<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Aan Choto 阿安國德 &#187; Islam</title>
	<atom:link href="http://aanchoto.com/category/islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aanchoto.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 May 2012 16:18:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Alat Militer dalam Risalah</title>
		<link>http://aanchoto.com/2011/03/alat-militer-dalam-risalah/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2011/03/alat-militer-dalam-risalah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Mar 2011 05:57:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah. Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=1153</guid>
		<description><![CDATA[Penemuan teknik dan mekanik pada bidang militer umat Muslim dapat ditelurusi melalui berbagai karya. Beberapa ilmuwan Muslim menuliskan dengan lengkap proses pembuatan, material yang digunakan, hingga mekanisme kerja alat-alat perang dari abad pertengahan. Salah satu yang terkenal ditorehkan oleh Najm al Din Hassan al Rahman. Saintis asal Suriah yang wafat tahun 1295 itu menyajikan sebuah&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-1154" title="kanon" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2011/03/kanon.jpg" alt="" width="360" height="260" />Penemuan teknik dan mekanik pada bidang militer umat Muslim dapat  ditelurusi melalui berbagai karya. Beberapa ilmuwan Muslim menuliskan  dengan lengkap proses pembuatan, material yang digunakan, hingga  mekanisme kerja alat-alat perang dari abad pertengahan.</p>
<p>Salah  satu yang terkenal ditorehkan oleh Najm al Din Hassan al Rahman. Saintis  asal Suriah yang wafat tahun 1295 itu menyajikan sebuah buku berisi  sejumlah perlengkapan teknologi militer.</p>
<p>Judulnya Kitab <em>al Furusiyya wa al Manasib al Harbiyya</em>. Buku ini menjadi rujukan sejarah paling penting yang mendokumentasikan teknologi roket awal kreasi ilmuwan Muslim.</p>
<p>Menurut Frank H Winter pada buku <em>The Genesis of the Rocket in China and its Spread to the East and West, </em>kaum  Muslim mewarisi senjata roket. Dari naskah-naskah klasik di dunia  Islam, para saintis Barat pun mengenal teknologi ini untuk dikembangkan  lebih lanjut.<span id="more-1153"></span></p>
<p>Di samping buku Hassan al Rahmah, masih ada karya  lain yang membahas teknologi roket. Yakni risalah milik fisikawan  bernama Yusuf ibn Ismail al Kutub. Pada karya yang selesai disusun tahun  1311 itu, ia membeberkan penggunaan serbuk potasium nitrat sebagai  campuran bahan bakar roket.</p>
<p>Umat Muslim juga menemukan teknik  torpedo. Pada masa modern, torpedo yang diluncurkan dari kapal selam  atau kapal permukaan memakai sirip yang menjadi pengarah atau kemudi.  Berabad-abad silam, ilmuwan Muslim telah mengungkapkan mekanisme serupa.</p>
<p>Hassan  al Rahmah menyebut torpedo tersebut sebagai &#8216;telur yang bisa meluncur  di air dan meledak.&#8217; Bentuk torpedo awal itu sekilas mirip cangkang  telur. Badan torpedo terbuat dari bahan aluminium, di dalamnya ditaruh  serbuk mesiu. Tenaga dorongnya berupa dua roket serta sirip (rudder)  untuk pengarah ke sasaran.</p>
<p>Perlengkapan kanon meriam turut  menjadi simbol kejayaan teknologi militer umat Muslim. Setidaknya ada  empat manuskrip Arab peninggalan abad 14 yang menjelaskan mengenai  meriam portabel pertama. Satu tersimpan di St Petersburg, dua di Paris  dan satu terdapat di Istanbul.</p>
<p>Prinsip kerja meriam kuno itu  mirip dengan meriam modern. Pada artikelnya di laman Muslim Heritage,  Prof Mohammed Mansour menyebut teknologi meriam dan bahan peledak yang  dibawa kaum Muslim ke Andalusia, dan diguanakan dalam peperangan melawan  pasukan Nasrani, menginsiprasi para ilmuwan Eropa.</p>
<p>&#8221;Sejak dikenalkan di Spanyol, teknologi itu lantas berkembang dengan pesat di Prancis, Italia, serta Jerman,&#8221; paparnya.</p>
<p><a href="http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/11/03/25/lilagu-alat-militer-dalam-risalah" target="_blank">Sumber</a></p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2011/03/alat-militer-dalam-risalah/&via=aanchoto&text=Alat Militer dalam Risalah&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2011/03/alat-militer-dalam-risalah/&via=aanchoto&text=Alat Militer dalam Risalah&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2011/03/alat-militer-dalam-risalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ibn Hazm, Ulama Negarawan dari Spanyol</title>
		<link>http://aanchoto.com/2011/03/ibn-hazm-ulama-negarawan-dari-spanyol/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2011/03/ibn-hazm-ulama-negarawan-dari-spanyol/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Mar 2011 03:55:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sjarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=1150</guid>
		<description><![CDATA[Abu Muhammad Ali bin Ahmad bin Sa&#8217;id bin Hazm atau lebih dikenal dengan nama Ibn Hazm diakui sebagai seorang ulama yang memiliki kontribusi luar biasa dalam dunia Islam. Ia dikenal sebagai ahli fikih dan hadits sekaligus teolog, sejarawan, penyair, negarawan, akademisi dan politisi yang handal. Tak kurang dari 400 judul kitab telah ditulisnya. Ibn Hazm&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1151" title="statuta_ibn_hazm_di_spanyol" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2011/03/statuta_ibn_hazm_di_spanyol.jpg" alt="" width="360" height="260" />Abu Muhammad Ali bin Ahmad bin Sa&#8217;id bin Hazm atau lebih dikenal dengan  nama Ibn Hazm diakui sebagai seorang ulama yang memiliki kontribusi luar  biasa dalam dunia Islam. Ia dikenal sebagai ahli fikih dan hadits  sekaligus teolog, sejarawan, penyair, negarawan, akademisi dan politisi  yang handal. Tak kurang dari 400 judul kitab telah ditulisnya.</p>
<p>Ibn  Hazm lahir di kota Cordoba, Spanyol pada akhir Ramadhan 384 H atau  bertepatan dengan 7 November 994 M. Ia tumbuh dan besar di kalangan para  pembesar dan pejabat. Ayahnya, Ahmad, adalah seorang menteri pada masa  pemerintahan Khalifah al-Mansur dan putranya, al-Muzaffar. Kendati  demikian, kemewahan hidup yang dijalaninya itu tidak menjadikannya lupa  diri dan sombong. Sebaliknya, ia dikenal sebagai seorang yang baik budi  pekertinya, pemaaf dan penuh kasih sayang.</p>
<p>Sebagai seorang anak  pembesar, Ibn Hazm mendapat pendidikan dan pengajaran yang baik. Pada  masa kecilnya, ia dibimbing dan diasuh oleh guru-guru yang mengajarkan  Alquran, syair, dan tulisan indah Arab (khatt). Ketika meningkat remaja,  ia mulai mempelajari fikih dan hadits dari gurunya yang bernama Husain  bin Ali al-Farisi dan Ahmad bin Muhammad bin Jasur. Ketika dewasa, ia  mempelajari bidang ilmu lainnya, seperti filsafat, bahasa, teologi,  etika, mantik, dan ilmu jiwa disamping memperdalam lagi ilmu fikih dan  hadits.<span id="more-1150"></span><br />
Penguasaan terhadap berbagai disiplin ilmu tersebut pada  akhirnya menjadikan Ibn Hazm seorang yang pakar dalam bidang agama.  Kepakarannya ini bukan hanya diakui oleh kaum muslimin, namun juga  diakui oleh kalangan sarjana Barat. Ada sebuah nasehat yang terkenal  dari Ibn Hazm yang ditujukan kepada para pencari ilmu yaitu, &#8220;Jika Anda  menghadiri majelis ilmu, maka janganlah hadir kecuali kehadiranmu itu  untuk menambah ilmu dan memperoleh pahala, dan bukannya kehadiranmu itu  dengan merasa cukup akan ilmu yang ada padamu, mencari-cari kesalahan  dari pengajar untuk menjelekkannya. Karena ini adalah perilaku  orang-orang yang tercela, yang mana orang-orang tersebut tidak akan  mendapatkan kesuksesan dalam ilmu selamanya.&#8221;</p>
<p>Terjun ke politik</p>
<p>Sebagai  anak seorang menteri dan hidup di lingkungan istana, Ibn Hazm mulai  berkenalan dengan dunia politik ketika berusia lima tahun. Pada waktu  itu terjadi kerusuhan politik dalam masa pemerintahan Khalifah Hisyam II  al-Mu&#8217;ayyad (1010-1013 M) yang mengakibatkan Hisyam beserta ayah Ibn  Hazm diusir dari lingkungan istana.</p>
<p>Keterlibatan Ibn Hazm di  bidang politik secara langsung terjadi pada masa pemerintahan Khalifah  Abdurrahman V al-Mustahdir (1023 M) dan Khalifah Hisyam III al-Mu&#8217;tamid  (1027-1031 M). Pada masa kedua khalifah ini Ibn Hazm menduduki jabatan  menteri.</p>
<p>Pada masa pemerintahan Abdurrahman V al-Mustahdir, Ibn  Hazm bersama-sama dengan khalifah berusaha memadamkan berbagai kerusuhan  dan mencoba merebut wilayah Granada dari tangan musuh. Akan tetapi  dalam usaha merebut wilayah itu khalifah terbunuh dan Ibn Hazm  tertangkap. Ia kemudian dipenjarakan.</p>
<p>Hal serupa juga dialaminya  pada masa pemerintahan Hisyam III al-Mu&#8217;tamid. Ibn Hazm pernah  dipenjarakan setelah sebelumnya ia ikut mengatasi berbagai keributan di  istana. Selepas keluar dari tahanan, ia memutuskan untuk meninggalkan  dunia politik dan keluar dari istana.</p>
<p>Sejak keluar dari istana,  Ibn Hazm tidak menetap di satu tempat tertentu, tetapi berpindah-pindah.  Selain mencari ilmu, motivasinya hidup berpindah-pindah tempat karena  ingin mencari ketenangan dan keamanan hidupnya. Sejak saat itu ia juga  mencurahkan perhatiannya kepada penulisan kitab-kitabnya.</p>
<p>Kitab-kitab  karangan Ibn Hazm seperti yang dikatakan oleh anaknya, Abu Rafi&#8217;i  al-Fadl, berjumlah 400 buah. Tetapi karyanya yang paling monumental  adalah kitab al-Ihkam fi Ushul al-Ahkam (Ilmu Ushul Fikih; terdiri dari  delapan jilid) dan kitab al-Muhalla (Ilmu Fikih; terdiri dari tiga belas  jilid). Kedua kitab ini menjadi rujukan utama para pakar fikih  kontemporer.</p>
<p>Karya-karyanya yang lain di antaranya adalah: <em>Risalah fi Fada&#8217;il Ahl al-Andalus</em> (Risalah tentang Keistimewaan Orang Andalus), <em>al-Isal Ila Fahm al-Khisal al-Jami&#8217;ah li Jumal Syarai&#8217; al-Islam</em> (Pengantar untuk Memahami Alternatif yang mencakup Keseluruhan Syariat Islam), <em>al-Fisal fi al-Milal wa al-Ahwa&#8217; wa an-Nihal </em>(Garis Pemisah antara Agama, Paham dan Mazhab), <em>al-Ijma&#8217;</em> (Ijmak), <em>Maratib al-&#8217;Ulum wa Kaifiyah Talabuha</em> (Tingkatan-Tingkatan Ilmu dan Cara Menuntutnya), <em>Izhar Tabdil al-Yahud wa an-Nasara</em> (Penjelasan tentang Perbedaan Yahudi dan Nasrani), dan <em>at-Taqrib lihadd al-Mantiq </em>(Ilmu Logika).</p>
<p>Selain  menulis kitab mengenai ilmu-ilmu agama, Ibn Hazm juga menulis kitab  sastra. Salah satu karyanya dalam bidang sastra yang sangat terkenal  adalah yang berjudul <em>Tauq al-Hamamah </em>(Di Bawah Naungan Cinta).  Kitab ini menjadi karya sastra terlaris sepanjang abad pertengahan.  Kitab yang berisikan kumpulan anekdot, observasi, dan puisi tentang  cinta ini tidak hanya dibaca oleh kalangan umat Islam, tetapi juga kaum  Nasrani di Eropa.</p>
<p>Ibn Hazm wafat di Manta Lisham pada 28  Sya&#8217;ban 456 H bertepatan pada tanggal 15 Agustus 1064 M. Wafatnya Ibn  Hazm cukup membuat masyarakat kala itu merasa kehilangan dan terharu.  Bahkan, Khalifah Mansur al-Muwahidi, khalifah ketiga dari Bani Muwahid  termenung menatap kepergian Ibn Hazm, seraya berucap: &#8220;Setiap manusia  adalah keluarga Ibn Hazm”. ﻿</p>
<p><a href="http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/khazanah/11/03/19/170793-ibn-hazm-ulama-negarawan-dari-spanyol" target="_blank">Sumber</a></p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2011/03/ibn-hazm-ulama-negarawan-dari-spanyol/&via=aanchoto&text=Ibn Hazm, Ulama Negarawan dari Spanyol&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2011/03/ibn-hazm-ulama-negarawan-dari-spanyol/&via=aanchoto&text=Ibn Hazm, Ulama Negarawan dari Spanyol&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2011/03/ibn-hazm-ulama-negarawan-dari-spanyol/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Pengelolaan Wakaf di Era Dinasti-Dinasti Islam?</title>
		<link>http://aanchoto.com/2011/03/bagaimana-pengelolaan-wakaf-di-era-dinasti-dinasti-islam/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2011/03/bagaimana-pengelolaan-wakaf-di-era-dinasti-dinasti-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Mar 2011 01:52:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=1147</guid>
		<description><![CDATA[Tata cara pengelolaan wakaf dalam Islam telah diatur berdasarkan Alquran dan Sunah Rasulullah SAW. Harta wakaf, menurut ajaran Islam, hanya diambil manfaatnya, sementara barang asalnya harus tetap. Karena itu, harta wakaf tidak boleh dijual, dihibahkan, atau diwariskan. Pada prinsipnya, menurut John L Esposito dalam Ensiklopedi Oxford: Dunia Islam Modern, pembuat wakaf menentukan bentuk pengelolaan wakafnya&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tata cara pengelolaan wakaf dalam Islam telah diatur berdasarkan Alquran  dan Sunah Rasulullah SAW. Harta wakaf, menurut ajaran Islam, hanya  diambil manfaatnya, sementara barang asalnya harus tetap. Karena itu,  harta wakaf tidak boleh dijual, dihibahkan, atau diwariskan. Pada  prinsipnya, menurut John L Esposito dalam Ensiklopedi Oxford: Dunia  Islam Modern, pembuat wakaf menentukan bentuk pengelolaan wakafnya  sendiri. Pengelola wakaf biasa disebut dengan istilah mutawalli atau  nadhir.</p>
<p>Dalam perkembangannya praktik wakaf menjadi lebih luas  pada masa pemerintahan Islam sesudah era Khulafaur Rasyidin. Sri  Nurhayati dalam tulisannya yang bertajuk Akuntansi Syariah di Indonesia  memaparkan bahwa pada masa pemerintahan Dinasti Umayyah dan Abbasiyah,  semua orang berduyun-duyun untuk melaksanakan wakaf. Pada masa itu,  wakaf tidak hanya untuk orang-orang fakir dan miskin saja, tetapi wakaf  menjadi modal untuk membangun lembaga pendidikan, membangun perpustakaan  dan membayar gaji para stafnya, gaji para guru dan beasiswa untuk para  siswa dan mahasiswa.</p>
<p>Antusiasme masyarakat kepada pelaksanaan  wakaf telah menarik perhatian negara untuk mengatur pengelolaan wakaf.  Maka, dalam perkembangan berikutnya mulai dibentuk lembaga yang mengatur  wakaf. Lembaga ini bertugas untuk mengelola, memelihara dan menggunakan  harta wakaf, baik secara umum seperti masjid atau secara individu atau  keluarga.</p>
<p>Taubah bin Ghar al-Hadhramiy yang menjabat sebagai  hakim di Mesir pada masa Khalifah Hisyam bin Abdul Malik (724-743 M)  dari Dinasti Umayyah, misalnya, telah merintis pengelolaan wakaf di  bawah pengawasan seorang hakim. Ia juga menetapkan formulir pendaftaran  khusus dan kantor untuk mencatat dan mengawasi wakaf di daerahnya. <span id="more-1147"></span><br />
Upaya  ini mencapai puncaknya dengan didirikannya kantor wakaf untuk  pendaftaran dan melakukan kontrol yang dikaitkan dengan kepala  pengadilan, yang biasa disebut dengan &#8220;hakimnya para hakim&#8221;. Lembaga  wakaf inilah yang pertama kali dilakukan dalam administrasi wakaf di  Mesir, bahkan di seluruh negeri Islam pada masa itu. Pada saat itu juga,  Hakim Taubah mendirikan lembaga wakaf di Basrah. Sejak itulah  pengelolaan wakaf berada di bawah kewenangan lembaga kehakiman.</p>
<p>Keberadaan  lembaga wakaf ini juga diteruskan pada masa pemerintahan Dinasti  Abbasiyah. Pemerintah Abbasiyah membentuk sebuah lembaga yang diberinama  Shadr al-Wuquuf. Lembaga wakaf ini bertugas mengurusi masalah  administrasi dan memilih staf pengelola lembaga wakaf.</p>
<p>Sementara  di masa Dinasti Ayyubiyah di Mesir, perkembangan wakaf cukup  menggembirakan, dimana hampir semua tanah-tanah pertanian menjadi harta  wakaf yang dikelola oleh negara dan menjadi milik negara. Ketika  Shalahuddin al-Ayyubi memerintah di Mesir, ia mewakafkan tanah-tanah  milik negara untuk diserahkan kepada institusi agama dan sosial yang ada  pada masa itu. Langkah serupa juga pernah dilakukan oleh penguasa Islam  di Mesir sebelumnya dari Dinasti Fathimiyah.</p>
<p>Perkembangan wakaf  pada masa Dinasti Mamluk sangat pesat dan beraneka ragam. Pada masa  pemerintahan Mamluk, apapun yang dapat diambil manfaatnya boleh  diwakafkan. Akan tetapi paling banyak yang diwakafkan pada masa itu  adalah tanah pertanian dan bangunan.</p>
<p>Pada masa Mamluk juga  dikenal yang namanya wakaf hamba sahaya, yakni mewakafkan budak untuk  memelihara masjid dan madrasah. Hal ini dilakukan pertama kali oleh  pengusa Dinasti Ustmani ketika menaklukan Mesir, Sulaiman Basya, yang  mewakafkan budaknya untuk merawat masjid.</p>
<p><strong>Undang-undang wakaf<br />
</strong><br />
Di  era Dinasti Mamluk inilah awal mula disahkannya undang-undang wakaf  dalam sebuah pemerintahan Islam. Berbagai sumber sejarah menyebutkan,  perundang-undangan wakaf pada Dinasti Mamluk dimulai sejak masa Sultan  Dzahir Baybars al-Bandaqdari, dimana beliau memilih hakim dari  masing-masing empat mazhab.</p>
<p>Sementara itu di masa pemerintahan  Turki Utsmaniyah, kekuasaan politik yang diraih oleh dinasti ini telah  mempermudah penerapan syari&#8217;at Islam, di antaranya adalah peraturan  tentang perwakafan. Bahkan untuk menangangi persoalan wakaf ini, pada  awal abad ke-19 M, pemerintahan Turki Utsmaniyah membentuk kabinet  khusus untuk menangangi masalah wakaf.</p>
<p>Di antara undang-undang  perwakafan yang paling penting yang pernah dikeluarkan oleh pemerintahan  Turki Utsmaniyah adalah yang dikeluarkan pada tanggal 29 November 1863.  Undang-undang ini mengatur pengelolaan dan pengawasan wakaf.  Undang-undang ini dipraktikkan di berbagai negara (Turki, Suriah, Irak,  Lebanon, Palestina, dan Arab Saudi) untuk beberapa tahun setelah  perpecahan Kesultanan Turki Utsmaniyah pada tahun 1918.</p>
<p><a href="http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/khazanah/11/03/18/170455-bagaimana-pengelolaan-wakaf-di-era-dinasti-dinasti-islam-" target="_blank">Sumber</a></p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2011/03/bagaimana-pengelolaan-wakaf-di-era-dinasti-dinasti-islam/&via=aanchoto&text=Bagaimana Pengelolaan Wakaf di Era Dinasti-Dinasti Islam?&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2011/03/bagaimana-pengelolaan-wakaf-di-era-dinasti-dinasti-islam/&via=aanchoto&text=Bagaimana Pengelolaan Wakaf di Era Dinasti-Dinasti Islam?&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2011/03/bagaimana-pengelolaan-wakaf-di-era-dinasti-dinasti-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kalila wa Dimna, Dongeng Fabel Menarik dari Dunia Muslim</title>
		<link>http://aanchoto.com/2011/03/kalila-wa-dimna-dongeng-fabel-menarik-dari-dunia-muslim/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2011/03/kalila-wa-dimna-dongeng-fabel-menarik-dari-dunia-muslim/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Mar 2011 15:43:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=1143</guid>
		<description><![CDATA[Kisah macam &#8216;Kancil Mencuri Timur&#8217; juga dikenal di dunia Arab. Salah satu buku dongeng binatang yang dikenal Muslim sejak lama ialah &#8220;Kalila wa Dimna&#8221;. Buku ini adalah salah satu karya terlaris selama dua ribu tahun dan hingga kini masih digemari banyak orang di dunia Arab. Buku yang berarti Kalila dan Dimna&#8211;dinamai dari dua anjing hutan&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-1144" title="kalila_wa_dimna" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2011/03/kalila_wa_dimna.jpg" alt="" width="360" height="260" />Kisah macam &#8216;Kancil Mencuri Timur&#8217; juga dikenal di dunia Arab. Salah  satu buku dongeng binatang yang dikenal Muslim sejak lama ialah &#8220;<em>Kalila wa Dimna&#8221;</em>. Buku ini adalah salah satu karya terlaris selama dua ribu tahun dan hingga kini masih digemari banyak orang di dunia Arab.</p>
<p>Buku  yang berarti Kalila dan Dimna&#8211;dinamai dari dua anjing hutan yang  menjadi karakter utama&#8211;ditulis sebagai panduan dan instruksi pelayanan  sipil. Kisah-kisahnya begitu menghibur hingga diterima di setiap kelas,  menjadi dongeng rakyat di dunia Muslim. Orang Arab membawa kisah-kisah  itu ke Spanyol, di sana buku tersebut diterjemahkan ke Bahasa Spanyol  Tua, pada abad ke-13. Saat diterjemahkan ke dalam Bahasa Italia, itu  merupakan kali pertama buku tampil dalam versi cetak, setelah mesin  cetak ditemukan.</p>
<p>Kalila dan Dimna aslinya ditulis dalam Bahasa  Sansekerta, diperkirakan dari Kashmir pada abad ke-4. Dalam Sansekerta  buku ini disebut <em>Panchatantra </em>atau &#8220;Lima Wacana&#8221;. Buku tersebut  sebenarnya ditulis untuk tiga pangeran muda yang telah membuat guru  mereka putus asa dan sang ayah terganggu.</p>
<p>Raja takut memercayakan  kerajaannya ke para putranya yang tak mampu menguasai pelajaran paling  mendasar. Raja mendatangi wazirnya yang bijaksana  untuk meminta bantuan  dan si wazir pun menulis <em>Panchatantra</em>. Buku itu mengungkapkan kebijaksanaan besar dalam kisah-kisah fabel binatang yang mudah dicerna. <span id="more-1143"></span><br />
Enam  bulan kemudian para pangeran sudah berada di jalan kebijaksanaan.  Ketika raja mangkat, mereka menggantikan kepemimpinan ayahnya dengan  penuh keadilan.</p>
<p>Dua ratus tahun kemudian, seorang shah Persia  mengutus dokter pribadinya, Burzoe, ke India untuk menemukan jenis  herbal tertentu yang konon mampu menghadirkan kehidupan abadi bagi  mereka yang memakannya. Alih-alih, Burzoe malah membawa satu salinan  Panchatantra, yang ia klaim sama baiknya dengan herbal ajaib karena ia  menghadirkan kebijaksanaan besar ke pembacanya.</p>
<p>Shah  memerintahkan Burzoe mengalihbahasakan ke Pehlavi, bentuk kuno Bahasa  Persia. Ia begitu menyukai buku itu hingga menyimpannya dalam satu ruang  khusus di dalam istananya.</p>
<p>Tiga ratus tahun berselang, setelah  Muslim menguasai Persia dan Timur Dekat, seorang Persia yang telah  memeluk Islam, bernama Ibnu al Mukaffah, menemukan buku itu dalam bahasa  Pehlavi terjemahan Burzoe. Ia pun mengalihbahasakan lagi ke Arab dengan  gaya penuturan begitu mengalir hingga sampai sekarang orang masih  menganggapnya model prosa asli Arab.</p>
<p>Keberadaan buku tersebut  menyebar ke berbagai negara termasuk Yunani, yang menjadi cikal sumber  terjemahan versi berbagai bahasa di Eropa, mulai Latin, Slavia dan  Jerman. Sementara versi Bahasa Arabnya juga diterjemahkan ke Bahasa  Ethopia, Suriah, Persia, Turki, Melayu, Jawa, Laos dan Siam. Pada abad  ke-19 Kalila wa Dimna diterjemahkan ke Hindustan, dengan demikian  melengkapi siklus yang dimulai 1.700 lalu di Kashmir.</p>
<p>Tidak  semua versi adalah terjemahan sederhana. Buku itu sudah diperluas,  diperpendek, mengalami modifikasi, penambahan dan penghilangan figur  serta dipermak oleh sejumlah penerjemah dengan jumlah tak terhitung.</p>
<p>Salah  satu kisah di bawah ini tidak termasuk dalam versi Sansekerta, juga tak  ada di sebagian besar manuskrip Arab salinan Ibnu al Mukaffah, namun  yang menarik ia telah memasuki daratan Eropa&#8211;masih dianggap dongeng  dari Arab&#8211;dan menjadi kisah cukup terkenal di sana, berjudul &#8220;Memasang  Bel ke Leher Kucing.</p>
<p>Cerita serupa mungkin bisa ditemukan di antologi dongeng lain, juga dalam <em>Brothers Grimm.</em> Bedanya, tikus-tikus Arab menyelesaikan masalah mereka jauh lebih tajam ketimbang sepupu mereka di barat. Berikut kisahnya.</p>
<p><strong>Memasang Bel ke Leher Kucing</strong></p>
<p>&#8220;Dahulu  di tanah para Brahma terdapatlah sebuah rawa bernama Dawran yang  membentang di semua penjuru dengan jarak ribuan kilometer. Di tengah  rawa tersebut ada sebuah kota bernama Aydazinum. Kota itu memiliki  banyak daya tarik, keistimewaan dan penduduknya sangat sejahtera hingga  bisa mendapatkan apa pun yang mereka mau.</p>
<p>Dalam kota ada seekor  tikus bernama Mahraz, ia memimpin seluruh tikus yang hidup di kota itu  dan juga desa-desa di pinggir kota. Ia memiliki tiga wazir yang siap  memberi nasehat untuk bermacam urusan.</p>
<p>Suatu hari para wazir  berkumpul di hadapan raja tikus untuk mendiskusikan berargam masalah. Di  tengah perbincangan, raja berkata, &#8220;Apakah mungkin membebaskan diri  kita dari teror turun-menurun yang kita dan juga nenek moyang kita  rasakan terhadap kucing?&#8221;</p>
<p>&#8220;Meski kita hidup nyaman dan memiliki  banyak kesenangan dalam hidup, ketakutan kita terhadap Kucing telah  melenyapkan semua kenikmatan tersebut. Saya harap kalian bisa memberi  saran bagaimana mengatasi masalah ini. Apa yang kalian pikir harus kita  lakukan?&#8221;</p>
<p>&#8220;Saran saya,&#8221; ujar wazir pertama, &#8220;adalah mengumpulkan  sebanyak mungkin lonceng kecil dan mengalungkan bel itu ke leher setiap  kucing sehingga kita dapat mendengar mereka datang dan memiliki waktu  untuk bersembunyi di lubang-lubang kita.&#8221;</p>
<p>Raja menoleh ke wazir kedua dan berkata,&#8221; Bagaimana menurut kamu saran kolegamu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Saya  kira itu saran buruk,&#8221; ujar wazir kedua. &#8220;Setelah mengumpulkan semua  bel yang dibutuhkan, lalu siapa yang berani memasang ke leher bahkan  anak kucing terkecil sekalipun, apalagi tipe kucing jalanan veteran?&#8221;</p>
<p>&#8220;Dalam  opini saya, kita harus bermigrasi dari kota dan tingga di desa selama  setahun hingga orang-orang kota berpikir bahwa mereka dapat mulai  mengeluarkan kucing karena tak punya sumber buruan. Orang-orang akan  menendang mereka keluar, atau mungkin membunuh para kucing. Mereka akan  tersebar dan hidup liar dan tak lagi cocok untuk kucing rumahan. Lalu  kita dapat pulang kembali dengan aman ke kota dan hidup selamanya tanpa  cemas terhadap kucing.&#8221;</p>
<p>Raja, sepertinya masih tak puas dengan  jawaban wazir kedua menolah lagi ke wazir ketiga, yang terbijak.  &#8220;Bagaimana dengan ide tersebut?&#8221;</p>
<p>&#8220;Gagasan yang sangat  menyedihkan,&#8221; balas wazir ketiga, &#8220;Jika kita meninggalkan kota dan  tinggal di desa bagaimana kita pastikan bahwa kucing-kucing itu akan  menghilang dalam satu tahun? Bagaimana pula dengan kesulitan yang akan  kita alami? Kehidupan di alam penuh dengan binatang liar yang juga suka  makan tikus, dan mereka bisa melakukan hal lebih buruk ketimbang yang  dilakukan kucing.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kamu benar tentang itu,&#8221; ujar sang raja. &#8220;Jadi apa yang kamu pikir seharusnya dilakukan?&#8221;</p>
<p>&#8220;Saya  dapat menyarankan satu rencana yang paling masuk akal. Raja harus  memanggil seluruh tikus di kota dan kawasan sub urban dan memerintahkan  mereka membangun lorong di dalam rumah-rumah orang terkaya yang  menghubungkan ke semua ruang dalam rumah,&#8221; ujar wazir ketiga.</p>
<p>&#8220;Lalu  kita akan masuk ke terowongan itu, tapi kita tak akan menyentuh makanan  manusia. Alih-alih kita konsentrasi merusak pakaian, tempat tidur dan  karpet mereka. Ketika melihat kerusakan itu, ia akan berpikir. &#8216;Wah satu  kucing sepertinya tak bisa mengatasi banyak tikus di sini!&#8217; Dan ia  pasti akan menambah satu lagi kucing piaraan,&#8221; ujar Wazir.</p>
<p>&#8220;Begitu  kucing ditambah, kita pun menambah jumlah kerusakan, benar-benar  merobek pakaian-pakaian mereka. Ia pasti akan menambah satu lagi kucing,  lalu kita tambah lagi kerusakan hingga tiga kali lipat. Itu seharusnya  membuat mereka berhenti dan berpikir &#8216;Hei, kerusakan hanya sedikit  ketika aku memiliki satu kucing. Makin banyak kucing, semakin banyak  tikus,&#8217; seolah-olah itulah yang terlihat&#8221; ujar wazir ketiga lagi.</p>
<p>&#8220;Jadi  ia akan mencoba sebuah eksperimen. Ia akan menyingkirkan satu  kucingnya. Saat itu pula kita akan turunkan jumlah kerusakan, menjadi  dua pertiga saja. Si pemilik pasti berpikir, &#8216;Aneh sekali,&#8217;. Ia lalu  menyingkirkan satu lagi kucing lain. Lagi, kita pun kurangi kerusakan  hingga hanya sepertiganya. Ia pun akan terdorong untuk menyingkirkan  satu lagi kucing tersisa.</p>
<p>Saat itu pula kita hentikan aksi dan  tidak merusak apa pun. Ia akan menemukan hal besar. &#8216;Wah ternyata bukan  tikus,&#8217;. Ia pasti bakal pergi ke para tetangga kaya lain untuk memberi  tahu itu. Karena ia adalah orang terkaya dan dihormati maka semua akan  mempercayainya dan mulai membuang kucing-kucing mereka ke jalan atau  bahkan membunuh mereka. Kemudian setiap kali melihat kucing, mereka akan  mengejar dan membunuhnya.&#8221;</p>
<p>Raja Mahraz pun mengikuti saran wazir  ketiga. Butuh waktu tak terlalu lama hingga tidak satupun kucing berada  di kota tersebut. Bila mereka melihat lubang di pakaian mereka,  orang-orang tetap yakin bahwa itu adalah ulah kucing. Kini, jika tu terjadi, mereka pasti berkata, &#8220;Seekor kucing pasti  menyelinap ke rumah tadi malam. Seekor kucing pasti mengendap-endap di  kota tadi malam.&#8221; Alhasil, dengan strategi itu, para tikus benar-benar  berhasil membebaskan diri dari warisan rasa takut turun-temurun terhadap  kucing.</p>
<p><a href="http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/khazanah/11/03/14/169163-kalila-wa-dimna-dongeng-fabel-menarik-dari-dunia-muslim" target="_blank">Sumber</a></p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2011/03/kalila-wa-dimna-dongeng-fabel-menarik-dari-dunia-muslim/&via=aanchoto&text=Kalila wa Dimna, Dongeng Fabel Menarik dari Dunia Muslim&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2011/03/kalila-wa-dimna-dongeng-fabel-menarik-dari-dunia-muslim/&via=aanchoto&text=Kalila wa Dimna, Dongeng Fabel Menarik dari Dunia Muslim&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2011/03/kalila-wa-dimna-dongeng-fabel-menarik-dari-dunia-muslim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Wang Zipping, Legenda Grandmaster Wushu Muslim Cina</title>
		<link>http://aanchoto.com/2011/03/kisah-wang-zipping-legenda-grandmaster-wushu-muslim-cina/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2011/03/kisah-wang-zipping-legenda-grandmaster-wushu-muslim-cina/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Mar 2011 14:48:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=1135</guid>
		<description><![CDATA[Seratusdelapanpuluh kilometer dari utara Kota Terlarang (Beijing saat ini), terletak Changzhou, tempat tinggal suku Hui. Hui adalah suku Muslim di Cina. Namun, selain Islam, ada hal yang menjadi kecintaan anggota suku, yakni tradisi seni bela diri. Sebelum penemuan senjata, Wushu merupakan alat utama pertempuran dan pertahanan diri di Cina. Para pemimpon Hui selalu mendorong anggotanya&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1136" title="wang_zipping" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2011/03/wang_zipping.jpg" alt="" width="360" height="260" />Seratusdelapanpuluh kilometer dari utara Kota Terlarang (Beijing saat  ini), terletak Changzhou, tempat tinggal suku Hui. Hui adalah suku  Muslim di Cina. Namun, selain Islam, ada hal yang menjadi kecintaan  anggota suku, yakni tradisi seni bela diri.</p>
<p>Sebelum penemuan  senjata, Wushu merupakan alat utama pertempuran dan pertahanan diri di  Cina. Para pemimpon Hui selalu mendorong anggotanya mempelajari Wushu  sebagai &#8216;kebiasaan suci&#8217; demi memperkuat disiplin dan keberanian untuk  memperjuangkan sekaligus bertahan di tanah mereka.</p>
<p>Saat itu  masjid-masjid, bagi suku Hui, bukan hanya tempat untuk beribadah, tapi  juga medan latihan bagi grandmaster untuk menempa dasar-dasar Wushu  kepada murid-murid yang antusias.</p>
<p>Seperti banyak Hui yang lain,  Wang Ziping lahir di tengah keluarga miskin. Ayahnya bekerja sebagai  petinju bayaran. Saat masih bocah, Ziping menunjukkan keinginan kuat  belajar Wushu. Bela diri ini adalah identitas Hui. Tidak ada Hui&#8211;yang  saat itu hanya senilai upah garam&#8211;akan berani menjalani hidup tanpa  &#8220;Latihan Delapanbelas Pukulan Pertempuran&#8221; dan &#8220;Tinju Diagram Delapan&#8221;  melekat pada tubuh dan pikiran.<span id="more-1135"></span><br />
Selain Wushu, Hui juga mendalami  ajaran Islam. Dengan demikian kehidupan Hui adalah campuran antara buruh  miskin, latihan keras dan spiritual mendalam. Kemampuan luar biasa  mereka dalam Wushu bukan sesuatu yang datang sekejap mata.</p>
<p>Begitu  pula yang dialami Ziping. Di tengah pelajaran mengaji Al Qur&#8217;an, Ziping  juga harus mengangkat batu berat untuk membangun stamina, kekuatan dan  galian parit yang kian lama kiat luas begitu kemampuannya melompat  meningkat. Keseimbangan yang baik diasah dengan cara berbahaya. Zipping  ditanam dalam tanah.</p>
<p>Saat itu pula Zipping membaca lantunan zikir. Kekuatan dan  keseimbangannya pun bertambah berlipat ganda. Konsentrasi yang biasa  dilakukan saat shalat sebagai tuntutan dalam Islam menjadi tulang  punggung sesolid batu bagi gerakan mengalir Wushu.</p>
<p>Iklim di  Changzou cukup sejuk ketika musim panas, namun dingin saat musim salju.  Dalam bulan-bulan musim dingin salju jarang turun sehingga memungkina  latihan tetap digelar. Zipping berlatih dengan seluruh elemen untuk  membuat tangguh tubuhnya. Begitu ia menginjak usia 14 tahun, ia sudah  bisa melompat lebih dari 3 meter dari posisi berdiri.</p>
<p>Sayang  bocah dengan tubuh setegap pria dewasa dan kualitas petarung itu tak  memiliki guru. Ayahnya yang keras kepala menolak memasukkan Zipping ke  sekolah Wushu. Setengah putus asa mencari guru dan teman, ia jatuh ke  dalam komunitas rahasia yang menyebut diri mereka &#8220;Jurus Kebenaran dan  Keharmonian&#8221;.</p>
<p>Akhirnya Wang Zipping memutuskan pergi dan  mengembara ke selatan Jinan, di mana ia menjadi musafir yang tinggal di  sebuah Masjid Besar. Dalam ruang utama masjid itulah, Zipping bertemu  pria seperti dirinya, seorang petinju. Ia bernama Yang Hongxiu,  grandmaster Wushu yang akhirnya menjadi gurunya.</p>
<p>Dan Zipping pun  dengan serius mulai mempelajari gerakan burung dan mamalia, seperti  elang menukik menyambar mangsa, gerakan kelinci melintas padang rumput,  hingga lompatan jitu anjing menghindar dari bahaya. Ia menyerap semua  karakter gerakan itu kemudian menciptakan gayanya sendiri. Stamina dan  refleksnya yang kian berkembang, membuat Zipping tak hanya kuat tetapi  juga cepat&#8211;sebuah kombinasi mematikan dalam Wushu.</p>
<p>Seorang  dianggap Grandmaster ketika ia mampu menggunakan alat apa pun sebagai  senjata. Pengembangan kemampuan ini adalah seni sekaligus kebutuhan  dalam Wushu. Zipping, menjadi luar biasa fasih dengan semua senjata  utama.</p>
<p>Dia sangat mahir terutama dalam melakukan Qinna, yakni  teknik sergapan yang dapat mengunci sendi dan otot-otot lawan dalam  persiapan melakukan serangan dahsyat; Shuaijiao.  Nama yang terakhir itu  adalah gaya bertarung tangan kosong yang menggabungkan prinsip Tai Chi,  Hard Qigong dan Teknik Meringankan Tubuh.</p>
<p>Ia mendapat pengakuan  sebagai seniman bela diri yang utuh. Pada saat bersamaan ia juga pakar  dalam trauma tulang. Ia mengombinasikan pengetahuan mendalam dalam Qinna  dengan ketrampilang mengatur tulang. Akhirnya ia menemukan sistem  penyembuhan untuk cedera Wushu dan olahraga di utara Cina.</p>
<p><strong>Legenda Klasik</strong></p>
<p>Banyak kisah, ada yang asli dan juga sekedar mitos, yang telah  disematkan pada sosoknya. Namun yang selalu diulang adalah kisah satu  ini.</p>
<p>Selama melakukan praktek pengobatan di Jiaozhou, Jerman  ditugaskan untuk membangun rel kereta api dari kawasan itu menuju Jinan.  Proyek mercusuar itu adalah harga mahal yang harus dibayar setelah Ratu  Ci&#8217;xi gagal dalam pemberontakan tinju. Rel dibuat dengan yang tujuan  memperluas dan mengkokohkan kontrol Eropa atas daratan Cina.</p>
<p>Reputasi  Zipping bukannya tak diketahui oleh Jerman. Lebih cerdas dan berani  dari pada koleganya, para Jerman berupaya mempermainkannya. Seorang  petinggi militer Jerman bersiasat dengan menempatkan penggilingan batu  besar di depan stasiun rel kereta api dan menantang siapa pun untuk  mengangkatnya.</p>
<p>Zipping yang tidak pernah bisa tahan dengan  penghinaan terhadap orang Cina, secara alami langsung gusar. Seperti  yang diharapkan Jerman, Zipping masuk perangkap.</p>
<p>&#8220;Bagaimana kalau saya bisa mengangkatnya,&#8221; tanya Zipping.</p>
<p>&#8220;Maka gilingan itu menjadi milikmu,&#8221; para Jerman menjawab dengan tampang mengolok-olok.</p>
<p>&#8220;Bila saya gagal?&#8221;</p>
<p>&#8220;Maka kamu harus membayar,&#8221;</p>
<p>Zipping  denga mudah mengangkan gilingan batu itu, meninggalkan para Jerman  tercengang-cengang. Seorang warga Amerika yang bekerja sebagai guru  fisika di tempat itu, menyaksikan aksi Zipping. Ia pun menantang duel.</p>
<p>Saat  berjabat tangan mengawali pertandingan, tiba-tiba si Amerika dengan  kuat memegang tangan Zipping dan berupaya membantingnya ke tanah.  Zipping secepat kilat menyapukan kaki ke bagian bawah tubuh lawannya dan  membuatnya ambruk.</p>
<p>Karena reputasinya, Zipping ditunjuk sebagai  kepala Divisi Shaolin di Institut Pusat Seni Bela Diri. Ia juga pernah  menjabat wakil presiden Asosiasi Whusu Cina, organisasi Wushu tertinggi  di CIna.</p>
<p>Ia memegang banyak gelar dan tanggung jawab, termasuk  konsultan sejumlah rumah sakit besar di penjuru Cina. Karirnya sebagai  pakar bela diri juga kian menajam setelah ia melakoni banyak duel dengan  orang asing. Ia selalu ingin membuktikan bahwa Cina bukan ras inferior.</p>
<p>Meski  dalam usia senja, Zipping tak pernah kehilangan kekuatan dan  kecepatannya. Pada 1960 ketika ia menjadi pelatih dan direktur grup  pelajar Wushu yang menyertai perdana menteri saat itu, Zhou Enlai,  melawat ke Burma, ia diminta mendemonstrasikan kemampuannya. Di depan  tuan rumah ia menampilkan jurus dengan senjata luar biasa berat, Pedang  Naga Hitam. Dengan teknik tinggi, kemampuan dan semangat muda, tak  satupun orang berpikir ia telah berkepala delapan.</p>
<p><a href="http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/khazanah/11/02/24/165878-kisah-wang-zipping-legenda-grandmaster-wushu-muslim-cina-1881-1973-">Sumber</a></p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2011/03/kisah-wang-zipping-legenda-grandmaster-wushu-muslim-cina/&via=aanchoto&text=Kisah Wang Zipping, Legenda Grandmaster Wushu Muslim Cina&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2011/03/kisah-wang-zipping-legenda-grandmaster-wushu-muslim-cina/&via=aanchoto&text=Kisah Wang Zipping, Legenda Grandmaster Wushu Muslim Cina&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2011/03/kisah-wang-zipping-legenda-grandmaster-wushu-muslim-cina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Butuh Dana Rp 50 Miliar untuk Membuat Satu Kiswah</title>
		<link>http://aanchoto.com/2011/01/butuh-dana-rp-50-miliar-untuk-membuat-satu-kiswah/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2011/01/butuh-dana-rp-50-miliar-untuk-membuat-satu-kiswah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Jan 2011 16:42:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=927</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Dalam setahun, hanya satu kiswah dibuat, dengan melibatkan 220 pekerja,&#8221; ujar Kepala Humas Masna&#8217; Kiswah, Khamis Al-Zahrani. Al-Zahrani menerima kami pagi itu di bulan Oktober 2010. Pukul setengah sepuluh pagi, kami tiba di Masna&#8217; Kiswah, tempat pembuatan kiswah yang didirikan oleh Raja Arab pada 7 Rabi&#8217;ul Akhir 1397 H. Arab Saudi mulai merencanakan pembuatan sendiri&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-928" title="kiswah" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2011/01/kiswah.jpg" alt="" width="252" height="182" />&#8220;Dalam setahun, hanya satu kiswah dibuat, dengan melibatkan 220 pekerja,&#8221; ujar Kepala Humas Masna&#8217; Kiswah, Khamis Al-Zahrani.</p>
<p>Al-Zahrani  menerima kami pagi itu di bulan Oktober 2010. Pukul setengah sepuluh  pagi, kami tiba di Masna&#8217; Kiswah, tempat pembuatan kiswah yang didirikan  oleh Raja Arab pada 7 Rabi&#8217;ul Akhir 1397 H.</p>
<p>Arab Saudi mulai  merencanakan pembuatan sendiri kiswah pada Muharam 1346 H di zaman  Al-Malik Abdul Aziz bin Abdul Rahman Al-Saud. Sebelumnya, kiswah dibuat  di beberapa negara, seperti India dan Mesir. Kiswah luar berwarna hitam  dengan lapisan berwarna putih di bagian dalamnya. Kiswah di dalam Ka&#8217;bah  berwarna hijau.<span id="more-927"></span>Kami perlu menunggu sekitar 20 menit di depan  pintu gerbang Masna&#8217; Kiswah di Ummul Joud itu. Penjaga harus mengonfir  masi kehadiran kami kepada Humas Mas na&#8217; Kiswah. Setelah mendapat  persetujuan, penjaga baru membuka pintu gerbang.</p>
<p>Khamis  Al-Zahrani langsung membawa kami ke ruang yang menimpan replika pintu  ka&#8217;bah yang diselubungi Kiswah. Ia memu lai penjelasan dengan memegang  gulungan benang berwarna-warni yang ada di meja depan replika pintu  Ka&#8217;bah, setelah kami menyelesaikan acara foto-foto di depan replika  pintu itu. Itu benang sutra yang telah diberi warna. Aslinya, tentu saja  berwarna putih. &#8220;Dibutuhkan 670 kilogram benang sutra asli untuk  membuat kiswah,&#8221; ujar Al-Zahrani. Total dana yang dikeluarkan bila  dirupiahkan sekitar Rp 50 miliar.</p>
<p>Pembuatan kiswah kini telah  melibatkan mesin dengan kemampuan 9.986 benang per meternya. Alat tenun  yang dulu dipakai membuat kain kini disimpan di ruang pe mintalan  benang. &#8220;Tiga puluh tahun lalu, kita terakhir kali memakai alat tenun  ini.</p>
<p>Bertahun-tahun sebelumnya, kain kiswah dibuat dengan alat  tenun, bukan mesin,&#8221; ujar Ismail Abdullah Mahmadi, kepala Bagian  Pemintalan Benang Masna&#8217; Kiswah.</p>
<p>Kini, alat tenun bukan mesin itu  masih dipakai untuk membuat kain yang akan dipasang di bagian dalam  Ka&#8217;bah. Kain untuk ruang Kabah ini berwarna hijau. Dengan alat bukan  mesin, pembuatan kiswah memakan waktu delapan bulan. Setelah memakai  mesin, cukup lima bulan.</p>
<p>Replika ruang dalam Kabah juga  dihaudirkan di ruang pintal ini. &#8220;Ini kiswah bagian dalam Kabah,&#8221; ujar  Ismail, seraya menunjuk kain berwarna hijau yang menu tupi dinding  bagian dalam replika ruang   Kabah itu.</p>
<p>Di ruang penyulaman,  replika pintu Kabah juga dipasang, ditutup dengan kiswah bersulam  berbagai ayat suci. Yang dipasang adalah replika pintu zaman Sultan  Murad Khan IV (1410 Hijriyah). Di sini, para pekerja menyulamkan benang  emas dan perak ke potongan-potongan kiswah membentuk kaligrafi ayat-ayat  Alquran.</p>
<p>Lokasi Masna&#8217; Kiswah berdampingan dengan Museum  Haramain. Di Masna&#8217; Kiswah pula, tiap 1 Dzulhijah diadakan upacara  secara simbolis penyerahan kiswah kepada kepala urusan Masjidil Haram  dan Masjid Nabawi. Imam Masjidil Haram biasanya juga menghadiri acara  penyerahan kiswah ini. Pada acara penyerahan 1 Dzulhijah 1431 H bakda  Isya itu, yang hadir adalah imam Syekh Mahir AlMu&#8217;aykali.</p>
<p>Pada  acara itu dilakukan pula penyerahan simbolis kunci pintu Ka&#8217;bah kepada  Dr Saleh Al-Saiby, ahli waris pemegang kunci pintu Ka&#8217;bah. Pemegang  kunci sebelumnya, Abdul Aziz Al-Saiby, meninggal di pagi harinya.  Keluarga Al-Saiby telah menjadi pemegang kunci pintu Ka&#8217;bah sejak zaman  Quraisy, sebelum Muhammad diangkat sebagai nabi.</p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2011/01/butuh-dana-rp-50-miliar-untuk-membuat-satu-kiswah/&via=aanchoto&text=Butuh Dana Rp 50 Miliar untuk Membuat Satu Kiswah&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2011/01/butuh-dana-rp-50-miliar-untuk-membuat-satu-kiswah/&via=aanchoto&text=Butuh Dana Rp 50 Miliar untuk Membuat Satu Kiswah&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2011/01/butuh-dana-rp-50-miliar-untuk-membuat-satu-kiswah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siapa yang Membangun Kabah?</title>
		<link>http://aanchoto.com/2011/01/siapa-yang-membangun-kabah/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2011/01/siapa-yang-membangun-kabah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Jan 2011 15:11:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=923</guid>
		<description><![CDATA[Kabah berkali-kali rusak sehingga harus berkali-kali dibongkar sebelum dibangun kembali. Di Museum Haramain, benda-benda itu disim pan. Ada kotak tempat menyimpan parfum yang dulu pernah mengisi ruangan Kabah. &#8220;Ruang Kabah isinya hanya tiga pilar dan kotak parfum itu,&#8221; ujar Abdul Rahman, menunjuk pilar-pilar dan kotak yang letaknya berjauhan. Petugas Museum Haramain di Ummul Joud, Makkah,&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-924" title="kabah" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2011/01/kabah.jpg" alt="" width="252" height="182" />Kabah berkali-kali rusak sehingga harus berkali-kali dibongkar sebelum  dibangun kembali. Di Museum Haramain, benda-benda itu disim pan. Ada  kotak tempat menyimpan parfum yang dulu pernah mengisi ruangan Kabah.  &#8220;Ruang Kabah isinya hanya tiga pilar dan kotak parfum itu,&#8221; ujar Abdul  Rahman, menunjuk pilar-pilar dan kotak yang letaknya berjauhan.</p>
<p>Petugas  Museum Haramain di Ummul Joud, Makkah, itu mengantar kami keliling  melihat koleksi museum. Museum ini menyimpan benda-benda dari Masjidil  Haram dan Masjid Nabawi. Ada potongan pilar Kabah yang bentuknya sudah  seperti kayu fosil berwarna cokelat tua, disimpan bersama kunci pintu  Kabah dari kayu, juga berwarna cokelat tua. Pintu Kabah selalu dikunci  dan pemegang kunci sudah turun-temurun dari satu keluarga, sejak sebelum  Nabi lahir.<span id="more-923"></span></p>
<p>Tangga kuno yang pernah dipakai untuk masuk Kabah  juga tersimpan di museum ini. Tersimpan pula pelapis Hajar Aswad serta  pelapis dan pelindung Maqam Ibrahim. Jika orangorang berebut mencium  pelindung Maqam Ibrahim, seharusnya yang layak dicium adalah yang  tersimpan di museum ini karena usianya lebih tua dari pelindung yang  sekarang dipasang.</p>
<p>Namun, tak ada anjuran mencium Maqam Ibrahim. Nabi hanya memberi contoh mencium Hajar Aswad.</p>
<p>Kotak  parfum Kabah yang disimpan di museum ini juga berwarna cokelat tua.  Sewaktu masih difungsikan di dalam Kabah, botol-botol parfum yang  dipakai untuk mengharumkan ruangan Ka&#8217;bah disimpan di kotak itu.<br />
<strong><br />
Riwayat Kabah </strong></p>
<p>Kabah   awalnya dibangun oleh Adam dan kemudian anak Adam, Syist,  melanjutkannya. Saat terjadi banjir Nabi Nuh, Kabah ikut musnah dan  Allah memerintahkan Nabi Ibrahim membangun kembali. Al-Hafiz Imaduddin  Ibnu Katsir mencatat riwayat itu berasal dari ahli kitab (Bani Israil),  bukan dari Nabi Muhammad.</p>
<p>Kabah yang dibangun Ibrahim pernah  rusak pada masa kekuasaan Kabilah Amaliq. Kabah dibangun kembali sesuai  rancangan yang dibuat Ibrahim tanpa ada penambahan ataupun pengurangan.  Saat dikuasai Kabilah Jurhum, Kabah juga mengalami kerusakan dan  dibangun kembali dengan meninggikan fondasi. Pintu dibuat berdaun dua  dan dikunci.</p>
<p>Di masa Qusai bin Kilab, Hajar Aswad sempat hilang  diambil oleh anak-anak Mudhar bin Nizar dan ditanam di sebuah bukit.  Qusai adalah orang pertama dari bangsa Quraisy yang mengelola Ka&#8217;bah  selepas Nabi Ibrahim. Di masa Qusai ini, tinggi Ka&#8217;bah ditambah menjadi  25 hasta dan diberi atap. Setelah Hajar Aswad ditemukan, kemudian  disimpan oleh Qusai, hingga masa Ka&#8217;bah dikuasai oleh Quraisy pada masa  Nabi Muhammad.</p>
<p>Nabi Muhammad membantu memasangkan Hajar Aswad itu pada tempat semestinya.</p>
<p>Dari  masa Nabi Ibrahim hingga ke bangsa Quraisy terhitung ada 2.645 tahun.  Pada masa Quraisy, ada perempuan yang membakar kemenyan untuk  mengharumkan Ka&#8217;bah. Kiswah Ka&#8217;bah pun terbakar karenanya sehingga juga  merusak bangunan Ka&#8217;bah. Kemudian, terjadi pula banjir yang juga  menambah kerusakan Ka&#8217;bah. Peristiwa kebakaran ini yang diduga membuat  warna Hajar Aswad yang semula putih permukaannya menjadi hitam.</p>
<p>Untuk  membangun kembali Kabah, bangsa Quraisy membeli kayu bekas kapal yang  terdampar di pelabuhan Jeddah, kapal milik bangsa Rum. Kayu kapal itu  kemudian digunakan untuk atap Kabah dan tiga pilar Kabah. Pilar Kabah  dari kayu kapal ini tercatat dipakai hingga 65 H. Potongan pilarnya  tersimpan juga di museum.</p>
<p>Empat puluh sembilan tahun sepeninggal  Nabi (yang wafat pada 632 Masehi atau tahun 11 Hijriah), Ka&#8217;bah juga  terbakar. Kejadiannya saat tentara dari Syam menyerbu Makkah pada 681  Masehi, yaitu di masa penguasa Abdullah bin Az-Zubair, cucu Abu Bakar,  yang berarti juga keponakan Aisyah.</p>
<p>Kebakaran pada masa ini mengakibatkan Hajar Aswad yang berdiameter 30 cm itu terpecah jadi tiga.</p>
<p>Untuk  membangun kembali, seperti masa-masa sebelumnya, Kabah diruntuhkan  terlebih dulu. Abdullah AzZubair membangun Ka&#8217;bah dengan dua pintu. Satu  pintu dekat Hajar Aswad, satu pintu lagi dekat sudut Rukun Yamani,  lurus dengan pintu dekat Hajar Aswad. Abdullah bin Az-Zubair memasang  pecahan Hajar Aswad itu dengan diberi penahan perak. Yang terpasang  sekarang adalah delapan pecahan kecil Hajar Aswad bercampur dengan bahan  lilin, kasturi, dan ambar.<br />
Jumlah pecahan Hajar Aswad diperkirakan mencapai 50 butir.</p>
<p>Pada  693 Masehi, Hajjaj bin Yusuf Ath-Taqafi berkirim surat ke Khalifah  Abdul Malik bin Marwan (khalifah kelima dari Bani Umayyah yang mulai  menjadi khalifah pada 692 Masehi), memberitahukan bahwa Abdullah bin  Az-Zubair membuat dua pintu untuk Ka&#8217;bah dan memasukkan Hijir Ismail ke  dalam bangunan Ka&#8217;bah.</p>
<p>Hajjaj ingin mengembalikan Kabah seperti  di masa Quraisy; satu pintu dan Hijir Ismail berada di luar bangunan  Ka&#8217;bah. Maka, oleh Hajjaj, pintu kedua&#8211;yang berada di sebelah barat  dekat Rukun Yamani&#8211;ditutup kembali dan Hijir Ismail dikembalikan  seperti semula, yakni berada di luar bangunan Ka&#8217;bah.</p>
<p>Akan  tetapi, Khalifah Abdul Malik belakangan menyesal setelah mengetahui  Ka&#8217;bah di masa Abdullah bin AzZubair dibangun berdasarkan hadis riwayat  Aisyah. Di masa berikutnya, Khalifah Harun Al-Rasyid hendak  mengembalikan bangunan Ka&#8217;bah serupa dengan yang dibangun Abdullah bin  Az-Zubair karena sesuai dengan keinginan Nabi. Namun, Imam Malik  menasihatinya agar tidak menjadikan Ka&#8217;bah sebagai bangunan yang selalu  diubah sesuai kehendak setiap pemimpin. Jika itu terjadi, menurut Imam  Malik, akan hilang kehebatannya di hati kaum Mukmin.</p>
<p>Pada 1630  Masehi, Kabah rusak akibat diterjang banjir. Sultan Murad Khan IV  membangun kembali, sesuai bangunan Hajjaj bin Yusuf hingga bertahan 400  tahun lamanya pada masa pemerintahan Sultan Abdul Abdul Aziz. Sultan  inilah yang memulai proyek pertama pelebaran Masjidil Haram.</p>
<p>Replika  mushaf di Museum ini tersimpan pula replika Quran mushaf Usmani yang  bacaannya, susunan surah dan ayatnya, serta jumlah surah dan ayatnya  dipakai sebagai panduan hingga sekarang. Yang berbeda cuma bentuk  hurufnya.</p>
<p>Pada masa Khalifah Usman bin Affan (35 H) dibuatlah  standardisasi penulisan Quran. Di masa itu, sahabatsahabat Nabi memiliki  mushaf yang berbeda satu sama lain, baik dalam hal bacaan, susunan  surah dan ayat, maupun jumlah surah dan ayat.</p>
<p>Mushaf yang  dimiliki Ibnu Mas&#8217;ud, misalnya, tidak menyertakan Surat AlFatihah dan  susunan surat yang berbeda. Surah keenam bukanlah Surah Al-An&#8217;am,  melainkan Surah Yunus.</p>
<p>Quran Ali bin Abi Thalib juga tak memiliki  Surah Al-Fatihah. Ali juga tak memasukkan surah ke-13, 34, 66, dan 96  ke mushafnya. &#8220;Ukuran mushaf Usman yang asli berbeda dari yang ini.<br />
Ini hanya duplikat,&#8221; ujar Abdul Rahman.</p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2011/01/siapa-yang-membangun-kabah/&via=aanchoto&text=Siapa yang Membangun Kabah?&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2011/01/siapa-yang-membangun-kabah/&via=aanchoto&text=Siapa yang Membangun Kabah?&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2011/01/siapa-yang-membangun-kabah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jejak Pembuatan Tembikar dalam Sejarah Islam</title>
		<link>http://aanchoto.com/2010/12/jejak-pembuatan-tembikar-dalam-sejarah-islam/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2010/12/jejak-pembuatan-tembikar-dalam-sejarah-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Dec 2010 01:04:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendididkan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=866</guid>
		<description><![CDATA[Jejak peradaban Islam tertoreh juga pada tembikar. Benda berbahan tanah liat yang bermotif indah itu hadir melalui proses yang cukup panjang. Menyerap teknik pembuatan dari beraneka sumber, mengkajinya, dan mengembangkannya sendiri. Para ahli kimia turut menyumbang pemikiran bagaimana memadu bahan agar tembikar berkualitas. Nyatanya, tembikar yang menjadi satu buah peradaban Islam menuai sanjungan. Philip K&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-870" title="tembikar" src="http://aanchoto.com/wp-content/uploads/2010/12/tembikar.jpg" alt="" width="252" height="182" />Jejak peradaban Islam tertoreh juga pada tembikar. Benda berbahan tanah  liat yang bermotif indah itu hadir melalui proses yang cukup panjang.  Menyerap teknik pembuatan dari beraneka sumber, mengkajinya, dan  mengembangkannya sendiri. Para ahli kimia turut menyumbang pemikiran  bagaimana memadu bahan agar tembikar berkualitas.</p>
<p>Nyatanya,  tembikar yang menjadi satu buah peradaban Islam menuai sanjungan. Philip  K Hitti melontarkan kekagumannya. Melalui bukunya, History of the  Arabs, ia menyatakan, di tangan seniman Muslim, seni tembikar mencapai  tingkat keindahan yang sulit ditandingi.</p>
<p>Keindahan yang tertoreh  pada tembikar mewujud melalui lukisan manusia, hewan, dan tumbuhan,  selain bentuk geometris dan epigraf. Karya ini segera berkembang pesat  hingga menjadi sebuah industri yang sangat maju di beberapa wilayah  Islam. Sentra produksi tembikar ada di Antiokia, Aleppo, Damaskus, Tyre,  dan Phoenix.<span id="more-866"></span><br />
Sejumlah tembikar peninggalan umat Muslim pada  zaman pertengahan masih tersisa. Sebagian masih disimpan di Museum  Lauvre, British Museum, dan Arabic Museum di Kairo, Mesir. Tembikar  memiliki kegunaan luas. Salah satunya untuk hiasan dan menjadi bagian  dari dekorasi bangunan megah.</p>
<p>Salah satu yang terkenal adalah  tembikar Qasyani. Karya seni asal Persia itu berhias gambar bunga dan  diakui keistimewaannya oleh banyak kalangan. Perkembangan seni tembikar  di dunia Islam bermula sejak abad ke-7 Masehi. Pengetahuan pembuatan  barang itu diserap dari sejumlah sumber, seperti Persia dan Cina.</p>
<p>Teknik-teknik  yang diadopsi dari luar kemudian dipadukan dengan teknik yang  dikembangkan oleh umat Islam. Maka itu, hadirlah sebuah karya seni  dengan reputasi menjulang sepanjang masa.Dalam tulisannya berjudul The  Potters of Islam, John Luter mencatat kontribusi sains Islam dalam  pengembangan tembikar. Menurut dia, pembuatan tembikar berkualitas oleh  masyarakat Muslim terinspirasi keunggulan teknik yang dikembangkan di  Cina. Bangsa Cina dikenal dengan tembikarnya yang kuat, tidak mudah  pecah, berbalut dekorasi warna-warni, dan mengilap.</p>
<p>Buku karya  Muhammad bin alHusayn al-Baihaki yang berangka tahun 1059 Masehi menjadi  rujukan para sejarawan kontempoter. Al Baihaki berkata, seorang  gubernur dari Khurasan, Iran, mengirimkan hadiah kepada Khalifah Harun  alRasyid berupa tembikar yang berasal dari Cina.</p>
<p>Sang khalifah  terpikat keindahan benda itu. Lalu, ia mendorong seniman Muslim untuk  membuat karya yang tak kalah hebatnya. Inisiatif ini memicu banyak  seniman terkemuka berdatangan ke Baghdad, ibu kota pemerintahan, untuk  memenuhi tantangan Khalifah Harun al-Rasyid. Karya awal mereka masih  berupa eksperimen. Seiring waktu, kajian teknik untuk melahirkan karya  berkualitas gencar dilakukan. Kemudian, hadirlah motif, rancangan,  ataupun dekorasi baru. Begitu pula teknik dan metode pembuatan tembikar  berkembang begitu pesat dan diperbarui dari waktu ke waktu.</p>
<p>Salah  satu inovasi penting adalah kemampuan mewujudkan lukisan yang berkilau.  Beberapa sumber sejarah menyebut teknik itu pertama kali diciptakan  bangsa Mesir dan Cina. Umat Islam mengadopsi metode itu bahkan  memperbaikinya untuk memperoleh kualitas yang lebih baik.</p>
<p>Para  seniman pada masa Abbasiyah memunculkan kreasi warna keemasan dan juga  menghadirkan motif mengilap pada tembikar yang biasanya hanya dihias  warna biru, hijau, atau abu-abu. Teknik itu, sambung John Luter, memakai  bahan sulfur dan zat asam serta dicampurkan dengan material tanah  lempung.</p>
<p>Bahan campuran itu dipakai sebagai cat pada motif  lukisan. Goresan motif gambar dilakukan segera setelah tembikar itu  melalui proses pencetakan dan pembakaran. Setelah digambar dan diberi  motif atau dekorasi, sekali lagi tembikar itu dibakar untuk mencegah  pengapuran. &#8220;Ketika residu bahan perlahan menghilang selama proses pem  bakaran, efek mengilap dari cat tadi muncul sehingga menjadikan tembikar  itu tampak sangat indah,&#8221; ujar John Luter. Menurut dia, bahan pembuat  tembikar yang juga paling umum digunakan adalah semacam semen putih.</p>
<p>Di  sini, ahli kimia Muslim memainkan peran penting. Mereka menemukan bahan  yang sanggup menghasilkan tembikar berkualitas tinggi. Kian majunya  teknik pembuatan tembikar memantik lahirnya industri tembikar. Masa-masa  pentingnya berlangsung dalam kurun abad ke-9 hingga abad ke-13 Masehi.</p>
<p>Ragam  tembikar dan variasi motif membanjiri kota-kota besar Islam.  Gedung-gedung dan istana berhias barang tembikar nan indah. Di sisi  lain, seni tembikar Islam juga mendapatkan sentuhan aspek kaligrafi. Hal  ini menambah keunggulan dan keistimewaan yang tidak ada pada peradaban  lainnya.</p>
<p>Kaligrafi bukan sekadar untuk menghias permukaan  tembikar. Pada beberapa daerah, kalimat kaligrafi yang tersemat di  permukaan tembikar mencerminkan tradisi keagamaan ataupun kondisi umat  Muslim setempat. Tak dimungkiri bahwa masyarakat pada masa itu telah  memandang seni tembikar bukan sekadar hiasan, tapi juga ekspresi  keyakinan.</p>
<p>Hingga masa kekuasaan Dinasti Seljuk, penelitian  ilmiah dan kreasi baru seni tembikar tak henti bermunculan. Seniman era  ini mengenalkan tembikar jenis baru, yaitu faience. Tembikar itu terbuat  dari bahan semen putih dicampur dengan cairan alkalin yang memunculkan  efek kaca. Risalah dari Abulqassim pada tahun 1301 Masehi menjelaskan  teknik dan proses pembuatan faience. Dalam salah satu bagian risalah, ia  menuturkan, untuk menambah kekuatan tembikar, para pembuatnya  mengurangi kadar air pada bahan-bahan dasar tembikar.</p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/12/jejak-pembuatan-tembikar-dalam-sejarah-islam/&via=aanchoto&text=Jejak Pembuatan Tembikar dalam Sejarah Islam&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/12/jejak-pembuatan-tembikar-dalam-sejarah-islam/&via=aanchoto&text=Jejak Pembuatan Tembikar dalam Sejarah Islam&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2010/12/jejak-pembuatan-tembikar-dalam-sejarah-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tradisi Diplomasi dalam Sejarah Islam</title>
		<link>http://aanchoto.com/2010/12/tradisi-diplomasi-dalam-sejarah-islam/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2010/12/tradisi-diplomasi-dalam-sejarah-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Dec 2010 00:02:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=864</guid>
		<description><![CDATA[Jalan diplomasi sudah lama dibangun. Banyak cendekiawan yang dilibatkan dalam menjalin hubungan dengan bangsa dan peradaban lain. Pemerintahan Islam di abad pertengahan banyak mengirim diplomatnya, selain untuk menjaga pertemanan, juga untuk mewujudkan perdamaian. Jere L Bacharach dalam bukunya Medieval Islamic Civilization, an Encyclopedia mengatakan, praktik diplomasi sudah menjadi bagian dari politik Islam sejak berabadabad silam.&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jalan diplomasi sudah lama dibangun. Banyak cendekiawan yang dilibatkan  dalam menjalin hubungan dengan bangsa dan peradaban lain. Pemerintahan  Islam di abad pertengahan banyak mengirim diplomatnya, selain untuk  menjaga pertemanan, juga untuk mewujudkan perdamaian.</p>
<p>Jere L  Bacharach dalam bukunya Medieval Islamic Civilization, an Encyclopedia  mengatakan, praktik diplomasi sudah menjadi bagian dari politik Islam  sejak berabadabad silam. Sejarawan ini mencatat, terdapat dua  karakteristik diplomasi yang dipraktikkan umat Islam.</p>
<p>Pertama,  pada masa awal Islam, tujuan religius menjadi fokus. Diplomasi adalah  untuk mengajak kaum di luar Islam untuk memeluk Islam, beriman kepada  Allah SWT dan Rasul-Nya. Sedangkan, karakteristik kedua, lebih bersifat  politis. Pada masa pemerintahan Islam banyak ekspedisi dan perluasan  wilayah.<span id="more-864"></span><br />
Mereka harus berhubungan dengan banyak negara dan  peradaban lain. Diplomasi dibutuhkan untuk memperkuat aliansi,  pertukaran pengetahuan, perdagangan, dan perdamaian. Ibnu Batutta  menjadi salah satu tokoh utusan yang mewarnai perkembangan diplomasi di  dunia Islam.</p>
<p>Ia dikenal pula sebagai penjelajah terbesar bangsa  Arab. Hampir separuh dunia pernah dikunjunginya. Ibnu Batutta melakukan  ekspedisi pengembaraan hingga puluhan tahun lamanya. Nama lengkap tokoh  asal Maroko itu adalah Syamsuddin Muhammad bin Abdullah alTanji. Namun,  lebih dikenal dengan panggilan Ibnu Batutta.</p>
<p>Dirinya mengabdi  pada pemerintahan Sultan Abu `Inan. Beberapa ekspedisi perjalanannya  dicatat pada karya yang ditulis sarjana bernama Ibnu Jauzi. Selain  menjadi pengembara, Ibnu Batutta juga ahli geografi yang cermat.  Keistimewaan yang dimilikinya membuatnya diberi kepercayaan oleh Sultan  Abu `Inan.</p>
<p>Sultan menunjuknya sebagai utusan Islam untuk Dinasti  Yuan, penguasa negeri Cina. Ibnu Battuta menerima amanat tersebut dan  berangkat ke wilayah timur jauh. Berkat pengetahuan yang luas dan  kecakapannya dalam bernegosiasi, terjalin hubungan erat antara  pemerintahan Islam dan Cina.</p>
<p>Selama berabad-abad hampir tak ada  konflik yang muncul dalam hubungan kedua pemerintahan itu. Bahkan,  terjadi transfer pengetahuan yang pesat. Kerja sama perdagangan kian  meningkat. Selain Ibnu Batutta, muncul pula nama lainnya, yaitu Nadhir  al-Harami.</p>
<p>Ia pemimpin rombongan utusan Khalifah al-Muqtadir ke  kawasan Volga Bulgars. Sebuah negara yang terletak di Sungai Volga dan  Kama, Rusia. Seluruh kisah perjalanan maupun langkah diplomasi alHarami  terekam dalam buku berjudul Ar-Risalah karya Ibnu Fadhlan. Ia merupakan  sekretaris rombongan.</p>
<p>Al-Harami sukses menjalankan titah  khalifah. Sebelumnya, penguasa dan masyarakat Volga Bulgas bersedia  mempelajari agama Islam. Utusan dari Volga tiba di Baghdad pada 920  Masehi. Mereka meminta kepada khalifah agar dikirimkan ahli-ahli agama  untuk mengajar di sana.</p>
<p>Ada pula nama Abd el Ouahed bin Messaoud.  Ia bekerja di pemerintahan saat Ahmad al-Mansur menjadi penguasa Maroko  pada sekitar abad ke-16. Jabatannya adalah sekretaris kerajaan. Saat  itu umat Islam di Maroko sedang menghadapi pertikaian dengan bangsa  Spanyol.</p>
<p>Abd el-Ouahed lantas diutus menemui Ratu Elizabeth I  dari Inggris. Tujuannya agar terjalin aliansi antara Maroko dan Inggris  untuk bersama menghadapi kekuatan armada Spanyol. Jalan ini ditempuh  karena sebelumnya kekuatan Inggris mampu mengalahkan armada Spanyol,  yaitu pada 1588 Masehi.</p>
<p>Mereka lantas menguasai wilayah Cadiz.  Pasukan Maroko menang atas Spanyol pada pertempuran Alcazar tahun 1578.  Dua momen itu mengilhami Ahmad al-Mansur. Dia ingin dua kekuatan,  Inggris dan Maroko, bersatu. Lantas dikirimlah diplomat terbaiknya, Abd  el Ouahed yang tiba di Inggris pada 1600 Masehi.</p>
<p>Selama  menjalankan misi diplomasinya, Abd el Ouahed didampingi Haji Messa dan  Haji Bahanet. Pun seorang penerjemah bernama Abd el Dodar. Tujuan lain  utusan ini adalah membuka jalur perdagangan antara kedua negara. Mereka  bertemu Ratu pada 19 Agustus dan 10 September.</p>
<p>Rombongan itu  menghabiskan waktu selama enam bulan di Inggris. Saat itu, Ratu belum  memberikan jawaban atas tawaran kerja sama dalam menghadang Spanyol.  Namun, ia menerima keinginan Maroko untuk menjalin perdagangan. Abd el  Ouahed berusaha menjalankan tugas dengan sebaikbaiknya.</p>
<p>Ia  membahas dengan perinci prinsip-prinsip kerja sama yang akan dijalankan  kedua negara. Seperti besaran kompensasi dari masing-masing negara untuk  memperkuat perniagaan. Demikian pula bantuan pembuatan kapal perang.  Menurut Jere Bacharach, Abd el Oauahed menunjukkan dedikasi luar biasa.</p>
<p>Bacharach  mengatakan, Abd el Oauahed memiliki karakter seorang diplomat sejati  yaitu loyal, berpengetahuan luas, mahir berbicara, cermat, pantang  menyerah, dan tegas. Menurut dia, pengiriman misi diplomatik semacam itu  juga lazim dilakukan penguasa Islam di Spanyol maupun Palestina.</p>
<p>Praktik  itu kian intensif karena kerap timbul gejolak di kawasan tersebut. Para  diplomat dan utusan dengan keahlian hebat sangat dibutuhkan untuk  meneruskan peradaban Islam yang gemilang.</p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/12/tradisi-diplomasi-dalam-sejarah-islam/&via=aanchoto&text=Tradisi Diplomasi dalam Sejarah Islam&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/12/tradisi-diplomasi-dalam-sejarah-islam/&via=aanchoto&text=Tradisi Diplomasi dalam Sejarah Islam&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2010/12/tradisi-diplomasi-dalam-sejarah-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ilmu Bintang dan Matematika</title>
		<link>http://aanchoto.com/2010/12/ilmu-bintang-dan-matematika/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2010/12/ilmu-bintang-dan-matematika/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Dec 2010 14:42:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Matematika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=862</guid>
		<description><![CDATA[“Sebenarnya Islam telah memperoleh kemajuan pesat dalam lapangan ilmu pengetahuan. Mereka mengajar kita berhitung. Mereka mendapat ilmu Aljabar dan Ilmu Pasti. Mereka memadu dan melanjutkannya, sehingga diperolehnya pula ilmu ukur Analtyc. Tidak ada pertikaian paham, merekalah pertama kali mendapat ilmu Plenometry dan Trygonometry. Ilmu-ilmu ini belum pernah diketahui orang Yunani sebelumnya” (Prof. Dr. Carra de&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>“Sebenarnya Islam telah memperoleh kemajuan pesat dalam lapangan  ilmu pengetahuan. Mereka mengajar kita berhitung. Mereka mendapat ilmu  Aljabar dan Ilmu Pasti. Mereka memadu dan melanjutkannya, sehingga  diperolehnya pula ilmu ukur Analtyc. Tidak ada pertikaian paham,  merekalah pertama kali mendapat ilmu Plenometry dan Trygonometry.  Ilmu-ilmu ini belum pernah diketahui orang Yunani sebelumnya” (Prof. Dr.  Carra de Vaux)</em></p>
<p><em> </em>Ketika Khalifah Al Mansur memegang kekuasaan, ia merencanakan  membuat Baghdad Baru. Baghdad Lama, terletak dalam daerah Byzantium.  Baghdad Baru direncanakan, supaya didirikan diluar daerah Rumawi.  Diistananya terdapat insinyur-insinyur dan ahli-ahli perbintangan.  Rencana Baghdad Baru, dikerjakan dibawah pengawasan menteri Khalid bin  Marmaki. Kepala kerja Naubakh, seorang ahli ilmu bintang. Naubakh  dibantu oleh seorang insinyur muda, bernama Masha’allah. Baghdad Baru  mulai didirikan dalam tahun 145 H atau 762 M.<span id="more-862"></span></p>
<p>Pada suatu ketika, Ya’kub al-Fazari, membawa menghadap Khalifah,  seorang ahli ilmu bintang, bernama Manka, didatangkan dari India, Manka  mempersembahkannya pada Khalifah, sebuah buku Sanskrit, Shindhin  namanya. Buku Shindhin ini dinamakan juga Sidhantadisalin ke bahasa Arab  oleh Al-Fazari Muda. Salinan itu, sekarang tidak dijumpai lagi.  Al-Fazari, adalah Muslim pertama menciptakan Astrolabe (Pengukur tinggi  dan jarak bintang)</p>
<p>Masha’allah wafat, pada tahun 815 M. Ia seorang terpelajar penting,  dan penulis buku-buku ilm bintang, Astrolabe dan Meteorology. Buku  karangannya bernama De Mercibus, adalah buku pengetahuan Arab tertua.  Buku A-Fazari, telah disalin sebahagian ke dalam bahasa Latin, pada abad  pertengahan. Penyalin buku itu bernama Johannes de Luna Hispalensis.  Salinan ini dipergunakan oleh Universitas Eropah, untuk mengajar Ilmu  Bintang. Dari sinilah orang Barat mengetahui benda-benda dicakrawala.</p>
<p>Dalam suatu observatorium yang diadakan di dua tempat, yaitu di  Baghdad dan Junde-Shahpur. Di Baghdad, diikuti dengan pendirian  observatorium baru, di dirikan dekat pintu Shammasiya. Pendirian ini,  diserahkan pimpinannya kepada Sin bin Ali,  seorang Muslim keturunan  Yahudi. Observatorium ini, berhasil menyelesaikan suatu daftar  observasi. Pemeriksaan dan pengujian daftar diselesaikan berpedoman  kepada buku Sindhin. Daftar ini kemudiandikenal dengan <em>Daftar Al-Ma’mun</em> (Tables of al-Ma’mun)</p>
<p>Inilah pertama kali, timbul cabang ilmu yang dinamakan Ilmu Bintang  dalam Islam. Orang Eropah, kemuadian  menyalin buku itu ke dalam bahasa  Yunani, dengan nama <em>Astronomos</em>. Orang Inggris menyebutnya dengan <em>Astronomy</em>. Inilah permulaan kata <em>Astronom, </em>masuk kamus Eropah. Demikianlah kita dapati sebagai istilah astro dalam ilmu perbintangan Islam, umpanya:</p>
<p>Astrodicticum  = Alat pencari bintang-bintang</p>
<p>Astrognose       = Pengetahuan letaknya bintang-bintang</p>
<p>Astrolabium     = Untuk mengetahui tinggi bintang, dengan menggunakan ilmu ukur segi-tiga</p>
<p>Astroskoopie   = Teropong jauh, untuk melihat peredaran bintang-bintang.</p>
<p>Buku Sumber &#8220;KULTUR ISLAM&#8221; Oleh, Dr. OEMAR AMIN HOESIN</p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/12/ilmu-bintang-dan-matematika/&via=aanchoto&text=Ilmu Bintang dan Matematika&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/12/ilmu-bintang-dan-matematika/&via=aanchoto&text=Ilmu Bintang dan Matematika&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2010/12/ilmu-bintang-dan-matematika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

