<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Aan Choto 阿安國德 &#187; Indonesia</title>
	<atom:link href="http://aanchoto.com/category/indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aanchoto.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 May 2012 16:18:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Bakteri yang Suka Antibiotik</title>
		<link>http://aanchoto.com/2010/09/bakteri-yang-suka-antibiotik/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2010/09/bakteri-yang-suka-antibiotik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Sep 2010 03:10:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=691</guid>
		<description><![CDATA[Di Indonesia, salah satu masalah utama pengobatan adalah banyaknya bakteri kebal antibiotik yang dipicu penggunaan obat yang tidak rasional. Sebagian orang sering menggunakan antibiotik tidak sesuai ketentuan, baik itu berupa penggunaan yang tidak tuntas ataupun penggunaan tanpa dasar pemeriksaan yang jelas. Akibatnya banyak muncul bakteri yang kebal antibiotik sehingga penyakit menjadi sulit disembuhkan. Lalu bagaimana&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di Indonesia, salah satu masalah utama pengobatan adalah banyaknya bakteri kebal antibiotik yang dipicu penggunaan obat yang tidak rasional. Sebagian orang sering menggunakan antibiotik tidak sesuai ketentuan, baik itu berupa penggunaan yang tidak tuntas ataupun penggunaan tanpa dasar pemeriksaan yang jelas. Akibatnya banyak muncul bakteri yang kebal antibiotik sehingga penyakit menjadi sulit disembuhkan. Lalu bagaimana jika muncul bakteri yang bukan hanya kebal antibiotik tapi juga mampu mengkonsumsi antibiotik? Apa kata dunia?<span id="more-691"></span><br />
Sesuai namanya, penggunaan antibiotik dimaksudkan untuk memberantas bakteri, bukannya memberi mereka makanan. Namun ternyata sekelompok peneliti dari Harvard baru-baru ini menemukan ratusan bakteri yang mampu memakan antibiotik sebagai sumber nutrisi untuk mereka. Bakteri ini mampu mengalahkan antibiotik dalam cara baru yang menakjubkan. Peneliti sedang bergiat untuk menemukan bagaimana bakteri tersebut dapat melakukannya. Dikhawatirkan bakteri berbahaya yang membawa penyakit, kemudian dapat pula mengembangkan kemampuan yang sama. Sifat kebal antibiotika pada bakteri biasanya berada pada materi genetik yang dapat dipindahkan ke bakteri lain baik yang sejenis maupun berbeda jenis. Untuk itu, langkah penting selanjutnya bagi para peneliti adalah mengidentifikasi gen yang memungkinkan bakteri ini mencerna dan menguraikan antibiotik.</p>
<p>Tim peneliti yang dipimpin George Church dari Harvard Medical School ini pada mulanya sedang mengembangkan cara untuk menemukan bahan bakar alami dari limbah pertanian. Tujuan riset tersebut adalah untuk menemukan mikroorganisme dalam tanah yang mampu memecah zat kimia beracun. Untuk mendapatkan kandidat terkuat, mereka menggunakan zat yang seharusnya lebih toksik untuk bakteri, yakni antibiotik.</p>
<p>Sejumlah antibiotik sebetulnya memang berasal dari alam, misalnya penisilin sefalosporin. Maka bukan sesuatu yang mengejutkan jika ada bakteri tanah yang mampu bertahan terhadap beberapa antibiotik. Yang mengejutkan adalah banyak bakteri yang tak sekedar bertahan, tapi mampu berkembang biak ketika diberi makan 18 antibiotik yang berbeda, termasuk gentamisin, vankomisin dan siprofloksasin, yang merupakan obat yang sering digunakan untuk manusia.</p>
<p>Secara alami, bakteri memang sering bertindak sebagai pengurai di alam dan mendapatkan nutrisi dari makanan yang membusuk. Namun ternyata sebagian dari mereka pun mampu berkembang biak dengan mencerna antibiotik. Ketika para peneliti menempatkan bakteri dalam cawan yang hanya menyimpan antibiotik, bakteri tumbuh lebih lambat namun terlihat bahwa setiap obat yang diuji dapat membantu pertumbuhan beberapa bakteri.</p>
<p>Yang mengkhawatirkan, sejumlah bakteri dapat bertahan pada tingkat antibiotik sampai 50 sampai 100 kali dari dosis yang biasa diberikan pada pasien. Penemuan ini membawa kekhawatiran akan banyaknya penyakit infeksi yang tidak tertangani, sebagaimana banyak bakteri menjadi kebal terhadap antibotik masa kini bahkan setelah beberapa obat baru ditemukan. Namun belum jelas benar dampaknya terhadap dunia medis. Bakteri dalam tanah pada dasarnya bukanlah ancaman untuk manusia, dan belum ada bakteri pembawa penyakit yang telah ditemukan memiliki kemampuan yang sama.</p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/09/bakteri-yang-suka-antibiotik/&via=aanchoto&text=Bakteri yang Suka Antibiotik &related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/09/bakteri-yang-suka-antibiotik/&via=aanchoto&text=Bakteri yang Suka Antibiotik &related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2010/09/bakteri-yang-suka-antibiotik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Internet Indonesia</title>
		<link>http://aanchoto.com/2010/09/sejarah-internet-indonesia/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2010/09/sejarah-internet-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Sep 2010 03:03:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=688</guid>
		<description><![CDATA[RMS Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto merupakan beberapa nama-nama legendaris di awal pembangunan Internet Indonesia yang mungkin kurang banyak dikenal oleh khalayak Internet Indonesia di tahun 2008 ini. Masing-masing personal telah mengkontribusikan keahlian dan dedikasinya dalam membangun cuplikan-cuplikan sejarah jaringan komputer di Indonesia. Pada waktu itu di awal&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>RMS Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto merupakan beberapa nama-nama legendaris di awal pembangunan Internet Indonesia yang mungkin kurang banyak dikenal oleh khalayak Internet Indonesia di tahun 2008 ini. Masing-masing personal telah mengkontribusikan keahlian dan dedikasinya dalam membangun cuplikan-cuplikan sejarah jaringan komputer di Indonesia. Pada waktu itu di awal tahun 1990-an jaringan Internet di Indonesia lebih dikenal sebagai paguyuban network. Semangat kerjasama, kekeluargaan &amp; gotong royong sangat hangat dan terasa diantara para pelakunya. Agak berbeda dengan suasana Internet Indonesia hari ini yang terasa lebih komersial dan individual di sebagian aktifitasnya terutama yang melibatkan perdagangan Internet.<span id="more-688"></span></p>
<p>Tulisan-tulisan tentang keberadaan jaringan Internet di Indonesia dapat di lihat di beberapa artikel di media cetak seperti KOMPAS berjudul “jaringan komputer biaya murah menggunakan radio” di akhir tahun 1990 / awal 1991-an. Juga beberapa artikel pendek di Majalah Elektron Himpunan Mahsiswa Elektro ITB di tahun 1989-an.</p>
<p>Inspirasi tulisan-tulisan awal Internet Indonesia datangnya dari kegiatannya di amatir radio khususnya rekan-rekan di Amatir Radio Club (ARC) ITB di tahun 1986-an. Bermodal pesawat Rig HF SSB Kenwood TS430 milik Harya Sudirapratama YC1HCE dengan komputer Apple II milik YC1DAV sekitar belasan anak muda ITB seperti Harya Sudirapratama YC1HCE, J. Tjandra Pramudito YB3NR (sekarang dosen di UNPAR), Suryono Adisoemarta N5SNN (sekarang dosen di Texas,US) bersama Onno W. Purbo YC1DAV mereka berguru pada para senior amatir radio seperti Robby Soebiakto YB1BG, Achmad Zaini YB1HR, Yos YB2SV, YB0TD di band 40m. Mas Robby Soebiakto YB1BG merupakan suhu diantara para amatir radio di Indonesia khususnya untuk komunikasi data packet radio yang kemudian di dorong ke arah TCP/IP, teknologi packet radio TCP/IP yang kemudian di adopsi oleh rekan-rekan BPPT, LAPAN, UI, &amp; ITB yang kemudian menjadi tumpuan PaguyubanNet di tahun 1992-1994-an. Mas Robby Soebiakto YB1BG adalah koordinator IP pertama dari AMPR-net (Amatir Packet Radio Network) yang di Internet dikenal dengan domain AMPR.ORG dan IP 44.132. Saat ini AMPR-net Indonesia di koordinir oleh penulis YC1DAV. Koordinasi dan aktifitas-nya mengharuskan seseorang untuk menjadi anggota ORARI dan di koordinasi melalui mailing list YBNET-L@ITB.ac.id.</p>
<p>Di tahun 1986-1987-an awal perkembangan jaringan paket radio di Indonesia Mas Robby YB1BG juga merupakan pionir dikalangan teman-teman amatir radio Indonesia yang mengkaitkan jaringan amatir Bulletin Board System (BBS) yang merupakan jaringan e-mail store and forward yang mengkaitkan banyak “server” BBS amatir radio seluruh dunia agar e-mail dapat berjalan dengan lancar. Di awal tahun 1990-an komunikasi antara Onno W. Purbo yang waktu itu berada di Canada dengan panggilan YC1DAV/VE3 rekan-rekan amatir radio di Indonesia dilakukan melalui jaringan amatir radio ini. Dengan peralatan PC/XT dan walkie talkie 2 meteran, komunikasi antara Indonesia-Canada terus dilakukan dengan lancar melalui jaringan amatir radio. Mas Robby YB1BG ternyata berhasil membangun gateway amatir satelit di rumahnya di Cinere melalui satelit-satelit OSCAR milik amatir radio kemudian melakukan komunikasi lebih lanjut yang lebih cepat antara Indonesia-Canada. Pengetahuan secara perlahan di transfer melalui jaringan amatir radio ini.</p>
<p>RMS Ibrahim (biasa dipanggil Ibam) motor dibalik operasional-nya Internet di UI. Ibam pernah menjadi operator yang menjalankan gateway ke Internet dari UI yang merupakan bagian dari jaringan universitas di Indonesia UNINET. Protokol UUCP yang lebih sederhana daripada TCP/IP digunakan terutama digunakan untuk mentransfer e-mail &amp; newsgroup. RMS Ibrahim juga merupakan pemegang pertama Country Code Top Level Domain (ccTLD) yang dikemudian hari dikenal sebagai IDNIC (http://www.idnic.net.id).</p>
<p>Muhammad Ihsan adalah staff peneliti di LAPAN Ranca Bungur tidak jauh dari Bogor yang di awal tahun 1990-an di dukung oleh kepala-nya Bu Adrianti dalam kerjasama dengan DLR (NASA-nya Jerman) mencoba mengembangkan jaringan komputer menggunakan teknologi packet radio pada band 70cm &amp; 2m. Jaringan tersebut dikenal sebagai JASIPAKTA dengan dukungan DLR Jerman. Protokol TCP/IP di operasikan di atas protokol AX.25 pada infrastruktur packet radio. Pak Ihsan ini yang mengoperasikan relay penghubung antara ITB di Bandung dengan gateway Internet yang ada di BPPT.</p>
<p>Pak Firman Siregar merupakan salah seorang motor di BPPT yang mengoperasikan gateway packet radio bekerja pada band 70cm. PC 386 sederhana menjalankan program NOS di atas sistem operasi DOS digunakan sebagai gateway packet radio TCP/IP. IPTEKNET masih berada di tahapan sangat awal perkembangannya saluran komunikasi ke internet masih menggunakan X.25 melalui jaringan SKDP terkait pada gateway di DLR Jerman.</p>
<p>Putu sebuah nama yang melekat dengan perkembangan PUSDATA DEPRIN waktu masa kepemimpinan Pak Tungki Ariwibowo menjalankan BBS pusdata.dprin.go.id yang hingga saat ini masih beroperasi. Di masa awal perkembangannya BBS Pak Putu sangat berjasa dalam membangun pengguna e-mail khususnya di jakarta Pak Putu sangat beruntung mempunyai menteri Pak Tungki yang â€œmaniacâ€ IT dan yang mengesankan dari Pak Tungki beliau akan menjawab e-mail sendiri. Barangkali Pak Tungki adalah menteri pertama di Indonesia yang menjawab e-mail sendiri.</p>
<p>Mas Suryono Adisoemarta N5SNN di akhir 1992 kembali ke Indonesia, kesempatan tersebut tidak dilewatkan oleh anggota Amatir Radio Club ARC ITB seperti Basuki Suhardiman (sekarang di AI3 ITB), Aulia K. Arief (sekarang di WAHID), Arman Hazairin (sekarang di Telkomsel) di dukung oleh Adi Indrayanto untuk mencoba mengembangkan gateway packet radio di ITB. Berawal semangat &amp; bermodalkan PC 286 bekas barangkali ITB merupakan lembaga yang paling miskin yang nekad untuk berkiprah di jaringan PaguyubanNet. Rekan lainnya seperti UI, BPPT, LAPAN, PUSDATA DEPRIN merupakan lembaga yang lebih dahulu terkait ke jaringan di tahun 1990-an mereka mempunyai fasilitas yang jauh lebih baik daripada ITB. Di ITB modem packet radio berupa Terminal Node Controller TNC merupakan peralatan pinjaman dari Muhammad Ihsan dari LAPAN.</p>
<p>Berawal dari teknologi packet radio 1200bps di atas, ITB kemudian berkembang di tahun 1995-an memperoleh sambungan leased line 14.4Kbps ke RISTI Telkom sebagai bagian dari IPTEKNET akses Internet tetap diberikan secara cuma-cuma kepada rekan-rekan yang lain. September 1996 merupakan tahun peralihan bagi ITB, karena keterkaitan ITB dengan jaringan penelitian Asia Internet Interconnection Initiatives (AI3) sehingga memperoleh bandwidth 1.5Mbps ke Jepang yang terus ditambah dengan sambungan ke TelkomNet &amp; IIX sebesar 2Mbps. ITB akhirnya menjadi salah satu bagian terpenting dalam jaringan pendidikan di Indonesia yang menamakan dirinya AI3 Indonesia yang mengkaitkan 25+ lembaga pendidikan di Indonesia.</p>
<p>Jaringan pendidikan ini bukan hanya monopoly ITB saja, jaringan pendidikan lain yang lebih besar lagi adalah jaringan SMK yang dibawahi DIKMENJUR (dikmenjur@egroups.com) yang saat ini telah mengkaitkan 270+ SMK di seluruh Indonesia. Saat ini ada 4000 SMK yang mempunyai potensi yang sangat besar jika berhasil dikaitkan. Belum lagi kalau bisa mengkaitkan 10.000 SMU ke Internet pasti tidak kalah serunya dengan mengkaitkan 1300 PTN / PTS (saat ini baru ~200 PTS/PTN yang terkait) di seluruh Indonesia ke Internet.</p>
<p>Di tahun 1989-1990-an, teman-teman mahasiswa Indonesia di luar negeri mulai membangun tempat diskusi di Internet, salah satu tempat diskusi Indonesia di Internet yang pertama berada di indonesians@janus.berkeley.edu. Berawal dari mailing list pertama di Janus diskusi-diskusi antar teman-teman mahasiswa Indonesia diluar negeri pemikiran alternatif berserta kesadaran masyarakat ditumbuhkan. Pola mailing list ini ternyata terus berkembang dari sebuah mailing list legendaris di janus, akhirnya menjadi sangat banyak sekali mailing list Indonesia terutama di host oleh server di ITB &amp; egroups.com. Mailing list ini akhirnya menjadi salah satu sarana yang sangat strategis dalam pembangunan komunitas di Internet Indonesia.</p>
<p>Di tahun 1994-an mulai beroperasi IndoNet yang dipimpin oleh Sanjaya. IndoNet merupakan ISP komersial pertama Indonesia pada waktu itu pihak POSTEL belum mengetahui tentang celah-celah bisnis Internet &amp; masih sedikit sekali pengguna Internet di Indonesia. Sambungan awal ke Internet dilakukan menggunakan dial-up oleh IndoNet, sebuah langkah yang cukup nekad barangkali. Lokasi IndoNet masih di daerah Rawamangun di kompleks dosen UI kebetulan ayah Sanjaya adalah dosen UI. Seperti kita ketahui bahwa perkembangan usaha bisnis Internet di Indonesia semakin marak dengan 60-an ISP yang memperoleh lisensi dari pemerintah. Asosiasi ISP (APJII) terbentuk di motori oleh Sanjaya cs di tahun 1998-an. Effisiensi sambungan antar ISP terus dilakukan dengan membangun beberapa Internet Exchange (IX) di Indosat, Telkom, APJII (IIX) &amp; beberapa ISP lainnya yang saling exchange. APJII bahkan mulai melakukan manouver untuk memperbesar pangsa pasar Internet di Indonesia dengan melakukan program SMU2000 yang kemudian berkembang menjadi Sekolah2000.</p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/09/sejarah-internet-indonesia/&via=aanchoto&text=Sejarah Internet Indonesia&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/09/sejarah-internet-indonesia/&via=aanchoto&text=Sejarah Internet Indonesia&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2010/09/sejarah-internet-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Landasan Historis Kependidikan di Indonesia</title>
		<link>http://aanchoto.com/2010/06/landasan-historis-kependidikan-di-indonesia/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2010/06/landasan-historis-kependidikan-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jun 2010 10:34:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=469</guid>
		<description><![CDATA[A. SEJARAH PENDIDIKAN DUNIA Perjalanan sejarah pendidikan dunia telah lama berlangsung, mulai dari zaman Hellenisme (150 SM-500), zaman pertengahan (500-1500), zaman Humanisme atau Renaissance serta zaman Reformasi dan Kontra Reformasi (1600-an). Namun pendidikan pada zaman ini belum memberikan kontribusinya pada pendidikan zaman sekarang (Pidarta, 2007: 110). Oleh karena itu, pendidikan pada zaman ini tidak dijabarkan&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>A. SEJARAH PENDIDIKAN DUNIA<br />
Perjalanan sejarah pendidikan dunia telah lama berlangsung, mulai dari zaman Hellenisme (150 SM-500), zaman pertengahan (500-1500), zaman Humanisme atau Renaissance serta zaman Reformasi dan Kontra Reformasi (1600-an). Namun pendidikan pada zaman ini belum memberikan kontribusinya pada pendidikan zaman sekarang (Pidarta, 2007: 110). Oleh karena itu, pendidikan pada zaman ini tidak dijabarkan dalam makalah ini.</p>
<p>Makalah ini membahas sejaran pendidikan dunia yang meliputi zaman-zaman: (1) Realisme,(2) Rasionalisme, (3) Naturalisme, (4) Developmentalisme, (5) Nasionalisme, (6) Liberalisme, Positivisme, dan Individualisme, serta (7) Sosialisme.<span id="more-469"></span><br />
1. <strong>Zaman Realismo</strong>.Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan alam yang didukung oleh penemuan-penemuan ilmiah baru, pendidikan diarahkan pada kehidupan dunia dan bersumber dari keadaan dunia pula, berbeda dengan pendidikan-pendidikan sebelumya yang banyak berkiblat pada dunia ide, dunia surga dan akhirat. Realisme menghendaki pikiran yang praktis (PIdarta, 2007: 111-14). Menurut aliran ini, pengetahuan yang benar diperoleh tidak hanya melalui penginderaan semata tetapi juga melalui persepsi penginderaan (Mudyahardjo, 2008: 117).</p>
<p>Tokoh-tokoh pendidikan zaman Realisme ini adalah Francis Bacon dan Johann Amos Comenius. Sedangkan prinsip-prinsip pendidikan yang dikembangkan pada zaman ini meliputi:</p>
<p>Ø Pendidikan lebih dihargai daripada pengajaran, Ø Pendidikan harus menekankan aktivitas sendiri, Ø Penanaman pengertian lebih penting daripada hafalan, Ø Pelajaran disesuaikan dengan perkembangan anak, Ø Pelajaran harus diberikan satu per satu, dari yang paling mudah, Ø Pengetahuan diperoleh dari metode berpikir induktif (mulai dari menemukan fakta-fakta khusus kemudian dianalisa sehingga menimbulkan simpulan) dan anak-anak harus belajar dari realita alam, Ø Pendidikan bersifat demokratis dan semua anak harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar (ibid.: 111-14).<br />
2. <strong>Zaman Rasionalisme</strong> Aliran ini memberikan kekuasaan pada manusia untuk berfikir sendiri dan bertindak untuk dirinya, karena itu latihan sangat diperlukan pengetahuannya sendiri dan bertindak untuk dirinya. Paham ini muncul karena masyarakat dengan kekuatan akalnya dapat menumbangkan kekuasaan Raja Perancis yang memiliki kekuasaan absolut.<br />
Tokoh pendidikan pada zaman ini pada abad ke-18 adalah John Locke. Teorinya yang terkenal adalah leon Tabularasa, yaitu mendidik seperti menulis di atas kertas putih dan dengan kebebasan dan kekuatan akal yang dimilikinya manusia digunakan unutk membentuk pengetahuannya sendiri. Teori yang membebaskan jiwa manusia ini bisa mengarah kepada hal-hal yang negatif, seperti intelektualisme, individualisme, dan materialisme (ibid.: 114-15).<br />
3. <strong>Zaman Naturalismo</strong> Sebagai reaksi terhadap aliran Rasionalisme, pada abad ke-18 muncullah aliran Naturalisme dengan tokohnya, J. J. Rousseau. Aliran ini menentang kehidupan yang tidak wajar sebagai akibat dari Rasionalisme, seperti korupsi, gaya hidup yang dibuat-buat dan sebagainya. Naturalisme menginginkan keseimbangan antara kekuatan rasio dengan hati dan alamlah yang menjadi gurr, sehingga pendidikan dilaksanakan secara alamiah (pendidikan alam) (ibid.: 115-16). Naturalisme menyatakn bahwa manusia didorong oleh kebutuhan-kebutuhannya, dapat menemukan jalan kebenaran di dalam dirinya sendiri (Mudyaharjo, 2008: 118).</p>
<p>4. <strong>Zaman Developmentalisme</strong>, Zaman Developmentalisme berkembang pada abad ke-19. Aliran ini memandang pendidikan sebagai suatu proses perkembangan jiwa sehingga aliran ini sering disebut gerakan psikologis dalam pendidikan. Tokoh-tokoh aliran ini adalah: Pestalozzi, Johan Fredrich Herbart, Friedrich Wilhelm Frobel, dan Stanley Hall.<br />
Konsep pendidikan yang dikembangkan oleh aliran ini meliputi:<br />
Ø Mengaktualisasi semua potensi anakyang masih laten, membentuk watak susila dan kepribadian yang harmonis, serta meningkatkan derajat social manusia.<br />
Ø Pengembangan ini dilakukan sejalan dengan tingkat-tingkat perkembangan anak (Pidarta, 2007: 116-20) yang melalui observasi dan eksperimen (Mudyahardjo, 2008: 114)<br />
Ø Pendidikan adalah pengembangan pembawaan (nature) yang disertai asuhan yang baik (nurture). Ø Pengembangan pendidikan mengutamakan perbaikan pendidikan dasar dan pengembangan pendidikan universal (Mudyaharjo, 2008: 114).<br />
5. <strong>Zaman Nasionalisme</strong> Zaman nasionalisme muncul pada abad ke-19 sebagai upaya membentuk patriot-patriot bangsa dan mempertahankan bangsa dari kaum imperialis. Tokoh-tokohnya adalah La Chatolais (Perancis), Fichte (Jerman), dan Jefferson (Amerika Serikat).<br />
Konsep pendidikan yang ingin diusung oleh aliran ini adalah:<br />
Ø Menjaga, memperkuat, dan mempertinggi kedudukan negara,<br />
Ø Mengutamakan pendidikan sekuler, jasmani, dan kejuruan,<br />
Ø Materi pelajarannya meliputi: bahasa dan kesusastraan nasional, pendidikan kewarganegaraan, lagu-lagu kebangsaan, sejarah dan geografi Negara, dan pendidikan jasmani.<br />
Akibat negatif dari pendidikan ini adalah munculnya chaufinisme, yaitu kegilaan atau kecintaan terhadap tanah air yang berlebih-lebihan di beberapa Negara, seperti di Jerman, yang akhirnya menimbulkan pecahnya Perang Dunia I (Pidarta, 2007: 120-21).<br />
6. <strong>Zaman Liberalisme,</strong> Positivisme, dan Individualisme. Zaman ini lahir pada abad ke-19. Liberalisme berpendapat bahwa pendidikan adalah alat untuk memperkuat kedudukan penguasa/pemerintahan yang dipelopori dalam bidang ekonomi oleh Adam Smith dan siapa yang banyak berpengetahuan dialah yang berkuasa yang kemudian mengarah pada individualisme. Sedangkan positivisme percaya kebenaran yang dapat diamati oleh panca indera sehingga kepercayaan terhadap agama semakin melemah. Tokoh aliran positivisme adalah August Comte (ibid.: 121).<br />
7. <strong>Zaman Sosialisme</strong> Aliran sosial dalam pendidikan muncul pada abad ke-20 sebagai reaksi terhadap dampak liberalisme, positivisme, dan individualisme. Tokoh-tokohnya adalah Paul Nartrop, George Kerchensteiner, dan John Dewey.<br />
Menurut aliran ini, masyarakat memiliki arti yang lebih penting daripada individu. Ibarat atom, individu tidak ada artinya bila tidak berwujud benda. Oleh karena itu, pendidikan harus diabdikan untuk tujuan-tujuan sosial (ibid.: 121-24).<br />
B. SEJARAH PENDIDIKAN INDONESIA<br />
Pendidikan di Indonesia memiliki sejarah yang cukup panjang. Pendidikan itu telah ada sejak zaman kuno/tradisional yang dimulai dengan zaman pengaruh agama Hindu dan Budha, zaman pengaruh Islam, zaman penjajahan, dan zaman merdeka (ibid.: 125). Mudyahardjo (2008) dan Nasution (2008) menguraikan masing-masing zaman tersebut secara lebih terperinci.<br />
Berikut ini adalah uraian dan rincian perjalanan sejarah pendidikan Indonesia:<br />
1. Zaman Pengaruh Hindu dan Budha Hinduisme and Budhisme datang ke Indonesia sekitar abad ke-5. Hinduisme dan Budhisme merupakan dua agama yang berbeda, namun di Indonesia keduanya memiliki kecenderungan sinkretisme, yaitu keyakinan mempersatukan figur Syiwa dengan Budha sebagai satu sumber Yang Maha Tinggi. Motto pada lambang Negara Indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika , secara etimologis berasal dari keyakinan tersebut (Mudyahardja, 2008: 215)<br />
Tujuan pendidikan pada zaman ini sama dengan tujuan kedua agama tersebut. Pendidikan dilaksanakan dalam rangka penyebaran dan pembinaan kehidupan bergama Hindu dan Budha (ibid.: 217)<br />
2. Zaman Pengaruh Islam (Tradisional) Islam mulai masuk ke Indonesia pada akhir abad ke-13 dan mencakup sebagian besar Nusantara pada abad ke-16. Perkembangan pendidikan Islam di Indonesia sejalan dengan perkembangan penyebaran Islam di Nusantara, baik sebagai agama maupun sebagai arus kebudayaan (ibid.: 221). Pendidikan Islam pada zaman ini disebut Pendidikan Islam Tradisional.<br />
Tujuan pendidikan Islam adalah sama dengan tujuan hidup Islam, yaitu mengabdi sepenuhnya kepada Allah SWT sesuai dengan ajaran yang disampaikan oleh Nabi Muhammad s.a.w. untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. (ibid.: 223)<br />
Pendidikan Islam Tradisional ini tidak diselenggarakan secara terpusat, namun banyak diupayakan secara perorangan melalui para ulamanya di suatu wilayah tertentu dan terkoordinasi oleh para wali di Jawa, terutama Wali Sanga.Sedangkan di luar Jawa, Pendidikan Islam yang dilakukan oleh perseorangan yang menonjol adalah di daerah Minangkabau (ibid.: 228-41).</p>
<p>3. Zaman Pengaruh Nasrani (Katholik dan Kristen) Bangsa Portugis pada abad ke-16 bercita-cita menguasai perdagangan dan perniagaan Timur-Barat dengan cara menemukan jalan laut menuju dunia Timur serta menguasai bandar-bandar dan daerah-daerah strategis yang menjadi mata rantai perdagaan dan perniagaan (Mudyahardjo, 2008: 242).<br />
Di samping mencari kejayaan (glorious) dan kekayaan (gold), bangsa Portugis datang ke Timur (termasuk Indonesia) bermaksud pula menyebarkan agama yang mereka anut, yakni Katholik (gospel). Pada akhirnya pedagang Portugis menetap di bagian timur Indonesia tempat rempah-rempah itu dihasilkan. Namun kekuasaan Portugis melemah akibat peperangan dengan raja-raja di Indonesia dan akhirnya dilenyapkan oleh Belanda pada tahun 1605 (Nasution, 2008: 4). Dalam setiap operasi perdagangan, mereka menyertakan para paderi misionaris Paderi yang terkenal di Maluku, sebagai salah satu pijakan Portugis dalam menjalankan misinya, adalah Franciscus Xaverius dari orde Jesuit.<br />
Orde ini didirikan oleh Ignatius Loyola (1491-1556) dan memiliki tujuan yaitu segala sesuatu untuk keagungan yang lebih besar dari Tuhan (Mudyahardjo, 2008: 243). Yang dicapai dengan tiga cara: memberi khotbah, memberi pelajaran, dan pengakuan. Orde ini juga mempunyai organisasi pendidikan yang seragam: sama di mana pun dan bebas untuk semua. Xaverius memandang pendidikan sebagai alat yang ampuh untuk penyebaran agama (Nasution, 2008: 4).<br />
Sedangkan pengaruh Kristen berasal dari orang-orang Belanda yang datang pertama kali tahun1596 di bawah pimpinan Cornelis de Houtman dengan tujuan untuk mencari rempah-rempah. Untuk menghindari persaingan di antara mereka, pemerintah Belanda mendirikan suatu kongsi dagang yang disebut VOC (vreenigds Oost Indische Compagnie) atau Persekutuan Dagang Hindia Belanda tahun 1602 (Mudyahardjo, 2008: 245).<br />
Sikap VOC terhadap pendidikan adalah membiarkan terselenggaranya Pendidikan Tradisional di Nusantara, mendukung diselenggarakannya sekolah-sekolah yang bertujuan menyebarkan agama Kristen. Kegiatan pendidikan yang dilakukan oleh VOC terutama dipusatkan di bagian timur Indonesia di mana Katholik telah berakar dan di Batavia (Jakarta), pusat administrasi colonial. Tujuannya untuk melenyapkan agama Katholik dengan menyebarkan agama Kristen Protestan, Calvinisme (Nasution, 2008: 4-5).<br />
4. Zaman Kolonial Belanda VOC pada perkembangannya diperkuat dan dipersenjatai dan dijadikan benteng oleh Belanda yang akhirnya menjadi landasan untuk menguasai daerah di sekitarnya. Lambat laun kantor dagang itu beralih dari pusat komersial menjadi basis politik dan territorial. Setelah pecah perang kolonial di berbagai daerah di tanakh air, akhirnya Indonesia jatuh seluruhnya di bawah pemerintahan Belanda (ibid.: 3).<br />
Pada tahun 1816 VOC ambruk dan pemerintahan dikendalikan oleh para Komisaris Jendral dari Inggris. Mereka harus memulai system pendidikandari dasar kembali, karena pendidikan pada zaman VOC berakhir dengan kegagalan total. Ide-ide liberal aliran Ufklarung atau Enlightement, yang mana mengatakan bahwa pendidikan adalah alat untuk mencapai kemajuan ekonomi dan social, banyak mempengaruhi mereka (ibid.: 8).<br />
Oleh karena itu, kurikulum sekolah mengalami perubahan radikal dengan masuknya ide-ide liberal tersebut yang bertujuan mengembangkan kemampuan intelektual, nilai-nilai rasional dan sosial. Pada awalnya kurikulum ini hanya diterapkan untuk anak-anak Belanda selama setengah abad ke-19. Setelah tahun1848 dikeluarkan peraturan pemerintah yang menunjukkan bahwa pemerintah lambat laun menerima tanggung jawab yang lebih besar atas pendidikan anak-anak Indonesia sebagai hasil perdebatan di parlemen Belanda dan mencerminkan sikap liberal yang lebih menguntungkan rakyat Indonesia (ibid.: 10-13).</p>
<p>Pada tahun 1899 terbit sebuah atrikel oleh Van Deventer berjudul Hutang Kehormatan dalam majalah De Gids. Ia menganjurkan agar pemerintahnnya lebih memajukan kesejahteraan rakyat Indonesia. Ekspresi ini kemudian dikenal dengan Politik Etis dan bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui irigasi, transmigrasi, reformasi, pendewasaan, perwakilan yang mana semua ini memerlukan peranan penting pendidikan (ibid.: 16). Di samping itu, Van Deventer juga mengembangkan pengajaran bahasa Belanda. Menurutnya, mereka yang menguasai Belanda secara kultural lebih maju dan dapat menjadi pelopor bagi yang lainnya (ibid.: 17).<br />
Sejak dijalankannya Politik Etis ini tampak kemajuan yang lebih pesat dalam bidang pendidikan selama beberapa dekade. Pendidikan yang berorientasi Barat ini meskipun masih bersifat terbatas untuk beberapa golongan saja, antara lain anak-anak Indonesia yanorang tuanya adalah pegawai pemerintah Belanda, telah menimbulkan elite intelektual baru. Golongan baru inilah yang kemudian berjuang merintis kemerdekaan melalui pendidikan. Perjuangan yang masih bersifat kedaerahan berubah menjadi perjuangan bangsa sejak berdirinya Budi Utomo pada tahun 1908 dan semakin meningkat dengan lahirnya Sumpah Pemuda tahun 1928.<br />
Setelah itu tokoh-tokoh pendidik lainnya adalah Mohammad Syafei dengan Indonesisch Nederlandse School-nya, Ki Hajar Dewantara dengan Taman Siswa-nya, dan Kyai Haji Ahmad Dahlan dengan Pendidikan Muhammadiyah-nya yang semuanya mendidik anak-anak agar bisa mandiri dengan jiwa merdeka (Pidarta, 2008: 125-33).<br />
5. Zaman Kolonial Jepang Perjuangan bangsa Indonesia dalam masa penjajahan Jepang tetap berlanjut sampai cita-cita untuk merdeka tercapai. Walaupun bangsa Jepang menguras habis-habisan kekayaan alam Indonesia, bangsa Indonesia tidak pantang menyerah dan terus mengobarkan semangat 45 di hati mereka.<br />
Meskipun demikian, ada beberapa segi positif dari penjajahan Jepang di Indonesia. Di bidang pendidikan, Jepang telah menghapus dualisme pendidikan dari penjajah Belanda dan menggantikannya dengan pendidikan yang sama bagi semua orang. Selain itu, pemakaian bahasa Indonesia secara luas diinstruksikan oleh Jepang untuk di pakai di lembaga-lembaga pendidikan, di kantor-kantor, dan dalam pergaulan sehari-hari. Hal ini mempermudah bangsa Indonesia untuk merealisasi Indonesia merdeka. Pada tanggal 17 Agustus 1945 cita-cita bangsa Indonesia menjadi kenyataan ketika kemerdekaan Indonesia diproklamasikan kepada dunia.<br />
6. Zaman Kemerdekaan (Awal) Setelah Indonesia merdeka, perjuangan bangsa Indonesia tidak berhenti sampai di sini karena gangguan-gangguan dari para penjajah yang ingin kembali menguasai Indonesia dating silih berganti sehingga bidang pendidikan pada saai itu bukanlah prioritas utama karena konsentrasi bangsa Indonesia adalah bagaimana mempertahankan kemerdekaan yang sudah diraih dengan perjuangan yang amat berat.<br />
Tujuan pendidikan belum dirumuskan dalam suatu undang-undang yang mengatur pendidikan. Sistem persekolahan di Indonesia yang telah dipersatukan oleh penjajah Jepang terus disempurnakan. Namun dalam pelaksanaannya belum tercapai sesuai dengan yang diharapka bahkan banyak pendidikan di daerah-daerah tidak dapat dilaksanakan karena faktor keamanan para pelajarnya. Di samping itu, banyak pelajar yang ikut serta berjuang mempertahankan kemerdekaan sehingga tidak dapat bersekolah.<br />
7. Zaman ‘Orde Lama’ Setelah gangguan-gangguan itu mereda, pembangunan untuk mengisi kemerdekaan mulai digerakkan. Pembangunan dilaksanakan serentak di berbagai bidang, baik spiritual maupun material.<br />
Setelah diadakan konsolidasi yang intensif, system pendidikan Indonesia terdiri atas: Pendidikan Rendah, Pendidikan Menengah, dan Pendidikan Tinggi. Dan pendidikan harus membimbing para siswanya agar menjadi warga negara yang bertanggung jawab. Sesuai dengan dasar keadilan sosial, sekolah harus terbuka untuk tiap-tiap penduduk negara.<br />
Di samping itu, Pendidikan Nasional zaman ‘Orde Lama’ adalah pendidikan yang dapat membangun bangsa agar mandiri sehingga dapat menyelesaikan revolusinya baik di dalam maupun di luar; pendidikan yang secara spiritual membina bangsa yang ber-Pancasila dan melaksanakan UUD 1945, Sosialisme Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Kepribadian Indonesia, dan merealisasikan ketiga kerangka tujuan Revolusi Indonesia sesuai dengan Manipol yaitu membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia berwilayah dari Sabang sampai Merauke, menyelenggarakan masyarakat Sosialis Indonesia yang adil dan makmur, lahir-batin, melenyapkan kolonialisme, mengusahakan dunia baru, tanpa penjajahan, penindasan dan penghisapan, ke arah perdamaian, persahabatan nasional yang sejati dan abadi (Mudyahardjo, 2008: 403).<br />
8. Zaman ‘Orde Baru’ Orde Baru dimulai setelah penumpasan G-30S pada tahun 1965 dan ditandai oleh upaya melaksanakan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Haluan penyelenggaraan pendidikan dikoreksi dari penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh Orde Lama yaitu dengan menetapkan pendidikan agama menjadi mata pelajaran dari sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi.<br />
Menurut Orde Baru, pendidikan adalah usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam sekolah dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan di dalam lingkungan rumahtangga, sekolah dan masyarakat(Ibid.: 422, 433). Pendidikan pada masa memungkinkan adanya penghayatan dan pengamalam Pancasila secara meluas di masyarakat, tidak hanya di dalam sekolah sebagai mata pelajaran di setiap jenjang pendidikan (ibid.: 434).<br />
Di samping itu, dikembangkan kebijakan link and match di bidang pendidikan. Konsep keterkaitan dan kepadanan ini dijadikan strategi operasional dalam meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan pasar (Pidarta, 2008: 137-38). Inovasi-inovasi pendidikan juga dilakukan untuk mencapai sasaran pendidikan yang diinginkan. Sistem pendidikannya adalah sentralisasi dengan berpusat pada pemerintah pusat.<br />
Namun demikian, dalam dunia pendidikan pada masa ini masih memiliki beberapa kesenjangan. Buchori dalam Pidarta (2008: 138-39) mengemukakan beberapa kesenjangan, yaitu (1) kesenjangan okupasional (antara pendidikan dan dunia kerja), (2) kesenjangan akademik (pengetahuan yang diperoleh di sekolah kurang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari), (3) kesenjangan kultural (pendidikan masih banyak menekankan pada pengetahuan klasik dan humaniora yang tidak bersumber dari kemajuan ilmu dan teknologi), dan (4) kesenjangan temporal (kesenjangan antara wawasan yang dimiliki dengan wawasan dunia terkini).<br />
Namun demikian keberhasilan pembangunan yang menonjol pada zaman ini adalah (1) kesadaran beragama dan kenagsaan meningkat dengan pesat, (2) persatuan dan kesatuan bangsa tetap terkendali, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga meningkat (Pidarta, 2008: 141).<br />
9. Zaman ‘Reformasi’ Selama Orde Baru berlangsung, rezim yang berkuasa sangat leluasa melakukan hal-hal yang mereka inginkan tanpa ada yang berani melakukan pertentangan dan perlawanan, rezim ini juga memiliki motor politik yang sangat kuat yaitu partai Golkar yang merupakan partai terbesar saat itu. Hampir tidak ada kebebasan bagi masyarakat untuk melakukan sesuatu, termasuk kebebasan untuk berbicara dan menyaampaikan pendapatnya (ibid.: 143).<br />
Begitu Orde Baru jatuh pada tahun 1998 masyarakat merasa bebas bagaikan burung yang baru lepas dari sangkarnya yang telah membelenggunya selama bertahun-tahun. Masa Reformasi ini pada awalnya lebih banyak bersifat mengejar kebebasan tanpa program yang jelas.<br />
Sementara itu, ekonomi Indonesia semakin terpuruk, pengangguran bertambah banyak, demikian juga halnya dengan penduduk miskin. Korupsi semakin hebat dan semakin sulit diberantas. Namun demikian, dalam bidang pendidikan ada perubahan-perubahan dengan munculnya Undang-Undang Pendidikan yang baru dan mengubah system pendidikan sentralisasi menjadi desentralisasi, di samping itu kesejahteraan tenaga kependidikan perlahan-lahan meningkat. Hal ini memicu peningkatan kualitas profesional mereka. Instrumen-instrumen untuk mewujudkan desentralisasi pendidikan juga diupayakan, misalnya MBS (Manajemen Berbasis Sekolah), Life Skills (Lima Ketrampilan Hidup), dan TQM (Total Quality Management).<br />
II. IMPLIKASI SEJARAH TERHADAP KONSEP PENDIDIKAN NASIONAL INDONESIA.<br />
Masa lampau memperjelas pemahaman kita tentang masa kini. Sistem pendidikan yang kita miliki sekarang adalah hasil perkembangan pendidikan yang tumbuh dalam sejarah pengalaman bangsa kita pada masa yang telah lalu (Nasution, 2008: v).<br />
Pembahasan tentang landasan sejarah di atas memberi implikasi konsep-konsep pendidikan sebagai berikut:<br />
A. Tujuan Pendidikan Pendidikan diharapkan bertujuan dan mampu mengembangkan berbagai macam potensi peserta didik serta mengembangkan kepribadian mereka secara lebih harmonis. Tujuan pendidikan juga diarahkan untuk mengembangkan aspek keagamaan, kemanusiaan, kemanusiaan, serta kemandirian peserta didik. Di samping itu, tujuan pendidikan harus diarahkan kepada hal-hal yang praktis dan memiliki nilai guna yang tinggi yang dapat diaplikasikan dalam dunia kerja nyata.<br />
B. Proses Pendidikan Proses pendidikan terutama proses belajar-mengajar dan materi pelajaran harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik, melaksanakan metode global untuk pelajaran bahasa, mengembangkan kemandirian dan kerjasama siswa dalam pembelajaran, mengembangkan pembelajaran lintas disiplin ilmu, demokratisasi dalam pendidikan, serta mengembangkan ilmu dan teknologi.<br />
C. Kebudayaan Nasional Pendidikan harus juga memajukan kebudayaan nasional. Emil Salim dalam Pidarta (2008: 149) mengatakan bahwa kebudayaan nasional merupakan puncak-puncak budaya daerah dan menjadi identitas bangsa Indonesia agar tidak ditelan oleh budaya global.<br />
D. Inovasi-inovasi Pendidikan Inovasi-inovasi harus bersumber dari hasil-hasil penelitian pendidikan di Indonesia, bukan sekedar konsep-konsep dari dunia Barat sehingga diharapkan pada akhirnya membentuk konsep-konsep pendidikan yang bercirikan Indonesia.</p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/06/landasan-historis-kependidikan-di-indonesia/&via=aanchoto&text=Landasan Historis Kependidikan di Indonesia&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/06/landasan-historis-kependidikan-di-indonesia/&via=aanchoto&text=Landasan Historis Kependidikan di Indonesia&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2010/06/landasan-historis-kependidikan-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dinamika dan Problematika Dunia Pendidikan Matematika</title>
		<link>http://aanchoto.com/2010/06/dinamika-dan-problematika-dunia-pendidikan-matematika/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2010/06/dinamika-dan-problematika-dunia-pendidikan-matematika/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jun 2010 08:51:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aanchoto.com/?p=412</guid>
		<description><![CDATA[Kuliah Umum Matematika Oleh Bapak Prof. Dr. Ahmad Fauzan, M.Pd, M.Sc Tren Saat Ini : Peran matematika semakin penting Profesi guru matematika makin dinamika Belajar tambahanuntuk matematika disekolah menjadi wajib Orang tua cemas jika anaknya lemah dalam matematika Hasil UN Matematika menakjubkan Apa yang terjadi disekolah : Siswa enggan Belajar Matematika Guru bersusah payah memotivasi&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kuliah Umum Matematika Oleh Bapak Prof. Dr. Ahmad Fauzan, M.Pd, M.Sc</p>
<p>Tren Saat Ini :</p>
<ol>
<li>Peran matematika semakin penting</li>
<li>Profesi guru matematika makin dinamika</li>
<li>Belajar tambahanuntuk matematika disekolah menjadi wajib</li>
<li>Orang tua cemas jika anaknya lemah dalam matematika</li>
<li>Hasil UN Matematika menakjubkan<span id="more-412"></span></li>
</ol>
<p>Apa yang terjadi disekolah :</p>
<ol>
<li>Siswa enggan Belajar Matematika</li>
<li>Guru bersusah payah memotivasi siswa untuk belajar matematika</li>
<li>Siswa hamper selalu tertatih-tatih untuk mencapai KKM  yang hanya berkisar 60-70</li>
</ol>
<p>Problematika Pendidikan Matematika</p>
<ul>
<li>Berbelok arah</li>
</ul>
<p>Saat ini pendidikan matematika, Seorang guru lebih tertarik pada SKKD daripada tujuan awal belajar matematika</p>
<p>-          Melatih cara berfikir untuk menyelesaikan soal dengan cara yang mudah</p>
<p>-          Melatih nalar otak dalam matematika</p>
<p>-          Mengembangkan aktifitas, kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi dan penemuan dengan pengembangan pemikiran divergen,orisinil,rasa ingin tahu serta rasa percaya diri.</p>
<p>-          Mengembangkan kemampuan pemecahan masalah</p>
<p>-          Menyampaikan informasi atau gagasan melalui pembicaraan lisan, catatan grafik peta dan diagram dalam menjelaskan gagasan.</p>
<ul>
<li>Hanya Terfokus pada sifat-sifat kognitif tingkatrendah</li>
<li>Pembelajaran Cenderung berlangsung secara mekanistik</li>
</ul>
<p>-          Pembelajaran dimulai dengan menerangkan algoritma disertai beberapa contoh</p>
<p>-          Siswa mengerjakan latihan sesuai dengan contoh</p>
<p>-          Siswa hamper tidak pernah diberi kesempatan untuk memahami rasional dibalik algoritma</p>
<p>-          Guru lebih memfokuskan siswa untuk mengingat “cara-cara”</p>
<ul>
<li>Pembelajaran matematika dikelas belum berjalan efektif</li>
</ul>
<p>Apa yang perlu berubah ?</p>
<ol>
<li>Changing in education is teacher reform</li>
<li>“believe” dari guru, Apakah kita memang perlu berubah?</li>
<li>Cara Pandang (Paradigma)</li>
<li>Orientasi</li>
</ol>
<p>Inovasi Pembelajaran adalah suatu ide, praktek atau objek yang dianggap baru oleh individu atau kelompok dalam proses pembelajaran</p>
<p>Untuk menjawb perubahan perlu difusi inovasi dalam pembelajaran</p>
<p>Contoh inovasi Pembelajaran</p>
<p>-          Pembelajaran berbasis computer</p>
<p>-          Pendekatan CTL</p>
<p>-          Penilaian Otentik</p>
<p>-          Model pembelajaran kooperatif berdasarkan masalah dll</p>
<p>-          Penggunaan Multimedia</p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/06/dinamika-dan-problematika-dunia-pendidikan-matematika/&via=aanchoto&text=Dinamika dan Problematika Dunia Pendidikan Matematika&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2010/06/dinamika-dan-problematika-dunia-pendidikan-matematika/&via=aanchoto&text=Dinamika dan Problematika Dunia Pendidikan Matematika&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2010/06/dinamika-dan-problematika-dunia-pendidikan-matematika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Langkah-Langkah Penulisan Karya Ilmiah Bag 2</title>
		<link>http://aanchoto.com/2009/10/langkah-langkah-penulisan-karya-ilmiah-bag-2/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2009/10/langkah-langkah-penulisan-karya-ilmiah-bag-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 12:27:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aan4choto.wordpress.com/?p=321</guid>
		<description><![CDATA[B. Bagian isi Bab I Pendahuluan Paparan tentang apa yang menjadi masalah dengan latar belakangnya Latar belakang : diskripsi masalah, data awal yang mendukung adanya masalah dan akar timbulnya masalah. Mengapa dan apa yang mendorong peneliti memilih topik penelitian ini. Rumuskan masalah secara jelas, singkat, termasuk konsep-konsep yang digunakan, masalah dibatasi, bagian mana yang digarap,&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>B. </strong><strong>Bagian isi</strong></p>
<p><strong>Bab I Pendahuluan</strong></p>
<p>Paparan tentang apa yang menjadi masalah dengan latar belakangnya</p>
<ol>
<li>Latar belakang : diskripsi masalah, data awal yang mendukung adanya masalah dan akar timbulnya masalah. Mengapa dan apa yang mendorong peneliti memilih topik penelitian ini.</li>
<li>Rumuskan masalah secara jelas, singkat, termasuk konsep-konsep yang digunakan, masalah dibatasi, bagian mana yang digarap, mengapa bagian itu yang diambil, dan gambarkan pentingnya masalah: sumbangannya terhadap perkembangan ilmu, kegunaan praktis (bila ada), hubungan dengan penelitian lain Kegunaan yang lebih umum.<span id="more-321"></span></li>
<li>Tujuan penelitian</li>
<li>Manfaat penelitian</li>
</ol>
<p><strong>Bab II Landasan teori</strong></p>
<p>Paparan tentang kerangka acuan atau objek yang sudah digunakan dalam memecahkan masalah. Gambarkan konsep-konsep yang digunakan, pendekatan yang digunakan, gambarkan teori-teori yang pernah ada yang berkaitan dengan masalah yang digarap, mengemukakan asumsi-asumsi dasar sebagai landasan berpikir, dan kemukakan hipotesis bila ada. Umumnya dikemukakan dalam bagian kerangka teoritis atau landasan teori atau teori.</p>
<p><strong>Bab III METODE penelitian</strong></p>
<p>Paparan mengenai apa yang dilakukan dalam suatu penelitian (langkah-langkah) yang dilakukan sebelum melakukan suatu penelitian dan dikemas dalam bagian metode penelitian.</p>
<p><strong>Bab IV Hasil penelitian dan pembahasan</strong></p>
<p>Jawaban terhadap pertanyaan apa yang dikemukakan umumnya dikemukakan dalam bagian temuan atau hasil. Hasil-hasil penelitian harus mampu berfungsi sebagai alat pembuktian.</p>
<p><strong>Bab V kesimpulan dan saran</strong><strong> </strong></p>
<p>Kesimpulan, sebagai pernyataan singkat yang mengungkapkan hasil penyelidikan secara menyeluruh. Saran, sebagai pernyataan yang bertujuan untuk penyempurnaan hasil akhir penyelidikan.</p>
<p>Kesimpulan memuat hasil sesuai dengan tujuan penelitian, penulis harus dapat menjelaskan kepentingan akan temuannya, bukan merupakan pengulangan yang telah dibahas pada bagian pembahasan, harus menceritakan pada pembaca mengapa temuan ini penting, dan bagaimana temuan ini berkontribusikan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta penelitian apa yang harus dilakukan kemudian.</p>
<p><strong>bab vi abstrak </strong></p>
<p>Abstrak adalah suatu bagian uraian yang sangat singkat, jarang lebih panjang dari enam atau delapan baris, bertujuan untuk menerangkan kepada pembaca-pembaca aspek-aspek mana yang tercakup dalam se-buah uraian tanpa berusaha mengatakan apa yang dibicarakan me­ngenai aspek-aspek itu.</p>
<p><strong>bab vii referensi : kutipan, catatan kaki, dan daftar pustaka</strong></p>
<p>Kutipan. Pembuatan skripsi dan karya ilmiah mengharuskan para penulis mencari sumber informasi ilmiah yang diperlukan untuk penulisan tersebut. Pengetahuan ilmiah yang dikutip dari seseorang dipergunakan untuk berbagai tujuan sesuai dengan argumentasi yang diajukan, misalnya untuk mendukung pernyataan penulis atau mendefinisikan sesuatu. Kutipan-kutipan tersebut dapat berbentuk &#8220;kutipan langsung&#8221; atau &#8220;kutipan tidak langsung&#8221;. Kutipan langsung yang pendek dimasukkan dalam teks atau tubuh skripsi dengan menggunakan tanda kutip</p>
<p>Catatan kaki atau notasi ilmiah cukup penting untuk diperhatikan dalam menulis karya ilmiah. Notasi ilmiah adalah catatan pendek untuk mengetahui sumber informsi ihniah yang dikutip dalam suatu karya ilmiah.<a href="#_edn1">[i]</a> Karena catatan tersebut diletakkan di bagian bawah halaman maka sering disebut catatan kaki atau footnote. Catatan kaki tidak hanya digunakan untuk mengetahui dan mendalami sumber informasi tetapi juga untuk memberikan catatan tambahan tentang suatu informasi dalam penulisan ilmiah tanpa mengganggu keseluruhan penulisan tersebut. catatan kaki mencakup: (1) nama penulis, (2) judul tulisan, (3) tempat pener-bitan, (4) nama penerbit, (5) tahun penerbitan, (6) halaman yang dikutip.</p>
<p>Daftar pustaka dapat berupa buku, jurnal, majalah, media masa, kertas kerja, ensiklopedi, internet, dan bahan penerbitan lain (termasuk komunikasi pribadi). Fungsi daftar pustaka: (a) Sebagai alat untuk melihat kembali sumber asli oleh ilmuwan lain, sehingga ilmuwan lain dapat melihat benar atau tidaknya pengutipan pernyataan di dalam bahan pustaka yang digunakan atau bahkan dapat digunakan sebagai alat untuk melihat perkembangan ilmu. (b) Untuk mengetahui lebih jauh tentang sumber acuan yang terdapat dalam sebuah catatan kaki. (c) Untuk melihat cakupan keilmuan seluruh isi tulisan ilmiah sebagai indikator mutu isinya, dengan catatan bahwa semakin terspesialisasi bahan pustaka yang digunakan maka semakin tinggi nilai tulisan ilmiah. (d) Untuk mengetahui dampak ilmiah dari tulisan ilmiah.</p>
<p>Tata aturan penulisan daftar pustaka: (a) Penulisan daftar pustaka disusun secara alfabetis, dari A -Z, dengan patokan pada huruf pertama dari nama keluarga atau marga penulis. (b) Penulisan nama orang Indonesia yang lebih dari satu kata, adalah kata kedua dianggap sebagai nama keluarga dengan disertai tanda-baca koma (,) diikuti singkatan kata pertama dan diakhiri dengan tanda titik (.). (Catatan: apabila suatu bahan pustaka tidak terinformasi penulisnya, maka nama penulis tidak boleh ditulis dengan Anonim). (c) Setelah nama pengarang, berikutnya ditulis tahun penerbitan bahan pustaka dan diakhiri dengan tanda titik. (d) Setelah tahun terbit bahan pustaka, berikutnya ditulis judul bahan pustaka yang diketik miring diakhiri dengan tanda titik (.). (e) Setelah nama bahan pustaka, selanjutnya ditulis (1) nama penerbit untuk bahan pustaka berupa buku, dan (2) nama jurnal beserta volume, nomor, tahun terbit, dan halaman bahan pustaka yang dibaca untuk artikel ilmiah yang diterbitkan dalam bentuk jurnal. (f) Bagian terakhir adalah nama kota dari alamat penerbit untuk bahan pustaka berupa buku. (g) Apabila nama penulis dari bahan pustaka yang dirujuk lebih dari satu, maka penulis ke-2 dan ke-3 urutan kata namanya tetap seperti nama aslinya hanya kata pertama dan/atau kedua disingkat.</p>
<hr size="1" /><a href="#_ednref1"></a></p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2009/10/langkah-langkah-penulisan-karya-ilmiah-bag-2/&via=aanchoto&text=Langkah-Langkah Penulisan Karya Ilmiah Bag 2&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2009/10/langkah-langkah-penulisan-karya-ilmiah-bag-2/&via=aanchoto&text=Langkah-Langkah Penulisan Karya Ilmiah Bag 2&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2009/10/langkah-langkah-penulisan-karya-ilmiah-bag-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Langkah-Langkah Penulisan Karya Ilmiah Bag 1</title>
		<link>http://aanchoto.com/2009/10/langkah-langkah-penulisan-karya-ilmiah/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2009/10/langkah-langkah-penulisan-karya-ilmiah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 12:17:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aan4choto.wordpress.com/?p=317</guid>
		<description><![CDATA[A. Bagian awal Halaman Judul : Sebuah judul pada dasarnya meng-gambarkan kelengkapan menganalisis, jangkauan wilayah, domain penelitian,  waktu dan metode yang dipakai serta kesimpulan yang didapat. Syarat judul karangan : (1)    Tepat artinya segala isi yang terkandung di dalam karangan itu dapat terlihat dari judul tersebut. (2)    Ekonomis maksudnya judul sebaiknya sependek mungkin tanpa mengu-rangi&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>A. </strong><strong>Bagian awal</strong></p>
<p>Halaman Judul :</p>
<p>Sebuah judul pada dasarnya meng-gambarkan kelengkapan menganalisis, jangkauan wilayah, domain penelitian,  waktu dan metode yang dipakai serta kesimpulan yang didapat.</p>
<p>Syarat judul karangan :</p>
<p>(1)    Tepat artinya segala isi yang terkandung di dalam karangan itu dapat terlihat dari judul tersebut.</p>
<p>(2)    Ekonomis maksudnya judul sebaiknya sependek mungkin tanpa mengu-rangi arti atau isi atau luas lingkungan yang tercakup di dalam karangan.<span id="more-317"></span></p>
<p>(3)    Langsung maksudnya judul karangan tidak perlu berbelit-belit dan dibuat-buat supaya tampak ilmiah.</p>
<p>(4)    Jelas maksudnya  bahasa, kalimat dan kata-kata yang dipergunakan di dalam judul karangan hendaknya bahasa, kalimat dan kata-kata yang dapat dimengerti dan dapat dihindari kalimat-kalimat atau kata-kata yang kabur atau ambivalen. Istilah-istilah yang terdapat di dalam judul itu haruslah tepat dan dapat dipertanggungjawabkan oleh penga-rang.</p>
<p>(5)    Sederhana</p>
<p>(6)    Baru</p>
<p>(7)    Logis artinya judul karangan itu benar dari segi ilmiah, dan beralasan menurut logika.</p>
<p>Judul dalam</p>
<p>Halaman pengesahan</p>
<p>Kata Pengantar :</p>
<p>Berisi tentang ucapan puji syukur, rasa terimakasih penulis kepada siapapun yang terlibat atau yang membantu dalam penulisan karya ilmiah penulis tersebut.</p>
<p>Daftar Isi :</p>
<p>Maksud penyusunan daftar isi terutama untuk memudahkan pembaca (dan pengarang) untuk mengetahui klasifikasi dan keseluruhan isi karangan.</p>
<p>Daftar Tabel, Bagan, Foto, Gambar :</p>
<p>Maksud utama penyusunan statistik adalah untuk memudah-kan pandangan sehingga sekaligus dapat menggambarkan ke-seluruhan peristiwa. Di samping itu untuk memudahkan inter-pretasi dan analisa.</p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2009/10/langkah-langkah-penulisan-karya-ilmiah/&via=aanchoto&text=Langkah-Langkah Penulisan Karya Ilmiah Bag 1&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2009/10/langkah-langkah-penulisan-karya-ilmiah/&via=aanchoto&text=Langkah-Langkah Penulisan Karya Ilmiah Bag 1&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2009/10/langkah-langkah-penulisan-karya-ilmiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menulis Karya Ilmiah</title>
		<link>http://aanchoto.com/2009/10/menulis-karya-ilmiah/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2009/10/menulis-karya-ilmiah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 08:03:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aan4choto.wordpress.com/?p=308</guid>
		<description><![CDATA[Karya ilmiah (Scientific paper) adalah laporan tertulis dan dipublikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. Ciri-ciri Karangan Ilmiah: (1)    Logis, maksudnya semua keterangan yang diketengahkan mem-punyai alasan yang dapat diterima akal. (2)    Sistematis, yaitu&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Karya ilmiah (Scientific paper) adalah laporan tertulis dan dipublikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.</p>
<p>Ciri-ciri Karangan Ilmiah:<br />
(1)    Logis, maksudnya semua keterangan yang diketengahkan mem-punyai alasan yang dapat diterima akal.<br />
(2)    Sistematis, yaitu semua yang dipaparkan disusun dalam urutan yang berkesinambungan.<br />
(3)    Objektif atau faktual, artinya keterangan yang dikemukakan didasar-kan pada apa yang benar-benar ada atau sesuai dengan fakta.<br />
(4)    Teruji, artinya keterangan yang diberikan dapat diuji kebenarannya, dan<br />
(5)    Bahasanya bersifat lugas atau denotatif.<span id="more-308"></span>Syarat-syarat  karangan ilmiah<br />
(1)    Mengandung masalah serta pemecahannya<br />
(2)    Masalah harus merangsang atau menarik perhatian pembaca;<br />
(3)    Lengkap dan tuntas, artinya membeberkan semua segi yang berkaitan dengan masalahnya; dan<br />
(4)    Disusun menurut sistem tertentu dan metode tertentu sehingga mudah dimengerti dan dipahami</p>
<p>jenis karya ilmiah antara lain :<br />
(1)    Laporan ialah bentuk karangan yang berisi rekaman kegiatan tentang suatu yang sedang dikerjakan, digarap, diteliti, atau diamati, dan mengandung saran-saran untuk dilaksanakan. Laporan ini di-sampaikan dengan cara seobjektif mungkin.<br />
(2)    Makalah ditulis oleh siswa atau mahasiswa sehubungan dengan tu-gas dalam bidang studi tertentu. Makalah dapat berupa hasil pembahasan buku atau hasil suatu pengamatan.<br />
(3)    Kertas kerja adalah karangan yang berisi prasaran, usulan, atau pen-dapat yang berkaitan dengan pembahasan suatu pokok persoalan, untuk dibacakan dalam rapat kerja, seminar, simposium, dan sebagainya.<br />
(4)    Skripsi, karya tulis yang diajukan untuk mencapai gelar sarjana atau sarjana muda. Skripsi ditulis berdasarkan studi pustaka atau penelitian bacaan, penyelidikan, observasi, atau penelitian lapangan sebagai prasyarat akademis yang harus ditempuh, dipertahankan dan dipertanggungjawabkan oleh penyusun dalam sidang ujian.<br />
(5)    Tesis mempunyai tingkat pembahasan lebih dalam daripada skripsi. Pernyataan-pernyataan dan teori dalam tesis didukung oleh argumen-argumen yang lebih kuat, jika dibandingkan dengan skripsi. Tesis ditulis dengan bimbingan seorang dosen senior yang bertanngungjawab dalam bidang studi tertentu.<br />
(6)    Disertasi ialah karangan yang diajukan untuk mencapai gelar doktor, yaitu gelar tertinggi yang diberikan oleh suatu univesitas. Penulisan desertasi ini di bawah bimbingan promotor atau dosen yang berpangkat profesor, dan isinya pembahasan masalah yang lebih kompleks dan lebih mendalam daripada persoalan dalam tesis.<br />
(7)    Resensi ialah karya tulis yang berisi hasil penimbangan, pengulasan, atau penilaian sebuah buku. Resensi yang disebut juga timbangan buku atau book review sering disampaikan kepada sidang pembaca melalui surat kabar atau majalah. Tujuan resensi ialah memberi pertimbangan den penilaian secara objektif, sehingga masyrakat mengetahui apakah buku yang diulas tersebut patut dibaca ataukah tidak.<br />
(8)    Kritik dari bahasa Yunani kritikos yang berarti `hakim’. Kritik sebagai bentuk karangan berisi penilaian baik-buruknya suatu karya secara objektif. Kritik tidak hanya mencari kesalahan atau cacat suatu karya, tetapi juga menampilkan kelebihan atau keunggulan karya itu seperti adanya.<br />
(9)    Esai adalah semacam kritik yang lebih bersifat subjektif. Maksudnya apa yang dikemukakan dalam esai lebih merupakan pendapat pribadi penulisnya.</p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2009/10/menulis-karya-ilmiah/&via=aanchoto&text=Menulis Karya Ilmiah&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2009/10/menulis-karya-ilmiah/&via=aanchoto&text=Menulis Karya Ilmiah&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2009/10/menulis-karya-ilmiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kedudukan Bahasa Indonesia</title>
		<link>http://aanchoto.com/2009/10/kedudukan-bahasa-indonesia/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2009/10/kedudukan-bahasa-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 11:39:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aan4choto.wordpress.com/?p=297</guid>
		<description><![CDATA[Kedudukan Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia mempunyai kedudukan yang sangat penting, seperti yang tercantum dalam Sumpah Pemuda 1982 yang berbunyi Kami putra dan putrid Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.ini berarti bahwa bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional; kedududkannya di atas bahasa-bahasa daerah. Dalam Undang-Undang Dasar 1945 tercantum pasal khusus (Bab XV,Pasal 36) mengenai kedudukan bahasa&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ol>
<li><span style="text-decoration:underline;">Kedudukan Bahasa Indonesia</span></li>
</ol>
<p>Bahasa Indonesia mempunyai kedudukan yang sangat penting, seperti yang tercantum dalam Sumpah Pemuda 1982 yang berbunyi <em>Kami putra dan putrid Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.</em>ini berarti bahwa bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional; kedududkannya di atas bahasa-bahasa daerah. Dalam Undang-Undang Dasar 1945 tercantum pasal khusus (Bab XV,Pasal 36) mengenai kedudukan bahasa Indonesia yang menyatakan bahwa bahasa negara adalah bahasa Indonesia.<span id="more-297"></span></p>
<p><em> </em></p>
<ol>
<li><span style="text-decoration:underline;">Fungsi Bahasa Indonesia</span></li>
</ol>
<ol>
<li>Lambang kebanggan kebangsaan</li>
</ol>
<p>Sebagai lambang kebanggan kebangsaan, bahasa Indonesia mencerminkan nilai-nilai sosial budaya yang mendasari rasa kebangsaan kita.</p>
<ol>
<li>Lambang identitas nasional</li>
<li>Alat perhubungan antarwarga, antardaerah dan      antarbudaya</li>
<li>Alat yang memungkinkan penyatuan berbagai suku bangsa      dengan latar belakang sosial budaya dan bahasanya masing-masing ke dalam      kesatuan kebangsaan Indonesia</li>
</ol>
<p>Dalam kedudukannya sebagai bahasa Negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai:</p>
<ol>
<li>Bahasa resmi kenegaraan</li>
<li>Bahasa pengantar di dalam dunia pendidikan</li>
<li>Alat perhubungan pada tingkat nasional untuk      kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan</li>
<li>Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan      teknologi</li>
</ol>
<ol>
<li><strong>B. </strong><strong>Ragam dan Variasi Bahasa</strong></li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><span style="text-decoration:underline;">Berdasarkan Waktu Penggunaan</span>
<ol>
<li>Ragam Bahasa Indonesia Lama</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>Dipakai sejak zaman Kerajaan Sriwijaya sampai dengan saat dicetuskan Sumpah Pemuda.</p>
<ol>
<li>Ragam Bahasa Indonesia Baru</li>
</ol>
<p>Penggunaan ragam bahasa ini dimulai sejak dicetuskannya Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 sampai saat ini melalui pertumbuhan dan perkembangan bahasa yang beriringan dengan pertumbuhan dan perkembangan bangsa Indonesia. <span style="text-decoration:underline;"> </span></p>
<ol>
<li><span style="text-decoration:underline;">Berdasarkan Media</span>
<ol>
<li>Ragam Bahasa Lisan</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>Ciri-cirinya:</p>
<ul>
<li>Memerlukan kehadiran orang lain</li>
<li>Unsur gramatikal tidak dinyatakan secara lengkap</li>
<li>Terikat ruang dan waktu</li>
<li>Dipengaruhi oleh tinggi rendahnya suara</li>
</ul>
<ol>
<li>Ragam Bahasa Tulis</li>
</ol>
<p>Ciri-cirinya:</p>
<ul>
<li>Tidak memerlukan kehadiran orang lain</li>
<li>Unsur gramatikal dinyatakan secara lengkap</li>
<li>Tidak terikat ruang dan waktu</li>
<li>Dipengaruhi oleh tanda baca atau ejaan</li>
</ul>
<ol>
<li><span style="text-decoration:underline;">Berdasarkan Situasi</span>
<ol>
<li>Ragam Bahasa Resmi</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>Ciri-cirinya:</p>
<ul>
<li>Menggunakan unsur gramatikal secara eksplisit dan konsisten</li>
<li>Menggunakan imbuhan sevara lengkap</li>
<li>Menggunakan kata ganti resmi</li>
<li>Menggunakan kata baku</li>
<li>Menggunakan EYD</li>
<li>Menghindari unsur kederahan</li>
</ul>
<ol>
<li>Ragam Bahasa Tidak Resmi</li>
</ol>
<p>Ciri-cirinya kebalikan dari ragam bahasa resmi.</p>
<ol>
<li>Ragam Bahasa Akrab</li>
</ol>
<p>Ciri-cirinya menggunakan kalimat-kalimat pendek.</p>
<ol>
<li>Ragam Bahasa Konsultasi</li>
</ol>
<p>Ragam bahasa yang digunakan ketika kita berkonsultasi.</p>
<ol>
<li><span style="text-decoration:underline;">Berdasarkan Bidang atau Tema yang sedang Dikomunikasikan</span>
<ol>
<li>Ragam Bahasa Ilmiah</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>Ciri-cirinya:</p>
<ul>
<li>Bahasa Indonesia ragam baku</li>
<li>Penggunaan kalimat efektif</li>
<li>Menghindari bentuk bahasa yang bermakna ganda</li>
<li>Penggunaan kata dan istilah yang bermakna lugas dan menghindari kata dan istilah yang bermakna kias</li>
<li>adanya keselarasa dan keruntutan antar proposisi dan antar alinea</li>
</ul>
<ol>
<li>Ragam Bahasa Sastra</li>
</ol>
<p>Ragam bahasa ini banyak mengguanakan kalimat yang tidak efektif</p>
<ol>
<li>Ragam Bahasa Iklan</li>
</ol>
<p>Ciri-ciriny bergaya bahasa hiperbola, persuasive dan berkalimat menarik</p>
<ol>
<li>Ragam Bahasa Bidang-bidang Tertentu</li>
</ol>
<p>Ragam bahasa ini hanya digunakan dalam bidang-bidang tertentu.</p>
<ol>
<li><span style="text-decoration:underline;">Ragam bahasa Indonesia Berdialek</span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;">Ragam Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar</span></li>
</ol>
<p>Bahasa yang baik adalah bahasa yang mempunyai nilai rasa yang tepat dan sesuai dengan situasi pemakaiannya.</p>
<p>Bahasa yang benar adalah bahasa yang menerapkan kaidah dengan konsisten.</p>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2009/10/kedudukan-bahasa-indonesia/&via=aanchoto&text=Kedudukan Bahasa Indonesia&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2009/10/kedudukan-bahasa-indonesia/&via=aanchoto&text=Kedudukan Bahasa Indonesia&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2009/10/kedudukan-bahasa-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peristiwa Penting yang Berkaitan dengan Bahasa Indonesia</title>
		<link>http://aanchoto.com/2009/10/peristiwa-penting-yang-berkaitan-dengan-bahasa-indonesia/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2009/10/peristiwa-penting-yang-berkaitan-dengan-bahasa-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 11:37:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aan4choto.wordpress.com/?p=295</guid>
		<description><![CDATA[Peristiwa-Peristiwa Penting yang Berkaitan dengan Bahasa Indonesia Tahun-tahun penting yang mengandung arti sangat menentukan dalam sejarah perkembangan bahasa Melayu/Indonesia dapat dirinci sebagai berikut: Pada tahun 1901 disusun ejaan resmi bahasa Melayu oleh Ch.A.Van Ophuijsen dan dimuat dalam Kitab Logat Melayu Pada tahun 1908 Pemerintah mendirikan sebuah badan penerbit buku-buku bacaan yang diberi nama Commissie voor&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong><strong>Peristiwa-Peristiwa Penting yang Berkaitan dengan Bahasa Indonesia</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Tahun-tahun penting yang mengandung arti sangat menentukan dalam sejarah perkembangan bahasa Melayu/Indonesia dapat dirinci sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Pada tahun 1901 disusun ejaan resmi bahasa Melayu       oleh Ch.A.Van Ophuijsen dan dimuat dalam <em>Kitab Logat Melayu</em></li>
<li>Pada tahun 1908 Pemerintah mendirikan sebuah badan       penerbit buku-buku bacaan yang diberi nama <em>Commissie voor de Volkslectuur,</em> yang kemudian pada tahun 1917       diubah menjadi <em>Balai Pustaka</em>.</li>
<li>Tanggal 28 Oktober 1928 merupakan saat-saat yang       paling menentukan dalam perkembangan bahasa Indonesia</li>
<li>Pada tahun 1933 secara resmi berdiri sebuah       angkatan sastrawan muda yang menemakan dirinya <em>Pujangga baru </em>yang dipimpin oleh Sultan Takdir Alisyahbana       dan kawan-kawan</li>
<li>Pada tanggal 25-28 Juni 1938 dilangsungkan kongres       Bahasa Indonesia       I di Solo<span id="more-295"></span></li>
<li>Pada tanggal 18 Agustus 1945 ditandatanganlah       Undang-Undang Dasar 1945</li>
<li>Pada tanggal 19 Maret 1947 diresmikan penggunaan       Ejaan Republik sebagai pengganti Ejaan Ophuijsen yang berlaku sebelumnya</li>
<li>Kongres Bahasa Indonesia II di Medan pada tanggal       28 Oktober-2 November 1954</li>
<li>Pada tanggal 16 Agustus 1972 Presiden Republik Indonesia       meresmikan penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia</li>
<li>Pada tanggal 31 Agustus 1972 Menteri Pendidikan       dan Kebudayaan menetapkan <em>Pedoman       Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum       Pembentukan Istilah </em>resmi berlaku di seluruh Indonesia.</li>
<li>Kongres Bahasa Indonesia III yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 28 Oktober-2 November 1978</li>
<li>Kongres Bahasa Indonesia IV diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 21-26 November 1983</li>
<li>Kongres Bahasa Indonesia V diadakan di Jakarta pada tanggal 28 Oktober-3 november 1988</li>
<li>Kongres Bahasa Indonesia VI diadakan di Jakarta pada tanggal 28 Oktober-2 November 1993</li>
<li> Kongres Bahasa Indonesia VII diselenggarakan di Hotel Indonesia Jakarta pada tanggal 26-30 Oktober 1998</li>
</ol>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2009/10/peristiwa-penting-yang-berkaitan-dengan-bahasa-indonesia/&via=aanchoto&text=Peristiwa Penting yang Berkaitan dengan Bahasa Indonesia&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2009/10/peristiwa-penting-yang-berkaitan-dengan-bahasa-indonesia/&via=aanchoto&text=Peristiwa Penting yang Berkaitan dengan Bahasa Indonesia&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2009/10/peristiwa-penting-yang-berkaitan-dengan-bahasa-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sumber Bahasa Indonesia</title>
		<link>http://aanchoto.com/2009/10/sumber-bahasa-indonesia/</link>
		<comments>http://aanchoto.com/2009/10/sumber-bahasa-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 11:33:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan Choto 阿安國德</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aan4choto.wordpress.com/?p=293</guid>
		<description><![CDATA[Sumber Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang dari bahasa Melayu, yang sejak dahulu sudah dipakai sebagai bahasa perantara (lingua franca), bukan saja di Kepulauan Nusantara, melainkan juga hampir di seluruh Asia Tenggara. Bahasa Melayu dalam bentuk bahasa Melayu Kuno sudah dipakai sebagai alat komunikasi zaman Sriwijaya. Di Jawa Tengah dan Bogor terdapat prasasti-prasasti yang&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sumber Bahasa Indonesia</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang dari bahasa Melayu, yang sejak dahulu sudah dipakai sebagai bahasa perantara (lingua franca), bukan saja di Kepulauan Nusantara, melainkan juga hampir di seluruh Asia Tenggara.</p>
<p>Bahasa Melayu dalam bentuk bahasa Melayu Kuno sudah dipakai sebagai alat komunikasi zaman Sriwijaya. Di Jawa Tengah dan Bogor terdapat prasasti-prasasti yang tertulis dalam bahasa Melayu Kuno.  Kedua prasasti itu memperkuat pula dugaan bahwa bahasa Melayu Kuno pada waktu itu bukan saja dipakai di Pulau Sumatera, melainkan juga di pakai di Pulau Jawa.<span id="more-293"></span></p>
<p>Berdasarkan petunjuk-petunjuk lainnya, dapatlah kita kemukakan bahwa pada zaman Sriwijaya bahasa Melayu mempunyai beberapa fungsi, yaitu:</p>
<ol>
<li>Sebagai bahasa kebudayaan</li>
<li>Sebagai bahasa perhubungan antar suku</li>
<li>Sebagai bahasa perdagangan</li>
<li>Sebagai bahasa resmi kerajaan</li>
</ol>
<p><strong>Peresmian Nama Bahasa Indonesia</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Bahasa Indonesia dengan perlahan-lahan, tetapi pasti, berkembang dan tumbuh terus. Perkembangannya itu menjadi pesat sehingga bahasa ini telah menjelma menjadi bahasa modern, yang kaya akan kosakata dan mantap dalam struktur.</p>
<p>Pada tanggal 28 oktober 1928, para pemuda mengikrarkan Sumpah Pemuda,  sehingga resmilah bahasa Melayu yang sudah dipakai sejak pertengahan Abad VII itu menjadi bahasa Indonesia.</p>
<p><strong>Mengapa Bahasa Melayu Diangkat Menjadi Bahasa Indonesia</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Ada 4 faktor yang menjadi penyebab bahasa Melayu diangkat menjadi bahasa Indonesia, yaitu:</p>
<ol>
<li>Bahasa Melayu sudah merupakan <em>lingua franca</em> di Indonesia</li>
<li>Sistem bahasa Melayu sederhana, mudah dipelajari</li>
<li>Suku Jawa, suku Sunda dan suku-suku yang lain dengan sukarela menerima bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional</li>
<li> Bahasa Melayu mempunyai kesanggupan untuk dipakai sebagai bahasa kebudayaan dalam arti yang luas</li>
</ol>
<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2009/10/sumber-bahasa-indonesia/&via=aanchoto&text=Sumber Bahasa Indonesia&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://aanchoto.com/2009/10/sumber-bahasa-indonesia/&via=aanchoto&text=Sumber Bahasa Indonesia&related=:&lang=en&count=horizontal" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aanchoto.com/2009/10/sumber-bahasa-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

