Archive for March, 2011
10 Tips Menjaga Hard Disk Eksternal
Mar 27th
1. Selalu gunakan opsi “Safe Remove Hardware”
Langkah ini memang terkesan sepele dan sering dilupakan oleh pengguna. Bahkan, banyak pengguna sendiri yang mengakui bahwa hal ini tidaklah penting. Saat Anda menancapkan hard disk eksternal dan mulai mentransfer data, banyak data yang belum tertulis dengan benar pada piringan hard disk tersebut. Data-data tersebut masih tertinggal di cache memori. Bila Anda selesai menggunakan hard disk eksternal, selalu pilih opsi “Safe Remove Hardware”. Dengan mengklik opsi ini, semua data yang ada pada cache memory akan dihapus sehingga data yang ada pada hard disk tidak akan rusak saat Anda mencabut kabel USB-nya. Opsi ini sangatlah penting. Pada beberapa hard disk eksternal, gagalnya penulisan data dapat menyebabkan Master Boot Record rusak dan menyebabkan hard disk harus di format ulang.
2. Jangan terbanting
Berbeda dengan flash disk, hard disk eksternal masih memiliki komponen mekanik di dalamnya. Komponen ini sangat rentan terhadap benturan. Saat terjadi benturan yang keras pada hard disk, pasti akan mengganggu komponen mekanik tersebut. Tidak sedikit kasus hard disk yang terbanting mengakibatkan isinya menjadi amburadul. Sebenarnya, Anda bisa mengakali hal ini dengan membeli hard disk yang memiliki fasilitas tahan banting. Walaupun begitu, tetap saja Anda harus menjaga hard disk dari benturan yang berlebihan.
3. Jauhkan dari cairan
Tersiram air? Mungkin hal ini terdengar lucu bagi beberapa orang. Akan tetapi, banyak juga kasus hilangnya data hard disk akibat tercebur atau tidak sengaja tersiram minuman. Saat Anda memakai hard disk eksternal, usahakan tidak menaruh benda dengan cairan di dekatnya. Tentunya, air adalah musuh bagi benda elektronik, bukan? More >
Robot-robot Ampuh yang Melawan Radiasi
Mar 26th
Di tengah krisis nuklir yang terjadi di Jepang, robot-robot ampuh berunjuk gigi dan siap melawan radiasi. Beberapa robot didatangkan khusus dari Australia, Amerika Serikat, dan Perancis guna mengatasi permasalahan terkait reaktor di Fukushima.
Mau tahu apa saja robot-robot itu? Ini dia daftarnya:
1. Monirobo (Monitoring Robot)
Monirobo didesain untuk bekerja di lingkungan dengan level radiasi yang terlalu tinggi bagi manusia. Robot seberat 600 kg ini memiliki lengan manipulator untuk menyingkirkan rintangan dan mengambil sampel. Selain itu, robot ini juga dilengkapi detektor radiasi, kamera 3 dimensi, serta sensor temperatur dan kelembaban.
Robot setinggi 1,5 meter ini dikembangkan oleh Pusat Keselamatan Teknologi Nuklir Jepang dan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang setelah peristiwa kecelakaan nuklir Tokaimura pada tahun 1999. Mampu bergerak dengan kecepatan 2,4 km/jam, robot ini memiliki pelindung anti-radiasi yang diperlukan untuk melindungi sensor dan peralatan elektronik yang dimilikinya. More >
Alat Militer dalam Risalah
Mar 26th
Penemuan teknik dan mekanik pada bidang militer umat Muslim dapat ditelurusi melalui berbagai karya. Beberapa ilmuwan Muslim menuliskan dengan lengkap proses pembuatan, material yang digunakan, hingga mekanisme kerja alat-alat perang dari abad pertengahan.
Salah satu yang terkenal ditorehkan oleh Najm al Din Hassan al Rahman. Saintis asal Suriah yang wafat tahun 1295 itu menyajikan sebuah buku berisi sejumlah perlengkapan teknologi militer.
Judulnya Kitab al Furusiyya wa al Manasib al Harbiyya. Buku ini menjadi rujukan sejarah paling penting yang mendokumentasikan teknologi roket awal kreasi ilmuwan Muslim.
Menurut Frank H Winter pada buku The Genesis of the Rocket in China and its Spread to the East and West, kaum Muslim mewarisi senjata roket. Dari naskah-naskah klasik di dunia Islam, para saintis Barat pun mengenal teknologi ini untuk dikembangkan lebih lanjut. More >
Ibn Hazm, Ulama Negarawan dari Spanyol
Mar 26th
Abu Muhammad Ali bin Ahmad bin Sa’id bin Hazm atau lebih dikenal dengan nama Ibn Hazm diakui sebagai seorang ulama yang memiliki kontribusi luar biasa dalam dunia Islam. Ia dikenal sebagai ahli fikih dan hadits sekaligus teolog, sejarawan, penyair, negarawan, akademisi dan politisi yang handal. Tak kurang dari 400 judul kitab telah ditulisnya.
Ibn Hazm lahir di kota Cordoba, Spanyol pada akhir Ramadhan 384 H atau bertepatan dengan 7 November 994 M. Ia tumbuh dan besar di kalangan para pembesar dan pejabat. Ayahnya, Ahmad, adalah seorang menteri pada masa pemerintahan Khalifah al-Mansur dan putranya, al-Muzaffar. Kendati demikian, kemewahan hidup yang dijalaninya itu tidak menjadikannya lupa diri dan sombong. Sebaliknya, ia dikenal sebagai seorang yang baik budi pekertinya, pemaaf dan penuh kasih sayang.
Sebagai seorang anak pembesar, Ibn Hazm mendapat pendidikan dan pengajaran yang baik. Pada masa kecilnya, ia dibimbing dan diasuh oleh guru-guru yang mengajarkan Alquran, syair, dan tulisan indah Arab (khatt). Ketika meningkat remaja, ia mulai mempelajari fikih dan hadits dari gurunya yang bernama Husain bin Ali al-Farisi dan Ahmad bin Muhammad bin Jasur. Ketika dewasa, ia mempelajari bidang ilmu lainnya, seperti filsafat, bahasa, teologi, etika, mantik, dan ilmu jiwa disamping memperdalam lagi ilmu fikih dan hadits. More >
Bagaimana Pengelolaan Wakaf di Era Dinasti-Dinasti Islam?
Mar 26th
Tata cara pengelolaan wakaf dalam Islam telah diatur berdasarkan Alquran dan Sunah Rasulullah SAW. Harta wakaf, menurut ajaran Islam, hanya diambil manfaatnya, sementara barang asalnya harus tetap. Karena itu, harta wakaf tidak boleh dijual, dihibahkan, atau diwariskan. Pada prinsipnya, menurut John L Esposito dalam Ensiklopedi Oxford: Dunia Islam Modern, pembuat wakaf menentukan bentuk pengelolaan wakafnya sendiri. Pengelola wakaf biasa disebut dengan istilah mutawalli atau nadhir.
Dalam perkembangannya praktik wakaf menjadi lebih luas pada masa pemerintahan Islam sesudah era Khulafaur Rasyidin. Sri Nurhayati dalam tulisannya yang bertajuk Akuntansi Syariah di Indonesia memaparkan bahwa pada masa pemerintahan Dinasti Umayyah dan Abbasiyah, semua orang berduyun-duyun untuk melaksanakan wakaf. Pada masa itu, wakaf tidak hanya untuk orang-orang fakir dan miskin saja, tetapi wakaf menjadi modal untuk membangun lembaga pendidikan, membangun perpustakaan dan membayar gaji para stafnya, gaji para guru dan beasiswa untuk para siswa dan mahasiswa.
Antusiasme masyarakat kepada pelaksanaan wakaf telah menarik perhatian negara untuk mengatur pengelolaan wakaf. Maka, dalam perkembangan berikutnya mulai dibentuk lembaga yang mengatur wakaf. Lembaga ini bertugas untuk mengelola, memelihara dan menggunakan harta wakaf, baik secara umum seperti masjid atau secara individu atau keluarga.
Taubah bin Ghar al-Hadhramiy yang menjabat sebagai hakim di Mesir pada masa Khalifah Hisyam bin Abdul Malik (724-743 M) dari Dinasti Umayyah, misalnya, telah merintis pengelolaan wakaf di bawah pengawasan seorang hakim. Ia juga menetapkan formulir pendaftaran khusus dan kantor untuk mencatat dan mengawasi wakaf di daerahnya. More >
