran Evaluasi Pembelajaran Sasaran evaluasi hasil belajar siswa adalah penguasaan kompetensi. Dalam hal ini kompetensi diartikan sebagai (1) Seperangkat tindakan cerdas penuhtanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu. (SK. Mendiknas No. 045/U/2002); (2) Kemampuan yang dapat dilakukan oleh peserta didik yang mencakup pengetahui&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sasaran Evaluasi Pembelajaran<br />
Sasaran evaluasi hasil belajar siswa adalah penguasaan kompetensi. Dalam hal ini kompetensi diartikan sebagai (1) Seperangkat tindakan cerdas penuhtanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu. (SK. Mendiknas No. 045/U/2002); (2) Kemampuan yang dapat dilakukan oleh peserta didik yang mencakup pengetahui keterampilan dan perilaku; (3) Integrasi domain kognitif, afektif dan psikomotorik yang direfleksikan dalam perilaku. Mengacu pengertian kompetensi tersebut, maka hasil belajar mahasiswa mencakup ranah kognitif, psikomotorik dan afektif yang harus dikuasai oleh setiap siswa setelah pembelajaran berlangsung sesuai dengan rencana pembelajaran yang disusun oleh guru.<br />
Evaluasi pembelajaran adalah evaluasi terhadap proses belajar mengajar. Secara sistemik, evaluasi pembelajaran diarahkan pada komponen-komponen sistem pembelajaran, yang mencakup :<span id="more-1098"></span>1.    Komponen input, yakni perilaku awal siswa,<br />
2.    Komponen input instrumental yakni kemampuan profesional guru/tenaga kependidikan,<br />
3.    Komponen kurikulum (program studi, metode, media),<br />
4.    Komponen administratif (alat,waktu, dana),<br />
5.    Komponen proses ialah prosedur pelaksanaan pembelajaran.<br />
6.    Komponen output ialah hasil pembelajaran yang menandai ketercapaian tujuan pembelajaran.</p>
<p>Evaluasi disini hanya ditujukan pada evaluasi terhadap komponen proses dalam kaitannya dengan komponen input instrumental.<br />
Dalam hal ini yang dievaluasi adalah karakteristik siswa dengan menggunakan suatu tolak ukur tertentu. Karakteristik-karakteristik tersebut dalam ruang lingkup kegiatan belajar-mengajar adalah<br />
1.    Tampilan siswa dalam bidang kognitif,<br />
2.    Afektif, dan<br />
3.    Psikomotor.</p>
<p>Tampilan tersebut dapat dievaluasi secara lisan, tertulis, maupun perbuatan. Dengan demikian mengevaluasi di sini adalah menentukan apakah tampilan siswa telah sesuai dengan tujuan instruksional yang telah dirumuskan atau belum.<br />
Apabila lebih lanjut kita kaji pengertian evaluasi dalam pembelajaran, maka akan diperoleh pengertian yang tidak jauh berbeda dengan pengertian evaluasi secara umum. Pengertian evaluasi pembelajaran adalah proses untuk menentukan nilai pembelajaran yang dilaksanakan, dengan melalui :<br />
1.    Kegiatan pengukuran. Pengukuran yang dimaksud di sini adalah proses membandingkan tingkat keberhasilan pembelajaran dengan ukuran keberhasilan pembelajaran yang telah ditentukan secara kuantitatif.<br />
2.    Penilaian pembelajaran. Penilaian yang dimaksud di sini adalah proses pembuatan keputusan nilai keberhasilan pembelajaran secara kualitatif.</p>
<p>Obyek dan Subyek Evaluasi Pendidikan<br />
Objek evaluasi pendidikan adalah segala sesuatu yang bertalian dengan kegiatan atau proses pendidikan, yang dijadikan titik pusat perhatian atau pengamatan, sehingga diperoleh informasi tentang kegiatan atau proses belajar tersebut. Hal itu meliputi:<br />
1.    Aspek kemampuan, bekal kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik dalam mengikuti atau melaksanakan proses belajar.<br />
2.    Aspek kepribadian, aspek kepribadian adalah sesuatu yang terdapat pada diri seseorang, dan menampakan bentuknya dalam tingkah laku.<br />
3.    Aspek sikap, aspek sikap, pada dasarnya adalah merupakan bagian dari tingkah laku manusia, sebagai gejala atau gambaran keprbadan yang memancar keluar.</p>
<p>Subyek atau pelaku evaluasi pendidikan ialah: orang yang melakukan pekerjaan evaluasi dalam bidang pendidikan. Berbicara tentang subyek evaluasi pendidikan di sekolah, kiranya perlu dikemukakan disini bahwa megenaisiapa yang disebut sebagai subyek evaluasi pendidikan itu akan sangat bergantung pada, atau dtentukan oleh suatu aturan yang menetapkan pembagian tugas untuk melakukan evaluasi tersebut. Jadi subyek evaluasi penidikan itu dapat berbeda &#8211; beda orangnya.<br />
Dalam kegiatan evaluasi pendidikan dimana sasaran evaluasinya adalah prestasi belajar, maka subyek evaluasinya adalah guru atau dosen yang mengasuh mata pelajaran tertentu. Jika evaluasi yang dlakukan itu sasarannya adalah sikap peserta didik., maka subyek evaluasinya adlah guru atau petugas yang sebelum melaksanakan evaluasi tentang sikap itu, terlebih dahulu telah memperoleh pendidikan atau latihan (training) mengenai cara &#8211; cara menilai sikap seseorang.<br />
Adapun apabila sasaran yang dievaluasi adalah kepribadian peserta didik, dmana pengukuran tentang kepribadian tu dilakukan dengan menggunakan instrument berupa tes yang sifatnya baku (standardized test), maka subyek evaluasinya tidak bisa lain kecuali seorang psikolog; yatu seseorang yang memang telah dididik untuk menjad tenaga ahli yang profesional di bidang psikologi. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa disamping alat – alat evaluasi yang digunakan untuk mengukur kepribadian seseorang itu sifatnya rahasia, juga hasil –hasil pengukuran yang diperoleh dari tes kepribadian itu, hanya dapat diinterpretasi dan disimpulkan oleh para psikolog tersebut, tidak mungkin dikerjakan oleh orang lain.</p>
<p>Prinsip Dasar Evaluasi<br />
Evaluasi memiliki beberapa prinsip dasar yaitu:<br />
1.    Evaluasi bertujuan membantu pemerintah dalam mencapai tujuan pembelajaran bagi masyarakat.<br />
2.    Evaluasi dalah seni, tidak ada evaluasi yang sempurna meski dilakukan dengan metode yang berbeda.<br />
3.    Pelaku evaluasi atau evaluator tidak memberikan jawaban atas suatu pertanyaan tertentu. Evaluator tidak berwewenang untuk memberikan rekomendasi terhadap keberlangsungan sebuah program. Evaluator hanya membantu memberikan alternatif.<br />
4.    Penelitian evaluasi adalah tanggung jawab tim buka perorangan.<br />
5.    Evaluator tidak terikat pada satu sekolah demikian pula sebaiknya.<br />
6.    Evaluasi adalah proses, jika diperlukan revisi maka lakukanlah revisi.<br />
7.    Evaluasi memerlukan data yang akurat dan cukup, hingga perlu pengalaman untuk pendalaman metode penggalian informasi.<br />
8.    Evaluasi akan mantap apabila dilakukan dengan instrument dan teknik yang applicable.<br />
9.    Evaluasi hendaknya mampu membedakan yang dimaksud dengan evaluasi formatif, evaluasi sumatif dan evaluasi program.<br />
10.    Evaluasi memberikan gambaran deskriptif yang jelas mengenai sebab akibat bukan terpaku pada angka soal tes.</p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2011/03/sasaran-subjek-prinsip-evaluasi-pembelajaran/&via=aanchoto&text=Sasaran, Subjek, Prinsip Evaluasi Pembelajaran&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2011/03/sasaran-subjek-prinsip-evaluasi-pembelajaran/&via=aanchoto&text=Sasaran, Subjek, Prinsip Evaluasi Pembelajaran&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2011/03/sasaran-subjek-prinsip-evaluasi-pembelajaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendahuluan Evaluasi</title>
		<link>http://aanchoto.com/2011/03/pendahuluan-evaluasi/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2011/03/pendahuluan-evaluasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Mar 2011 16:28:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Evaluasi Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=1085</guid>
		<description><![CDATA[I. Pengertian Evaluasi Evaluasi berasal dari bahasa inggris “Evaluation” yang berarti penilaian. Evaluasi secara istila dikemukakan oleh ahli : 1.      Edwind Wandt dan Geral W. Brown (Sudijono:2003) menyatakan bahwa Evaluation refer to the act or process to determining the value of something yaitu evaluasi mengacu pada kegiatan atau proses untuk mengetahui nilai dari sesuatu. 2.     &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>I. </strong><strong>Pengertian Evaluasi</strong></p>
<p>Evaluasi berasal dari bahasa inggris “Evaluation” yang berarti penilaian.</p>
<p>Evaluasi secara istila dikemukakan oleh ahli :</p>
<p>1.      Edwind Wandt dan Geral W. Brown (Sudijono:2003) menyatakan bahwa <em>Evaluation refer to the act or process to determining the value of something</em> yaitu evaluasi mengacu pada kegiatan atau proses untuk mengetahui nilai dari sesuatu.</p>
<p>2.      Carl H. Whiterington 1952 menyatakan bahwa <em>Evaluation is declaration that somethink has or doesn’t have value </em>yaitu evaluasi itu adalah menentukan apakah sesuatu itu mempunyai nilai atau tidak.</p>
<p>Dari kedua pengertian / pendapat diatas dapat disipulkan bahwa evaluasi itu merupakan sustu proses untuk menentukan nilai atau makna yang terkandung dalam sesuatu.</p>
<p>Secara umum evaluasi adalah suatu proses bukan suatu hasil (product). Hasil yang diperoleh dari sesuatu kegiatan evaluasi adalah sesuatu baik yang menyangkut tentang nilai atau arti, sedangkan kegiatan untuk sampai pada pemberian nilai dan arti adalah evaluasi.<span id="more-1085"></span></p>
<p><strong>II. </strong><strong>Fungsi Evaluasi</strong></p>
<p>1.      Secara psikologis berfuungsi untuk mengetahui sejauh mana kegiatan yang dilakukan sesuai tujuan yang hendak dicapai.</p>
<p>2.      Secara Sosiologis, evaluasi berfungsi untuk mengetahui apakah peserta didik sudah cukup mampu untuk terjun kemasyarakat. Mampu dalam arti bahwa peserta didik dapat berkomunikasi dan beradaptasi terhadap seluruh lapisan masyarakat dengan segala karakteristknya.</p>
<p>3.      Secara didaktis-metodis evaluasi berfungsi membantu guru dalam menempatkan peserta didik pada kelompok tertentu sesuai dengan kemampuan dan kecapakapan masing-masing.</p>
<p>4.      Secara administrative berfungsi untuk memberikan laporan tentang kemajuan peserta didik pada orang tua, pejabat pemerintahan yang berwenang, kepala sekolah, guru dan peserta didik itu sendiri.</p>
<p>5.      Evaluasi berfungsi untuk mengetahui taraf kesiapan peserta didik dalam menempuh program pendidikannya.</p>
<p>6.      Evaluasi berfungsi untuk mengetahui kedudukan peserta didik dalam kelompok, apakah dia termasuk anak yang pandai, sedang atau kurang pandai.</p>
<p>7.      Evaluasi berfungsi untuk membantu guru dalam memberikan bimbingan dan seleksi, baik dalam rangka menentukan jenis pendidikan, jurusan maupun kenaikan kelas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Fungsi evaluasi atau penilaian dilihat dari berbagai segi dalam siste pendidikan. Fungsi hasil belajar adalah</p>
<p>1.      Fungsi Formatif</p>
<p>Yaitu untuk memberikan umpan balik atau <em>feed back</em> kepada guru sebagai dasar untuk memperbaiki proses pembelajaran dan mengadakan program remedial bagi peserta didik.</p>
<p>2.      Fungsi Somatif</p>
<p>Yaitu untuk menentukan nilai (Angka) kemajuan atas hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran tertentu. Sebagai bahan untuk memberikan laporan kepada berbagai pihak, penentuan kenaikan kelas, dan penentuan lulus tidaknya peserta didik.</p>
<p>3.      Fungsi Diagniotif</p>
<p>Yaitu untuk memahami latar belakang (psikologis, fisik dan lingkungan) peserta didik yang mengalami kesulitan belajar, yang hasilnya dapat digunakan sebagai dasar dalam memecahkan kesulitan tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>4.      Fungsi Penempatan dan Selektif</p>
<p>Yaitu untuk menempatkan peserta didik dalam situasi pembelajaran yang tepat (misalnya dalam penentuan program spesialisasi) sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik.</p>
<p>5.      Fungsi pengukur keberhasilan</p>
<p>Yaitu untuk mengetahui sejauh mana suatu program berhasil diterapkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>III. </strong><strong>Tujuan Evaluasi</strong></p>
<p>Menurut Chittenden 1994, tujuan evaluasi terbagi atas 4 yaitu</p>
<ul>
<li><em>Keeping Track</em>, yaitu untuk menelusuri dan melacak proses belajar peserta didik sesuai dengan perencana pelaksanaan pembelajaran tang telah diterapkan.</li>
<li><em>Checking-up,</em> yaitu untuk mengecek ketercapaian kemampuan peserta didik dalam proses pembelajaran dan kekurangan peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran.</li>
<li><em>Finding-out, </em>yaitu untuk mencari, menemukan dan mendeteksi kekurangan, kesalahan ataupun kelemaan peserta didik dalam proses pembelajaran ehingga guru dapat dengan cepat mencari solusinya.</li>
<li><em>Summing-u, </em>yaitu untuk menyimpulkan tingkat penguasaan peserta didik terhadap kompetensi yang telah diterapkan.</li>
</ul>
<p>Adapun tujuan penilaian hasil belajar adalah</p>
<p>1.      Untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap materi yang tela diberikan.</p>
<p>2.      Untuk mengetahui kecakapan, motivasi, bakat, minat dan sikap peserta didik terhadap program pembelajaran</p>
<p>3.      Untuk mendiagnosis keunggulan dan kelemahan peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.</p>
<p>4.      Untuk seleksi yaitu memilih dan menentukan peserta didik yang sesuai dengan jenis pendidikan tertentu.</p>
<p>5.      Untuk menentukan kenaikan kelas.</p>
<p>6.      Untuk menempatkan peserta didik sesuai dengan potensi yang dimilikinya.</p>
<p><em> </em></p>
<p><strong>IV. </strong><strong>Kedudukan Evaluasi</strong></p>
<p>1.      Pembelajaran adalah suatu proses atau kegiatanyang sistematis dan sistemik, yang bersifat interaktif dan komunikatif antara pendidik dengan peserta didik, sumber belajar dan lingkungan untuk menciptakan suatu kondisi yang memungkinkan terjadinya tindakan belajar peserta didik, baik dikelas maupun diluar kelas.</p>
<p>2.      Pembelajaran adalah suatu program yang bersifat sistematik (teratur), sistematik (suatu sistem) dan terencana. Setelah pembelajaran terproses, guru perlu mengetahui keefektifan dan efisiensi semua komponen yang ada dalam proses pembelajaran. Untuk itu guru harus melakukan evaluasi pebelajaran, begitu juga peserta didik, mereka tentu ingin mengetahui sejauh mana hasil yang dicapainya.</p>
<p>3.      Dalam proses pembelajaran, guru hendaknya menciptakan kondisi-kondisi yang memungkinkan terjadinya kegiatan belajar peserta didik, seperti member tugas, mengadakan diskusi, tanya jawab, evaluasi dan lain-lain.</p>
<p>4.      Proses pembelajaran yang dimaksudkan adalah agar guru dapat mencapai tujuan pembelajaran dan peserta didik dapat menguasai kompetensi yang telah ditetapkan. Tujuan atau kompetensi tersebut biasanya sudah dirancang dalam pembelajaran yang berbentuk tujuan pembelajaran, standar kompentensi, kompetensi dasar dan indikator. Dalam hal ini guru perlu melakukan tindakan evaluasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>V. </strong><strong>Langkah-langkah</strong><strong> Evaluasi</strong></p>
<p>Sudijono mengemukakan  ada 6 langkah utama dalam evaluasi yaitu</p>
<p>1.        Menyusun rencana evaluasi hasil belajar</p>
<p>2.        Menghimpun data</p>
<p>3.        Melakukan verifikasi data</p>
<p>4.        Mengolah dan menganalisis data</p>
<p>5.        Memberikan interpretasi dan menarik kesimpulan</p>
<p>6.        Tindaklanjut hasil evaluasi</p>
<p>Julien C. Stanley menyatakan bahwa langkah-langkah evaluasi itu mencakup menetapkan tujuan program, yang baik dan memilih alat yang layak pelaksanaan pengukuran, memberikan sekor, menganalisis dan menginterpretasi sekor, membuat catatan yang baik dan menggunakan hasil-hasil pengukuran.</p>
<p>Langkah-langkah evaluasi :</p>
<p>A.     Perencanaan</p>
<p>Merupakan kegiatan menentukan dan mempersiapkan hal-hal yang diperlukan dalam kegiatan evaluasi. adanya perencanaan akan membuat evaluasi terlaksana sistematis, efektif, dan efesien.</p>
<p>Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam perencanaan evaluasi ada 6 langkah yaitu :</p>
<p>1.      Merumuskan tujuan</p>
<p>2.      Menetapkan aspek yang akan dinilai</p>
<p>3.      Memilih dan menentukan teknik</p>
<p>4.      Menyusun alat ukur</p>
<p>5.      Menentukan tolak ukur</p>
<p>6.      Menentukan frequensi</p>
<p>B.     Pelaksanaan</p>
<p>Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam pelaksanaan terdiri dari :</p>
<p>1.      Pengumpulan data</p>
<p>2.      Verifikasi data</p>
<p>3.      Mengolah dan menganalisis data</p>
<p>4.      Menginterpretasi dan menarik kesimpulan.</p>
<p>C.     Tindak lanjut</p>
<p>Dalam evaluasi hasil belajar tindak lanjut biasanya dilakukan terhadap siswa. Ada 2 bentuk indak lanjut terhadap hasil belajar siswa :</p>
<p>1.      Pengayaan, yaitu kegiatan pemberian bahan tambahan kepada siswa yang dianggap mempunyai potensi lebih dalam memahami materi pelajaran.</p>
<p>2.      Remedial, yaitu pegulangan diberikan kepada siswa yang terbukti dari hasil evaluasi tidak memenuhi standar penguasaan minimal.</p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2011/03/pendahuluan-evaluasi/&via=aanchoto&text=Pendahuluan Evaluasi&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2011/03/pendahuluan-evaluasi/&via=aanchoto&text=Pendahuluan Evaluasi&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2011/03/pendahuluan-evaluasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

