Archive for April, 2011
Install Native ZFS on Ubuntu 10.10
Apr 24th
Install native ZFS on Ubuntu / Linux. Test on Linux 2.6.35-24-generic #42-Ubuntu SMP x86_64 GNU/Linux Ubuntu 10.10 dan seharusnya berjalan baik di Ubuntu 10.04.
Install Paket yang dibutuhkan
# sudo apt-get install build-essential gawk zlib1g-dev uuid-dev
Selanjutnya install SPL and ZFS from http://zfsonlinux.org/.
# sudo cd /usr/src
# sudo wget http://github.com/downloads/behlendorf/spl/spl-0.5.2.tar.gz
# sudo wget http://github.com/downloads/behlendorf/zfs/zfs-0.5.2.tar.gz
# Build SPL (you will need it later to compile the ZFS source):
# sudo tar -xvzf spl-0.5.2.tar.gz
# sudo cd spl-0.5.2/
# sudo ./configure
# sudo make
# sudo make install
DNS Unbound High Performance
Apr 24th
Tested on OS ubuntu ram 1Gb, (include servis squid, apache2, & mrtg squid
Install Paket Yang dibutuhkan
apt-get install build-essential libssl-dev
Setelah selesai install paket selanjutnya
apt-get install unbound cd /etc/unbound wget ftp://FTP.INTERNIC.NET/domain/named.cache unbound-control-setup
Selanjutnya buat user dan grup untuk Unbound
groupadd unbound
useradd -d /var/unbound -m -g unbound -s /bin/false unbound
dan sesuaikan config /etc/unbound/unbound.conf, dan servis dns lainnya (bind/dnsmasq dll) harus di stop agar tidak bentrok)
vi /etc/init.d/unbound
Manajemen Paket di Ubuntu 10.04 LTS (Lucid Lynx)
Apr 17th
Tidak seperti platform sistem operasi Windows yang hanya memerlukan double klik untuk melakukan proses instalasi lalu mengikuti sejumlah wizard instalasi yang diberikan, pada Ubuntu 10.04 satu paket aplikasi terkadang membutuhkan sejumlah paket aplikasi lainnya sebelum dapat terinstalasi dengan baik. Masalah ketergantungan paket yang satu dengan paket yang lainnya ini dikenal dengan istilah dependencies hell.
Untuk menangani masalah dependencies hell yang kerap kali dialami oleh para pengguna saat akan menginstalasi paket yang terdapat di Ubuntu, pengguna tersebut dapat menggunakan beberapa aplikasi paket manajemen yang telah tersedia di Ubuntu 10.04. Beberapa aplikasi paket manajemen yang dapat digunakan diantaranya: apt-get (berbasis command line interface), Synaptic Package Manager dan Ubuntu Software Center (berbasis GUI).
B. Konfigurasi Repositori
Sebelum dapat menggunakan aplikasi paket manajemen yang tersedia di Ubuntu dengan baik, Anda perlu menambahkan daftar repositori yang akan digunakan terlebih dahulu. Secara default, repositori Ubuntu 10.04 LTS yang menggunakan basis negara Indonesia/Jakarta, menggunakan mirror http://id.archive.ubuntu.com/ sebagai default mirror Ubuntu 10.04 yang digunakan. Untuk itu, kita akan menggantinya dahulu dengan daftar repositori Ubuntu 10.04 yang terdapat di http://dl2.foss-id.web.id.
Untuk merubah daftar mirror repositori dari http://id.archive.ubuntu.com menjadi http://dl2.foss-id.web.id, Anda dapat melakukan langkah berikut:
1. Pastikan PC Anda sudah dapat terkoneksi ke jaringan Internet dengan baik.
2. Backup file asli /etc/apt/sources.list terlebih dahulu menjadi /etc/apt/sources.list_default
3. Kosongkan isi file /etc/apt/sources.list, lalu isikan dengan daftar repositori Ubuntu 10.04 yang terdapat di http://dl2.foss-id.web.id.
4. Setelah itu, isikan file /etc/apt/sources.list dengan daftar repositori foss-id.web.id berikut ini:
12 Keunggulan Linux
Apr 17th
Linux disini dapat berkonotasi ke “distro” Linux atau Kernel Linux. Tergantung dari makna yang terdapat dalam pembahasan. Berikut garis besar sejumlah keunggulan Linux.
1. Linux Gratis
Pikirkan Anda mendapat “minuman gratis”. Linux itu 100% gratis, bukan shareware. Meminjam kopian Linux dan menggunakannya pun masih termasuk legal. Atau membeli CD-ROM Linux dengan hanya mengganti biaya pembakaran CD dan mungkin beberapa benda lain (manual, aplikasi bonus, dukungan teknis, dan lain-lain). Linux bahkan dapat diambil dari Internet tetapi akan menghabiskan banyak waktu dan biaya download yang tidak murah. Hanya saja untuk saat ini, beberapa distro Linux seperti RHEL dan SUSE Linux Enterprise, tidak dapat Anda download dan distribusikan secara gratis. Namun jangan khawatir, sejumlah distro lain seperti Ubuntu, CentOS, Mandriva Free Edition dan openSUSE, tidak kalah hebat dengan distro komersial seperti RHEL dan SUSE Linux Enterprise.
2. Linux siap pakai
Sistem operasi lain memberikan aplikasi awal yang sangat sedikit, mungkin editor teks, aplikasi grafis sederhana dan beberapa permainan dan pengguna harus membeli tambahan aplikasi lainnya. Linux memberikan hampir semua yang pengguna butuhkan dan inginkan. Antara lain: editor teks, aplikasi perkantoran, aplikasi pengolah gambar, web browser, pemutar audio/video, kompiler, utiliti dan banyak lagi, hanya dalam sebuah keping DVD. Semua ini banyak yang bersifat free. Menariknya lagi, aplikasi yang disertakan memiliki kualitas yang tidak kalah dengan aplikasi komersial sejenis yang terdapat di platform sistem operasi lain. More >
Mengenal Sistem Operasi UNIX
Apr 17th
Tak lengkap rasanya jika sudah mengenal Linux namun belum mengenal sejarah dari UNIX. Untuk itu, mari simak sejarah singkat mengenai UNIX, Sistem Operasi induk dari Minix. Minix merupakan sistem operasi cikal bakal lahirnya Linux.
1. Sistem Operasi bukanlah Aplikasi!!!
Komputer tanpa Operating System (sistem operasi) sama dengan memiliki walkman tanpa kaset, yang arinya sama saja bohong. Sistem Operasi BUKAN aplikasi!!! Masyarakat sering tertukar antara pengertian Software dan Aplikasi. Pengertian mudahnya, software adalah segala macam jenis program yang digunakan untuk mengoperasikan komputer dan peralatannya. Sedangkan kategori software terbagi menjadi dua:
- Operating Systems: software yang digunakan untuk mengoperasikan komputer
- Applications: program yang dioperasikan di dalam sebuah lingkungan Operating System untuk keperluan-keperluan tertentu, misal: Programming, Office Work dan Gaming.
2. Berbagai jenis Sistem Operasi
Sistem Operasi berkembang mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan manusia. Secara umum, Sistem Operasi dibuat untuk jenis komputer tertentu, antara lain sebagai berikut: More >
