Social Networking
Fitur dan Kelebihan Google+
Jul 27th
Google+, situs jejaring social terbaru dari Google
Google nampaknya masih belum puas dengan kesuksesan Android dalam meraih minat pasar. Berita terbaru, Google baru saja merilis sebuah situs jejaring social yang notabene akan menyaingi situs-situs serupa seperti Facebook, Myspace, Twitter, dan lain-lain.
Namun pertanyaanya, apa yang membuat Google+ berbeda dengan situsjejaring social lainnya? Berikut ini adalah beberapa fitur-fitur yang ditawarkan oleh Google+:
1. +Circle

+Circle adalah fitur Google+ yang membuat anda dapat berbagi berbagai dengan teman-teman anda. Kadang kala anda ingin berbagi sebuah foto dengan pacar, kekasih atau istri anda, namun tak ingin foto itu diketahui orang lain. Pun juga ketika anda tak ingin bos tempat bekerja anda mengetahui rahasia pribadi anda. Semua hal itu bisa dilakukan dengan adanya +Circle More >
Facebook dan Twitter Masuk Kurikulum Sekolah
Jul 26th
Beberapa sekolah di Australia didesak menyediakan kelas khusus untuk mempelajari Facebook dan Twitter. Rencana tersebut diajukan dengan alasan untuk mencegah kekerasan di ranah cyber dan kriminalitas di dunia online.
Asosiasi orang tua di beberapa negara telah mengimbau sekolah-sekolah di sana untuk mengajarkan siswa tentang etiket berinternet serta cara memproteksi privacy dan konten-konten yang sensitif. Langkah tersebut dilakukan setelah terjadi serangkaian kasus bunuh diri di Australia yang diduga akibat dampak dari cyber bullying (kekerasan di dunia cyber), serta posting konten rasis dan seksual. More >
Rata-rata Pengguna Facebook Indonesia Paling Muda di Dunia
Apr 15th
Statistik terakhir menunjukkan bahwa pengguna Facebook di Indonesia rata-rata paling muda sedunia. Demikian hasil pemetaan yang dilakukan iCrossing, perusahaan konsultan iklan di Inggris berdasarkan data pengguna Facebook Maret 2011.
“Di Inggris dan Amerika rata-rata pengguna Facebook berusia 31 tahun, namun di negara seperti India, Filipina, dan Indonesia rata-rata usia 20 tahunan,” tulis Gregory Lyons, analis iCrossing dalam situsnya,
Berdasarkan data tersebut, rata-rata pengguna Facebook di Indonesia adalah 23 tahun. Negara berkembang lainnya seperti Filipina, India, dan Afrika Selatan sedikit lebih tua yakni 25 tahun.
Data tersebut juga memperlihatkan bahwa Indonesia kini menempati rangking kedua jumlah pengguna Facebook di seluruh dunia dengan lebih dari 35 juta pengguna. Pengguna terbesar masih AS dia atas 152 juta pengguna. Inggris telah dilampaui Indonesia turun ke urutan ketiga mendekati 29 juta pengguna.
Namun, di Indonesia, meski pengguna Facebook sangat banyak, tingkat ketergantungannya sangat rendah. Rata-rata pengguna di Indonesia hanya mengunjungi Facebook 7 kali dalam sebulan. Pengguna Facebook Indonesia masih kalah adiktif ketimbang Filipina yang hanya sekitar 22 juta pengguna, namun rata-rata kunjungan 30 kali sebulan.
Di AS dengan pengguna yang begitu banyak, tingkat keaktifan atau ketergantungan kepada Facebook sangat tinggi hingga lebih dari 70 kali kunjungan setiap bulan. begitu pula di Inggris dengan rata-rata 68 kali sebulan.
iCrossing juga menyoroti gender pengguna Facebook. Di negara maju seperti AS dan Inggris, pengguna perempuan sedikit lebih banyak. Yakni 55 persen perempuan di AS dan 52 persen perempuan di Inggris. Namun, di negara-negara yang budayanya didominasi laki-laki seperti Arab Saudi, Turki, dan India, pengguna laki-laki lebih banyak.Begitu juga di Indonesia, pengguna laki-laki lebih banyak.
Perilaku Aman di Jejaring Sosial
Apr 15th
Makin populernya jejaring sosial berarti makin kuat tekanan pada orang untuk memiliki Friend atau Follower sebanyak-banyaknya. Di lingkar sosial tertentu, salah satu yang dipandang adalah berapa luas jejaring yang dimiliki orang tersebut.
Istilahnya begini, semakin banyak Friend atau Follower, maka semakin tinggi derajat orang itu. Pengguna internet pun bagai takluk pada demam popularitas dan bisa jadi melakukan segala cara untuk mencari Friend atau Followes. Bahkan hingga menampilkan gambar yang menggoda, pada orang yang mereka sebenarnya tidak kenal.
Padahal, penjahat cyber saat ini sudah semakin canggih. Mereka tak ketinggalan dalam menggunakan taktik rekayasa sosial untuk membujuk korban dari sisi emosional. Dengan memanfaatkan sifat baik dan rasa belas asih manusia, penjahat cyber ini memupuk rasa percaya yang palsu pada korbannya. More >
